Abstract:A culturally responsive approach to teaching has become an essential element in building an inclusive, relevant, and transformative educational ecosystem, particularly in the context of Indonesian language instruction at…
the primary school level. This study aims to analyze the implementation of the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach in Indonesian language learning among second-grade students at SDN Sumobito 1 Jombang. Employing a descriptive qualitative method, data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and documentation. The data were thematically analyzed to identify patterns of CRT application in daily teaching practices. The findings indicate that student engagement in the learning process is relatively active; however, the integration of CRT principles remains suboptimal. This is evidenced by the limited use of teaching materials that reflect students' cultural backgrounds and the low level of teachers’ conceptual understanding of the CRT approach. The study underscores the importance of enhancing educators’ professional capacity through continuous training focused on pedagogies that are sensitive to local cultural contexts. In addition, the development of culturally responsive teaching materials needs to be accommodated within the curriculum to make learning more contextual and meaningful. The implications of these findings suggest that a systematic implementation of CRT has the potential to improve the quality of Indonesian language education by positioning cultural diversity as a pedagogical asset rather than a barrier. Consequently, the results of this study are expected to serve as a reference for the formulation of more inclusive, adaptive, and culturally equitable basic education policies in multicultural societies.
Abstract:This study aims to comprehensively investigate the influence of Social Media Marketing and Lifestyle on consumer Purchase Decisions, with Brand Awareness serving as a mediating variable that plays a pivotal role in the consumer…
onsumer decision-making process. The research adopts a causal-quantitative design, intended to identify and test the causal relationships among the predetermined variables. Primary data were collected through the distribution of questionnaires to 130 respondents, consisting of customers of CW Coffee in Pontianak City, West Kalimantan. Data analysis was conducted using the Structural Equation Modeling (SEM) technique based on Partial Least Squares (PLS), operated through SmartPLS 4 software, which facilitates simultaneous evaluation of both the measurement model (outer model) and the structural model (inner model). The model estimation results indicate that both Social Media Marketing and Lifestyle exert a positive and statistically significant effect on Brand Awareness, and contribute both directly and indirectly to Purchase Decisions. Furthermore, Brand Awareness is empirically validated as a partial mediator that reinforces the relationship between the independent variables and the dependent variable. The theoretical implications of these findings underscore that enhancing brand exposure through strategic social media engagement and contextually understanding contemporary consumer Lifestyles are critical determinants in shaping strong brand perceptions and driving purchase intention and realization. Consequently, this study offers practical contributions for business practitioners in formulating digital marketing strategies based on the integration of consumer values and the optimization of digital communication channels, thereby enhancing market penetration effectiveness and fostering long-term customer loyalty.
Abstract:Physics education in schools often faces challenges in terms of student engagement and understanding due to the abstract nature of the concepts and the high analytical skills required. Conventional, non-interactive teaching…
ing approaches tend to be ineffective in addressing these issues. This study aims to evaluate the effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) model in enhancing students’ cognitive abilities in learning Physics through a meta-analysis. The PBL model emphasizes student-centered learning, where students are invited to solve real and relevant problems, thus increasing engagement and deeper conceptual understanding. Data were collected from 20 research articles published between 2017 and 2024, which discuss students’ cognitive abilities and the PBL approach. The meta-analysis results show that PBL has a significant effect on improving students’ cognitive abilities in Physics, with 13 articles showing high effect sizes, 3 articles moderate effect sizes, and 4 articles low effect sizes. PBL has proven effective in developing students’ critical, creative, and analytical thinking skills. Additionally, PBL enhances students’ active participation in the learning process and facilitates the understanding and application of Physics concepts in various practical situations. This study asserts that PBL is an effective method for improving students’ cognitive abilities in learning Physics at the high school level, by fostering critical thinking, communication, and practical knowledge application skills. These findings underscore the importance of using innovative learning models such as PBL to advance Physics education and improve student learning outcomes.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbasis Wayground dengan pendekatan deep learning terhadap keterlibatan murid dalam pembelajaran Biologi di SMA Negeri 11 Kota Jambi.…
i. Keterlibatan murid yang rendah menjadi permasalahan utama dalam proses pembelajaran, sehingga diperlukan inovasi model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan secara komprehensif mencakup dimensi behavioral, emotional, cognitive, dan agentic engagement. Penelitian menggunakan metode Pre-Experimental dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian adalah 36 murid kelas XI F1 yang dipilih secara random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket keterlibatan murid dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji Sign Test dan uji Effect Size. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan murid pada keempat dimensi setelah perlakuan. Uji Sign Test menghasilkan nilai signifikansi 0,012 (<0,05), sehingga H₀ ditolak. Effect Size diperoleh sebesar 0,417 yang termasuk kategori sedang. Hasil observasi juga mendukung temuan angket dengan skor rata-rata 3,00 (kategori Baik) pada semua dimensi. Disimpulkan bahwa model PBL berbasis Wayground dengan pendekatan deep learning berpengaruh positif dalam kategori sedang terhadap peningkatan keterlibatan murid dalam pembelajaran Biologi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan bermakna.
