Search Articles & Publications

Showing 250 articles found for "Developed"

PENERAPAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MENINGKATAN DAYA TARIK DAN PROMOSI AGROWISATA DESA HESSA AIR GENTING

parini, Parini, Andrew, Andrew Ramadhani, Iin, Iin Almeina Lubis, Anjani, Anjani
Abstract: Abstract: The development of the agrotourism sector has enormous potential to support the village economy and introduce local potential to the wider community. However, many agrotourism operators, especially village-owned… d enterprises (BUMDES) and agrotourism managers, still face obstacles in promoting and conveying information in an interesting and educational manner. This Community Service Activity (PkM) aims to apply Artificial Intelligence (AI) technology in a specially designed digital education platform to enhance the appeal and effectiveness of agrotourism promotions. Key features developed include an educational chatbot, AI-based virtual tours, a content recommendation system, and visitor data analysis. The activity was carried out through stages including identifying partner needs, digital literacy training, prototype development, and guidance on using social media platforms such as Facebook, Instagram, Twitter, and YouTube. The results of the activity demonstrate that the application of Artificial Intelligence (AI) can enhance creativity, promotional efficiency, and public interest in local agrotourism. Thus, the synergy between technology and local potential emerges as a highly effective strategy for advancing sustainable agriculture-based tourism. Keywords: Artificial Intelligence; digital education; agrotourism; promotion; tourist  village   Abstrak: Pengembangan sektor agrowisata memiliki potensi yang sangat besar dalam mendukung perekonomian desa serta memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas. Namun, masih banyak pelaku agrowisata khususnya BUMDES dan Pengelola agrowisata menghadapi kendala dalam promosi dan penyampaian informasi yang menarik dan edukatif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam sebuah platform edukasi digital yang dirancang khusus untuk meningkatkan daya tarik dan efektivitas promosi pada agrowisata. Beberapa fitur utama yang dikembangkan meliputi chatbot edukatif, tur virtual berbasis AI, sistem rekomendasi konten, dan analisis data pengunjung. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan literasi digital, pengembangan prototipe, dan pendampingan penggunaan platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter dan Youtobe. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan Artificial Intellegent (AI) dapat meningkatkan Kreaktivitas, efisiensi promosi, serta minat masyarakat terhadap agrowisata lokal. Dengan demikian, sinergi antara teknologi dan potensi lokal menjadi strategi yang sangat efektif dalam memajukan pariwisata berbasis pertanian secara berkelanjutan. Kata kunci: Artificial Intelligence; edukasi digital; agrowisata; promosi; desa wisata

Implementasi Sistem Informasi Zis Berbasis Web Untuk Transparansi Di Masjid Al-Ikhlas Bandung

Rahman, Atep Aulia, Purnama, Adi, Indriani, Prasetyo, Bagus Alit, Fauzi, Esa, Kusramdani, Rizky, Candimadam, Tumaruk, Andry Septian Syahputra
Abstract: Abstract: This community service activity aims to improve the transparency and efficiency of zakat, infaq, and shadaqah (ZIS) management at Al-Ikhlas Mosque, Bandung Regency, through the implementation of a web-based information… ormation system. The main problem faced by the partner was the manual and unstructured recording and reporting process, as well as the low accessibility of information for congregants. The methods used included consultation to identify needs, science and technology substitution to implement modern systems, and technical training for mosque administrators. The results showed that the administrators were able to operate the system independently, with a level of understanding reaching 93.5% with an average evaluation score of 3.74 out of 4. The developed information system supports transaction recording, financial reporting, and transparent ZIS fund distribution. Additionally, the activity produced outputs in the form of a web application, digital training modules, and technical documentation that can be used sustainably. This program contributes significantly to strengthening accountability and congregational engagement in religious social fund management. Keywords: accountability; information system; training; web application; zakat   Abstrak: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS) di Masjid Al-Ikhlas Kab. Bandung melalui implementasi sistem informasi berbasis website. Masalah utama yang dihadapi mitra adalah proses pencatatan dan pelaporan manual yang tidak terstruktur serta rendahnya akses informasi bagi jamaah. Metode yang digunakan meliputi konsultasi untuk identifikasi kebutuhan, substitusi ipteks untuk penerapan teknologi, serta pelatihan teknis untuk pengurus masjid. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengurus masjid mampu mengoperasikan sistem secara mandiri dengan tingkat pemahaman mencapai 93.5% dengan skor rata-rata evaluasi sebesar 3.74 dari 4. Sistem informasi yang dikembangkan mendukung pencatatan transaksi, pelaporan keuangan, serta transparansi distribusi dana ZIS. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan luaran berupa aplikasi web, modul pelatihan digital, dan dokumentasi teknis yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat akuntabilitas dan keterlibatan jamaah dalam pengelolaan dana sosial keagamaan. Kata kunci: akuntabilitas; aplikasi web; pelatihan; sistem informasi; zakat

