Search Articles & Publications

Showing 1926 articles found for "Dasar"

Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Bencana Banjir Di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang

Anju Diah Natalia Panjaitan, Asih Ester E. G. Harahap, Farhan Fauzan Ahdaputra, Lasmaul T. G. Marpaung
Abstract: Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang dan menimbulkan dampak terhadap kehidupan sosial, ekonomi, serta lingkungan masyarakat. Tingginya potensi… si kejadian banjir perlu diimbangi dengan kesiapsiagaan masyarakat untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan. Namun, informasi mengenai tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di wilayah tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana banjir di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 31 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan menghitung indeks kesiapsiagaan berdasarkan indikator pengetahuan, sikap, sistem peringatan dini, rencana tanggap darurat, dan mobilisasi sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat berada pada kategori cukup siap. Pengetahuan kebencanaan dan pengalaman menghadapi banjir menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kesiapsiagaan masyarakat, sedangkan sosialisasi kebencanaan, sistem peringatan dini, keberadaan tim siaga bencana, dan fasilitas evakuasi masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat memerlukan penguatan edukasi kebencanaan, kelembagaan, serta sarana dan prasarana pendukung mitigasi bencana banjir.

MEMBANGUN KOTA YANG TAHAN IKLIM: PERAN DESAIN KOTA YANG RESILIENT DALAM MENGHADAPI KRISIS IKLIM

Faiza Nurwirastari, Mila Karmilah
Abstract: Perubahan iklim yang semakin parah membawa dampak signifikan terhadap kehidupan manusia di seluruh dunia. Perubahan iklim yang ekstrem seperti peningkatan suhu global, cuaca yang tidak menentu, dan bencana alam yang semakin… kin sering terjadi, mengharuskan kota-kota di seluruh dunia untuk beradaptasi dan mempersiapkan diri. Perencanaan desain kota yang berkelanjutan merupakan salah satu solusi adaptasi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, yaitu dengan membangun Resilient City yang memaksimalkan delapan (8) elemen fisik dalam perancangan dan desain kota, yaitu tataguna lahan, tata bangunan, sirkulasi dan perparkiran, ruang terbuka, jalur pejalan kaki, aktivitas pendukung, preservasi dan konservasi, serta rambu dan penanda. Penelitian ini dillakukan dengan tujuan untuk mengetahui keterkaitan antara desain kota yang tangguh dan perannya dalam menanggulangi krisis iklim dan menciptakan ketahanan di perkotaan (City Resilience). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel yang dicetuskan oleh Rockefeller Foundation & ARUP (2014) yaitu Urban systems/ Infrastructure and environment (Sistem infrastruktur perkotaan dan lingkungan), Leadership and strategy (kepemimpinan dan strategi), dan Preventive (pencegahan) yang dicetuskan oleh Y. Jabareen (2013) karena variabel tersebut bisa menggambarkan konsep perencanaan desain kota sesuai dengan teori dasar ketahanan kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran desain kota tangguh sangat dibutuhkan dalam menghadapi krisis iklim saat ini. Contoh-contoh kota seperti Copenhagen yang mengadopsi konsep The Carbon Neutral, Tokyo dan Rotterdam yang mengadopsi konsep The Biophilic City , dan  menunjukkan bahwa penerapan desain kota yang resilient dapat membawa manfaat besar dalam menghadapi tantangan bencana, ekonomi, lingkungan dan sosial.

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM KEGIATAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL)

Siti Salma Rahmawati Sekarsari, Boby Rahman
Abstract: Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah Indonesia saat ini sedang mengatur kepemilikan tanah dan membimbing penggunaannya serta telah menerapkan pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia.… a. Pendaftaran tanah merupakan proses administratif yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan dalam mengumpulkan dan mengolah data fisik dan data hukum serta menampilkan bidang tanah yang sudah memiliki hak dan hak kepemilikan yang ada untuk unit apartemen dengan menerbitkan bukti kepemilikan yang berfungsi sebagai bukti kuat. Pemerintah terus berupaya melaksanakan pendaftaran tanah di seluruh Indonesia untuk memastikan kepastian hukum. Berdasarkan inisiatif pemerintah, penyelesaian pendaftaran tanah di seluruh Indonesia direncanakan akan selesai pada tahun 2024 melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. Permasalahan yang ada adalah tantangan yang ada dalam melaksanakan kegiatan pendaftaran tanah sistematis lengkap untuk memberikan kepastian hukum. Ada juga solusi untuk mengatasi hambatan dan permasalahan yang menjadi tantangan tersebut, sehingga kepastian hukum dapat tercapai.

