Search Articles & Publications

Showing 250 articles found for "Developed"

IMPLEMENTASI SPK SAW UNTUK SELEKSI CALON DEBITUR ELEKTRONIK DAN FURNITUR DI PT. INTERYASA MITRA MANDIRI

Simbolon, Cindy Victorya, Syafwan, Havid, Christy, Tika
Abstract: Abstrack: Currently, companies face problems in credit assessment methods which are still manual and take a long time to process data. Storing and searching archives is also a challenge, especially in matching up to date… information. This research aims to develop a decision support system (DSS) to help PT. Interyasa Mitra Mandiri Kisaran Branch in assessing credit worthiness more efficiently. In this research, the simple and effective Simple Additive Weighting (SAW) method was used. This method will produce a SPK that explains the decision-making process graphically and considers various assessment criteria. By using the developed SPK, it is hoped that companies can increase efficiency in assessing credit worthiness, speed up data processing, and simplify information searches. An important implication of this research is the increased effectiveness and accuracy of credit worthiness assessments as well as the ease of decision making for PT. Interyasa Mitra Mandiri Kisaran Branch. With an integrated SPK, companies can optimize their processes and obtain relevant and timely information to support credit-related decisions. This will help companies make better decisions and reduce the time required for the credit worthiness assessment process.   Keywords: decision support system; simple additive weighting; debtor; Pt. Interyasa Mitra Mandiri   Abstrak : Saat ini, perusahaan menghadapi masalah dalam metode penilaian kredit yang masih manual dan memakan waktu lama dalam pengolahan data. Penyimpanan dan pencarian arsip juga menjadi tantangan, terutama dalam mencocokkan dengan informasi terbaru. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pendukung keputusan (SPK) untuk membantu PT. Interyasa Mitra Mandiri Cabang Kisaran dalam menilai kelayakan kredit dengan lebih efisien. Dalam penelitian ini, digunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) yang sederhana dan efektif. Metode ini akan menghasilkan SPK yang menjelaskan proses pengambilan keputusan secara grafis dan mempertimbangkan berbagai kriteria penilaian. Dengan menggunakan SPK yang dikembangkan, diharapkan perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dalam penilaian kelayakan kredit, mempercepat pengolahan data, dan menyederhanakan pencarian informasi. Implikasi penting dari penelitian ini adalah meningkatnya efektivitas dan akurasi penilaian kelayakan kredit serta kemudahan dalam pengambilan keputusan bagi PT. Interyasa Mitra Mandiri Cabang Kisaran. Dengan adanya SPK yang terintegrasi, perusahaan dapat mengoptimalkan prosesnya dan mendapatkan informasi relevan dan tepat waktu untuk mendukung keputusan terkait kredit. Hal ini akan membantu perusahaan dalam mengambil keputusan yang lebih baik dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk proses penilaian kelayakan kredit.   Kata Kunci: sistem pendukung keputusan; simple additive weighting; debitur; PT. Interyasa Mitra Mandiri  

Cultivating Intercultural Communication Through The Indonesian Language and Cultural Understanding for Misamis University Students