Upaya Pencegahan Cyberbullying Melalui Edukasi Literasi Digital Untuk Anak Panti Asuhan Muhammadiyah Kota Kediri

Huda, Moh Shofiyul, Atmasari, Luthfi, Mahanani, Prima Ayu Rizqi
Abstract: Cyberbullying is one of the negative impacts of the increasingly widespread development of information technology, especially among children. UNICEF (2020) reported that 45% of 2,777 young people in Indonesia aged 14-24… years have experienced cyberbullying. This community service aims to prevent digital bullying through digital literacy education for children at the Muhammadiyah Boys and Girls Orphanage in Kediri City. This activity integrates character education, social skills, and media etiquette. Through the CBR (Community Based Research) method, steps for preventing, reporting, and handling bullying are developed which are expected to be pioneers of anti-bullying campaigns. The results of the community service activities show that the participants can receive digital literacy education to combat cyberbullying well. Children can understand the forms included in cyberbullying and understand the procedures for reporting to relevant parties. Through this activity, participants also understand digital literacy in general and through interactive digital literacy snakes and ladders game activities. This ultimately further improves children's digital literacy knowledge and skills, especially in efforts to combat cyberbullying. Keywords: children; cyberbullying; digital literacy; media; games    Abstrak: Cyberbullying merupakan salah satu dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi yang semakin tinggi, khususnya di kalangan anak-anak. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencegah perundungan digital yang sering terjadi melalui edukasi literasi digital bagi anak-anak Panti Asuhan Putra dan Putri Muhammadiyah di Kota Kediri. Kegiatan ini mengintegrasikan pendidikan karakter, keterampilan sosial, dan adab bermedia. Melalui metode CBR (Community Based Research), langkah-langkah pencegahan, pelaporan, dan penanganan perundungan dikembangkan yang diharapkan para peserta dapat menjadi pelopor kampanye anti-bullying. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa para peserta dapat menerima edukasi literasi digital untuk melawan cyberbullying dengan baik. Anak-anak dapat memahami bentuk-bentuk yang termasuk dalam tindakan cyberbullying serta memahami tata cara untuk melaporkan kepada pihak terkait. Melalui kegiatan ini, para peserta juga memahami literasi digital secara umum dan melalui aktivitas permainan interaktif ular tangga literasi digital. Hal ini pada akhirnya semakin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan literasi digital anak-anak, khususnya dalam upaya melawan tindakan cyberbullying. Kata kunci: anak-anak; cyberbullying; literasi digital; media; permainan

