Search Articles & Publications

Showing 465 articles found for "Mendorong"

Eksplorasi Rajut Knitting Sebagai Perwujudan Ekonomi Kreatif

Desma Erica Maryati M., Hommy Dorthy Ellyany Sinaga, Elisabeth Nainggolan
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Tim Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Eka Prasetya ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik knitting sebagai salah satu bentuk ekonomi kreatif kepada Komunitas Rajuters Medan.… Teknik knitting dipilih karena potensinya dalam menghasilkan produk kreatif berkualitas tinggi dengan nilai estetika dan komersial yang signifikan. Pelatihan dilaksanakan selama dua bulan dengan pertemuan sekali seminggu, mencakup pengenalan alat, jenis-jenis benang, teknik dasar knitting (knit dan purl), serta proyek pembuatan syal. Peserta yang terdiri dari ibu-ibu dengan latar belakang hobi merajut crochet berhasil menguasai teknik knitting dan menyelesaikan proyek akhir berupa syal. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga membuka peluang wirausaha dan memberikan manfaat kesehatan melalui aktivitas merajut. Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat mendorong pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia melalui seni rajutan handmade yang bernilai tinggi.

Mencetak Generasi Muda Muslim yang Moderat: Implementasi Pendidikan Agama Islam Inklusif di Ponpes An Nahdlah

Akramunnisa, Nur Amalia
Abstract: Program pengabdian bertema "Mencetak Generasi Muda Muslim yang Moderat: Implementasi Pendidikan Agama Islam Inklusif di Ponpes An Nahdalah Makassar" bertujuan untuk membentuk generasi Muslim yang memiliki sikap moderat melalui… elalui pendekatan pendidikan agama yang inklusif. Pelaksanaan program ini meliputi pelatihan bagi ustaz dan ustazah tentang konsep moderasi dalam Islam, kegiatan dialog lintas agama, serta keterlibatan santri dalam aktivitas sosial bersama komunitas lintas agama. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan penerapan nilai-nilai moderasi di kalangan santri dan pengajar. Para santri menjadi lebih aktif dalam diskusi, berpikir kritis, serta menunjukkan sikap yang lebih toleran terhadap perbedaan. Tantangan utama yang dihadapi adalah resistensi dari sebagian kecil santri dan pengajar serta keterbatasan waktu, namun pendekatan yang inklusif terbukti efektif dalam memperkenalkan moderasi beragama. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi pesantren lain yang ingin mengadopsi pendekatan serupa, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong sikap moderat dan toleransi di kalangan generasi muda Muslim.

Pengembangan Kreativitas Melalui Pelatihan Buket Kawat Bulu Untuk Siswa Kelas 6 SD Negeri Sumurboto

Ghifarina Izza Hafida Milla, Muhammad Fadhil Wathani, Nova Hikayatul Asiroh, Irfan Maulana Ahmad, Puji Lestari
Abstract: Kreativitas berperan penting dalam memfasilitasi ekspresi diri dan memberikan kepuasan pribadi, terutama bagi anak-anak yang merupakan masa depan bangsa. Pengembangan kreativitas sejak usia dini sangatlah penting. Penelitian… tian ini fokus pada pelatihan pembuatan buket dari kawat bulu (pipe cleaner) di SD Negeri Sumurboto, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kreativitas siswa kelas 6. Metode pelatihan yang digunakan bersifat kualitatif, dengan pendekatan terstruktur dan terorganisir, dilakukan pada 25 Juli 2024. Pelatihan ini melibatkan 56 siswa yang dibagi menjadi 14 kelompok, dengan setiap kelompok didampingi oleh anggota tim pengabdian. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik pembuatan buket bunga dari kawat bulu sebagai sarana peningkatan kreativitas. Alat dan bahan yang digunakan meliputi kertas cellophane, floral foam, tusuk sate, kawat bulu, selotip, pita, gunting, dan lem tembak. Proses pelatihan mencakup pembuatan pola bunga dari kawat bulu, perakitan dengan tusuk sate, wrapping dengan kertas cellophane, dan penyelesaian dengan pita. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa siswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan yang tinggi, kemampuan mereka dalam merancang dan menciptakan karya seni meningkat. Program ini tidak hanya mendorong kreativitas siswa tetapi juga menyediakan bekal keterampilan yang dapat diterapkan dalam peluang usaha di masa depan. Melalui pelatihan ini, diharapkan siswa dapat menyalurkan ide-ide kreatif mereka secara efektif dan memperoleh keterampilan baru yang berharga untuk perkembangan pribadi dan profesional mereka.