Turistiati, Ade Tuti, Intan Saputri, Apik Anitasari, Saputra , Farrel Ega, Pratama, Dimas Rizky
Abstract: Abstract: This community service aimed to improve participants from Misamis University, Philippines' understanding of Indonesian culture, the Indonesian language and the position of English used in Indonesia. The program… was conducted through two online training sessions via Zoom meetings. The implementation followed five stages: Training Needs Analysis, Planning, Training Implementation, Evaluation, and Documentation. The Training Needs Analysis identified participants’ needs related to Indonesian cultural knowledge. Based on the findings, training materials and learning activities were designed during the planning stage. The implementation stage consisted of interactive sessions introducing Indonesian cultural diversity, traditions, and values. Evaluation was conducted through participant feedback and assessment of learning outcomes, while documentation recorded the entire process and results. The findings demonstrated that the program effectively enhanced participants’ understanding of Indonesian culture. Evaluation results revealed that 92% of participants indicated that they were motivated, felt confident, and developed a positive self-image regarding their understanding and appreciation of Indonesian culture. These results suggest that online cultural training can be an effective way to promote cultural awareness and empower participants to engage more confidently with Indonesian cultural values. Keywords: cultural understanding; indonesian language; intercultural communication; misamis university; philippines.   Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dari Misamis University mengenai budaya Indonesia, bahasa Indonesia, serta posisi bahasa Inggris yang digunakan di Indonesia. Program ini dilaksanakan melalui dua sesi pelatihan daring menggunakan Zoom Meeting. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui lima tahapan, yaitu: Analisis Kebutuhan Pelatihan (Training Needs Analysis), Perencanaan, Pelaksanaan Pelatihan, Evaluasi, dan Dokumentasi. Tahap Analisis Kebutuhan Pelatihan dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta terkait pengetahuan tentang budaya Indonesia. Berdasarkan hasil analisis tersebut, materi pelatihan dan aktivitas pembelajaran dirancang pada tahap perencanaan. Tahap pelaksanaan terdiri atas sesi-sesi interaktif yang memperkenalkan keberagaman budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang dimiliki Indonesia serta bahasa Indonesia. Selanjutnya, evaluasi dilakukan melalui umpan balik peserta dan penilaian hasil belajar, sedangkan dokumentasi digunakan untuk merekam seluruh proses dan hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai budaya Indonesia. Hasil evaluasi mengungkapkan bahwa 92% peserta menyatakan termotivasi, merasa lebih percaya diri, serta mengembangkan citra diri yang positif terkait pemahaman dan apresiasi mereka terhadap budaya Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan budaya secara daring dapat menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan kesadaran budaya serta memberdayakan peserta agar lebih percaya diri dalam memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai budaya Indonesia. Kata Kunci: bahasa indonesia; komunikasi antarbudaya; misamis university; pemahaman budaya; philippines

Pelatihan Canva Untuk Media Pembelajaran Audio Visual Guru SMK Negeri 1 Rambah Samo

Muslim, Chandra, Detri Amelia, Dwiana, Ari Aprilia, Wahyudi, Sri, Santosa, Firman, Ridwan
Abstract: Abstract: The rapid development of digital technology has encouraged teachers to adapt learning practices through the use of innovative and engaging instructional media. However, many teachers still experience limitations… s in developing audio-visual learning media that are pedagogically appropriate and easy to produce. This community service activity aimed to improve teachers’ digital competence in developing audio-visual learning media using Canva at SMK Negeri 1 Rambah Samo. The activity was conducted from August to December 2025 through a training and mentoring approach. The implementation stages consisted of needs identification, material delivery, demonstration, guided practice, product review, and evaluation. Evaluation was carried out through pre-test and post-test questionnaires, observation of participants’ practice, and assessment of the learning media products developed by teachers. The results showed an increase in teachers’ understanding from 46% before the training to 84% after the training, indicating an improvement of 38%. In addition, 88% of participants were able to produce audio-visual learning media adapted to their respective subjects. The training also encouraged collaboration among teachers and increased their confidence in applying digital media in classroom instruction. This program demonstrates that practical and continuous Canva-based training can support teachers in creating more interactive, relevant, and meaningful learning experiences in vocational schools. Keywords: canva; audio visual; teacher training; digital competence; learning media.   Abstrak: Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif melalui pemanfaatan media pembelajaran yang menarik dan relevan. Namun, masih banyak guru yang menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan media pembelajaran audio visual yang mudah dibuat dan sesuai dengan kebutuhan pedagogis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital guru dalam membuat media pembelajaran audio visual berbasis Canva di SMK Negeri 1 Rambah Samo. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus sampai Desember 2025 melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan. Tahapan kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik terbimbing, review produk, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui angket pre-test dan post-test, observasi praktik, serta penilaian produk media pembelajaran yang dihasilkan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dari 46% sebelum pelatihan menjadi 84% setelah pelatihan, dengan peningkatan sebesar 38%. Selain itu, sebanyak 88% peserta berhasil menghasilkan media pembelajaran audio visual sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Kegiatan ini juga mendorong kolaborasi antarguru dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menerapkan media digital di kelas. Dengan demikian, pelatihan berbasis praktik dan pendampingan terbukti efektif dalam mendukung inovasi pembelajaran dan penguatan kompetensi digital guru di sekolah kejuruan. Kata kunci: canva; media audio visual; pelatihan guru; kompetensi digital; pembelajaran.