Product Catalog Creation as Visual Identity for Woro Srikandi Batik Pacitan

Achmad, Zainal Abidin, Arifianto, Pungky Febi
Abstract: Abstract: Batik Woro Srikandi, a traditional batik producer in Arjowinangun, Pacitan, faces significant challenges in digital marketing. This issue stems from a lack of professional promotional media and an underdeveloped… d visual identity, hindering the product's ability to compete in an increasingly competitive market. To address these constraints, the community service team designed an initiative comprising several methodological stages: (1) conducting a needs analysis of the partner through observation and interviews; (2) implementing training sessions on product photography and design; and (3) facilitating participatory mentorship for the local artisans in catalog production and visual identity development. The primary outcome of this project was the successful creation of a professional product catalog that features a consistent brand visual identity. This catalog is designed to strengthen brand identity, expand market reach, and provide a competitive advantage for Batik Woro Srikandi. It is anticipated that this catalog will not only enhance customer engagement and sales but also contribute to the long-term sustainability of Pacitan's traditional batik art. Keywords: traditional batik; visual identity; product catalog; woro srikandi batik; digital branding   Abstrak: Batik Woro Srikandi sebagai produsen batik tradisional di Arjowinangun, Pacitan, menghadapi kendala dalam pemasaran digital karena kurangnya media promosi yang profesional dan identitas visual yang kuat, sehingga menyulitkan produknya bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Untuk mengatasi hal ini, kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang dengan tahapan metode yang terdiri dari: (1) Analisis kebutuhan mitra melalui observasi dan wawancara; (2) Pelaksanaan pelatihan fotografi produk dan desain; serta (3) Pendampingan dalam pembuatan katalog dan pengembangan identitas visual yang dilakukan secara partisipatif bersama perajin. Capaian utama dari kegiatan ini adalah terwujudnya sebuah katalog produk profesional yang memuat identitas visual merek yang konsisten. Tujuannya adalah untuk memperkuat brand identity, memperluas jangkauan pasar, dan memberikan keunggulan kompetitif bagi Batik Woro Srikandi. Diharapkan, katalog ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan pelanggan dan penjualan, tetapi juga mendukung keberlanjutan seni batik tradisional Pacitan dalam jangka panjang.          Kata kunci: batik tradisional; identitas visual; katalog produk; batik woro srikandi; branding digital

Katalog Digital Multibahasa Sebagai Alat Promosi UMKM dan Desa Wisata Bahasa di Kelurahan Potrobangsan Kota Magelang

Simamora, Alex Johanes, Prasetyo, Andreas Yogi, Yudhanto, Wildan, Maulana, Muhamad Aji
Abstract: MSME players in Potrobangsan Village face obstacles in communicating with foreign consumers, especially in the use of foreign languages. To overcome this problem, a multilingual digital catalog has been developed that contains… ntains descriptions of MSME products in several languages. This catalog aims to facilitate communication between MSME actors and inter-national consumers, as well as increase the visibility and competitiveness of MSMEs in the global market. In addition, this digital catalog is also expected to contribute to the preservation of regional languages, such as Javanese, which are becoming endangered. The methods used include a preparatory stage in the form of field analysis, then a needs analysis stage, and continued with the stage of making a multi-language online catalog. The catalog development process involved training for MSME players, creating attractive and relevant product descriptions, and developing an online catalog platform. As a result, this catalog has succeeded in increasing sales and expanding the market reach of MSMEs in Potrobangsan Village. Keywords: MSME; multilingual digital catalog; potrobangsan   Abstrak: Pelaku UMKM di Desa Potrobangsan menghadapi kendala dalam berkomunikasi dengan konsumen mancanegara, terutama dalam penggunaan bahasa asing. Untuk mengatasi masalah ini, telah dikembangkan katalog digital multibahasa yang memuat deskripsi produk UMKM dalam beberapa bahasa. Katalog ini bertujuan untuk memfasilitasi komunikasi antara pelaku UMKM dengan konsumen internasional, serta meningkatkan visibilitas dan daya saing UMKM di pasar global. Selain itu, katalog digital ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada pelestarian bahasa daerah, seperti Bahasa Jawa, yang mulai terancam punah. Metode yang digunakan antara lain tahap persiapan berupa analisis lapangan, kemudian tahap analisis kebutuhan, dan dilanjut dengan tahap pembuatan katalog online multibahasa. Proses pengembangan katalog melibatkan pelatihan bagi pelaku UMKM, pembuatan deskripsi produk yang menarik dan relevan, serta penyusunan platform katalog daring. Hasilnya, katalog ini telah berhasil meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar UMKM di Desa Potrobangsan. Kata kunci: UMKM; katalog digital multibahasa; potrobangsan.

