Abstract:Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui manajemen pemanfaatan sumber daya ikan gabus (Channa striata) melalui diversifikasi produk kerupuk berbasis rumah tangga, mengetahui kendala yang dihadapi dalam pengelolaan usaha…
kerupuk ikan berbasis rumah tangga dan mengetahui peluang pengembangan usaha kerupuk ikan gabus dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Metode yang digunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukan pemanfaatan ikan gabus (Channa striata) di Kabupaten Merauke masih dilakukan secara sederhana dan lebih banyak dijual dalam bentuk segar sehingga nilai tambah ekonominya belum optimal. Diversifikasi produk melalui pengolahan kerupuk berbasis rumah tangga terbukti dapat meningkatkan nilai jual, memperpanjang daya simpan, serta menambah pendapatan masyarakat. Selain itu, usaha kerupuk ikan gabus memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengelolaan sumber daya perikanan yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Merauke. Hasil temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan mengenai potensi pemanfaatan ikan gabus, strategi pengolahan produk bernilai tambah, serta kontribusinya terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.
Abstract:Peneltian tentang Sistem Absensi Berbasis Digital Dalam Meningkatkan Disiplin Pegawai Pada Dinas Pendapatan Daerah Bagian Sekretariat Kabupaten Merauke bertujuan untuk Mendeskripsikan sistem absensi berbasis digital dalam…
m meningkatkan disiplin kerja di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Merauke Bagian Sekretariat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif eksploratif dan sistem pengumpulan data dengan melakukan observasi dan wawancara. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Dinas Pendapatan Daerah menerapkan sistem absensi digital dengan menggunakan aplikasi E-NTAGO. Penerapan sistem absensi berbasis digital dalam hal ini aplikasi E-NTAGO di Dinas Pendapatan Daerah Bagian Sekretariatan Kabupaten Merauke terbukti meningkatkan kedisiplinan pegawai, khususnya dalam hal ketepatan waktu hadir dan pulang. Sistem absensi berbasis digital mempermudah proses pencatatan kehadiran secara otomatis dan akurat, sehingga meminimalkan kecurangan serta meningkatkan akuntabilitas karena Adanya pengawasan real-time melalui sistem digital menciptakan efek psikologis yang mendorong pegawai untuk lebih bertanggung jawab terhadap jadwal kerja mereka, dan adanya efisiensi administrasi karena data kehadiran dapat langsung digunakan untuk kebutuhan evaluasi kinerja dan penggajian. Hasil darti temuan ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai melalui pemanfaatan teknologi dan menjadi dasar untuk menyusun kebijakan kepegawaian yang lebih berbasis data dengan memanfaatkan sistem E-NTAGO di lingkungan Pemerintahan
Abstract:Penelitian Eksplorasi peran aplikasi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja di Sekretariat Daerak Kabupaten Merauke berujuan untuk Mendeskripsikan kontribusi SRIKANDI dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas…
tas kerja serta hambatan yang di hadapi di Sekretariat Daerah Merauke. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan peneliian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif, dengan melakukan pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah aplikasi SRIKANDI memberikan kontribusi dalam meningkatakan efisiensi dan efektivitas kerja pegawa di Sekretariat Daerah Kabupaten Merauka. Dengan penerapan aplikasi SRIKANDI mempercepat proses pencatatan, pencarian, dan distribusi dokumen antar unit kerja. Dan prosedur birokrasi menjadi lebih sederhana dan transparan, selain itu penelusuran arsip menjadi lebih akurat serta keamanan dari arsip juga terjaga. Namun yang menjadi kendala dalam penerapan aplikasi SRIKANDI adalah Infrastruktur dan sumber daya manusia, yakni iinternet tidak stabil (sering mengalami gangguan) dan sebagian pegawai yang belum terbiasa dengan teknologi digital. Hasil dari Eksplorasi Peran Aplikasi Srikandi dalam Meningkatkan Efisien dan Efektivitas Kerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Merauke diharapkan dapat menjadi referensi serta gambaran nyata kepada instansi pemerintahan mengenai efektivitas penggunaan aplikasi Srikandi dalam meningkatkan kinerja administrasi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem absensi online E-NTAGO dalam memonitor kehadiran dan meningkatkan produktivitas kerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke. Metode yang digunakan adalah…
h pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif, dengan pengumpulan data melalui observai, wawancara dan studi leteratur. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem absensi online (E-NTAGO) memberikan dampak positif dalam meningkatkan kedisiplinan dan produktivitas kerja pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke. 87% pegawai menyatakan E-NTAGO memudahkan proses absensi, data kehadiran lebih akurat dan real-time dan Sistem GPS dan QR Code dan 65% pegawai merasa lebih disiplin karena absensi dicatat secara otomatis dan terpantau, Produktivitas meningkat karena adanya transparansi dan akuntabilitas. Namun, beberapa kendala teknis seperti sinyal internet yang tidak stabil serta keterbatasan perangkat masih menjadi tantangan. Sumber daya manusia juga merupakan tantangan dalam penerapan sistem E-NTAGO karena beberapa pegawai kurang familiar dengan teknologi mengalami kesulitan dalam menerapkan sistem E-NTAGO. Hasil temuan ini diharapkan dapat dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan yang berkaitan dengan penerapan sistem E-NTAGO.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen dalam membeli produk susu SGM di pasar modern kota Jayapura. Perilaku konsumen yang mempengaruhi keputusan pembelian produk susu SGM, kualitas dan tempat jual…
produk susus SGM mempengaruhi perilaku konsumen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif, dengan pengumpulan data melalui observai, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian adalah kombinasi dari harga yang terjangkau, kepercayaan konsumen terhadap merek dan persepsi kualitas produk, serta keyakinan personal orang tua terhadap pentingnya nutrisi anak, terutama kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak dan kecocokan anak terhadap produk. Selain itu saluran distribusi seperti supermarket, minimarket yang mendukung kemudahan aksesibilitas, ketersediaan produk dan kenyamanan konsumen, yang menjadi nilai tambah dalam perilaku pembelian. Dengan demikian, strategi pemasaran produk susu SGM yang mengombinasikan pendekatan emosional (emosi orang tua terhadap tumbuh kembang anak) dan rasional (harga dan kualitas gizi) terbukti efektif dalam membentuk dan mempertahankan perilaku pembelian konsumen di pasar modern. Hasil temuan ini diharapkan dapat dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan pada yang berkaitan langsung dengan pemasaran susu SGM.
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan partisipasi dan penyusunan anggaran pada Badan Pengelola Perbatasan Daerah di Kabupaten Merauke. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian…
deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan gambaran secara sistematis, aktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki mengenai Partisipasi Dan Transparansi Penyusunan Anggaran Pada Badan Pengelola Perbatasan daerah Kabupaten Merauke. Hasil penelitian menyimpulkan dari 12 ( dua belas ) responden bahwa adanya partisipasi dan transparansi dalam penyusunan anggaran pada Badan Pengelola Perbatasan daerah Kabupaten Merauke antara lain ketika pembahasan tentang anggaran melibatkan pimpinan dan para staf terkait dengan plafom anggaran. Keterlibatan pimpinan dan staf dalam penyusunan anggaran berdasarkan tugas, fungsi serta kewenagan dari nasing-masing bidang dari awal penyusunan program kerja sampai dengan penggunaan anggaran
Abstract:The advancement of digital technology and the transformation of the labor market require vocational high schools (SMKs) to produce graduates who are not only technically competent but also proficient in twenty-first-century…
ury skills. The Office Management and Business Services (MPLB) program requires a quality assurance system capable of supporting the development of critical thinking, creativity, communication, and collaboration skills. This study aims to analyze the implementation of the quality assurance system in SMKs within the MPLB program, examine efforts to strengthen twenty-first-century skills, and identify challenges encountered in its implementation. A descriptive qualitative approach was employed in four public vocational high schools in the Special Region of Yogyakarta through interviews and document analysis. The findings reveal that the quality assurance system is implemented through the evaluation of educational report cards, program monitoring, curriculum alignment with business and industrial partners (DUDIKA), and the strengthening of a school quality culture. The development of twenty-first-century skills is promoted through active and industry-based learning approaches, including Project-Based Learning, Problem-Based Learning, Teaching Factory, and student-centered learning. However, implementation continues to face challenges, including suboptimal coordination, limited teacher competencies, inadequate technological facilities, and insufficient industrial and financial support. The novelty of this study lies in integrating the quality assurance system with the development of twenty-first-century skills specifically within the MPLB program, positioning educational quality not merely toward compliance with standards but also toward the formation of adaptive and work-ready graduates.
