Search Articles & Publications

Showing 203 articles found for "Issues"

Pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Moderasi Beragama di Kampung Segeram Kabupaten Natuna

Umar Natuna, Kartubi, Erine Agustia
Abstract: Abstract : This Community Service program was motivated by educational issues in Segeram Village, where apologetic and textual religious understandings have developed. Educational institutions in Segeram Village have not… yet become a strong force in transforming the mindset of the younger generation, particularly in fostering a moderate understanding of religion to support the creation of a harmonious, dynamic, and diverse society. The community service team used the Participatory Action Research (PAR) method, which consists of three main stages: Focus Group Discussion (FGD), Training, and Implementation. Based on findings from the field activities, the following conclusions can be drawn: a) Educators are capable of formulating and implementing the Independent Curriculum based on Religious Moderation. b) There is active involvement of students, allowing the acquired knowledge to be applied in their daily lives. c) The community’s understanding of religious moderation has contributed to environmental harmony, encouraging people to better preserve and nurture human resources as vital sources of life that must be protected. Keywords: independent curriculum, religious moderation, PAR   Abstrak : Pengabdian Kepada Masayarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pendidikan yang ada di kampung Segeram dimana berkembang paham keagamaan yang bersifat apologis dan tektual. Lembaga Pendidikan yang ada di Kampung Segeram tidak banyak menjadikan kekuatan perubahan pola pikir Masyarakat muda di Kampung Segeram, terutama dalam pemahaman agama yang moderat untuk menopang bangunan Masyarakat yang harmonis, dinamis dan beragam. Tim PKM menggunakan Metode Participary Action Reaserch (PAR) dimana memiliki 3 tahapan utama yaitu : FGD, Pelatihan dan Implementasi. Berdasarkan temuan pada kegiatan pengabdian di lapangan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: a)Tenaga pendidik sudah mampu merumuskan dan menerapkan materi Kurikulum Merdeka Berbasis Moderasi Beragama. b) Perlibatan aktif peserta didik sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. c) Pemahaman masyarakat terkait moderasi beragama berdampak pada tercipta harmonisasi alam sehingga masyarakat lebih menjaga dan merawat sumber daya manusia sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga. Kata kunci: kurikulum merdeka, moderasi beragama, PAR

PERCEPATAN PEMBERDAYAAN EKONOMI DESA KALIREJO MAGELANG BERBASIS SDG’S: EKSKALASI PRODUK OLAHAN UMKM

Sitoresmi, Mumpuni Wahyudiarti, Nurmala Dyah Fajarningrum, Destri Tsurayya Istiqamah, Emmaculata Sac Cid Ananda, Ega Friska Fadilla
Abstract: Abstract: This community engagement project seeks to improve the efficiency and effectiveness of processed product development by Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Kalirejo Village, Magelang Regency. The village… llage is home to various MSMEs producing household food items such as grubi, slondok, etawa goat milk, honey, and other culinary goods. The predominant issues faced by these MSMEs include limited promotional outreach, inadequate marketing strategies, weak branding, and inefficient packaging and distribution systems, all of which hinder community income. Utilizing a Participatory Action Research (PAR) approach, the program provides intensive guidance to MSME actors in enhancing product development, branding, packaging, and digital marketing. The program also supports MSMEs in obtaining legal business documentation, including Business Identification Numbers (NIB), Trade Business Permits (SIUP), and Halal Certification from MUI. The anticipated outcomes include improved product quality and diversity, increased marketing efficiency, broader customer reach through social media, and a higher number of MSMEs with official business permits.            Keywords: SDGs; MSMEs; business legality; product escalation.   Abstrak: Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta efisiensi pengolahan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kalirejo, Kabupaten Magelang. UMKM di wilayah ini memproduksi beragam makanan rumahan seperti grubi, slondok, susu kambing etawa, madu, dan aneka pangan lainnya. Kendala utama yang dihadapi para pelaku usaha adalah kurang optimalnya promosi, strategi pemasaran yang belum efektif, lemahnya branding, serta kemasan dan distribusi yang belum memadai, yang berdampak pada pendapatan masyarakat. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan evaluasi, kegiatan ini memberikan pendampingan intensif dalam aspek pengolahan produk, desain kemasan, branding, serta pemasaran berbasis digital. Selain itu, program ini juga mendukung pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan Sertifikat Halal dari MUI. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan kualitas produk, jangkauan pemasaran yang lebih luas melalui media sosial, serta bertambahnya jumlah UMKM yang memiliki legalitas resmi. Kata kunci: SDGs; UMKM; legalitas usaha; ekskalasi produk.

