Search Articles & Publications

Showing 1514 articles found for "Siswa"

Psikoedukasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di SMAN 8 Makassar

Irdianti, Musfirah Syam, Annisa Zhalsabilla, Nurul Hidayah Multazam, Mifthahuljannah, Andi Siti Nurazizah Azzahra
Abstract: Kekerasan dalam lingkungan sekolah merupakan permasalahan krusial yang tidak boleh diabaikan. Terjadinya kasus kekerasan dalam lingkungan sekolah menunjukkan ketidakamanan sekolah yang mempengaruhi iklim serta proses belajar&#8230; ajar mengajar. Bentuk–bentuk kekerasan dalam hal ini dapat berupa segala tindakan yang merugikan baik secara fisik, psikis serta materi. Kekerasan dalam lingkungan sekolah juga dapat memberikan dampak negatif yang berkelanjutan seperti menimbulkan trauma psikis dan juga menghambat perkembangan individu untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya upaya pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan sekolah, Dengan ini tujuan dilaksanakan psikoedukasi pencegahan dan penanganan kekerasan di SMAN 8 Makassar yaitu untuk meningkatkan pemahaman kepada siswa, guru, dan staf tentang bentuk, dampak, serta cara mencegah dan menangani kekerasan serta menciptakan lingkungan aman di sekolah. Metode pelaksanaan psikoedukasi dilakukan dengan penyajian materi, sesi diskusi dan tanya jawab serta pemberian pre-test dan post-test. Partisipan terdiri dari masing-masing ketua kelas dan ketua organisasi sebanyak 55 siswa. Analisis data menggunakan teknik uji gain Score dan paired sample t-test. Hasil analisis data menunjukkan nilai pretest dan posttest p<0,05 yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terkait materi penanganan dan pencegahan kekerasan di sekolah.

Peran Gambar Sebagai Media Pembelajaran Efektif Di SMP Negeri 2 Petir

Puput Nur Kholifah, Nazwa Putri Heriansyah, Siva Nurjannah, Anisiyah Nur Hafni, Aulia Radiatul Janah, Muhammad Chikal Albantani, Novita Nur Istiqomah, Amalia Maharani, Umrotul Fitriyah, Faradila Sarahwati, Metta Dian Amalia, Faradila Marsya
Abstract: Penelitian ini menyelidiki peran gambar sebagai media pembelajaran yang efektif di SMPN 2 Petir, mengeksplorasi potensinya dalam merangsang minat siswa, meningkatkan pemahaman mereka, dan mempromosikan pembelajaran aktif.&#8230; . Dengan meneliti efektivitas gambar dalam mendukung proses pembelajaran, penelitian ini memberikan wawasan bagi para guru untuk mengoptimalkan strategi instruksional mereka dan meningkatkan pengalaman belajar secara keseluruhan.

Penerapan Bidang Garapan Manajemen Kesiswaan Terkait Kasus Pembullyan di Madrasah Aliyah 3 Negeri Medan

Magdalena Friskayanti Manalu, Sri Muallimah, Agnes Natalia Sihombing, Lisa Alfira Andini, Mikhael Juni Pratama Sebayang, Santa Murni A Situmorang
Abstract: Manajemen kesiswaan adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh peserta didik (dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan) agar bisa mengikuti&#8230; ikuti proses PBM dengan efektif dan efesien. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif, yaitu penelitian yang menggambarkan atau melukiskan situasi tertentu berdasarkan data yang diperoleh secara terperinci sesuai permasalahan yang ditetapkan dalam penelitian ini. Penanganan kasus bullying di Madrasah Aliyah Negeri 3 Medan telah menunjukkan pendekatan yang komprehensif dan efektif dalam bidang garapan manajemen kesiswaan. Langkah-langkah seperti identifikasi kasus dari berbagai perspektif, melibatkan pelaku dan korban dalam mediasi, serta penekanan pada keterlibatan orang tua merupakan bagian integral dari manajemen kesiswaan yang efektif. Implementasi langkah-langkah preventif seperti sosialisasi dan kampanye antibullying juga mencerminkan upaya proaktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung.