Penguatan Pengetahuan Dan Sikap CPPOB Melalui Media Ular Tangga Pada Siswa SMKN 4 Madiun

Dewi, Novianti Tysmala, Ruhana, Amalia, Mayasari, Noor Rohmah, Raisya, Ristanti, Idcha Kusma, Ismawati, Rita, Indrawati, Veni
Abstract: Abstract: Food safety is an essential aspect of ensuring the quality and health of food products, particularly for vocational students who will become future workers in the culinary industry. Understanding and maintaining… g positive attitudes toward hygiene and sanitation should be developed during the learning process to build appropriate food safety practices. This community service program aimed to strengthen students’ knowledge and attitudes regarding hygiene and sanitation through Good Processed Food Production Methods (CPPOB) education using a CPPOB Snakes and Ladders interactive learning media. The activity involved 52 culinary students of SMKN 4 Madiun, consisting of 10 males and 42 females. The program was conducted in three stages: interactive material delivery, discussion and Q&A sessions, and an educational game session. Evaluation was carried out using pre-test and post-test to measure changes in knowledge and attitudes. The results showed an increase in the average knowledge score from 93 to 99 and attitude score from 88 to 93 after the intervention. These findings indicate that interactive educational media effectively enhance students’ conceptual understanding and foster positive attitudes toward hygiene and sanitation practices. This program can serve as an innovative learning model to improve vocational students’ competencies in culinary education. Keywords: CPPOB; education; hygiene and sanitation; snakes and ladders media; culinary students   Abstrak: Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam menjamin mutu dan kesehatan produk makanan, khususnya bagi siswa kejuruan yang akan menjadi tenaga kerja di bidang kuliner. Pemahaman dan sikap positif terhadap higiene dan sanitasi perlu ditanamkan sejak masa pendidikan agar terbentuk perilaku kerja yang sesuai dengan prinsip keamanan pangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif siswa jurusan kuliner SMKN 4 Madiun melalui edukasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) berbasis media permainan ular tangga. Kegiatan diikuti oleh 52 siswa, terdiri atas 10 laki-laki dan 42 perempuan. Pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu penyampaian materi interaktif, sesi diskusi dan tanya jawab, serta permainan edukatif. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap siswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 93 menjadi 99, serta sikap dari 88 menjadi 93 setelah edukasi. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan media edukatif interaktif efektif dalam memperkuat pemahaman konsep sekaligus membentuk sikap positif siswa terhadap penerapan higiene dan sanitasi pangan. Kegiatan ini dapat menjadi model pembelajaran inovatif bagi sekolah kejuruan dalam meningkatkan kompetensi siswa di bidang kuliner. Kata kunci: CPPOB; edukasi, higiene sanitasi; media ular tangga; siswa kuliner

Optimalisasi Sistem Informasi melalui Website Desa dalam Rangka Mewujudkan Smart Village di Desa Tanjung Baru Ranau