Abstract:This study was motivated by the low level of professional competence among elementary school teachers despite the fact that most teachers have obtained certification and adequate academic qualifications. Curriculum changes,…
es, advances in educational technology, and the demands of 21st-century learning require teachers to possess adaptive, reflective, and collaborative professional competencies. The research problem focused on the influence of reflective practice and best practice on the professional competence of teachers at A-accredited public elementary schools in Cilegon City. The study employed a quantitative approach with a causal-comparative design involving 105 teachers selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using Likert-scale questionnaires and analyzed through multiple linear regression using EViews 12. The results revealed that reflective practice had a positive and significant effect on teachers’ professional competence, with a t-value of 4.697 and a significance value of 0.000. Best practice also demonstrated a positive and significant effect, with a t-value of 5.065 and a significance value of 0.000. Simultaneous testing indicated that reflective practice and best practice jointly had a significant effect on teachers’ professional competence, with an F-value of 43.72 and a coefficient of determination of 52.2%. The findings confirm that reflective and collaborative cultures are capable of improving teachers’ professional quality continuously through learning evaluation, sharing teaching experiences, and developing innovative instructional strategies. The novelty of this study lies in the simultaneous examination of reflective practice and best practice through a quantitative approach within the context of A-accredited public elementary schools in Cilegon City. The findings also demonstrate that best practice exerts a greater influence than reflective practice on the professional competence of elementary school teachers.
Abstract:Vocational education requires teachers with optimal performance in order to produce graduates who are competent and prepared to face the demands of the workforce. Teacher performance is influenced by various factors, including…
luding principal leadership and teacher workload, both of which are directly related to the implementation of instructional duties and school administration. This study focuses on the influence of principal leadership on teacher performance, the influence of teacher workload on teacher performance, and the simultaneous influence of both variables on teacher performance at SMKN 1 Puloampel. The study employed a quantitative method with a descriptive survey approach involving 55 teachers selected through a total sampling technique. Data were collected through observation and questionnaire distribution using a Likert scale and were subsequently analyzed using the t-test and F-test with the assistance of IBM SPSS Statistics 24.0. The findings revealed that principal leadership did not have a positive and significant effect on teacher performance, whereas teacher workload had a positive and significant effect on teacher performance. Simultaneous testing further indicated that principal leadership and teacher workload collectively did not exert a significant effect on teacher performance. These findings demonstrate that teacher performance is more strongly influenced by internal factors such as professional competence, work motivation, teaching experience, and task management abilities. The novelty of this study lies in the finding that a proportionally organized teacher workload is capable of enhancing teachers’ discipline, responsibility, and work effectiveness, while principal leadership has not yet demonstrated a significant influence on teacher performance within the vocational school environment. This study contributes to the development of vocational education management through the strengthening of teacher professionalism and balanced workload management.
Abstract:This research aims to assess the content validity of the instrument used to measure Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) in prospective chemistry teachers. The evaluation encompasses a thorough analysis of…
the instrument's alignment with the knowledge domains being measured, ensuring that the instrument covers key aspects of TPACK that are relevant to the context of teaching chemistry. Content validity reflects the representation and relevance of a set of items used to measure a concept carried out through rational analysis of the contents of the test through an expert panel assessment. This validity refers to the accuracy of the measurement based on the contents of the instrument to ensure that the scale of the items used has fulfilled the entire concept of the item or the suitability of the item. The instrument used in this study was assessed by nine validators consisting of two chemistry education experts and seven chemistry teachers. The assessment is done by determining the appropriateness or relevance of the test contents to be used through rational analysis by a competent panel or through expert judgment. The instrument validations in this study were 20 multiple choice questions. The assessment is done by giving a score of 1-4 on each item. This research is a quantitative descriptive study using Rasch model analysis. The analysis showed that the exact agreement was 71.4% and the expected agreement was 73.8%. Based on measurements showing relevant items in this research instrument, there are 17, among others number 1, 10, 11, 14, 5, 8, 19, 20, 18, 3, 6, 12, 13, 15, 17, 4 and 9. While there are 3 items that are irrelevant and need to be corrected, including number 16, 2 and 7.