Sosialisasi Pencegahan Cybercrime Untuk Guru SD Negeri 132408 di Tanjung Balai Selatan

Maulina Azmi, Sri Rezki, Siagian, Yessica, Kurniawan, Reza
Abstract: The advanced innovation has essentially expanded the danger of cybercrime, driving to issues such as personality robbery, work misfortune, and disturbances to basic framework. In the interim, cybercriminals proceed to create… eate modern procedures and methodologies in committing their criminal acts. The reason to depict the degree of cybercrime dangers in Indonesia. Common cyber dangers in Indonesia incorporate malware assaults, refusal of benefit (DoS), dispersed refusal of benefit (DDoS), and phishing. These dangers are frequently exacerbated by a need of mindfulness and instruction almost cybersecurity and constrained requirement of cybercrime laws. In conclusion, cybercrime dangers in Indonesia are right now considered genuine and profoundly unsafe due to their potential to make national issues. The action was carried out through the arrangement of socialization counseling with address and discourse strategies, as well as address and reply with members. Accommodation of fabric within the frame of control point slides that are displayed amid the action and conveyed to instructors as members . Therefore, it is crucial to recognize the importance of understanding these issues cybercrime anticipation socialization has to be passed on to the educator SD Negeri 132408 di Tanjungbalai Selatan. With this preparing, it is trusted that they can gotten to be web clients who can maintain a strategic distance from the potential to ended up culprits or casualties of cyber wrongdoings.  Keywords: cybercrime; socialization; prevention    Abstrak: Pengembangan teknologi digital telah secara signifikan meningkatkan risiko cybercrime karena mempengaruhi pencurian identitas, kehilangan tempat kerja, dan infrastruktur kritis. Sementara itu, pelaku cybercrime terus mengembangkan teknologi dan strategi baru untuk inspeksi perilaku kriminal. Ini dilakukan dengan memeriksa dan menganalisis literatur dalam kaitannya dengan dengan cybercrime di Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa publikasi teknologi dari di Indonesia telah mengambil ancaman terbaru dan dampak pada berbagai aspek kehidupan dan bisnis. Penulis menyimpulkan bahwa cybercrime di Indonesia diklasifikasikan sebagai serius (sangat berbahaya) karena dapat menyebabkan masalah nasional. Kegiatan ini dilakukan dengan pemberian sosialisasi dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi, serta bertanya jawab bersama peserta. Bentuk dalam penyampaian materi yaitu slide powerpoint yang dipaparkan dan di edarkan pada saat kegiatan berlangsung.  Oleh karena itu, pemahaman mengenai sosialisasi pencegahan cybercrime sangat penting untuk disampaikan kepada para guru di SD Negeri 132408, Tanjungbalai Selatan. Melalui pelatihan ini, diharapkan mereka dapat menjadi pengguna internet yang lebih bijak dan mampu menghindari risiko sebagai pelaku maupun korban kejahatan cybercrime. Kata kunci: cybercrime; sosialisasi; pencegahan

Peningkatan Kesadaran dan Pengelolaan Sampah Terpadu Untuk Mengurangi Dampak Negatif Terhadap Lingkungan

