Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) efektivitas proses pembelajaran Google Classroom, 2) efektivitas aplikasi Google Classroom dalam pembelajaran daring dan 3) kendala pembelajaran daring menggunakan media Google…
oogle Classroom. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Contoh penelitian ini adalah ruang kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Efektivitas pembelajaran Google Classroom, diukur sebesar 75,50% untuk pembelajaran daring di Google Classroom, 2) Efektivitas Google Classroom Aplikasi Classroom untuk pembelajaran daring 79,28% menyatakan sangat efisien digunakan untuk pembelajaran daring, 3) terkait jaringan internet Kegagalan pembelajaran daring dengan media Google Classroommencapai 92,90%.
Abstract:Remaja dengan kondisi keluarga broken home sering kali mengalami tantangan dalam kemampuan regulasi dirinya. Kondisi kedua orang tua yang berpisah membuat remaja dengan keluarga broken home tidak memiliki model peran untuk…
uk mengembangkan keterampilan regulasi dirinya, karena tidak memiliki contoh yang jelas tentang bagaimana mengatur emosi dan perilaku dalam situasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang gambaran self regulation pada remaja dengan keluarga broken home serta implikasinya pada bimbingan dan konseling. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman wawancara yang dikembangkan berdasar pada teori self regulation Bandura, Schunk dan Zimmerman. Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja atau siswa kelas XI SMAN 19 Bandung dengan kondisi keluarga broken home. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran self regulation yang baik pada remaja dengan keluarga broken home terutama pada aspek mengatur standar dan tujuan dan aspek evaluasi diri.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik pada siswa di SMAS Budi Agung Medan. Prokrastinasi akademik didefinisikan sebagai kecenderungan untuk menunda-nunda penyelesaian…
lesaian tugas akademik, yang dapat berdampak negatif bagi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Variabel yang dikaji adalah faktor-faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik, yang terdiri dari faktor internal (kondisi fisik dan psikologis) dan faktor eksternal (gaya pengasuhan orang tua dan kondisi lingkungan). Populasi dalam penelitian ini adalah 40 siswa kelas XI SMAS Budi Agung Medan tahun ajaran 2023/2024. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner/angket. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontribusi masing-masing faktor terhadap prokrastinasi akademik adalah: (a) kondisi fisik 28%, (b) gaya pengasuhan orang tua 25%, (c) kondisi lingkungan 24%, dan (d) kondisi psikologis 23%. Faktor kondisi fisik merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi prokrastinasi akademik, dengan 62,5% siswa menyatakan kontribusi sedang dan 22,5% kontribusi tinggi. Sedangkan faktor kondisi psikologis memiliki kontribusi terendah, dengan 62,5% siswa menyatakan kontribusi sedang dan 27,5% kontribusi tinggi. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi pihak sekolah, orang tua, dan siswa untuk memahami dan mengatasi permasalahan prokrastinasi akademik melalui upaya perbaikan kondisi fisik, gaya pengasuhan orang tua, kondisi lingkungan, serta penguatan aspek psikologis siswa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan : 1) Motivasi kerja dan kepuasan kerja dengan kinerja guru, 2) Motivasi kerja dengan kinerja guru, 3) Kepuasan kerja dengan kinerja guru. Penelitian ini merupakan penelitian…
tian kuantitatif dengan metode korelasi, populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 2 Medan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji prasyarat analisis, uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. 2) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepuasan kerja dengan kinerja guru. 3) Terdapat hubungan positif dan signifikan secara bersama-sama motivasi kerja, kepuasan kerja dengan kinerja guru.
Abstract:Pendidikan inklusi merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk mewujudkan sistem pendidikan yang adil dan berkualitas bagi semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Namun, penerapan pendidikan inklusi bukanlah…
ukanlah tugas yang mudah dan membutuhkan upaya kolaboratif dari berbagai pihak. Artikel ini mengeksplorasi pentingnya membangun kolaborasi dan kemitraan yang efektif dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusi.Pertama, artikel ini menekankan kolaborasi antara guru, staf sekolah, dan orang tua sebagai kunci utama. Keterlibatan aktif orang tua dalam proses pendidikan anak-anak mereka sangat penting untuk memahami kebutuhan individual dan menyediakan dukungan yang diperlukan. Di sisi lain, kolaborasi antar guru dan staf memungkinkan berbagi pengalaman, strategi, dan sumber daya yang bermanfaat.
Selanjutnya, artikel ini menyoroti peran penting kemitraan dengan profesional dan organisasi di luar lingkungan sekolah. Kerja sama dengan ahli terapi, psikolog, dan penyedia layanan masyarakat dapat memperkaya layanan pendukung bagi siswa berkebutuhan khusus. Selain itu, kemitraan dengan lembaga pendidikan tinggi dan penelitian berpotensi meningkatkan pengembangan profesional guru dan memajukan praktik terbaik dalam pendidikan inklusi. Terakhir, artikel ini mengeksplorasi tantangan dalam membangun kolaborasi dan kemitraan yang efektif, seperti hambatan komunikasi, perbedaan perspektif, dan keterbatasan sumber daya. Dengan memberikan rekomendasi dan strategi praktis, artikel ini bertujuan untuk membantu sekolah, guru, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengatasi tantangan tersebut dan menciptakan lingkungan yang mendukung bagi semua siswa.
