Search Articles & Publications

Showing 162 articles found for "Berbeda"

Mekanisme Pengelolaan Anggaran Biaya Market Dira Balung Jember Pada Stok Barang

Salsabila Nafa Abyudaya, S.Nabiela Qutsiah Salma, Siti Alfiyah
Abstract: Perhitungan anggaran biaya pada stok barang penting untuk alokasi sumber daya yang efisien, meskipun dihadapi tantangan seperti fluktuasi harga dan perubahan permintaan pasar. Sistem informasi persediaan membantu mengelola… la persediaan gudang dan memfasilitasi pengambilan keputusan pembelian. DIRA Shopping Centre Balung Jember menghadapi tantangan seperti kesalahan data persediaan, kurangnya pengarsipan dokumen, dan ketidakakuratan catatan persediaan. Metode akuntansi biaya FIFO dan rata-rata digunakan untuk menghitung harga pokok penjualan dengan pendekatan yang berbeda. Penyusunan anggaran biaya stok barang di Market Dira Balung Jember merupakan konsep penting dalam operasi perusahaan, dengan fokus pada manajemen efektif dan pemahaman mendalam terhadap mekanisme pengelolaan anggaran biaya stok barang. Langkah-langkah, strategi, tantangan, dan solusi yang dihadapi oleh perusahaan dalam mengelola anggaran biaya stok barang juga dibahas dalam laporan ini, dengan harapan memberikan wawasan komprehensif bagi pembaca dalam konteks manajemen operasional perusahaan ritel. Hasil Laporan PKL yaitu, Market Dira Balung Jember memiliki beberapa jenis stok beras dengan kemasan 5 kg per sak dari merek LAHAP, Dua Anak, dan Rajawali. Harga jual berkisar antara Rp 69.000 hingga Rp 70.000 per sak, didasarkan pada kualitas bahan dan kompleksitas pengolahan produk. Minat pelanggan terhadap produk tersebut tetap tinggi, menunjukkan strategi penentuan harga yang tepat dan daya saing yang kuat di pasaran. Anggaran biaya stok beras di Market Dira Balung terdiri dari anggaran pemakaian dan pembelian bahan baku, disusun untuk periode anggaran tahun 2024. Penilaian persediaan barang dagangan menggunakan metode harga pokok. Market Dira Balung menerapkan metode FIFO dalam pengelolaan anggaran biaya stok barang, dengan nilai persediaan akhir dihitung berdasarkan harga per unit barang terakhir yang masuk. Biaya overhead gudang disusun menggunakan tarif 4% dari jumlah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung yang digunakan untuk pesanan.

Peranan Dan Pengaruh Iklan Pada Media Cetak Terhadap Perilaku Masyarakat Menggunakan BSI Hasanah Card (Studi Pada BSI KC Indramayu)

Putri Fathimah Azzahra, Qiroatun
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan dan pengaruh iklan pada media cetak terhadap perilaku masyarakat menggunakan BSI Hasanah Card di BSI KC Indramayu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif… kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Peranan dan pengaruh iklan pada media cetak terhadap perilaku masyarakat menggunakan BSI Hasanah Card di wilayah BSI KC Indramayu disusun dalam skripsi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, penggunaan dokumen dan observasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran produk iB Hasanah Card yang diterapkan BNI Syariah dalam meningkatkan keunggulan kompetitif.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa iklan pada media cetak memiliki pengaruh terhadap perilaku masyarakat menggunakan BSI Hasanah Card. Strategi pemasaran produk iB Hasanah Card yang dilakukan BNI Syariah menggunakan komponen bauran pemasaran yaitu produk, harga, dan promosi. Strategi promosi yang dilakukan meliputi niat, jemput bola, pelayanan yang baik, dan lain-lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan pada media cetak memiliki peranan yang signifikan dalam mempengaruhi prilaku masyarakat untuk menggunakan BSI Hasanah Card. Penelitian juga menunjukkan bahwa iB Hasanah Card memiliki keunggulan yang berbeda dengan kartu kredit konvensional.  

Konseling Perorangan Dalam Penyesuaian Diri Santri Baru Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi

Sri Wahyuni, Intan Sari, Nurhapidali
Abstract: Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek merupakan pesantren yang menerapkan sistem pendidikan Sumatera Thawalib. Istilah Sumatera Thawalib secara harfiah berarti "Pelajar-Pelajar Sumatera". Pondok Pesantren Sumatera Thawalib… hawalib Parabek Bukittinggi mewajibkan santri baru untuk tinggal diasrama. Semua santri baru yang datang dari daerah yang berbeda otomatis diberikan rumah baru di pesantren. Hal ini tentunya akan berbeda dengan tempat tinggal santri sebelumnya, dan santri tersebut memerlukan kemampuan beradaptasi atau menyesuaikan diri  dengan lingkungan sekolah yang baru. Namun tidak semua santri dapat menyesuaikan diri dengan baik, dan tidak jarang santri meninggalkan pesantren sebelum lulus atau hanya beberapa bulan setelah pesantren. Permasalahan tersebut terjadi di Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi, tempat dilakukannya penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keunggulan konseling individual dalam penyesuaian diri santri baru di Pondok  Pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yaitu menggambarkan keunggulan dan dampak layanan konseling perorangan dalam penyesuaian diri santri baru. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara/interview, dan dokumentasi. Hasil penelitian layanan konseling perorangan dalam penyesuaian diri santri baru Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi yaitu terbantunya santri baru dalam meningkatkan penyesuaian diri dengan peraturan-peraturan pondok, membangun kehangatan dan keakraban diantara santri

Penggunaan Tanda Seru Dan Tanda Hubung Dalam Bahasa Arab Dan Bahasa Indonesia: Analisis Komparatif

Rizki Hapizahtun Nisa, Adil Fathi Nasution, Puji Aulia Ananta, Rifki Bunayya Barus, Firyal Nafilah Az zahra, Sahkholid Nasution
Abstract: Penggunaan tanda baca, menurut Miranti. Pada jurnalnya pungtuasi merupakan pelambangan penulis dalam suatu kalimat untuk mencapai tujuan penyampaian seorang pembaca dengan mengikuti peraturan pembacaan tekas berdasarkan… pada tanda baca yang dtuliskan dan sesuai dengan EYDjuka dalam bahasa indonesia dan juga ‘Alāmah  Al-Tarkīm jika dalam bahasa arab baik itu karya tulis dalam bahasa arab dan juga karya tulis dalam bahasa indonesia Jenis penelitian ini adalah library research, yakni penelitian yang dilakukan dengan menganalisis dan menjadkan literatur tertulis sebagai sumber utama baik dari berupa buku, jurnal ilmiah maupun surat kabar. Penelitian ini bersifat kualitatif, yaitu penelitian yang menekankan analisis terhadap data-data yang sudah ada terlebih dahulu. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan penulis mengenai perbedaan penggunaan tanda seru dan tanda hubung dalam penulisan bahasa arab dan bahasa indonesia, masing-masing memiliki penggunaan yang berbeda meski keduanya memiliki kesamaan dalam segi bentuk atau pelambangan. Dalam tulisan ini penulis tidak menemukan kesamaan dalam penggunaan tanda seru dan tanda hubung baik dalam bahasa arab maupun bahasa indonesia, disebabkan karena adanya perbedaan fungsi penggunaan tanda baca antara bahasa arab dan bahasa indonesia.

Tipologi Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam (Studi Kasus Di Pesantren Jagat Arsy)

, Meiza Fajar Akbar, family, Januri
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipologi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dengan fokus pada pesantren Jagat Arsy. tentang tipologi lembaga pendidikan Islam yang memiliki ciri khas keagaman yang berbeda… a dengan pesantren lainnya. Pesantren ini bukan hanya tempat untuk memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga wadah untuk pembentukan karakter, pengembangan keterampilan, dan integrasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data. Data yang dihasilkan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren Jagat Arsy memiliki karakteristik yang berbeda dari pesantren salaf dan modern. Pesantren Jagat Arsy memiliki ciri khas dalam pengembangan kurikulum, metode pengajaran, dan pengelolaan lembaga. Pesantren Jagat Arsy juga memiliki peran penting dalam pengembangan masyarakat sekitar dan menjaga keberlangsungan budaya lokal.

Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Yang Memberikan Keterangan Palsu Di Atas Sumpah