Yustini, Tien, Hanani, Atidira Dwi, Purnamasari, Endah Dewi
Abstract: Waste management has become one of the major challenges faced by modern society, especially in urban areas. Improperly managed waste can lead to various negative impacts, such as environmental pollution, health issues, and… nd ecosystem damage. The purpose of this Community Service Program (PKM) is: a) To raise awareness among the community about the importance of proper waste management through sorting, recycling, and composting; b) To assist the community in establishing an integrated waste management system at the household and community levels, thereby reducing the amount of waste sent to landfills (TPA) and encouraging the adoption of an eco-friendly lifestyle. The target group for this activity is the residents of Kelurahan Talang Aman, Kemuning District, Palembang City, primarily housewives and members of the PKK (Family Welfare Empowerment) group in the area, with 20 participants. This program aims to increase participants' knowledge about household waste management by 50%. With a solid understanding of waste management, the community will be able to minimize the negative environmental impacts in Kelurahan Talang Aman. Keywords: Waste; Environment; Reservoir; Retention   Abstrak: Pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat modern, terutama di kawasan perkotaan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, dan kerusakan ekosistem. Kegiatan PKM ini bertujuan a) Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar; dengan cara pemilahan, daur ulang, dan pembuatan kompos; b) Membantu masyarakat membangun sistem pengelolaan sampah terpadu di tingkat rumah tangga dan komunitas; sehingga mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dan mendorong masyarakat untuk mengadopsi pola hidup ramah lingkungan. Sasaran kegiatan ini adalah Warga masyarakat di Kelurahan Talang Aman Kecamatan kemuning Kota Palembang, utamanya ibu ibu rumah tangga dan Ibu Ibu PKK di kelurahan Talang Aman sebanyak 20 orang. Pengabdian ini meningkatkan pengetahuan peserta tentang pengelolaan sampah rumah tangga sebesar 50% sesudah. Dengan adanya pengetahuan yang baik tentang penglolaan sampah maka dapat meminimilisir dampak negatif terhadap lingkungan Kelurahan Talang Aman Kata kunci: Sampah; Lingkungan; Waduk; Retensi

Counseling and Training to Improve The Level of Dental and Oral Health in Junior High School Taman Siswa Belawan Medan

Manja, Cek Dara, Nasution, Rini Octavia, Kartika, Dewi, Sitanggang, Maria NH
Abstract: SMP Taman Siswa Belawan Medan, North Sumatra, faces significant dental and oral health issues, particularly among students who suffer from cavities and periodontal problems. Additionally, anxiety about dental visits and… radiographic examinations further complicates efforts to improve oral health. This community service program aims to enhance knowledge and skills related to oral health through counseling, proper tooth-brushing training, and intra-oral radiographic examinations. The program was conducted in two phases: the first phase involved counseling and training, while the second phase focused on evaluation. The evaluation results indicated a significant increase in knowledge. In the pre-test, 28% of students had good knowledge, 56.67% had sufficient knowledge, and 15.33% had poor knowledge; following the intervention, 60% had good knowledge, 30.67% had sufficient knowledge, and 9.33% had poor knowledge. For teachers, the pre-test showed 52.94% with good knowledge, 47.06% with sufficient knowledge, and 0% with poor knowledge, which increased to 100% with good knowledge in the post-test. This program was effective in raising awareness and knowledge about oral hygiene, cavity prevention, and the importance of dental check-ups, which ultimately contributed to reducing the prevalence of dental problems among students and teachers, thereby improving overall oral health. Keywords: Counseling, Dental and Oral Health, Training    Abstrak: SMP Taman Siswa Belawan Medan, Sumatera Utara, menghadapi masalah kesehatan gigi dan mulut, terutama di kalangan siswa, yang banyak menderita gigi berlubang dan gangguan jaringan periodontal. Selain itu, kecemasan terhadap kunjungan ke dokter gigi dan pemeriksaan radiografi juga menjadi hambatan dalam upaya perbaikan kesehatan gigi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kesehatan gigi melalui penyuluhan, pelatihan cara menyikat gigi yang benar, serta pemeriksaan radiografi intra-oral. Program ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama berupa penyuluhan dan pelatihan, sedangkan tahap kedua adalah evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Pada pretest, 28% siswa memiliki pengetahuan yang baik, 56.67% cukup, dan 15.33% kurang; sedangkan pada post-test, 60% memiliki pengetahuan baik, 30.67% cukup, dan 9.33% kurang. Pada guru, hasil pretest menunjukkan 52.94% memiliki pengetahuan baik, 47.06% cukup, dan 0% kurang, yang meningkat menjadi 100% pada post-test. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut, pencegahan gigi berlubang, serta pentingnya pemeriksaan gigi, yang pada akhirnya dapat menurunkan prevalensi masalah gigi di kalangan siswa dan guru serta meningkatkan kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan.   Kata kunci: Kesehatan Gigi dan Mulut, Penyuluhan, Pelatihan

