Search Articles & Publications

Showing 4184 articles found for "Menu"

Optimasi Proyek Konstruksi Melalui Pelatihan Penggunaan Microsoft Project Untuk Penyusunan Jadwal Proyek

Nurmeyliandari, Revianty, Bastam, Mukhlis Nahriri, Panjaitan, Febriyanti, Amalia, Ghina, Febriandi, Yusuf
Abstract: This program aims to enhance employees' abilities in creating more efficient and organized project schedules. This need arose due to some employees' limited knowledge and experience in utilizing Microsoft Project to produce… uce accurate and structured work schedules. The training involved four employees, comprising three participants with a background in civil engineering and one from management. The training methods included an introduction to basic project scheduling, the use of Microsoft Project, and the application of real case studies from ongoing projects. Pre-test results showed an average score of 54.25, with the management participant receiving a grade of E, while civil engineering participants received grades of C and D. After the training, the post-test indicated significant improvement, with one participant achieving a grade of A and two others obtaining a grade of B. The management participant improved to a grade of C. The final assignment, creating a project schedule using Microsoft Project, was successfully completed by all participants, demonstrating improved skills in project management and resource optimization. In conclusion, this training successfully enhanced employees' understanding and skills in using Microsoft Project for project schedule optimization at CV. KEINARRA, which has the potential to increase the company's overall efficiency. Keywords: Microsoft Project; project scheduling; training; optimization.    Abstrak: Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam menyusun jadwal proyek yang lebih efisien dan terorganisir. Permintaan ini timbul karena beberapa karyawan kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam memanfaatkan Microsoft Project untuk menghasilkan jadwal kerja yang akurat dan terstruktur. Pelatihan ini melibatkan empat karyawan, terdiri dari tiga peserta dengan latar belakang teknik sipil dan satu dari manajemen. Metode pelatihan meliputi pengenalan dasar penjadwalan proyek, penggunaan Microsoft Project, serta aplikasi studi kasus nyata dari proyek yang sedang berlangsung. Hasil pre-test menunjukkan skor rata-rata sebesar 54,25, di mana peserta dari manajemen mendapatkan nilai E, sedangkan peserta dari teknik sipil mendapatkan nilai C dan D. Setelah pelatihan, post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan satu peserta meraih nilai A dan dua peserta lainnya mendapatkan nilai B. Peserta dari manajemen meningkat ke nilai C. Tugas akhir berupa penyusunan jadwal proyek dengan Microsoft Project berhasil diselesaikan oleh semua peserta, menunjukkan peningkatan keterampilan dalam manajemen proyek dan optimalisasi sumber daya. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam penggunaan Microsoft Project untuk optimasi jadwal proyek di CV. KEINARRA, yang berpotensi meningkatkan efisiensi perusahaan secara keseluruhan. Kata kunci: Microsoft Project; penjadwalan proyek; pelatihan; optimasi.

Pemberdayaan Karang Taruna Dalam Pengolahan Sampah Botol Plastik Menjadi Paving Block Dengan Mesin ATM Sampah