Eksistensi Pasar Tradisional Kliwon Rejo Amertani Temanggung Di Tengah Ekspansi Minimarket

Ahmad Mangsur, Mohammad Agung Ridlo
Abstract: Pasar Tradisional Kliwon Rejo Amertani Temanggung sebagai salah satu ikon ekonomi dan budaya Kabupaten Temanggung yang saat ini menghadapi tantangan serius akibat ekspansi minimarket yang semakin masif di sekitar lokasi… pasar. Pasar Tradisional Kliwon Rejo Amertani Temanggung cukup terkenal khususnya di wilayah Kabupaten Temanggung. Namun seiring berjalannya waktu Pasar Kliwon Rejo mengalami penurunan eksistensi, penurunan omset pedagang, dan jumlah pengunjung terutama pada generasi muda yang lebih loyal terhadap pasar modern. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana Eksistensi Pasar Tradisional Kliwon Rejo Amertani Temanggung Di Tengah Ekspansi Minimarket. Dengan tujuan mengkaji bagaimana Eksistensi Pasar Tradisional Kliwon Rejo Amertani Temanggung Di Tengah Ekspansi Minimarket. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Penelitian ini berhasil mengungkap bahwa eksistensi pasar tradisional ditengah ekspansi minimarket bersifat multidimensional dan kompleks, berdasarkan wawancara dengan para pedagang Pasar Kliwon meliputi aspek ekonomi dengan penurunan pengunjung dan omzet pedagang sebesar 25-30%. Faktor penyebab masyarakat beralih ke minimarket, terutama kenyamanan fisik, aksesibilitas lokasi dan waktu, promosi yang menarik, serta kesesuaian dengan gaya hidup modern yang serba cepat dan efisien, generasi muda menjadi segmen yang paling terpengaruh dengan preferensi kuat terhadap minimarket. Konsumen menunjukkan pola belanja hybrid yang mengindikasikan bahwa kedua format ritel dapat bersifat komplementer. Serta perlunya revitalisasi pasar tradisional untuk meningkatkan eksistensi dengan melibatkan semua stakeholder: pedagang sebagai pelaku utama, pengelola pasar sebagai fasilitator, pemerintah daerah sebagai regulator dan penyedia sumber daya, serta masyarakat sebagai konsumen yang bertanggung jawab.

Pengelolaan Kawasan Konservasi Berbasis Ekowisata di Taman Wisata Alam Sibolangit

Asih Ester E. G. Harahap, Farhan Fauzan Ahdaputra, Joey Athana Sembiring, Shintia Malau, Vita Nurliana, Meilinda Suriani Harefa, Darliandri
Abstract: Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit merupakan kawasan konservasi yang memiliki fungsi penting dalam menjaga keanekaragaman hayati serta mendukung pemanfaatan sumber daya alam melalui kegiatan wisata berbasis konservasi. Namun,… amun, pengelolaan kawasan konservasi menghadapi berbagai tantangan, seperti ancaman kerusakan lingkungan, gangguan terhadap kawasan, serta perlunya peningkatan keterlibatan masyarakat dalam mendukung upaya pelestarian ekosistem. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengelolaan kawasan konservasi berbasis ekowisata di TWA Sibolangit dan menganalisis peran ekowisata dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif karena mampu memberikan pemahaman yang mendalam mengenai kondisi, proses, dan praktik pengelolaan kawasan berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan konservasi di TWA Sibolangit dilakukan melalui perlindungan kawasan, konservasi flora dan fauna, rehabilitasi lingkungan, pengelolaan satwa, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. Selain itu, ekowisata berperan sebagai sarana edukasi lingkungan, pendukung konservasi, peningkatan kesadaran lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi kawasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan kawasan konservasi berbasis ekowisata di TWA Sibolangit membentuk model pengelolaan kolaboratif yang mengintegrasikan fungsi konservasi, edukasi, rehabilitasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pelestarian ekosistem secara berkelanjutan. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan serta mengkaji dampak ekowisata terhadap aspek sosial, ekonomi, dan ekologis secara lebih komprehensif.