Sapriadi, Zulfikar Arifin, M Ariansyah Kurniawan, Fadillah Benjamin Ismutaji
Abstract: Kejahatan mengenai sumpah dan keterangan palsu diatur pada Pasal 242 KUHP. Tindak pidana keterangan palsu ini di atas sumpah ini merupakan suatu perbuatan memberikan suatu pernyataan secara sengaja di atas sumpah tentang… keadaan yang berbeda dari yang sebenarnya terjadi. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu : apakah faktor penyebab terjadinya pelaku yang memberikan keterangan palsu di atas sumpah berdasarkan Putusan Nomor: 169/Pid.B/2021/PN Mgl dan bagaimanakah dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana terhadap pelaku yang memberikan keterangan palsu di atas sumpah berdasarkan Putusan Nomor: 169/Pid.B/2021/PN Mgl. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dan empiris dengan menggunakan data sekunder dan data primer. Data sekunder diperoleh melalui studi pustaka, kemudian data primer diperoleh melalui studi lapangan dengan cara observasi dan wawancara. Kemudian analisis data dilakukan dengan analisis yuridis kualitatif. Hasil penelitian yaitu faktor penyebab terjadinya pelaku yang memberikan keterangan palsu di atas sumpah berdasarkan Putusan Nomor: 169/Pid.B/2021/PN Mgl yaitu berasal dari faktor internal, yaitu motif perbuatan curang, merekayasa suatu peristiwa atau untuk menutupi aib dan faktor eksternal disebabkan jabatannya sebagai Anggota DPRD sehingga pelaku berusaha menjaga nama baiknya. Kemudian pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana terhadap pelaku yang memberikan keterangan palsu di atas sumpah berdasarkan Putusan Nomor: 169/ Pid.B/2021/PN Mgl, yaitu pertimbangan yuridis berupa keterangan terdakwa, keterangan saksi, alat bukti surat dan barang bukti, dakwaan Jaksa Penuntut Umum, unsur-unsur yang didakwakan sebagaimana dalam Pasal 242 ayat (1) KUHP serta pertimbangan non-yuridis berupa latar belakang dan akibat perbuatan terdakwa dan selanjutnya Pelaku yang bersalah melakukan tindak pidana keterangan palsu dijatuhi sanksi pidana penjara selama 7 (tujuh) bulan. Saran yang dapat dikemukakan yaitu hendaknya masyarakat menyadari bahwa memberikan keterangan palsu di atas sumpah merupakan perbuatan melawan hukum yang dapat diancam dengan pidana penjara. Anggota DPRD selaku wakil rakyat hendaknya dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Kemudian hendaknya Hakim dapat menjatuhkan sanksi pidana yang maksimal kepada pelaku tindak pidana memberikan keterangan palsu di atas sumpah, sebab hal ini dapat merugikan orang lain dan kemudian orang yang tidak bersalah dapat terkena sanksi pidana.

Analisa Yuridis Dissenting Opinion Putusan Nomor 90/PUU XXI/2023 Terkait Argumen Open Legal Policy Dan Etika Hakim MK

Kurniawan, Yahya Lutfi, Cleo Farrel Piyantoni, Ruchyat Angga Permana, Niluh Ketut Candra Kasih
Abstract: Putusan nomor 90/PUU-XXI/2023 telah menyebabkan polemik dan menghasilkan beberapa dissenting opinion dari hakim MK. Pendapat berbeda dari hakim MK ini memicu perdebatan mengenai proses peradilan di Mahkamah Konstitusi. Penelitian… enelitian ini melihat sisi berbeda dari proses persidangan tersebut yaitu analisa yuridis holistik mengenai dissenting opinion yang muncul dari proses persidangan. Dari hasil penelitian ini, ditemukan bahwa dissenting opinion yang muncul dari para hakim justru menegaskan pentingnya reformasi di Mahkamah Konstitusi baik secara kelembagaan dan juga dasar pembentukkan hukum yang jauh lebih positif dan terstruktur di masa depan.

Efektivitas Pengembalian Kerugian Negara Dari Tindak Pidana Korupsi

Efendi, Edi, Rizky Novridoni, Widodo
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa dasar hukum dari penerapan pengembalian kerugian negara hasil tindak pidana korupsi, bagaimana efektivitas pengembalian kerugian negara dari hasil tindak pidana korupsi dan faktor-faktor… aktor-faktor yang menghambat pengembalian kerugian negara hasil dari tindak pidana korupsi. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu memahami permasalahan hukum dan kemudian mengkonstuksikannya dalam rumusanrumusan masalah yang akan diteliti secara deskriptif-analitis yang bertujuan untuk menggambarkan putusan pengadilan dari pengembalian kerugian negara hasil tindak pidana korupsi dan dianalisa menggunakan Undang-undang dan Peraturan terkait pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Analisis dengan membandingkan data yang diperoleh melalui bahan hukum primer yaitu Peraturan Perundangundangan mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan bahan hukum sekunder yaitu Putusan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembalian kerugian negara hasil dari tindak pidana korupsi belum efektif. Total kerugian negara dari 3 Putusan yang diteliti adalah sebesar Rp 27.737.325.000 (dua puluh tujuh miliar tujuh ratus tiga puluh tujuh juta tiga ratus dua puluh lima ribu rupiah), sedangkan total pengembalian kerugian negaranya hanya sebesar Rp 5.478.394.664 (lima miliar empat ratus tujuh puluh delapan juta tiga ratus sembilan puluh empat ribu enam ratus enam puluh empat rupiah). persentase dari efektivitas pengembalian kerugian negara dari ketiga studi kasus tersebut adalah 19,75 % hasil penelitian ini tidak jauh berbeda dari laporan Kejaksaan RI Tahun 2016, total pembebanan uang pengganti. Rp 26.055.995.222 (dua puluh enam miliar lima puluh lima juta sembilan ratus sembilan puluh lima ribu dua ratus dua puluh dua rupiah). jumlah uang pengganti yang telah selesai dibayarkan sebesar Rp 103.609.000 (seratus tiga juta enam ratus sembilan ribu rupiah) dari total 109 perkara tindak pidana korupsi yang dibebankan uang pengganti