syahputra, Rendy, Sutrisno, Agung, Riogilang, Herawaty
Abstract: This community service activity aims to reduce the environmental impact of plastic bottle waste by turning it into an economically valuable product, namely paving blocks. Plastic waste, especially plastic bottles, is one… of the biggest contributors to environmental pollution. This program uses a collaborative governance method that involves Buha Village officials, thus the surrounding community is given education and training on how to process plastic bottle waste into paving blocks, starting from collection, shredding, mixing with materials such as sand and cement, to the printing process. The results of this activity show that the paving blocks produced have strength and quality that are suitable for light construction. In addition to reducing the amount of plastic waste, this program also opens up business opportunities for the local community. The active participation of the community in this program has a positive impact on increasing environmental awareness and local economic welfare. The community will collect plastic bottle waste through a waste Automatic Teller Mechine machine which will later become the basis for calculating royalties from the sale of paving blocks. The recycling process that has been carried out from plastic waste into paving blocks is very beneficial for the community and the environment itself. Keywords: plastic waste; paving blocks; waste management;environment   Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dari limbah botol plastik dengan mengubahnya menjadi produk yang bernilai ekonomis, yaitu paving block. Limbah plastik, khususnya botol plastik, menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam pencemaran lingkungan. Program ini menggunakan metode collaborative governance yang melibatkan perangkat Kelurahan Buha, dengan demikian masyarakat sekitar diberikan edukasi dan pelatihan tentang cara pengolahan limbah botol plastik menjadi paving block, mulai dari pengumpulan, pencacahan, pencampuran dengan bahan-bahan seperti pasir dan semen, hingga proses pencetakan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa paving block yang dihasilkan memiliki kekuatan dan kualitas yang layak digunakan untuk konstruksi ringan. Selain mengurangi jumlah sampah plastik, program ini juga membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat. Partisipasi aktif masyarakat dalam program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran lingkungan dan kesejahteraan ekonomi lokal. Masyarakat akan mengumpulkan sampah botol plastic melalui mesin Automatic Teller Mechine sampah yang nantinya menjadi dasar perhitungan royalty dari penjualan paving block. Proses daur ulang yang telah dilakukan dari sampah plastik menjadi paving block sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Kata kunci: limbah plastik; paving block; pemberdayaan masyarakat

Program Pendampingan Debat Bahasa Inggris Bagi Siswa SMA Di Palangka Raya

Emeral, Emeral, Adji, Tegar Sukma, Tirtayasa, Tirtayasa, Loren, Teresya, Setiawan, Tenlie, Sylvanus, Tio
Abstract: The National Schools Debating Championship (NSDC) is among the most popular debate competitions. Schools in Indonesia strive to prepare their best students for this prestigious competition. One high school in Palangka Raya,… ya, Central Kalimantan, also prepares its students to participate in this prestigious event. To this end, the school formed an English Debate Club (EDC). However, the enthusiasm of EDC members in practising tends to be inconsistent, which impacts the effectiveness of their preparation. In response to this problem, a team of lecturer and students from the English Education Study Program, Palangka Raya University, implemented a coaching program to increase the enthusiasm, confidence, and debating skills of EDC members. The coaching activities were conducted in four sessions, covering motion analysis training, case studies, and debate practice, with guidance from an outstanding student representing the university in the National University Debating Championship (NUDC) at the national level. Qualitative questionnaire results indicated increased enthusiasm and self-confidence among EDC members during training sessions and improved understanding of debate strategies. This initiative demonstrates that coaching based on the direct experience of a high-achieving debater can serve as an effective strategy for developing debate clubs in secondary schools. Keywords: enthusiasm; coaching program; debate strategy; self-confidence; debate club   Abstrak: National Schools Debating Championship (NSDC) merupakan salah satu kompetisi debat yang paling populer. Sekolah di Indonesia berusaha mempersiapkan potensi terbaiknya untuk mengikuti kompetisi bergengsi ini. Salah satu sekolah menengah atas di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, juga mempersiapkan para siswanya untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut. Untuk itu, sekolah membentuk English Debate Club (EDC). Namun, antusiasme anggota EDC dalam berlatih cenderung tidak konsisten, yang berdampak pada efektivitas persiapan mereka. Menanggapi permasalahan tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Palangka Raya melaksanakan program pendampingan guna meningkatkan antusiasme, percaya diri dan kemampuan debat para anggota EDC. Kegiatan pendampingan dilakukan dalam empat sesi pertemuan, yang mencakup pelatihan analisis mosi, pembedahan kasus, serta praktik debat, dengan bimbingan dari mahasiswa berprestasi yang pernah mewakili universitas dalam ajang National University Debating Championship (NUDC) tingkat nasional. Hasil survei menunjukkan peningkatan antusiasme dan kepercayaan diri anggota EDC dalam mengikuti latihan, serta pemahaman yang lebih baik terhadap strategi debat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis pengalaman langsung dari mahasiswa debat berprestasi dapat menjadi strategi efektif dalam membina klub debat di sekolah menengah. Kata kunci: antusiasme; program pendampingan; strategi debat; percaya diri; klub debat