Pemberdayaan Masyarakat Taat Hukum Dalam Membuat Sertifikat Halal Bagi Umkm Di Kecamatan Batam Kota, Kota Batam

Mulyanto
Abstract: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Batam Kota, Kota Batam terhadap pentingnya sertifikasi halal sebagai bagian… an dari kepatuhan hukum dan jaminan kualitas produk. Sertifikat halal menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk di pasar lokal maupun internasional, terutama di tengah semakin tingginya tuntutan konsumen terhadap kehalalan produk yang dikonsumsi. Program ini dirancang untuk memberdayakan pelaku UMKM melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan teknis dalam proses pengurusan sertifikat halal. Kegiatan dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak terkait seperti lembaga sertifikasi halal, dinas perindustrian, serta praktisi hukum yang kompeten dalam bidang halal dan regulasi UMKM. Metode pelaksanaan program mencakup tiga tahap utama: (1) sosialisasi mengenai urgensi dan manfaat sertifikasi halal, (2) pelatihan prosedur teknis dan regulasi yang harus dipenuhi untuk mendapatkan sertifikasi, dan (3) pendampingan langsung bagi UMKM yang ingin mengajukan sertifikat halal. Peserta program juga diberikan akses informasi terkait persyaratan administrasi, persiapan dokumen, serta konsultasi berkelanjutan selama proses sertifikasi. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman di kalangan pelaku UMKM tentang pentingnya sertifikat halal dan bagaimana prosedur pengurusannya. Selain itu, beberapa UMKM telah berhasil mengajukan permohonan sertifikat halal setelah mengikuti program ini. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran hukum di kalangan pelaku UMKM serta mendorong mereka untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas produk agar lebih kompetitif di pasar yang lebih luas. Ke depan, diharapkan semakin banyak UMKM di Batam Kota yang memiliki sertifikat halal, sehingga dapat memperluas akses pasar dan memberikan jaminan kepercayaan bagi konsumen.

Pelatihan Bahasa Inggris Untuk Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Personel Wing Udara 2 Puspenerbal

Budianto, Suhartawan, Pasopati, Rommel Utungga, Simanjuntak, Nensy Megawati, Tobing, Victor Maruli Tua L.
Abstract: Tulisan ini memaparkan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan kepada personel Wing Udara 2 Puspenerbal dalam bentuk pelatihan Bahasa Inggris. Penguatan kemampuan Bahasa Inggris diperlukan untuk mendorong tiap personel… l Wing Udara 2 Puspenerbal memahami struktur bahasa asing baik dalam konteks tertulis maupun lisan. Dengan demikian, pelatihan bahasa Inggris tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan berbahasa asing, namun juga mendorong kemandirian dan kepercayadirian yang lebih baik. Aspek hard skill pun dapat diperkuat melalui peningkatan soft skill. Hal tersebut dilakukan terutama dalam mendorong partisipasi aktif para personel dalam memelajari, memahami, dan mempraktikkan bahasa asing sesuai dengan perkembangan zaman secara efektif, efisien, dan relevan.

Workshop Pentingnya Tata Kelola Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SMK Negeri 3 Medan

Deliyanti Simbolon, Dita Sayidina Harahap, Dian Setyorini, Fenny Afrida, Lisa Elianti Nasution, Isra Rafika Sihombing
Abstract: Pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada workshop pentingnya tata kelola untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMK Negeri 3 Medan. Penentuan workshop ini dilatar belakangi oleh kurangnya tata kelola saran dan prasarana… sarana sehingga rendahnya kualitas lulusan. Dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan melalui programtata kelola, maka diperlukan kegiatan – kegiatan yang mendorong peningkatan tata kelola untuk menciptakan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya yang nyata. Salah satu kegiatan yang diadakan di SMK Negeri 3 Medan yang berlokasi di Jl. STM No.12B, Sitirejo II, Kec. Medan Amplas, Kota Medan adalah mengadakan workshop pentingnya tata kelola. Pengadaan kegiatan workshop ini juga menunjukkan bahwa pihak sekolah bertujuan menciptakan mutu pendidikan di SMK Negeri 3 yang lebih baik lagi, dengan meningkatkan tata kelola yang ada disekolah tersebut mulai dari tata kelola pengadaan buku serta sarana dan prasarana yang digunakan siswa- siswi untuk praktek. Dimana jika ditinjau dari sarana prasarana yang cukup memadai mampu meningkatkan mutu pendidikan dan mengeluarkan lulusan yang lebih berkualiatas. Target luaran yang akan dihasilkan dari PKM ini adalah berupa transfer pengetahuan mengenai tata kelola yang diterapkan SMK Negeri 3 Medan. Selain itu, kegiatan PKM ini juga diharapkan mampu mengembangkan mutu pendidikan SMK Negeri 3 Medan terhadap lulusan yang dihasilkan mendatang. Metode pelaksanaan kegiatan adalah melakukan interview, studi literatur yang relevan, menyusun rencana kegiatan pendampingan, pelaksanaan kegiatan PKM, evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan ini adanya peningkatan lulusan berkualitas. Dari kegiatan workshop, para guru dan pihak sekolah menyadari pentingnya tata kelola untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Sukowono