Abstract:Work engagement merupakan salah satu aspek penting yang mencerminkan keterlibatan karyawan secara fisik, emosional, dan kognitif dalam pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tingkat work engagement…
ent karyawan PT. Baruga Asrinusa Development pada tiga dimensi utama, yaitu vigor, dedication, dan absorption. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan produksi yang berjumlah 45 orang, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran Utrecht Work Engagement Scale-17 (UWES-17) versi Indonesia yang terdiri dari tiga dimensi penilaian. Analisis data menggunakan statistik deskriptif melalui IBM SPSS untuk melihat nilai rata-rata, standar deviasi, dan persentase masing-masing dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat work engagement karyawan berada pada kategori sedang–tinggi, dengan nilai rata-rata skor total sebesar 46,53. Dimensi dedication menjadi aspek yang paling dominan, sedangkan vigor berada pada kategori moderat. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa karyawan memiliki keterlibatan emosional dan kognitif yang cukup baik dalam menjalankan pekerjaan, meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan pada aspek energi dan ketahanan kerja. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam merancang strategi pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan keterikatan kerja secara optimal.
Abstract:Work engagement menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan bermakna. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi…
awesi Selatan, ditemukan bahwa beberapa pegawai masih menunjukkan tingkat keterlibatan kerja yang rendah, seperti kurangnya pemahaman terhadap tugas, rendahnya semangat kerja, dan etos kerja yang belum optimal. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan kerja pegawai melalui kegiatan psikoedukasi yang disampaikan oleh psikolog industri dan organisasi. Kegiatan dilakukan dalam bentuk seminar interaktif dengan pre-test dan post-test kepada 50 dari 67 peserta yang hadir. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (p = 0.038), yang mengindikasikan peningkatan tingkat work engagement setelah mengikuti seminar. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100% peserta memahami materi yang diberikan, dengan 42.6% menyatakan sangat paham dan 57.4% menyatakan paham. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan work engagement pegawai.
Abstract:The growth of coffee shop businesses in Indonesia faces significant challenges, particularly for small and medium enterprises (SMEs) that often encounter limitations in business management, marketing, and technology adoption.…
tion. This community engagement initiative aims to assist the "Latimojong" coffee shop in addressing these issues through the implementation of the Business Model Canvas (BMC) integrated with Internet of Things (IoT) technology. The activities were conducted through an interactively designed socialization process, including material presentation, discussions, and mentorship. Pre-test results indicated that participants' initial understanding averaged 36%, highlighting the need for capacity building in business management. Following the socialization, the post-test scores significantly improved, averaging 87%, representing a 141.67% increase. This improvement reflects the success of the socialization program in enhancing participants' understanding. Through this initiative, the "Latimojong" coffee shop was able to formulate a more strategic and efficient business model, strengthening its competitiveness in the local market. The implementation of IoT technology and social media-based digital marketing positively impacted operational efficiency and customer experience. This Community Engagement initiative serves as a replicable model for technology-based SME empowerment, potentially supporting sustainable local economic growth.
Abstract:Komunikasi memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Komunikasi menjadi hal yang penting dalam keberlangsungan interaksi, baik dalam ranah formal maupun non formal. Suatu organisasi tidak akan berjalan dengan baik…
tanpa adanya komunikasi. Peranan komunikasi dalam organisasi sebagai pondasi untuk bisa menjalankan fungsi-fungsi dan tujuan yang akan dicapai suatu organisasi. Berdasarkan survey engagement yang dilakukan oleh departemen HCGA pada area komunikasi ditemukan hasil yang lebih rendah dari area lain. Pada Perusahaan CV. Kreasi Pisang Indonesia masih sering terjadi kesalahan dalam komunikasi baik kantar individu maupun kelompok. Sehingga, dilakukan seminar sebagai bentuk upaya yang dapat membantu karyawan juga perusahaan dalam menyelesaikan permasalahannya. Seminar “Unlocking Team Potential Team with Effective Communication” berisikan hal-hal penting seputar komunikasi yang efektif bagi karyawan dalam berinteraksi dalam ranah kerja. Seminar dilakukan dalam rangka membantu memfasilitasi karyawan dalam bentuk intervensi dari pemberian materi mengenai komunikasi efektif. Untuk mengukur perubahan dan peningkatan karyawan sebelum dan sesudah seminar, diberikan pretest dan posttest. Hasil dari seminar yang dilakukan yakni terdapat perbedaan pengetahuan oleh karyawan sebelum dan setelah diberikan seminar yang dibuktikan dari hasil pre-posttest yang dikerjakan.