Strategi Promosi Wisata Melalui Push Notification Smart Tourism Berbasis PWA di Pemandian Teluk Sibayan

Iqbal, Muhammad, Rohminatin, Rohminatin, Syahputra, Abdul Karim, Indriani, Meliya, Khairani, Alya Fauza
Abstract: The "CITRA" Hot Spring in Teluk Sibayan, Batu Bara Regency, North Sumatra, holds significant potential as a tourist destination. However, the main challenges faced by the management include a lack of digital promotion, limited… imited tourist visits from outside the region, and a shortage of human resources skilled in using information and communication technology (ICT). The community service project by the STMIK Royal Faculty aimed to address these issues through mentoring, training, and technology development. The methods employed included workshops and training on digital tourism promotion, the creation of a web-based ticketing application, and a smart tourism application based on Progressive Web Apps (PWA) with push-notification features. Additionally, social media accounts on Instagram and Facebook (@sibayan.pemandian) were established as online promotion platforms. The results of this initiative indicate an improvement in the staff’s capacity to utilize technology, along with the provision of digital systems that streamline visitor management and promotion efforts. As a result, Pemandian Citra now has stronger digital infrastructure to support tourism promotion and attract more visitors. Keywords: community service; hot springs; PWA; smart tourism; promotion   Abstrak: Pemandian Air Panas "CITRA" di Teluk Sibayan, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata. Namun, permasalahan utama yang dihadapi pengelola adalah kurangnya promosi digital, minimnya kunjungan wisatawan dari luar daerah, serta keterbatasan sumber daya manusia dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kegiatan pengabdian masyarakat oleh Tim Dosen STMIK Royal bertujuan untuk mengatasi masalah ini melalui pendampingan, pelatihan, dan pengembangan teknologi. Metode yang digunakan mencakup workshop dan pelatihan terkait promosi wisata digital, pembuatan aplikasi tiket berbasis web, serta aplikasi smart tourism berbasis Progressive Web Apps (PWA) dengan fitur push-notification. Selain itu, akun media sosial Instagram dan Facebook dengan nama pengguna @sibayan.pemandian juga dibuat sebagai sarana promosi online. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kapasitas staf pemandian dalam memanfaatkan teknologi, serta penyediaan sistem digital yang mempermudah pengelolaan kunjungan dan promosi. Dampaknya, Pemandian Citra kini memiliki infrastruktur digital yang lebih kuat untuk mendukung promosi wisata dan meningkatkan daya tarik bagi wisatawan.. Kata kunci:  Pengabdian Masyarakat; Pemandian Air Panas; PWA; Smart Tourism; Promosi

Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu Terkait Gizi Seimbang Ibu Hamil Melalui Penyuluhan di Wilayah Kerja Puskesmas Prambon