Junaidi, Hapsari, Rindy Putri, Masruroh, Ina, Pamungkas, Pandu, Wijayanti, Zetia
Abstract: Abstract: Community empowerment is essential for fostering independence and improving the quality of public services at the village level. Tanjung Baru Ranau Village, located in South Ogan Komering Ulu Regency, is known… for its rich natural beauty. However, this potential has not been fully utilized by the village government due to the absence of digital media for promoting local tourism. To address this challenge, an empowerment program was carried out through digitalization initiatives, including socialization on the use of the village website, website management training, and the handover of the newly developed Tanjung Baru Ranau Village website. The website was designed to support administrative services, publish village information, and promote tourism potential. The implementation method consisted of initial observations to identify village needs and potentials, followed by program socialization, technical training on website operation, and ongoing assistance in implementing technological innovations. The results of the training show that the Tanjung Baru Ranau Village website was successfully developed and that village officials gained the necessary skills to manage it effectively. This improvement supports the realization of transparent and accountable governance and enables the optimal development of village potentials. Overall, the empowerment program successfully increased village officials’ understanding of the importance of digitalization in governance systems by 48%. Keywords: digitalization; village information system; village website   Abstrak: Pemberdayaan masyarakat merupakan kunci dalam mendorong kemandirian dan peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa. Desa Tanjung Baru Ranau merupakan salah satu desa yang termasuk dalam Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan yang dikenal dengan potensi alamnya yang indah. Keindahan alam tersebut belum dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh pemerintah desa karena belum menggunakan media digital untuk mempromosikan wisata lokal yang ada di Desa tanjung Baru Ranau. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilakukan program pemberdayaan melalui sosialisasi digitalisasi melalui website desa dan pelatihan pengelolaan website seta penyerahan website Desa Tanjung Baru Ranau. Website ini dirancang untuk mencakup layanan administrasi, publikasi informasi desa, serta promosi potensi wisata. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap observasi awal guna mengidentifikasi kebutuhan dan potensi desa, dilanjutkan dengan sosialisasi progra, pelatihan teknis pengelolaan website serta pendampingan implementasi inovasi teknologi. Hasil dari pelatihan pembuatan dan pengoperasian Website Desa Tanjung Ranau adalah terciptanya website desa dan keterampilan perangkat desa dalam mengelola website desa dengan baik dan benar agar dapat menyelenggarakan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan mampu mengembangkan potensi desa secara optimal. Secara keseluruhan pemberdayaan yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman aparat desa sebesar 48% dalam memahami pentingnya digitalisasi dalam sistem pemerintahan. Kata kunci: digitalisasi; sistem informasi desa; website desa

Pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Moderasi Beragama di Kampung Segeram Kabupaten Natuna

Umar Natuna, Kartubi, Erine Agustia
Abstract: Abstract : This Community Service program was motivated by educational issues in Segeram Village, where apologetic and textual religious understandings have developed. Educational institutions in Segeram Village have not… yet become a strong force in transforming the mindset of the younger generation, particularly in fostering a moderate understanding of religion to support the creation of a harmonious, dynamic, and diverse society. The community service team used the Participatory Action Research (PAR) method, which consists of three main stages: Focus Group Discussion (FGD), Training, and Implementation. Based on findings from the field activities, the following conclusions can be drawn: a) Educators are capable of formulating and implementing the Independent Curriculum based on Religious Moderation. b) There is active involvement of students, allowing the acquired knowledge to be applied in their daily lives. c) The community’s understanding of religious moderation has contributed to environmental harmony, encouraging people to better preserve and nurture human resources as vital sources of life that must be protected. Keywords: independent curriculum, religious moderation, PAR   Abstrak : Pengabdian Kepada Masayarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pendidikan yang ada di kampung Segeram dimana berkembang paham keagamaan yang bersifat apologis dan tektual. Lembaga Pendidikan yang ada di Kampung Segeram tidak banyak menjadikan kekuatan perubahan pola pikir Masyarakat muda di Kampung Segeram, terutama dalam pemahaman agama yang moderat untuk menopang bangunan Masyarakat yang harmonis, dinamis dan beragam. Tim PKM menggunakan Metode Participary Action Reaserch (PAR) dimana memiliki 3 tahapan utama yaitu : FGD, Pelatihan dan Implementasi. Berdasarkan temuan pada kegiatan pengabdian di lapangan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: a)Tenaga pendidik sudah mampu merumuskan dan menerapkan materi Kurikulum Merdeka Berbasis Moderasi Beragama. b) Perlibatan aktif peserta didik sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. c) Pemahaman masyarakat terkait moderasi beragama berdampak pada tercipta harmonisasi alam sehingga masyarakat lebih menjaga dan merawat sumber daya manusia sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga. Kata kunci: kurikulum merdeka, moderasi beragama, PAR