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Di Desa Binjai Baru

Sitorus, Zunaida, Efendi, Elfin, Hasibuan, Cici Cahyati, Dewi, Rantika, Kholid, Ahmad
Abstract: Binjai Baru Village, Datuk Tanah Datar District has great potential to be developed through entrepreneurship training, the absence of skills training, is one of the obstacles hindering economic progress. Many village youth… th choose to travel, while many women working from home have free time that has not been used effectively. Seeing this situation, we feel encouraged to conduct training on making dish soap as a form of innovation in community empowerment, especially housewives, with the ultimate goal of improving skills in creating products of economic value and increasing the family budget by eliminating the need to buy dish soap every day. The methods used in this training are socialization, training or trials, and discussions or consultations. The purpose of this activity is to encourage creativity and provide knowledge in making dish soap, so that it can save expenses and open up new business opportunities. It can be concluded that the training activities have been successful and successfully carried out well. Villagers have mastered the material provided in the dish soap training activity.  Keywords: binjai baru village; empowerment; soap making.   Abstrak: Desa Binjai Baru, Kecamatan Datuk Tanah Datar mempunyai potensi besar untuk untuk dikembangkan melalui pelatihan kewirausahaan, tidak adanya pelatihan keterampilan, merupakan salah satu hal kendalamenghambat kemajuan ekonomi. Banyak pemuda desa yang memilih merantau, sementara itu banyak ibu-ibu bekerja dari rumah memiliki waktu luang yang belum dimanfaatkan secara efektif. Melihat situasi ini, kami merasa terdorong untuk melakukan pelatihan pembuatan sabun cuci piring sebagai bentuk inovasi pemberdayaan masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga, dengan tujuan akhir meningkatkan keterampilan dalam menciptakan produk bernilai ekonomi serta meningkatkan anggaran keluarga dengan menghilangkan kebutuhan untuk membeli sabun cuci piring setiap hari. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah sosialisasi, Pelatihan atau uji coba, dan diskusi atau konsultasi. Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah mendorong kreativitas dan memberikan pengetahuan dalam membuat sabun cuci piring, sehingga dapat menghemat pengeluaran serta membuka peluang usaha baru. Dapat disimpulakan bahwa kegiatan pelatihan telah sukses dan berhasil dilaksanakan dengan baik. Warga desa telah menguasai materi yang diberikan dalam kegiatan pelatihan sabun cuci piring. Kata kunci: desa binjai baru; pemberdayaan; pembuatan sabun.

Strategi Diversifikasi Produk Gerabah Tuban Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar

Irawatiningrum, Satya, Bulqiyah, Hasanul, Rohid, Nibrosu
Abstract: Karang Village, which is one of the villages in Semanding Subdistrict, has diversity in the livelihoods of its people. Likewise, the community-owned businesses have not yet shown a characteristic in Karang Village, which… has an area of 156,002 Ha. Therefore, the service proposal team chose one type of business to be developed, namely pottery. There are quite a lot of pottery craftsmen in Karang Village, however, their economic conditions are far from prosperous. Seeing how complex the problems faced by partners are, it is necessary to prioritize the problems that will be overcome through this service activity, namely pottery diversification training and marketing promotion strategy training. The method goes through several stages, namely socializing the importance of diversifying pottery products. Partners can work directly to produce products other than pottery, finishing the product, and the pottery marketing stage. The results of this service are that the Karang Village community who participated in the training were able to make pottery in various forms, such as piggy banks, flower vases, ashtrays, and so on. As for marketing, these pottery products are marketed through social media.  Keywords: training; pottery; marketing    Abstrak: Kelurahan Karang yang merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Semanding memiliki keberagaman dalam mata pencaharian masyarakatnya. Begitu juga dengan usaha-usaha yang dimiliki masyarakatnya, belum menunjukkan suatu ciri khas di Kelurahan Karang yang memiliki luas wilayah 156.002 Ha. Oleh karena itu, tim pengusul pengabdian memilih salah satu jenis usaha yang ingin dikembangkan, yaitu gerabah. Pengrajin gerabah di Kelurahan Karang lumayan banyak, namun, kondisi ekonomi mereka sangatlah jauh dari kata sejahtera. Melihat betapa kompleksnya permasalahan yang dihadapi mitra, maka perlu prioritas terhadap permasalahan yang akan diatasi melalui kegiatan pengabdian ini, yaitu pelatihan diversifikasi gerabah dan pelatihan strategi promosi pemasaran. Metode yang digunakan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi pentingnya diversifikasi produk gerabah, kemudian mitra diberi kesempatan untuk berkarya secara langsung menghasilkan produk selain gendok, finishing produk tersebut, dan tahap pemasaran gerabah. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat Kelurahan Karang yang mengikuti pelatihan mampu membuat gerabah dalam bentuk bermacam-macam, seperti celengan, vas bunga, asbak, dan lain sebagainya. Sedangkan masalah pemasaran, produk-produk gerabah ini dipasarkan melalui media sosial.  Kata kunci: pelatihan; gerabah; pemasaran