Utami, Fista, Dewi, Novianti Tysmala, Nurjanah, Hanna, Ristanti, Idcha Kusma, Sholakhuddin, Ahmad, Andini, Novias Kemala
Abstract: Nutritional problems in pregnant women can affect the mother's health, also influence fetus’s growth and development while in the womb. The role of cadres in supporting pregnant women has a big influence so it is necessary&#8230; necessary to empower cadres through education to reduce nutritional problems in pregnant women. Community service activities aim to enhance the understanding of cadres' concerning proper nutrition for pregnant women. The initial activity was carried out by assessing cadres' knowledge about balanced nutrition through pre-test before education, then providing material and after education with a post-test.  The results conducted with 32 cadres showed that the cadres' knowledge of balanced nutrition had significantly increased in the average knowledge score by 20 point  after balanced nutrition education (p<0.001). The results of  activities related to balanced nutrition for pregnant women showed a positive response from cadres and good communication was established between presenters and cadres.  The conclusion was an increase in cadres' knowledge after providing nutritional education about balanced nutrition for pregnant women. Continuous provision of balanced nutrition education by cadres can increase knowledge about nutrition among cadres and overcome nutritional problems in pregnant women. Keywords: balanced nutrition; nutrition education; pregnant women   Abstrak: Masalah gizi yang dialami oleh ibu hamil dapat memengaruhi kesehatan sang ibu serta memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin selama masa kehamilan. Peran kader dalam mendampingi ibu hamil memiliki pengaruh besar sehingga diperlukan pemberdayaan kader melalui penyuluhan  untuk menurunkan masalah gizi pada ibu hamil. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan pengetahuan kader terkait gizi seimbang pada ibu hamil. Kegiatan penyuluhan melalui media ZOOM Meeting dengan metode ceramah menggunakan powerpoint dilakukan untuk menilai pengetahuan kader tentang gizi  seimbang. Soal   pre-test   diberikan sebelum   penyuluhan dan  diakhiri  dengan  post-test. Sejumlah 32 kader mengikuti pre-post test yang diberikan, dan didapatkan hasil pengetahuan mereka mengenai gizi seimbang meningkat secara signifikan, dengan rata-rata skor pengetahuan naik sebesar 20 poin sebelum dan setelah edukasi tentang gizi seimbang dilakukan (p<0,001). Kader memberikan respon yang positif pada kegiatan penyuluhan terkait gizi seimbang ibu hamil dan terjalin komunikasi yang baik antara pemateri dan kader. Kesimpulan yang dihasilkan setelah kegiatan penyuluhan tentang gizi seimbang ibu hamil dilakukan, pengetahuan kader meningkat dibandingkan sebelum penyuluhan. Pemberian  penyuluhan  gizi  seimbang  oleh  kader yang berkelanjutan dapat meningkatkan pengetahuan tentang gizi pada kader dan mengatasi permasalahan gizi ibu selama masa kehamilan. Kata kunci: gizi seimbang; penyuluhan gizi; ibu hamil

Teknologi Informasi Digital Marketing Pada Urban Farming Pemasaran Sayur Hidroponik Di Kabupaten Asahan

Marpaung, Nasrun, Rahayu, Elly, Efendi, Zulfan, Febbrian, Aldi, Utama, Gita Nurul
Abstract: This study aims to analyze the implementation of information technology in digital marketing in urban farming, especially in improving hydroponic vegetable marketing in Asahan Regency. The development of information technology&#8230; nology has opened up new opportunities for urban farming actors to expand market reach through digital marketing strategies. The research method used is a case study with a qualitative approach, involving in-depth interviews and observations of urban farming actors as well as analysis of the use of digital platforms such as social media, e-commerce, and websites. The results of the study show that the implementation of digital marketing has proven effective in increasing sales and expanding the market, as well as supporting the sustainability of urban farming businesses by increasing product visibility, ease of transactions, and interaction with consumers. However, there are challenges such as limited technological knowledge for some business actors and uneven digital infrastructure. Therefore, training and technological support are needed for hydroponic farmers in order to maximize the potential of digital marketing in improving economic welfare in the urban agricultural sector. Keywords: digital marketing; hydroponics; information technology; urban farming.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi teknologi informasi dalam digital marketing pada urban farming, khususnya dalam meningkatkan pemasaran sayur hidroponik di Kabupaten Asahan. Perkembangan teknologi informasi telah membuka peluang baru bagi pelaku urban farming untuk memperluas jangkauan pasar melalui strategi pemasaran digital. Masalah yang terjadi di Sigit Hidroponik memerlukan pemanfaatan teknologi dibidang pemasaran produk agar produk dapat terjual dengan baik dan terus mengalami peningkatan agar siklus atau perputaran penamaan dan panen dapat berjalan lebih efekti dan efisien dengan waktu yang lebih produktif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaku urban farming serta analisis penggunaan platform digital seperti media sosial, e-commerce, dan website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan digital marketing terbukti efektif dalam meningkatkan penjualan dan memperluas pasar, serta mendukung keberlanjutan usaha urban farming melalui peningkatan visibilitas produk, kemudahan transaksi, dan interaksi dengan konsumen. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan pengetahuan teknologi bagi sebagian pelaku usaha dan infrastruktur digital yang belum merata. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan dan dukungan teknologi bagi petani hidroponik agar dapat memaksimalkan potensi digital marketing dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi di sektor pertanian perkotaan. Kata kunci: digital marketing; hidroponik; teknologi informasi; urban farming.  