Pemberdayaan Sekolah Kampung Kawan Alam: Edukasi Ekowisata Dan Wirausaha Anak Melalui Inovasi Limbah Pertanian

Lusiana, Suleman, Delvi, Abdussamad, Siti Nurcahyati
Abstract: Abstract: The community service program was conducted at Sekolah Kampung Alam in Dutohe Village, Bone Bolango Regency, with the primary objective of enhancing children’s skills, creativity, and ecological awareness through… ough the utilization of agricultural waste. The main problem faced by the school is the lack of integration of environmental potential into the curriculum, resulting in limited opportunities for children to gain direct experience in processing local resources. The activities were carried out through socialization, teacher and student training, implementation of simple technologies, mentoring, as well as monitoring and evaluation. The training materials included compost production, handicrafts made from agricultural waste such as dried banana leaves and corn husks, and digital promotion through social media platforms. The results of the program indicate improvements in three main aspects. First, teachers and students demonstrated increased knowledge regarding the concepts of ecotourism and waste management. Second, there was a positive shift in attitudes, reflected in stronger environmental concern and higher interest in entrepreneurship. Third, skills in processing agricultural waste developed, although they still require continuous improvement. Furthermore, community involvement contributed to the establishment of a holistic, empowered, and sustainable educational ecosystem. This program underscores the role of Sekolah Kampung Alam as both an environmental-based ecotourism education center and a medium for community empowerment. Keywords: agricultural waste innovation; community empowerment; educational ecotourism; nature school   Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Kampung Alam Desa Dutohe, Kabupaten Bone Bolango, dengan tujuan meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan kesadaran ekologis anak melalui pemanfaatan limbah pertanian. Permasalahan utama sekolah adalah kurangnya integrasi potensi lingkungan ke dalam kurikulum, sehingga anak-anak belum memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah sumber daya lokal. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan guru dan siswa, implementasi teknologi sederhana, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Materi pelatihan meliputi pembuatan pupuk kompos, kerajinan tangan dari limbah pertanian seperti daun pisang kering dan klobot jagung, serta promosi digital melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada tiga aspek utama: pengetahuan guru dan siswa meningkat terkait konsep ekowisata dan pengelolaan limbah, sikap menunjukkan perubahan positif berupa kepedulian lingkungan dan minat berwirausaha yang lebih tinggi, serta keterampilan dalam mengolah limbah pertanian berkembang meskipun masih perlu ditingkatkan secara berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan masyarakat turut memperkuat terciptanya ekosistem pendidikan yang holistik, berdaya, dan berkelanjutan. Program ini menegaskan peran Sekolah Kampung Kawan Alam sebagai pusat edukasi ekowisata berbasis lingkungan sekaligus media pemberdayaan masyarakat. Kata kunci: ekowisata edukatif; inovasi limbah pertanian; pemberdayaan masyarakat; sekolah alam

Digitalisasi Desa Wisata Untuk Peningkatan Ekonomi Desa Berkelanjutan Melalui Kemitraan Pokdarwis Lembar Selatan