Abstract:Abstract: Environmental education plays a crucial role in raising public awareness of sustainability issues. The 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle) has long been a fundamental strategy for waste management and the promotion…
tion of sustainable lifestyles; however, its dissemination is often presented in a textual manner that is less engaging for the general public. This study proposes an interactive visual approach utilizing projection mapping technology through Resolume Arena software to create an immersive educational stage performance. The animated visuals are narratively designed to enhance audience understanding of the 3R concept. The simulation results indicate that this approach has strong potential to improve audience engagement and information retention across diverse age groups.
Keywords: 3R; interactive animation; environmental education; resolume arena; visual mapping.
Abstrak: Pendidikan lingkungan menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk kesadaran masyarakat akan isu keberlanjutan. Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) telah lama menjadi strategi utama dalam mengelola sampah dan mendukung gaya hidup berkelanjutan. Namun, penyampaian informasi mengenai 3R masih sering bersifat tekstual dan kurang menarik bagi masyarakat umum. Dalam studi ini, dikembangkan pendekatan visual interaktif melalui teknologi projection mapping menggunakan perangkat lunak Resolume Arena untuk menciptakan pertunjukan panggung edukatif yang imersif. Visual animasi dirancang secara naratif untuk menstimulasi pemahaman audiens terhadap konsep 3R. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pendekatan ini berpotensi besar dalam meningkatkan keterlibatan dan retensi informasi pada audiens dari berbagai usia.
Kata kunci: 3R; animasi interaktif; edukasi lingkungan; resolume arena; visual mapping.
Abstract:Abstract: In today's digital era, small businesses like Banana Chips By Risa face significant challenges in enhancing relationships and services to customers. This research identifies various issues related to technology…
adoption, including the lack of an online purchasing system, minimal product information, and limited flavor variations. In an increasingly competitive context, the application of information technology becomes crucial to meet the ever-evolving customer expectations. This study aims to design an E-CRM system that can support more effective customer relationship management. E-CRM is a technology-based tool that collects and stores customer data, enhances communication, personalizes services, and analyzes data for better decision-making. Additionally, this system integrates a digital loyalty program expected to increase customer engagement. Several questions arise from the issues faced, including: how to effectively implement an online purchasing system, steps to improve product information, and how to develop new flavor variations that align with customer preferences. The research results indicate that the implementation of E-CRM not only enhances operational efficiency but also strengthens long-term relationships between the business and customers, supporting success in a business environment increasingly influenced by technology.
Keywords: e-crm; digital technology; customer loyalty; product Information.
Abstrak: Di era digital saat ini, usaha kecil seperti Banana Chips By Risa menghadapi tantangan signifikan dalam meningkatkan hubungan dan pelayanan kepada pelanggan. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai masalah terkait adopsi teknologi, termasuk kurangnya sistem pembelian daring, minimnya informasi produk, dan keterbatasan varian rasa. Dalam konteks persaingan yang semakin ketat, penerapan teknologi informasi menjadi krusial untuk memenuhi harapan pelanggan yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem E-CRM yang dapat mendukung pengelolaan hubungan pelanggan secara lebih efektif. E-CRM adalah alat berbasis teknologi yang mengumpulkan dan menyimpan data pelanggan, meningkatkan komunikasi, mempersonalisasi layanan, serta menganalisis data untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat. Selain itu, sistem ini juga mengintegrasikan program loyalitas berbasis digital yang diharapkan dapat meningkatkan keterikatan pelanggan. Beberapa pertanyaan yang muncul dari masalah yang dihadapi termasuk: bagaimana cara mengimplementasikan sistem pembelian daring yang efektif, langkah-langkah untuk meningkatkan informasi produk, serta cara mengembangkan varian rasa baru yang sesuai dengan preferensi pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan E-CRM tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat hubungan jangka panjang antara usaha dan pelanggan, mendukung keberhasilan dalam lingkungan bisnis yang semakin dipengaruhi oleh teknologi.
Kata kunci: e-crm; teknologi digital; loyalitas pelanggan; informasi produk