Peningkatan Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tukang Bangunan Kelurahan Sadeng Dengan Pendekatan Partisipatif

Nana Patria, Agustinus Sungsang, Dewi, Kemmala, Krisdiyanto, Aris, Lombardoaji Sidiq, Alif, Almoris Baene, Master, Fajrotul Bahiroh, Inna
Abstract: Sadeng Village, Gunungpati, is still facing challenges in implementing Occupational Safety and Health (K3) among builders. Lack of understanding and awareness of the importance of K3 causes risky work practices and has the&#8230; he potential to cause work accidents. This Community Service Program (PPM) aims to increase the competency of builders in implementing K3 principles. The method used is an integrated and participatory approach, including outreach and direct visits to projects and laboratories. The results of activities show increased compliance with K3 principles. It is hoped that this program can be the first step to building a safe and healthy work culture among builders in Sadeng Village, as well as encouraging sustainable implementation of K3 in the future. Keywords: Occupational Safety and Health; K3; Construction Workers; Laboratory; Community Service   Abstrak: Kelurahan Sadeng, Gunungpati, masih menghadapi tantangan dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di kalangan tukang bangunan. Kurangnya pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya K3 menyebabkan praktik kerja yang berisiko dan berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tukang bangunan dalam menerapkan prinsip-prinsip K3. Metode yang digunakan adalah pendekatan terpadu dan partisipatif, meliputi sosialisasi dan kunjungan langsung ke proyek dan laboratorium. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip K3. Diharapkan, program ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun budaya kerja yang aman dan sehat di kalangan tukang bangunan di Kelurahan Sadeng, serta mendorong penerapan K3 yang berkelanjutan di masa mendatang. Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja; K3; Pekerja Konstruksi; Laboratorium; Pengabdian Masyarakat

Inovasi Packaging Keripik Ubi Resky menjadi keripik CIS untuk Mendukung Perekonomian Lokal