Perancangan dan Pengembangan Web Profile SMP Negeri 1 Teriak Kabupaten Bengkayang

p, noviyanti, Gudiato, Candra, Kusnanto, Kusnanto
Abstract: The problem discovered during interviews conducted between the principal, deputy principal, and lecturers at the Shanti Bhuana Institute was that when the SMPN 1 Teriak school was searched on the internet, no complete identity… entity regarding the school was found, for example history, vision and mission, school excellence and school activities. both academic and non-academic. Based on the problem identification carried out at SMPN 1 Teriak school through interviews and observation methods, the principal hopes that there will be a website that the school can use as a medium for information and promotion. The solution offered by the Shanti Bhuana Institute lecturer was to develop a web profile for the SMPN 1 Teriak school, Bengkayang Regency using WordPress. The school's web profile was designed and developed by lecturers at the Shanti Bhuana Institute. The design and development of the web profile has been socialized and simulated to the school. This web profile can be used by schools to provide interesting content in the form of news about school activities, videos of school activities, and photo galleries of school activities. There are many things that the school can share through its web profile so that SMPN 1 Teriak, Bengkayang Regency can become better known to the public and can become a developing school with advantages that can be enjoyed by both teachers and pupils.             Keywords: Community Service; Web Profile; WordPress; SMPN 1 Teriak; Bengkayang Regency   Abstrak: Permasalahan yang ditemukan selama wawancara yang dilakukan antara kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bersama dosen Institut Shanti Bhuana adalah ketika sekolah SMPN 1 Teriak dicari di internet tidak ditemukan identitas yang lengkap terkait sekolah, misalnya seperti sejarah, visi misi, keunggulan sekolah, dan kegiatan sekolah baik akademik maupun non akademik. Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan pada sekolah SMPN 1 Teriak melalui metode wawancara dan observasi, kepala sekolah mengharapkan adanya suatu website yang dapat digunakan sekolah sebagai media informasi dan promosi. Solusi yang ditawarkan oleh dosen Institut Shanti Bhuana adalah memgembangkan web profile untuk sekolah SMPN 1 Teriak Kabupaten Bengkayang menggunakan Wordpress. Web profile sekolah dirancang dan dikembangkan oleh pihak dosen Institut Shanti Bhuana. Perancangan dan pengembangan web profile tersebut telah disosialisasikan dan disimulasikan kepada pihak sekolah. Web profile ini dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk memberikan konten yang menarik berupa berita kegiatan sekolah, video kegiatan sekolah, dan galeri foto kegiatan sekolah. Banyak hal yang dapat pihak sekolah share melalui web profile sehingga SMPN 1 Teriak Kabupaten Bengkayang dapat semakin dikenal oleh masyarakat dan dapat menjadi sekolah yang berkembang dengan keunggulan yang dapat dinikmati oleh guru maupun siswa/siswa. Kata kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat; Web Profile; Wordpress; SMPN 1 Teriak; Kabupaten Bengkayang.

Pemanfaatan Buah Kelapa Menjadi Virgin Coconut Oil Bagi Kaum Perempuan Jemaat Marturia Kupang NTT