Inkubasi Kewirausahaan Berbasis Mahasiswa untuk Pengembangan Usaha Digital Startup Mahasiswa untuk mengoptimalkan Usaha Mahasiswa yang Berkelanjutan

Harumy, THF., Br.Ginting, Dewi Sartika, Manik, F.Y., Nuzuliati, Nuzuliati
Abstract: The digital startup business incubation program for students is an initiative to support the development of innovative and sustainable businesses. The program aims to help students develop competitive business potential.… The entrepreneurial landscape at Universitas Sumatera Utara is continuously growing, marked by the emergence of young entrepreneurs from various programs such as the Student Entrepreneurial Program (PMW) and the Student Creativity Program (PKM). In 2023, there were 12 funding opportunities for PKM entrepreneurial schemes and three winners of the P2MW program. However, challenges remain, such as limited networking opportunities, market access, and minimal mentoring and education on financial management. The lack of mentors and supporting resources often causes campus startups to lose motivation. The methods used to address these issues include mentoring to enhance the capabilities of student startups, financial management literacy, the provision of business facilities, and training and guidance in marketing. This program provides valuable opportunities for students to develop digital business ideas and apply sustainable business principles. As a result, students are better prepared to contribute to sustainable economic growth. Keywords: startup; incubator; digital; sustainable; business   Abstrak:  Program inkubasi pengembangan usaha startup digital mahasiswa merupakan inisiatif untuk mendukung pengembangan usaha yang inovatif dan berkelanjutan. Tujuan program ini adalah membantu mahasiswa mengembangkan potensi usaha yang kompetitif. Situasi kewirausahaan di Universitas Sumatera Utara terus berkembang dengan munculnya wirausahawan muda dari berbagai program, seperti Program Wirausaha Muda (PMW) dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Pada tahun 2023, terdapat 12 pendanaan untuk skema kewirausahaan PKM dan tiga pemenang program P2MW. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan peluang jejaring, akses pasar, serta minimnya pendampingan dan edukasi terkait pengelolaan keuangan usaha. Kurangnya mentor dan sumber daya pendukung menyebabkan startup kampus sering kehilangan motivasi. Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan ini meliputi pendampingan peningkatan kemampuan startup mahasiswa, literasi pengelolaan keuangan, penyediaan fasilitas usaha, serta pelatihan dan bimbingan pemasaran. Program ini membuka peluang berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis digital dan menerapkan prinsip bisnis berkelanjutan. Hasilnya, mahasiswa lebih siap berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kata kunci: startup; inkubator; digital; berkelanjutan; bisnis  

Strategi Promosi Wisata Melalui Push Notification Smart Tourism Berbasis PWA di Pemandian Teluk Sibayan

Iqbal, Muhammad, Rohminatin, Rohminatin, Syahputra, Abdul Karim, Indriani, Meliya, Khairani, Alya Fauza
Abstract: The "CITRA" Hot Spring in Teluk Sibayan, Batu Bara Regency, North Sumatra, holds significant potential as a tourist destination. However, the main challenges faced by the management include a lack of digital promotion, limited… imited tourist visits from outside the region, and a shortage of human resources skilled in using information and communication technology (ICT). The community service project by the STMIK Royal Faculty aimed to address these issues through mentoring, training, and technology development. The methods employed included workshops and training on digital tourism promotion, the creation of a web-based ticketing application, and a smart tourism application based on Progressive Web Apps (PWA) with push-notification features. Additionally, social media accounts on Instagram and Facebook (@sibayan.pemandian) were established as online promotion platforms. The results of this initiative indicate an improvement in the staff’s capacity to utilize technology, along with the provision of digital systems that streamline visitor management and promotion efforts. As a result, Pemandian Citra now has stronger digital infrastructure to support tourism promotion and attract more visitors. Keywords: community service; hot springs; PWA; smart tourism; promotion   Abstrak: Pemandian Air Panas "CITRA" di Teluk Sibayan, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata. Namun, permasalahan utama yang dihadapi pengelola adalah kurangnya promosi digital, minimnya kunjungan wisatawan dari luar daerah, serta keterbatasan sumber daya manusia dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kegiatan pengabdian masyarakat oleh Tim Dosen STMIK Royal bertujuan untuk mengatasi masalah ini melalui pendampingan, pelatihan, dan pengembangan teknologi. Metode yang digunakan mencakup workshop dan pelatihan terkait promosi wisata digital, pembuatan aplikasi tiket berbasis web, serta aplikasi smart tourism berbasis Progressive Web Apps (PWA) dengan fitur push-notification. Selain itu, akun media sosial Instagram dan Facebook dengan nama pengguna @sibayan.pemandian juga dibuat sebagai sarana promosi online. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kapasitas staf pemandian dalam memanfaatkan teknologi, serta penyediaan sistem digital yang mempermudah pengelolaan kunjungan dan promosi. Dampaknya, Pemandian Citra kini memiliki infrastruktur digital yang lebih kuat untuk mendukung promosi wisata dan meningkatkan daya tarik bagi wisatawan.. Kata kunci:  Pengabdian Masyarakat; Pemandian Air Panas; PWA; Smart Tourism; Promosi