Dinamika Kebijakan Kampus PTN-BH Dari Masa ke masa Melalui Tinjauan Historis

Dendy Yanuar, Firstyawan Hardi Pratama Putra, Hafidz Ghazali Kresna, Naufal Taqie
Abstract: Kebijakan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), memiliki kontrol penuh terhadap tingkatan tertinggi dalam hal otonomi mengelola keuangan dan sumber daya, termasuk tenaga pendidik (tendik). serupa dengan perusahaan&#8230; n Badan usaha milik negara (BUMN). mereka memiliki kontrol penuh atas aset dan keuangan mereka sendiri. penetapan status PTN-BH dilakukan dengan peraturan pemerintah. dasar hukum munculnya PTN-BH adalah setelah terbitnya UU No.12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi. pasal 65 ayat (1) UU No.12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi menyebutkan pengelolaan otonomi perguruan tinggi sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 64 dapat diberikan secara selektif berdasarkan evaluasi kinerja oleh menteri kepada PTN dengan menerapkan pola pengelolaan keuangan dengan membentuk PTN badan hukum untuk menghasilkan pendidikan bermutu. sistem UKT untuk memberikan subsidi silang dari mahasiswa ke mahasiswa bertujuan memberikan keadilan secara ekonomi. menggantikan sistem Sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), sesuai dengan Surat Edaran DIKTI Nomor 97/E/KU/2013 perihal Uang Kuliah Tunggal mulai angkatan 2013 mahasiswa menggunakan sistem pembayaran UKT bukan lagi menggunakan sistem pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). melihat kondisi realita saat ini permasalahan terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) menjadi masalah persemester hampir di seluruh PTN-BH di Indonesia esensi dari subsidi silang sepertinya kurang tepat, kenyataannya PTN-BH secara gamblang melakukan komersialisasi pendidikan memiliki kendali penuh atas kontrol sumber daya ekonomi di masing-masing kampus PTN-BH, mengakibatkan penentuan tarif nominal UKT di kampus PTN-BH sangat tinggi, menjadikan pendidikan bersifat eksklusif hanya masyarakat yang mempunyai ekonomi tinggi  dapat merasakan pendidikan bermutu.

Optimalisasi Manajemen Sekolah Dalam Menerapkan Pendidikan Inklusi di Sekolah

Rizki Wandayu, Syahmi Mahendra, Dea Mustika
Abstract: Pendidikan inklusi adalah pendekatan yang mengintegrasikan semua siswa, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus, dalam satu lingkungan belajar yang sama. Tujuan utama pendidikan inklusi adalah memastikan setiap anak dapat&#8230; t belajar dan berkembang bersama, tanpa memandang perbedaan fisik, intelektual, sosial, emosional, atau kondisi lainnya. Di Indonesia, implementasi pendidikan inklusi didorong melalui berbagai kebijakan dan program pemerintah. Namun, tantangan yang dihadapi sekolah-sekolah dalam menerapkannya termasuk kurangnya pemahaman dan keterampilan guru, minimnya fasilitas, serta stigma sosial. Pendidikan inklusi mendapat perhatian global setelah UNESCO memperkenalkan prinsip ini dalam Pernyataan Salamanca pada 1994. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematis (Systematic Literature Review) berdasarkan artikel ilmiah dari Google Scholar yang dipublikasikan antara tahun 2020-2024. Proses pengumpulan dan analisis data mengikuti panduan PRISMA, mencakup identifikasi, skrining, kelayakan, dan keterimaan artikel.   Prinsip dasar pendidikan inklusi meliputi kesetaraan akses, partisipasi penuh, keterlibatan sosial, dukungan dan akomodasi, serta pembelajaran individual. Meskipun awalnya fokus pada anak-anak dengan disabilitas, kini pendidikan inklusi mencakup keragaman lain seperti jenis kelamin, orientasi seksual, etnis, budaya, bahasa, agama, dan status sosial ekonomi. Kendala utama dalam pelaksanaan pendidikan inklusi di Indonesia melibatkan kurangnya profesionalisme guru dan dukungan yang memadai. Optimalisasi pendidikan inklusi memerlukan pelatihan guru, penyediaan sumber daya, serta peningkatan kesadaran masyarakat. Sikap positif guru terhadap siswa berkebutuhan khusus sangat penting untuk kesuksesan pendidikan inklusi. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan akses pendidikan inklusi, meski masih banyak yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan ini secara menyeluruh

Optimalisasi Pendidikan Inklusi Di Sekolah

Hudia Ramadani, M. Syaifullah Hakim, Zulvia Ayunda, Dea Mustika
Abstract: Pendidikan inklusi adalah pendekatan yang mengintegrasikan semua siswa, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus, dalam satu lingkungan belajar yang sama. Tujuan utama pendidikan inklusi adalah memastikan setiap anak dapat&#8230; t belajar dan berkembang bersama, tanpa memandang perbedaan fisik, intelektual, sosial, emosional, atau kondisi lainnya. Di Indonesia, implementasi pendidikan inklusi didorong melalui berbagai kebijakan dan program pemerintah. Namun, tantangan yang dihadapi sekolah-sekolah dalam menerapkannya termasuk kurangnya pemahaman dan keterampilan guru, minimnya fasilitas, serta stigma sosial. Pendidikan inklusi mendapat perhatian global setelah UNESCO memperkenalkan prinsip ini dalam Pernyataan Salamanca pada 1994. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematis (Systematic Literature Review) berdasarkan artikel ilmiah dari Google Scholar yang dipublikasikan antara tahun 2020-2024. Proses pengumpulan dan analisis data mengikuti panduan PRISMA, mencakup identifikasi, skrining, kelayakan, dan keterimaan artikel.   Prinsip dasar pendidikan inklusi meliputi kesetaraan akses, partisipasi penuh, keterlibatan sosial, dukungan dan akomodasi, serta pembelajaran individual. Meskipun awalnya fokus pada anak-anak dengan disabilitas, kini pendidikan inklusi mencakup keragaman lain seperti jenis kelamin, orientasi seksual, etnis, budaya, bahasa, agama, dan status sosial ekonomi. Kendala utama dalam pelaksanaan pendidikan inklusi di Indonesia melibatkan kurangnya profesionalisme guru dan dukungan yang memadai. Optimalisasi pendidikan inklusi memerlukan pelatihan guru, penyediaan sumber daya, serta peningkatan kesadaran masyarakat. Sikap positif guru terhadap siswa berkebutuhan khusus sangat penting untuk kesuksesan pendidikan inklusi. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan akses pendidikan inklusi, meski masih banyak yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan ini secara menyeluruh.

Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu Dan Budipekerti Siswa Kelas II Semester II SD Negeri 2 Tolai Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong Tahun Pelajaran 2023/2024

Ni Putu Reni Astuthi
Abstract: Penelitian ini bertuajuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budipekerti siswa kelas II semester II melalui penerapan model Snowball Throwing di SD Negeri 2 Tolai Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi&#8230; igi Moutong Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Lokasi penelitian ini adalah di SD Negeri 2 Tolai Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong. Lama dan Waktu penelitian : Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2023/2024. Analisis data nilai awal sampai dengan tes akhir baik itu pada siklus I dan Siklus II menunjukkan peningkatan rata-rata kelas, daya serap siswa, dan ketuntasan pada akhir siklus II sudah melebihi ketuntasan belajar yaitu 75%. Selain itu hasil daya serap mencapai kriteria keberhasilan yang ditetapkan.

Menumbuhkan Minat Baca Biografi Tokoh Pahlawan Di Kalangan Siswa SMA: Strategi Meningkatkan Kepedulian Sejarah

Dimas Ananta Pribadi, Raden Aulia Aushaf Afra, Widi Manda Sabila, Yolanda Maria Patricia
Abstract: Artikel ini membahas strategi untuk meningkatkan minat baca biografi tokoh pahlawan di kalangan siswa SMA sebagai upaya untuk memperkuat kepedulian terhadap sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh&#8230; apa minat baca siswa terhadap biografi tokoh pahlawan dan mengembangkan strategi yang efektif untuk merangsang minat baca mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan observasi terhadap siswa SMA, serta analisis terhadap kepedulian sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat baca siswa SMA terhadap buku biografi pahlawan dalam konteks meningkatkan kepedulian sejarah masih tergolong rendah. Berdasarkan temuan ini, artikel ini mengusulkan beberapa strategi, termasuk penggunaan pendekatan interaktif dalam pengajaran sejarah, pemanfaatan media digital untuk menyajikan biografi tokoh pahlawan secara menarik, dan promosi kegiatan literasi yang terkait dengan sejarah. Implementasi strategi-strategi ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca siswa terhadap biografi tokoh pahlawan dan secara luas memperkuat kepedulian mereka terhadap sejarah nasional.

Analisis Tingkat Ketertarikan Siswa Terhadap Pengajaran Mata Pelajaran Sejarah Di Sman 1 Majalaya

Bahruddin, Muhamad Ilham Syabana, Muhammad Faiz Fadhlurrohman, Sofi Nur Meilina
Abstract: Mata pelajaran sejarah merupakan materi yang penting dipelajari tapi kerap kali mendapat tantangan. Tidak sedikit siswa tidak menyukai sejarah dan dianggap membosankan karena guru kurang bisa menarik perhatian siswa dalam&#8230; m kelas. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji lebih dalam tentang tingkat ketertarikan siswa dalam pengajaran sejarah di SMAN 1 Majalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketertarikan siswa terhadap mata pelajaran sejarah dipengaruhi besar oleh cara mengajar guru dalam kelas.

Peran Perpustakaan Umum Kota Pematang Siantar Dalam Program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Iyen Supit, Sakti Ritongan, Abdi Mubarak Syam
Abstract: Penelitian ini membahas tentang peran perpustakaan kota pematang siantar dalam program perpustakaan berbasis inklusi sosial. Tujuan penelitian  ini adalah untuk  mengetahui apa saja bentuk program inklusi sosial yang sudah&#8230; udah diterapkan oleh perpustakaan kota pematang siantar.   Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu pustakawan di Perpustakaan kota pematang siantar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan kota pematang siantar telah mekasanakan program inklusi sosial yang berperan aktif dalam Kegiatan tersebut.  bertujuan untuk melakukan penyebaran literasi kepada masyarakat dan memperkenalkan fungsi dari perpustakaan   dihadiri oleh   mahasiswa dan pelajar yang ada di kota pematang siantar.