Supiati, Supiati, Bachtiar, Irmah Halimah, Gafur, Gafur, Nurmiati, Nurmiati, Rijal, Abdul Rahman Khaerul
Abstract: Representing a significant effort to support local economic growth which is an essential goal of the government. This project aimed to transform the packaging of Resky chips into chips in a glass (CIS), enhancing their competitiveness&#8230; ompetitiveness in the digital marketplace. Our partners faced several challenges, including limited knowledge of business management and marketing, insufficient production tools, and a lack of product innovation. The involvement of the community service team has provided renewed hope and guidance to these business owners. To tackle these issues, we utilized a combination of training and mentoring methods. Our training sessions covered key areas such as financial bookkeeping, production management, packaging innovation, marketing strategies, and product digitalization. As a result of these method, our partners have successfully adopted basic bookkeeping practices. The Resky chips have been rebranded with new packaging and labels, along with the introduction of a personal branding strategy for the CIS. They have also secured business license numbers (NIB) and distribution permits (PIRT), and we facilitated their application for a halal certificate. Resky’s Chips are now officially branded as CIS by Khasnah Food n Drink. Additionally, our partners have established a social media, with accounts on Instagram, a Facebook fan page, and a profile on Akkio Smart City, managed by the Gowa Regency Government. Keywords: Chips; CIS; MSMEs; product digitalization; packaging innovation   Abstrak: Dukungan terhadap UMKM merupakan salah satu gebrakan pemerintah dalam meningkatkan perekonomian lokal. Tujuan dilakukannya PKM ini adalah untuk melakukan transformasi kemasan keripik ubi Resky menjadi keripik CIS (chips in a glass) agar dapat bersaing di dunia digital. Permasalahan utama yang dialami mitra adalah minimnya pengetahuan pemilik usaha dalam manajemen usaha, minimnya pengetahuan pemilik usaha dalam pemasaran, keterbatasan alat produksi dan inovasi produk belum dilakukan. Kehadiran pengusul PKM membawa harapan besar bagi mitra. Metode yang digunakan oleh pengusul yaitu pelatihan dan pendampingan. Pelatihan yang dilakukan meliputi pembukuan keuangan sederhana, managemen produksi, inovasi packaging, serta managemen pemasaran dan digitalisasi produk. Hasil kegiatan yang dilakukan menunjukkan bahwa mitra telah mampu membuat pembukuan sederhana, kemasan baru dari keripik ubi resky telah disertai dengan label, personal branding cips in a glass, nomor izin berusaha (NIB), dan izin edar berupa nomor Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Pengusul juga telah melakukan pengajuan sertifikat halal untuk mitra. Saat ini keripik Ubi milik Ibu Resky telah berubah nama menjadi Keripik CIS by Khasnah Food n Drink. Mitra juga telah membuat media sosial berupa Instagram, fanpage facebook dan akun di Akkio Smart City milik Pemerintah Kabupaten Gowa. Kata Kunci: Keripik; CIS; UMKM; digitalisasi produk; inovasi kemasan

Catering Digital Dalam Upaya Peningkatan UMKM Warung Wawa Kota Kisaran

Dalimunthe, Ruri Ashari, Dahriansah, Dahriansah, Saputra, Endra, Kurniawan, Bagas, Novrijal, Aditya
Abstract: The increase in prices of basic commodities has caused many business actors, especially MSMEs in the culinary sector, to decide to stop their businesses. The increase in the price of rice, the main staple in the culinary&#8230; business, is one of the contributing factors. Several MSME entrepreneurs in the culinary sector have canceled plans to continue their business because of the high prices of basic commodities which are not commensurate with their income. Not to mention that the application of digital technology in marketing a business is very rarely implemented. Many MSME activists, especially in urban areas, have not implemented website or application technology to promote their businesses. So their business is less popular and does not rule out the possibility of a lack of buyers. Warung Wawa's culinary business is an MSME activist in the city, especially the culinary catering business, which has quite a lot of experience in running its business. Partner problems, including the lack of application and use of technology in running the business, are just one of the impacts of the lack of interest in the Wawa stall catering business. The methods applied include identifying problems with partners and then providing solutions in implementing the website. Next, hold outreach to partners in implementing the website and implementing the system that has been created. Next, evaluate the system. The aim of community service in applying information technology in creating a website will be to make it easier and provide detailed & real-time information, making it easier for Wawa stall partners to run a digital catering business. Keywords: website; UMKM; warung wawa   Abstrak: Kenaikan harga bahan pokok telah menyebabkan banyak pelaku usaha terutama UMKM sektor kuliner memutuskan untuk menghentikan usaha mereka. Kenaikan harga beras bahan pokok utama dalam bisnis kuliner menjadi salah satu faktor penyebabnya. Beberapa pengusaha UMKM bidang kuliner membatalkan rencana untuk melanjutkan usaha mereka karena tingginya harga bahan pokok yang tidak sebanding dengan pendapatan mereka. Belum lagi penerapan teknologi digital dalam memasarkan sebuah usaha sangatlah jarang diterapkan. Banyak pegiat UMKM khususnya dikota kisaran belum menerapkan teknologi website ataupun aplikasi dalam mempromosikan usahanya. Sehingga usaha mereka kurang populer dan tak menutup kemungkinan sepi pembeli. Usaha kuliner warung wawa merupakan pegiat UMKM dikota kisaran khususnya usaha catering kuliner yang sudah cukup banyak merasakan pengalaman dalam menjalankan usahanya. Permasalahan mitra diantaranya kurangnya penerapan dan pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usahanya merupakan salah satu dampak sepinya peminat usaha catering warung wawa. Metode yang diterapkan diantaranya mengidentifikasi permasalahan pada mitra kemudian memberikan solusi dalam penerapan website. Selanjutnya mengadakan soialisasi terhadap mitra dalam penerapan website dan implementasi system yang telah dibuat. Selanjutnya evaluasi terhadap system. Tujuan dalam pengabdian kepada masyarakat dalam penerapan teknologi informasi dalam pembuatan website nantinya dapat mempermudah dan memberikan informasi secara detail dan realtime sehingga mempermudah mitra warung wawa dalam menjalankan usaha catering digital. Kata kunci: website; UMKM; warung wawa