Yasir, Ahmad, Fajar Ghazali
Abstract: Badan Usaha Milik Desa sebagai instrumen otonomi desa maksudnya adalah untuk mendorong pemerintah desa dalam mengembangkan potensi desanya sesuai dengan kemampuan dan kewenangan desa, sedangkan sebagai instrumen kesejahteraan… eraan masyarakat yakni dengan melibatkan masyarakat didalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa serta sebagai sebuah program yang dirancang oleh pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang lebih baik. Cara kerja Badan Usaha Milik Desa adalah dengan jalan menampung kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat dalam sebuah bentuk kelembagaan atau badan usaha yang dikelola secara profesional, namun tetap bersandar pada potensi asli desa sesuai dengan kemampuan dan kewenangan desa.  Badan Usaha Milik Desa merupakan sebuah lembaga yang hadir di tengah masyarakat yang sudah berbadan hukum. Lahirnya Badan Usaha Milik Desa didasari oleh undang-undang dan peraturan-peraturan diantaranya:  • Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa Pasal 87 sampai dengan 90. • Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro. • Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi republik Indonesia Nomor 4 tahun 2015 tentang pendirian, Pengurusan Dan Pengelolaan, Dan Pembubaranbadan Usaha Milik desa Pasal 23 (1) BUMDesa dapat menjalankan bisnis keuangan (financial business) yang memenuhi kebutuhan usaha-usaha skala mikro yang dijalankan oleh pelaku usaha ekonomi Desa. (2) Unit usaha dalam BUMDesa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat memberikan akses kredit dan peminjaman yang mudah diakses oleh masyarakat Desa. Kemudian dengan adanya landasan hukum tersebut, maka desa dapat membentuk badan usaha milik desa yang disebut Badan Usaha Milik Desa. Badan Usaha Milik Desa adalah sistem kegiatan perekonomian masyarakat dalam skala mikro desa yang dikelola oleh masyarakat bersama pemerintah desa dan pengelolaannya terpisah dari kegiatan pemerintahan desa. Badan Usaha Milik Desa selanjutnya dibentuk dengan mendayagunakan segala potensi ekonomi, kelembagaan, serta potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di bidang ekonomi. Pendirian Badan Usaha Milik Desa dimaksudkan sebagai upaya menampung seluruh kegiatan di bidang ekonomi dan atau pelayanan umum yang dikelola oleh desa.  Program BUMDES merupakan nawa kerja (agenda prioritas) dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi dengan nama agenda yaitu Pembentukan dan pengembangan 5.000 BUMDES. BUMDES di definisikan oleh Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 sebagai badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan dan usaha lain yang secara luas untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat desa.

Rancang Bangun Aplikasi Data Rekapitulasi Skor Siswa Pada Lembaga SMK Ibrahimy Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo  Banyuwangi Berbasis Web Dengan Menngunakan Php Dan MySql

Miftahul Horri, Fajri Yanto
Abstract: Di era modern ini, perkembangan teknologi informasi telah mengalami kemajuan pesat, yang ditandai dengan semakin meningkatnya penggunaan komputer dan internet di kalangan masyarakat. Perkembangan ini mendorong masyarakat… untuk beralih dari metode konvensional ke metode yang lebih cepat, efektif, efisien, dan akurat dengan menggunakan teknologi komputer. Penggunaan komputer tidak hanya terbatas pada kalangan umum, tetapi juga telah meluas ke berbagai instansi, termasuk lembaga pendidikan. Penelitian ini dilakukan di SMK Ibrahimy Miftahul Ulum, sebuah lembaga yang berada di bawah naungan pondok pesantren di Bengkak Wongsorejo, yang memisahkan kelas putra dan putri. Selama proses observasi dan partisipasi dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), ditemukan beberapa kendala terkait dengan absensi siswa. Salah satu masalah utama adalah kurangnya tindak lanjut mengenai daftar hadir siswa, terutama dalam hal pengelolaan skor positif dan negatif bagi siswa yang tidak hadir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah-masalah tersebut serta memberikan solusi yang lebih efektif untuk meningkatkan kedisiplinan dan kehadiran siswa.