Widia Febriana, Husain, I Made Yadi Dharma, Lady Faerrosa
Abstract: Abstract: Developing tourism villages is a crucial strategy for strengthening local economies, reducing urbanization, and maintaining cultural and environmental sustainability. This concept is increasingly relevant in the… e era of digital transformation, when tourism villages are required to adapt through technology-based smart tourism approaches, digital promotion, and information services. One area with significant potential is Lembar Selatan Village in West Lombok Regency, West Nusa Tenggara. Surrounded by 70 hectares of mangrove forest, a coastline, marine life, and well-preserved local traditions, the village has the potential to be developed into a coastal ecotourism destination. The Lembar Selatan Ecotourism Awareness Group (Pokdarwis) has begun managing tourism based on conservation and environmental education. However, obstacles remain, such as low digital literacy, the lack of an online promotion and reservation system, and limited destination management training. These conditions impact market reach and low tourist visits. Therefore, Community Service (PKM) activities are designed to increase Pokdarwis capacity, strengthen tourism digitalization through websites and promotional media, and encourage local community empowerment. This program is expected to realize inclusive, participatory, and sustainable coastal ecotourism, as well as strengthen the competitiveness and branding of Lembar Selatan Tourism Village. Keyword: stourism village; tourism digitalization; coastal ecotourism; tourism group (pokdarwis); tourism digitalization; smart tourism; website.   Abstrak: Pengembangan desa wisata merupakan strategi penting untuk memperkuat ekonomi lokal, mengurangi urbanisasi, serta menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan. Konsep ini semakin relevan di era transformasi digital, ketika desa wisata dituntut beradaptasi melalui pendekatan smart tourism berbasis teknologi, promosi digital, dan layanan informasi. Salah satu wilayah yang memiliki potensi besar adalah Desa Lembar Selatan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Desa ini dikelilingi hutan mangrove seluas 70 hektare, garis pantai, biota laut, serta tradisi lokal yang masih terjaga, sehingga potensial dikembangkan menjadi destinasi ekowisata pesisir. Tahapan Metode pelaksanaan PKM dilakukan melalui identifikasi kebutuhan Pokdarwis, pengembangan website sistem informasi wisata, penguatan ekowisata mangrove, pemasangan lampu tenaga surya, penyediaan fasilitas kebersihan, penempatan papan informasi berbasis QR, serta pelatihan penggunaan megaphone untuk mendukung pelayanan wisata serta pelatihan manajement wisata. Kondisi ini berdampak pada rendahnya jangkauan pasar dan kunjungan wisatawan. Untuk itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dirancang guna meningkatkan kapasitas Pokdarwis, memperkuat digitalisasi pariwisata melalui website dan media promosi, serta mendorong pemberdayaan masyarakat lokal. Program ini diharapkan mewujudkan ekowisata pesisir yang inklusif, partisipatif, berkelanjutan, serta memperkuat daya saing dan branding Desa Wisata Lembar Selatan. Kata kunci: desa wisata; digitaisasi pariwisata; ekowisata pesisir; pokdarwis; digitalisasi pariwisata; smart tourism; website

Pengembangan dan Pelatihan LMS Interaktif Berbasis Game Untuk Literasi Numerasi Siswa SD Negeri 067240 Medan