Optimalisasi Desain Tata Letak Ruang Perpustakaan OPPM Pondok Modern Darussalam Gontor Untuk Kemudahan Akses Buku Santri

Al Manaanu, Yusuf, Nasution, Saipul, Abdurrahman, Abdurrahman, Annafi Almaarif, Mohammad Abdul Hafidz, Hakim, Muhammad Luthfi, Hanan, Kazhim Zatil
Abstract: Optimizing the library space at OPPM Pondok Modern Darussalam Gontor aims to improve the book layout, classification system, and space design initiatives to increase the efficiency of borrowing books for students. The problems&#8230; oblems faced include sloppy book layout, an ineffective classification system, and a lack of design initiative from library administrators. The implementation method uses a Participatory Action Research (PAR) approach, which involves several stages of socializing the layout design to administrators, implementing a new classification system, writing books according to classification, and creating Standard Operating Procedures (SOP) for daily, weekly and monthly activities. Familiarization provides an understanding of ergonomic design principles, while a new classification system and book fireplace make it easier to find and return books. Creating SOPs ensures consistent and efficient implementation. The results of this method show significant improvements in library management and user experience, with students finding it easier to access and borrow books and library administrators carrying out their duties in a more structured manner. Keywords: optimization; libraries; layout design   Abstrak: Optimalisasi ruang perpustakaan di OPPM Pondok Modern Darussalam Gontor bertujuan untuk memperbaiki tata letak buku, sistem klasifikasi, dan inisiatif desain ruang untuk meningkatkan efisiensi peminjaman buku bagi siswa. Permasalahan yang dihadapi antara lain tata letak buku yang tidak rapi, sistem klasifikasi yang tidak efektif, dan kurangnya inisiatif desain dari pengelola perpustakaan. Metode pelaksanaannya menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi beberapa tahapan yaitu sosialisasi desain tata ruang kepada pengelola, penerapan sistem klasifikasi baru, penulisan buku sesuai klasifikasi, dan pembuatan Standard Operating Procedure (SOP) harian, mingguan dan kegiatan bulanan. Pembiasaan memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip desain ergonomis, sementara sistem klasifikasi baru dan perapian buku memudahkan pencarian dan pengembalian buku. Membuat SOP memastikan implementasi yang konsisten dan efisien. Hasil dari metode ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengelolaan perpustakaan dan pengalaman pengguna, siswa menjadi lebih mudah mengakses dan meminjam buku serta pengelola perpustakaan menjalankan tugasnya secara lebih terstruktur. Kata kunci: optimalisasi; perpustakaan, desain tata letak