Bunyani, Nur Aini, Roman, Maya Fitriani, Finmeta, Abdonia, Kerihi, Eka C.G, Tunmuni, Deglori, Neolaka, Frengki
Abstract: Virgin Coconut Oil (VCO) is extracted coconut oil containing medium chain fatty acids that have been believed to have many health functions. These fatty acids are easily digested and absorbed by the intestines because the… e size of the molecules is relatively small so that they can be directly burned by the body to produce energy. In addition, VCO contains lauric acid which can dissolve the virus membrane in the form of lipids so that it will interfere with the immunity of the virus, so that the virus becomes inactive. VCO is processed without heating, no additional chemicals, dyes, and preservatives so that it can survive as pure vegetable oil so that it does not change the composition or characteristics of the oil. VCO has high economic value. The manufacturing process is easy. The methods in this Community Service are Counseling, direct Practice and discussion. It is hoped that the use of coconuts will not only be sold in the form of unprocessed fruit but coconuts are processed into pure coconut oil or Virgin Coconut Oil and can be developed more widely through group entrepreneurship programs so as to increase the income of the congregation, especially the Women's group in the GMIT Marturia Oesapa Selatan Congregation, Kelapa Lima District, Kupang City. Keyword: coconut fruit; processing; utilization; virgin coconut oil   Abstrak. Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa yang diekstraksi yang mengandung asam lemak yang memiliki rantai sedang yang telah dipercaya memiliki banyak fungsi untuk kesehatan. asam lemak tersebut mudah dicerna dan diserap oleh usus karena ukuran molekulnya relatif kecil sehingga dapat  langsung dibakar oleh tubuh untuk memproduksi energi. Selain itu, VCO mengandung asam laurat yang dapat melarutkan membran virus berupa lipid sehingga akan mengganggu kekebalan virus, sehingga virus menjadi inaktif. VCO diproses tanpa pemanasan, tidak  ada  tambahan  bahan  kimia,  pewarna,  dan  pengawet  sehingga  dapat bertahan sebagai minyak nabati murni sehingga tidak merubah komposisi atau karakteristik minyak. VCO  mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Proses pembuatannya mudah. Metode dalam Pengabdian Masyarakat  ini adalah  Penyuluhan,  langsung Praktek dan diskusi. Diharapkan pemanfaatan buah kelapa tidak hanya dijual dalam bentuk buah tanpa diolah tetapi buah kelapa diolah menjadi minyak kelapa  murni atau  Virgin Coconut Oil dan dapat dikembangkan secara lebih luas lagi melalui program kewirausahaan kelompok  sehingga meningkatkan pendapatan jemaat, khususnya kelompok Kaum Perempuan di Jemaat GMIT Marturia Oesapa Selatan,  Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Kata kunci: buah kelapa; pengolahan; pemanfaatan; virgin coconut oil

Digitalisasi Informasi dan Pembelajaran di SD Muhammadiyah 3 Parepare

Syawal, Syawal, Patahuddin, Patahuddin, Kurniawan, Edy, Abdullah, Muhaimin, Idris, Radiah Azizah, Syahrir, Astriyani
Abstract: Digital-based learning is the biggest obstacle faced by partner schools. This has an impact on the accessibility of learning materials and limited information. Therefore, this PKM aims to develop a prototype website for… elementary schools to improve the quality and accessibility of education in partner schools.  The research method used is a design-based research approach consisting of two semesters. The first semester is used to design and develop a prototype of the school's website, while the second semester is focused on analyzing and testing its effectiveness. The limitation of this study lies in creating a prototype school website that can support the teaching and learning process in schools through digital-based teaching media. The results of this development research are a prototype of a school website that is ready to be tested. The prototype of the school website developed is expected to be a valuable medium for schools, students, and parents to support a more effective and efficient learning process. Thus, this research is expected to open the door to a more inclusive and quality education for all children in Parepare.             Keywords: Digital-based open media; Design-based research prototype; Learning effectiveness; Basic education;  Web-based school; Pembelajaran berbasis digital menjadi kendala terbesar yang dihadapi oleh sekolah mitra. Hal ini berdampak pada aksesibilitas materi pembelajaran dan informasi yang terbatas. Oleh karena itu, PKM ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah prototipe website untuk sekolah dasar sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan di sekolah mitra. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan design based research, yang terdiri dari dua semester. Semester pertama digunakan untuk merancang dan mengembangkan prototipe website sekolah, sementara semester kedua difokuskan pada analisis dan pengujian efektivitasnya. Batasan kajian ini terletak pada pengembangkan prototipe website sekolah yang dapat memberikan dukungan terhadap proses belajar mengajar di sekolah melalui media ajar berbasis digital. Hasil dari penelitian pengembangan ini berupa prototipe website sekolah yang siap untuk diujicobakan. Prototipe website sekolah yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi media yang bermanfaat bagi sekolah, siswa, dan orang tua dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu membuka pintu menuju pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas bagi semua anak di Kota Parepare. Kata kunci: Media ajar berbasis digital; Design based research Prototipe; Efektivitas pembelajaran; Pendidikan dasar;  Web-based school;