Kiswanto, Dedi, Br Bangun, Melly, Napitupulu, Safrida
Abstract: Abstract: The literacy and numeracy achievements of elementary school students in Indonesia still face various challenges, despite showing an upward trend based on the results of the National Assessment. One cause is the… implementation of conventional and less interactive learning models. This community service activity aims to develop and train the use of the interactive Learning Management System (LMS) kelaspetualang.com integrated with Scratch-based educational games to support literacy and numeracy learning at SD Negeri 067240 Medan. The implementation method used an interactive workshop based on practice-based learning that included needs analysis, material development, training, implementation, mentoring, and evaluation. The activity participants consisted of 20 teachers. The evaluation was conducted using a 1–5 Likert scale questionnaire to measure understanding, interest, and effectiveness of the activity. The results of the activity showed that 18 teachers successfully developed and uploaded game-based teaching materials to the LMS, while two teachers experienced technical difficulties with the device. The evaluation results showed a very good level of understanding and enthusiasm, especially regarding interest in developing game-based learning media, although further mentoring is still needed on technical aspects. This activity has been proven to improve teachers' digital competence and literacy and has the potential to enrich literacy and numeracy learning in an innovative way. Keywords: educational; games; scratch; literacy; numeracy   Abstrak: Capaian literasi dan numerasi siswa sekolah dasar di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, meskipun menunjukkan tren peningkatan berdasarkan hasil Asesmen Nasional. Salah satu penyebabnya adalah penerapan model pembelajaran yang masih konvensional dan kurang interaktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan melatih pemanfaatan Learning Management System (LMS) interaktif kelaspetualang.com yang terintegrasi dengan game edukatif berbasis Scratch guna mendukung pembelajaran literasi dan numerasi di SD Negeri 067240 Medan. Metode pelaksanaan menggunakan workshop interaktif berbasis practice-based learning yang meliputi analisis kebutuhan, pengembangan materi, pelatihan, implementasi, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan terdiri atas 20 guru. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert 1–5 untuk mengukur pemahaman, minat, dan efektivitas kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 18 guru berhasil mengembangkan dan mengunggah materi ajar berbasis game ke dalam LMS, sementara dua guru mengalami kendala teknis perangkat. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemahaman dan antusiasme yang sangat baik, terutama pada minat pengembangan media pembelajaran berbasis game, meskipun masih diperlukan pendampingan lanjutan pada aspek teknis. Kegiatan ini terbukti meningkatkan kompetensi dan literasi digital guru serta berpotensi memperkaya pembelajaran literasi dan numerasi secara inovatif. Kata kunci: pendidikan; permainan; Scratch; literasi; numerasi.

Pemberdayaan CV Dazry Harapan Melalui Digitalisasi Stok Dan Standar Produksi

Muhammad Hadi Saputra, Sigit Kurniawan, Johandri Iqbal
Abstract: Abstract: This community service program was carried out to empower the Dazry Harapan Household Industry, a laundry perfume MSME in Jambi City. The partner faced two main problems: business management that was still manual… al and unstructured production processes. The proposed solutions included the digitalization of transaction and stock recording through a web-based system, the preparation of Standard Operating Procedures (SOP) for production, and digital literacy training. The implementation method consisted of planning, training, mentoring, and evaluation, involving lecturers and students. The results showed that the program targets were achieved: 100% of transactions and stock were recorded digitally, production capacity increased by at least 50%, production cycle time was reduced by 30%, and there were indications of increased revenue and partner satisfaction. This program not only improved business efficiency and product quality consistency but also created a social impact by enhancing the digital literacy of the partner. Furthermore, the program contributes to the achievement of the SDGs (Goal 8: Decent Work and Economic Growth) and university performance indicators. In the future, the developed system is recommended to be integrated with e-commerce platforms to expand market access. Keywords: community empowerment; digitalization; jambi city; sop production; stock management   Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan UMKM parfum laundry Dazry Harapan di Kota Jambi. Mitra menghadapi dua permasalahan utama, yaitu manajemen usaha yang masih manual dan proses produksi yang belum terstruktur. Solusi yang ditawarkan adalah digitalisasi pencatatan transaksi dan stok berbasis web, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi, serta pelatihan literasi digital. Metode pelaksanaan meliputi perencanaan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi dengan melibatkan dosen dan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan tercapainya target program, yakni 100% pencatatan transaksi dan stok dilakukan secara digital, peningkatan kapasitas produksi minimal 50%, penurunan waktu siklus produksi sebesar 30%, serta adanya indikasi peningkatan omzet dan kepuasan mitra. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha dan konsistensi kualitas produk, tetapi juga memberikan dampak sosial berupa peningkatan literasi digital mitra. Selain itu, program ini berkontribusi pada pencapaian SDGs (Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan IKU perguruan tinggi. Ke depan, sistem digital ini direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut melalui integrasi dengan e-commerce guna memperluas akses pasar. Kata kunci: digitalisasi; kota jambi; manajemen stok; pemberdayaan masyarakat; sop produksi