Komersialisasi Pendidikan Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam

Alifiani Purwaningrum, Moh Sugeng Sholehuddin, Muhammad Hufron
Abstract: Artikel ini membahas tentang komersialisasi pendidikan di Indonesia mengacu pada dua situasi yang berbeda. Pertama, adanya lembaga pendidikan yang menawarkan program dan fasilitas berkualitas tinggi, namun dengan biaya pendidikan… endidikan yang sangat tinggi sehingga hanya dapat diakses oleh orang-orang kaya yang mempunyai kemampuan ekonomi. Kedua, adanya lembaga pendidikan yang lebih fokus memungut biaya pendidikan tinggi tanpa mengutamakan peningkatan mutu pendidikan. Dalam hal ini penulis akan mendalami pengertian komersialisasi pendidikan dan permasalahan komersialisasi pendidikan. Komersialisasi pendidikan atau komersialisasi pendidikan seringkali dikaitkan dengan kebijakan atau langkah yang memposisikan pendidikan sebagai sektor jasa yang diperdagangkan. Penulis menerapkan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini berparadigma kualitatif, sehingga secara historis pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, yaitu tidak melibatkan analisis data kuantitatif. Dari segi objek penelitian, penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian sejarah yang melibatkan analisis dokumen terstruktur. Penelitian ini berfokus pada kajian pemikiran seorang tokoh, yang didasarkan pada karya tulis yang dihasilkan oleh tokoh tersebut, seperti buku dan sumber informasi lainnya. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan pustaka, sehingga teknik dokumentasi menjadi pendekatan yang relevan. Melalui artikel ini penulis bermaksud menggali lebih dalam, hal ini bertujuan agar kita sebagai pelaku maupun korban dapat memahami permasalahan komersialisasi pendidikan, sehingga buku ini dapat menyikapinya dengan sebaik-baiknya. Komersialisasi pendidikan secara tidak langsung juga menimbulkan kesenjangan di antara pihak-pihak yang terlibat. bermodal dan pihak yang bermodal kecil. Hal ini sebagaimana diungkapkan Ivan Illlich dalam Benny Susanto (2005: 119), “komersialisasi pendidikan dianggap sebagai misi lembaga pendidikan modern untuk melayani kepentingan pemilik modal dan bukan sebagai sarana pembebasan bagi kaum tertindas”. Akibatnya, tidak tercapainya pendidikan yang humanis dalam proses pendidikan karena komersialisasi pendidikan, menurut Satriyo Brojonegoro, hanya bisa dinikmati oleh pihak-pihak tertentu yang mempunyai modal untuk mengakses pendidikan. (Hartini, 2011: 16).

Hubungan Waiting Time Dengan Kepuasan Pasien Di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabelota

Nur Intan Khairunnisaa, Surianto, Widyawaty Situmorang
Abstract: Salah satu bentuk mutu pelayanan yang sering dikeluhkan masyarakat adalah waktu tunggu (waiting time). Waiting time yaitu waktu tunggu yang dirasakan oleh pasien mulai dari masuk di IGD sampai di lakukan pemeriksaan oleh… dokter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan waiting time dengan kepuasan pasien di IGD RSUD Kabelota. Penelitian ini menggunakan desain analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien triage kuning dengan metode purposive sampling sebanyak 60 responden. Data waiting time diperoleh dengan cara observasi menggunakan lembar observasi dan metode check list dengan alat bantu stopwach, sedangkan untuk mengetahui kepuasan pasien didapatkan dengan cara memberikan kuesioner. Analisa data menggunakan Uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan dari 60 responden memiliki waiting time efektif berjumlah 43 responden (71,7%), dan waiting time tidak efektif  sebanyak 17 responden dengan (28,3%). Sebagian besar responden puas yaitu sebanyak 48 responsden (80,0%) dan sebagian kecil responden tidak puas yaitu 12 responden (20,0%). Hasil analisis bivariat dengan Uji Fisher Exact diperoleh terdapat Hubungan waiting time dengan kepuasan pasien di IGD RSUD Kabelota yaitu nilai p 0,027 > 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan waiting time dengan kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabelota. Saran kepada peneliti selanjutnya di harapkan depat melakukan penelitian lebih lanjut terkait waiting time dengan kepuasan pasien dengan menambahkan variabel, jumlah responden, dan menggunakan metode penelitian yang berbeda.