Abstract:Penelitian mengenai Implementasi Microsoft Office Visio Sebagai Media Pembelajaran Siswa SMK Swasta Sinar Husni Pada Mata Pelajaran Gambar teknik XII Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL). Penelitian ini dilatar belakangi…
gi oleh banyaknya siswa yang memperoleh nilai dibawah standar kompetensi kelulusan minimum (KKM) pada materi Instalasi Listrik. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan digunakannya aplikasi Microsoft Office Visio sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar ranah kognitif, afektif dan psikomotor siswa dalam mata pelajaran instalasi sound system pada kompetensi dasar instalasi perangkat elektronika. Metode penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimental design, dengan one-grup pre-test post-test design. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test pada siswa. Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata pre-test siswa sebesar 50,86 dan nilai rata-rata post-test sebesar 70,09. Peningkatan N-gain sebesar 38% menunjukan bahwa rata-rata siswa mengalami peningkatan. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Microsoft Office Visio sebagai media pembelajaran dianggap efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam kompetensi dasar instalasi listrik.
Abstract:Pendidikan inklusi merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk mewujudkan sistem pendidikan yang adil dan berkualitas bagi semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Namun, penerapan pendidikan inklusi bukanlah…
ukanlah tugas yang mudah dan membutuhkan upaya kolaboratif dari berbagai pihak. Artikel ini mengeksplorasi pentingnya membangun kolaborasi dan kemitraan yang efektif dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusi.Pertama, artikel ini menekankan kolaborasi antara guru, staf sekolah, dan orang tua sebagai kunci utama. Keterlibatan aktif orang tua dalam proses pendidikan anak-anak mereka sangat penting untuk memahami kebutuhan individual dan menyediakan dukungan yang diperlukan. Di sisi lain, kolaborasi antar guru dan staf memungkinkan berbagi pengalaman, strategi, dan sumber daya yang bermanfaat. Selanjutnya, artikel ini menyoroti peran penting kemitraan dengan profesional dan organisasi di luar lingkungan sekolah. Kerja sama dengan ahli terapi, psikolog, dan penyedia layanan masyarakat dapat memperkaya layanan pendukung bagi siswa berkebutuhan khusus. Selain itu, kemitraan dengan lembaga pendidikan tinggi dan penelitian berpotensi meningkatkan pengembangan profesional guru dan memajukan praktik terbaik dalam pendidikan inklusi. Terakhir, artikel ini mengeksplorasi tantangan dalam membangun kolaborasi dan kemitraan yang efektif, seperti hambatan komunikasi, perbedaan perspektif, dan keterbatasan sumber daya. Dengan memberikan rekomendasi dan strategi praktis, artikel ini bertujuan untuk membantu sekolah, guru, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengatasi tantangan tersebut dan menciptakan lingkungan yang mendukung bagi semua siswa.
Abstract:Kegiatan ekstrakurikuler atau sering disingkat (Ekskul) merupakan kegiatan pembelajaran bagi siswa di luar sekolah yang mempunyai potensi besar untuk mentransformasikan siswa menjadi siswa yang kreatif, inovatif, kompeten…
n dan berorientasi pada prestasi. Dalam pelaksanaan program ektrakurkuler dilakukan yang beriringan dengan pengawasan dan evaluasi agar kinerja program kegiatan ekstrakurikuler dan hasilnya sesuai dengan perencanaan standar ekstrakulikuler efektif yaitu tujuan dan sasaran yang jelas, perencanaan dan struktur yang baik, kesesuaian dengan minat dan bakat siswa, partisipasi aktif siswa, fasilitas dan dukungan yang memadai. dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan dalam metode penelitian menggunakan tipe deskriptif. MAN 3 Medan memiliki program ekstrakurikuler yang dapat mendukung akreditasi sekolah. Program ekstrakurikuler yang ada di MAN 3 Medan dapat membantu minat dan bakat siswa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan model Project Based Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah meta analisis dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.…
a. Penelitian ini menggunakan metode sintesis kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model Project Based Learning pada hasil belajar siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menelusuri jurnal melalui Google Cendekia. Dari model Problem based learning dipilih 6 hasil penelitian untuk dianalisi lebih lanjut dalam bentuk %. Dari 6 penelitian dapat, disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik peningkatan hasil belajar dari yang terendah 10,23 % sampai yang tertinggi 73,73 % dengan rata – rata 31,56 % . Rata –rata hasil belajar peserta didik sebelum menggunakan medel pembelajaran Project Based Learning 65,66 dan setelah dilakukan dan menerapkan model Project Based Learning terjadi peningkatan menjadi 83,20 dapat diartikan bahwa model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Abstract:Pendidikan inklusi merupakan pendekatan yang menjunjung tinggi keberagaman dan kesetaraan dalam lingkungan belajar. Dalam konteks ini, evaluasi dan penilaian yang adil menjadi aspek krusial untuk memastikan bahwa setiap…
siswa memiliki kesempatan yang sama dalam menunjukkan potensi dan pencapaian akademiknya. Artikel ini mengeksplorasi tantangan dan strategi dalam merancang evaluasi dan penilaian yang adil dan inklusif. Berbagai faktor seperti kebutuhan khusus, latar belakang budaya, dan gaya belajar siswa dipertimbangkan untuk menciptakan lingkungan penilaian yang akomodatif dan meminimalkan bias. Selain itu, dibahas pula pentingnya memodifikasi alat penilaian, menyediakan akomodasi yang sesuai, dan melatih pendidik untuk memahami serta mengimplementasikan praktik penilaian yang sensitif dan adil. Tujuan utama artikel ini adalah untuk memberikan panduan praktis bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan sistem evaluasi dan penilaian yang inklusif, sehingga setiap siswa memiliki kesempatan yang setara untuk mengekspresikan pengetahuan dan keterampilan mereka secara optimal