Inovasi Packaging Keripik Ubi Resky menjadi keripik CIS untuk Mendukung Perekonomian Lokal

Supiati, Supiati, Bachtiar, Irmah Halimah, Gafur, Gafur, Nurmiati, Nurmiati, Rijal, Abdul Rahman Khaerul
Abstract: Representing a significant effort to support local economic growth which is an essential goal of the government. This project aimed to transform the packaging of Resky chips into chips in a glass (CIS), enhancing their competitiveness… ompetitiveness in the digital marketplace. Our partners faced several challenges, including limited knowledge of business management and marketing, insufficient production tools, and a lack of product innovation. The involvement of the community service team has provided renewed hope and guidance to these business owners. To tackle these issues, we utilized a combination of training and mentoring methods. Our training sessions covered key areas such as financial bookkeeping, production management, packaging innovation, marketing strategies, and product digitalization. As a result of these method, our partners have successfully adopted basic bookkeeping practices. The Resky chips have been rebranded with new packaging and labels, along with the introduction of a personal branding strategy for the CIS. They have also secured business license numbers (NIB) and distribution permits (PIRT), and we facilitated their application for a halal certificate. Resky’s Chips are now officially branded as CIS by Khasnah Food n Drink. Additionally, our partners have established a social media, with accounts on Instagram, a Facebook fan page, and a profile on Akkio Smart City, managed by the Gowa Regency Government. Keywords: Chips; CIS; MSMEs; product digitalization; packaging innovation   Abstrak: Dukungan terhadap UMKM merupakan salah satu gebrakan pemerintah dalam meningkatkan perekonomian lokal. Tujuan dilakukannya PKM ini adalah untuk melakukan transformasi kemasan keripik ubi Resky menjadi keripik CIS (chips in a glass) agar dapat bersaing di dunia digital. Permasalahan utama yang dialami mitra adalah minimnya pengetahuan pemilik usaha dalam manajemen usaha, minimnya pengetahuan pemilik usaha dalam pemasaran, keterbatasan alat produksi dan inovasi produk belum dilakukan. Kehadiran pengusul PKM membawa harapan besar bagi mitra. Metode yang digunakan oleh pengusul yaitu pelatihan dan pendampingan. Pelatihan yang dilakukan meliputi pembukuan keuangan sederhana, managemen produksi, inovasi packaging, serta managemen pemasaran dan digitalisasi produk. Hasil kegiatan yang dilakukan menunjukkan bahwa mitra telah mampu membuat pembukuan sederhana, kemasan baru dari keripik ubi resky telah disertai dengan label, personal branding cips in a glass, nomor izin berusaha (NIB), dan izin edar berupa nomor Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Pengusul juga telah melakukan pengajuan sertifikat halal untuk mitra. Saat ini keripik Ubi milik Ibu Resky telah berubah nama menjadi Keripik CIS by Khasnah Food n Drink. Mitra juga telah membuat media sosial berupa Instagram, fanpage facebook dan akun di Akkio Smart City milik Pemerintah Kabupaten Gowa. Kata Kunci: Keripik; CIS; UMKM; digitalisasi produk; inovasi kemasan