Analisis Manajemen Komunikasi Penyiaran Islam dalam Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Dakwah di Kalangan Remaja

Mardiyah, Ainul, Viona Br Sebayang, Shandy, Siagian, ⁠Julia, Ananda Hariadi, Dea, Khairani
Abstract: Perkembangan teknologi digital yang masif telah menggeser lanskap spiritual remaja (digital natives), sehingga model dakwah konvensional satu arah mulai kehilangan relevansinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis… s strategi manajemen komunikasi penyiaran Islam dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah di kalangan remaja. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan (field research), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan mahasiswi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) serta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, yang didukung oleh teknik dokumentasi digital. Analisis data dilakukan secara interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan perspektif fungsi manajemen (planning, actuating, controlling, dan evaluating) serta teori Uses and Gratifications. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas dakwah digital di media sosial (Instagram, TikTok, dan YouTube) bertumpu pada perencanaan konten yang visual, estetis, dan berbasis tren (planning), serta gaya penyampaian materi yang persuasif, inklusif, dan adaptif terhadap problem psikologis harian remaja seperti kesehatan mental dan self-love (actuating). Namun, ekosistem digital juga membawa tantangan berat berupa hoaks keagamaan, distorsi informasi, dan disorientasi kredibilitas pendakwah demi viralitas belaka. Oleh karena itu, penguatan fungsi pengawasan (controlling) melalui pencantuman referensi dalil yang sahih serta evaluasi dampak perilaku nyata (evaluating) menjadi pilar krusial untuk mentransformasi media sosial menjadi ruang edukasi Islam yang solutif dan berkelanjutan bagi karakter generasi muda.  

TIPOLOGI POLA PERMUKIMAN PEDESAAN DI KAWASAN PEGUNUNGAN

Tiaranoor Andolia
Abstract: Permukiman adalah wadah bagi makhluk hidup untuk melakukan segala kegiatannya. Permukiman sendiri memiliki pola yang unik berdasarkan faktor fisik maupun non fisik pembentuknya. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari… konsepsi dari tipologi pola permukiman khusus di kawasan pegunungan. Adapun sasaran dari penelitian ini adalah menemukan parameter dengan mengkaji beberapa teori dan juga studi kasus yang relevan. Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literature. Ada tiga studi kasus yang dikaji pada penelitian ini. Ketiga studi kasus ini terletak pada pegunungan api dan karst yang mana keduanya memiliki kondisi yang berbeda sehingga pola permukiman yang dihasilkan memiliki keunikannya masing- masing. Konsepsi dan parameter dari ketiga studi kasus ini adalah mengidentifikasi pola permukiman berdasarkan kesamaan karakter yang unik di bentangalam pegunungan dan perbukitan dengan parameter fisik dan non fisik.

OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN KOSONG (PEKARANGAN RUMAH) MENJADI LAHAN PRODUKTIF DI KELURAHAN UMBAN SARI, KECAMATAN RUMBAI, KOTA PEKANBARU