Perancangan Sistem Informasi Geografis Pemetaan Peninggalan Belanda Di Kota Padang

restu, restu, Melladia, Melladia
Abstract: Abstract: Padang City holds various historical relics from the Dutch colonial era, which possess significant historical value and high tourism potential. However, information regarding the locations and descriptions of these… hese relics is still scattered and difficult to access in an integrated manner. This study aims to design and implement an Android-based Geographic Information System (GIS) that presents an interactive map containing the locations, descriptions, and photos of the heritage sites, along with a regional filter feature to facilitate navigation. The development process began with data collection from the Tourism Office and field observations, followed by map processing in ArcMap, publication to ArcGIS Online, and the creation of an Android application using ArcGIS Maps SDK and Jetpack Compose. Integration with a MySQL database allows the automatic display of location points on the map. The implementation results show that the application can display 33 heritage site points in three districts of Padang City, complete with descriptions, photos, district filters, and Web Map integration. Testing demonstrated that the application runs smoothly, is informative and interactive, and can support cultural preservation efforts while encouraging interest in historical tourism in Padang City. Keywords: geographic information system; dutch heritage; arcgis; android; padang city. Abstrak: Kota Padang menyimpan berbagai peninggalan bersejarah dari masa kolonial Belanda yang memiliki nilai sejarah dan potensi wisata tinggi. Namun, informasi mengenai lokasi dan deskripsi peninggalan tersebut masih tersebar dan sulit diakses secara terpadu. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis Android yang menyajikan peta interaktif berisi lokasi, deskripsi, foto peninggalan, serta dilengkapi fitur filter wilayah untuk memudahkan penelusuran. Proses pengembangan diawali dengan pengumpulan data dari Dinas Pariwisata dan observasi lapangan, dilanjutkan dengan pengolahan peta di ArcMap, publikasi ke ArcGIS Online, serta pembuatan aplikasi Android menggunakan ArcGIS Maps SDK dan Jetpack Compose. Integrasi dengan basis data MySQL memungkinkan penampilan titik lokasi secara otomatis pada peta. Hasil implementasi menunjukkan aplikasi mampu menampilkan 33 titik peninggalan di tiga kecamatan di Kota Padang, lengkap dengan deskripsi, foto, filter kecamatan, dan integrasi Web Map. Hasil pengujian membuktikan aplikasi berjalan lancar, informatif, dan interaktif sehingga dapat mendukung upaya pelestarian budaya, dan mendorong peningkatan minat wisata sejarah di Kota Padang. Kata kunci: sistem informasi geografis; peninggalan belanda;arcgis; android; kota padang

PENGEMBANGAN SISTEM GIS UNTUK MENGIDENTIFIKASI UMKM YANG TERSERTIFIKASI HALAL DI KABUPATEN ASAHAN

Lubis, Syafaat Sufi, Zikra Syah, Arridha, Maulana, Cecep
Abstract: Abstract: In today's digital era, the need for fast and accurate information is very important, especially for the Muslim community in ensuring the halalness of the products consumed. Asahan Regency has many MSMEs that do… o not all have halal certification, making it difficult for the public to identify products that comply with Islamic law. This study aims to develop a web-based Geographic Information System (GIS) that is able to map MSMEs that have been halal certified in the Asahan Regency area. This system is designed using the PHP programming language, MySQL database, and CodeIgniter framework. The research methodology used is qualitative with a literature study approach, interviews, and observations. In the system that is built, users can see the location of MSMEs interactively through a digital map, as well as information related to products and halal status. The implementation results show that this system makes it easier for the Ministry of Religion to manage halal MSME data and helps the public access this information effectively. This system is expected to be an innovation that increases public trust in halal products, and encourages MSME actors to immediately take care of halal certification. In addition, this GIS supports transparency, education, and public services in the halal economy sector at the local level. Keywords: UMKM; halal certification; geographic information system; mapping Abstrak: Di era digital saat ini, kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat sangat penting, terutama bagi masyarakat Muslim dalam memastikan kehalalan produk yang dikonsumsi. Kabupaten Asahan memiliki banyak UMKM yang belum seluruhnya memiliki sertifikasi halal, sehingga menyulitkan masyarakat untuk mengidentifikasi produk yang sesuai syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web yang mampu memetakan UMKM yang telah tersertifikasi halal di wilayah Kabupaten Asahan. Sistem ini dirancang dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, basis data MySQL, dan framework CodeIgniter. Metodologi penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan studi literatur, wawancara, dan observasi. Dalam sistem yang dibangun, pengguna dapat melihat lokasi UMKM secara interaktif melalui peta digital, serta informasi terkait produk dan status kehalalan. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem ini memudahkan Kementerian Agama dalam mengelola data UMKM halal dan membantu masyarakat dalam mengakses informasi tersebut secara efektif. Sistem ini diharapkan dapat menjadi inovasi yang meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk halal, serta mendorong pelaku UMKM untuk segera mengurus sertifikasi halal. Selain itu, SIG ini mendukung transparansi, edukasi, dan pelayanan publik dalam sektor ekonomi halal di tingkat lokal. Kata kunci: UMKM; sertifikasi halal; sistem informasi geografis; pemetaan