A Teacher Training on Digital Assessment Strategies for Meaningful Learning Outcomes at Buranakarn Suksa Witya School, Thailand

Aziez, Feisal, Sadeli, Elly Hasan, Anjarani, Shelia, Hawanti, Santhy, Setianti, Dika, Rinjani, Rinjani
Abstract: Technological advancements have had a profound impact on the education sector around the globe including in Thailand and other developing countries.  as in many other developing countries, there are major challenges in adapting… adapting with the rapid development of technology. The school where the community service was held also faced similar issues. With an innovative approach through assessment training using technology, this community engagement activity is expected to be a positive step towards educational transformation, particularly in the southern part of Thailand. With the active involvement of teachers as well as full support from related parties, we can create a learning environment that is more dynamic, relevant, and globally competitive. A pre-test and a post-test were conducted at the beginning and the end of the training to measure teachers’ understanding in implementing digital assessment strategies. By equipping teachers with the knowledge and skills to implement digital assessment strategies, the training has had a measurable impact on professional development and instructional practices. In addition, the training provide access to further consultation or guidance, participants can feel supported and more confident in applying their learning in the classroom. The results of the pre- and post-training survey demonstrated a substantial improvement, averaging 51.3% increase across all survey items. This indicates the positive impact of the training in enhancing teachers' competencies in integrating technology into their assessment practices.  Moving forward, schools in rural Thailand can apply the lessons learned from this workshop to enhance their own educational outcomes.  Keywords: teacher training; digital assessment strategies; southern Thailand   Abstrak: Dalam era globalisasi yang semakin cepat, pendidikan adalah salah satu aspek yang paling terpengaruh oleh perkembangan teknologi. Di Thailand Selatan, seperti di banyak negara berkembang, ada tantangan besar dalam dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang pesat. Sekolah tempat dimana program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan juga menghadapi masalah serupa. Dengan pendekatan inovatif melalui pelatihan penilaian menggunakan teknologi, kegiatan keterlibatan masyarakat ini diharapkan menjadi langkah positif menuju transformasi pendidikan di wilayah Thailand Selatan ini. Dengan keterlibatan aktif dari para guru serta dukungan penuh dari pihak terkait, kita dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis, relevan, dan kompetitif secara global. Pre-test dan post-test dilakukan di awal dan akhir pelatihan untuk mengukur pemahaman guru dalam menerapkan strategi penilaian digital. Selain itu, pelatihan menyediakan akses ke konsultasi atau bimbingan lebih lanjut, sehingga peserta merasa didukung dan lebih percaya diri dalam menerapkan pembelajaran mereka di kelas. Setelah pelatihan selesai, kedua pihak melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengukur keberhasilan, mengidentifikasi area yang perlu perbaikan, dan memberikan dampak yang lebih positif dalam jangka panjang. Kata kunci: pelatihan guru; strategi penilaian digital; thailand selatan

Membangun Platform Digital Desa Margamulya Tanjung Kait Untuk Menuju Masyarakat Society 5.0

Hayat, Cynthia, marcel, marcel, Putro, Endi, Windarto, Yudhi, Perangin Angin, Prasasti, Mudita, Damida Shu, Setiawan, Theodorous Stevanus, Christian, Juan, Putratama, Andhika, Christian, Neil
Abstract: The village of Margamulya Tj. Kait is one of the foster villages of LPPM Ukrida. From the results of interviews and direct observations, there are several main issues faced by partners, including: limited access and dissemination… emination of financial information and village profiles to external parties as well as to the villagers themselves. Community service is conducted by utilizing technology to develop a digital village community ecosystem where social media-based platforms serve as everyday communication, socialization, and collaboration tools. The implementation method is carried out through: (1) development of social media platforms; (2) training on platform usage. With the developed social media platform program, the target output is achieved through the evaluation of activities, where the benefit of interaction between village officials and villagers, as well as the dissemination and access to important information, becomes easier.   Keywords: digital platform; village digitalization; digital village; margamulya village