Vaica Nestra Lucia Br Manalu, Cristmes Grecya Yolanda Banurea, Elly Nielwaty
Abstract: Pemanfaatan lahan kosong di kawasan permukiman menjadi salah satu alternatif yang dapat dilakukan masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. Pekarangan… arangan rumah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi lahan produktif melalui budidaya tanaman hortikultura, tanaman obat keluarga, maupun kegiatan pertanian rumah tangga lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pemanfaatan lahan kosong (pekarangan rumah) menjadi lahan produktif di Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru berdasarkan perspektif Community Empowerment. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah Informan A(54 tahun), warga yang aktif memanfaatkan lahan pekarangan rumah menjadi lahan produktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan pekarangan telah memberikan manfaat berupa peningkatan ketahanan pangan keluarga, pengurangan pengeluaran rumah tangga, peningkatan kualitas lingkungan, dan penguatan hubungan sosial masyarakat. Namun demikian, masih terdapat berbagai kendala seperti keterbatasan pengetahuan budidaya, minimnya akses terhadap sarana produksi, serta kurangnya pendampingan yang berkelanjutan. Berdasarkan analisis lima dimensi Community Empowerment yang meliputi enabling, empowering, protecting, supporting, dan maintaining, optimalisasi pemanfaatan lahan kosong telah berjalan cukup baik meskipun masih memerlukan dukungan dari pemerintah dan masyarakat agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Transparansi Anggaran Daerah sebagai Strategi Peningkatan Akuntabilitas Publik

Rafi Danang Rasidayu, Aycen Wulung Pilar, Meirinawati, Meirinawati, Indra Devian Lumban Gaol
Abstract: Transparansi anggaran daerah menjadi salah satu isu penting dalam manajemen publik di Indonesia, terutama dalam tiga tahun terakhir ketika tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, terbuka, dan akuntabel semakin… meningkat. Fenomena aktual seperti keterlambatan distribusi bantuan sosial, ketidakmerataan pelayanan administrasi kependudukan, serta rendahnya kualitas layanan kesehatan menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam tata kelola birokrasi. Data Badan Pusat Statistik (2025a) mencatat indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik masih berada di angka 73,5, yang menegaskan perlunya perbaikan serius. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran transparansi anggaran daerah sebagai strategi peningkatan akuntabilitas publik. Penulisan dilakukan dengan pendekatan deskriptif-analitis berdasarkan literatur akademik, regulasi pemerintah, serta data sekunder dari BPS dan media nasional. Pembahasan menyoroti faktor kepemimpinan birokrasi, koordinasi antarinstansi, dan kapasitas sumber daya manusia sebagai penentu kualitas tata kelola. Hasil analisis menunjukkan bahwa transparansi anggaran tidak hanya berfungsi sebagai bentuk keterbukaan informasi, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dengan penerapan transparansi yang konsisten, akuntabilitas publik dapat ditingkatkan, kesenjangan antarwilayah dapat ditekan, dan tujuan pembangunan berkelanjutan lebih mudah tercapai.  

Analisis Efektivitas Kebijakan Dana Bantuan Operasional  Satuan Pendidikan (BOSP) pada Gugus Tugujaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor

Ipan Sopandi, Rusliandy, Agus Suarman Sudarsa
Abstract: Penelitian ini menganalisis efektivitas kebijakan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di Gugus Tugujaya Kecamatan Cigombong. Kajian terdahulu tentang BOSP cenderung menekankan kepatuhan administratif, sedangkan… gkan keterkaitan antara pengelolaan dana dan capaian mutu pendidikan belum banyak dijelaskan secara mendalam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, Focus Group Discussion, observasi, dan analisis dokumen perencanaan, realisasi, pelaporan, serta triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan BOSP pada tujuh sekolah dasar telah berjalan on-track secara prosedural karena perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pelaporan mengikuti mekanisme yang berlaku serta didukung dokumen RKAS dan pertanggungjawaban. Namun, kebijakan belum sepenuhnya on-target karena kontribusinya terhadap mutu pembelajaran, pemanfaatan sarana prasarana, dan capaian belajar belum optimal. Faktor yang memengaruhi efektivitas meliputi kapasitas sumber daya manusia, komunikasi, struktur organisasi, dan sikap pelaksana. Kebaruan penelitian ini adalah pembedaan evaluatif antara kepatuhan prosedural dan efektivitas substantif dalam pengelolaan BOSP.