Search Articles & Publications

Showing 2421 articles found for "Salah"

Penerapan Rekayasa Nilai pada UMKM Meubel Pak Budiono untuk Peningkatan Efisiensi dan Daya Saing

Rizqi, Asyrafi Muyassari, Amanda, Zahra Nurul, Solihin, Shesa Fadhila, Wijayanti, Nyoman Okta, Pardede, Yolanda Laurenzia, Simanjuntak, Mikhael Fernando Halomoan, Ginting, Ferdinan Juarta, Wahyudi, Rizqi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Value Engineering sebagai upaya optimalisasi biaya produksi dan peningkatan nilai produk pada UMKM meubel milik Pak Budiono di Bandar Lampung. Persaingan industri… tri meubel yang semakin ketat serta keterbatasan sumber daya pada usaha kecil menimbulkan permasalahan efisiensi dalam penggunaan material, proses produksi, dan strategi pemasaran. Melalui penerapan tahapan rekayasa nilai, penelitian ini meninjau aspek fungsi, biaya, serta alternatif material dan proses yang dapat meningkatkan nilai produk tanpa mengurangi kualitas. Hasil menunjukkan bahwa penerapan Value Engineering pada UMKM Meubel Pak Budiono mampu meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitas. Berdasarkan data keuangan, omzet mingguan mencapai Rp10.000.000 dengan laba bersih sekitar Rp2.000.000 dan biaya tenaga kerja antara Rp800.000–Rp1.500.000 per orang. Melalui alternatif terbaik berupa pemasaran digital, simplifikasi desain, dan investasi mesin, diperoleh potensi peningkatan penjualan hingga 40%, efisiensi biaya tenaga kerja sebesar 20%, serta peningkatan kapasitas produksi hingga 50%. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar UMKM meubel menerapkan evaluasi berkala terhadap komponen biaya dan fungsi produk untuk memastikan keberlanjutan efisiensi serta peningkatan daya saing di pasar lokal maupun regional.

Penerapan Layanan Bimbingan Konseling Dalam Mengatasi Masalah Belajar dan Pribadi Siswa Di SMP Negeri 1 Karawang Timur

Muhammad Lutfi Ramdani, Inayah Thohiroh, Luthfiana Salwa Aulia, Maya Khoirunnisa, Nur Aini Farida
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan layanan bimbingan dan konseling (BK) dalam mengatasi masalah belajar dan pribadi siswa. Masalah belajar dan pribadi yang dialami siswa sering menjadi penghalang dalam… m pencapaian prestasi akademik dan perkembangan karakter yang optimal. Oleh karena itu, peran guru BK sangat penting dalam membantu siswa menghadapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru BK, observasi kegiatan layanan BK, serta dokumentasi pelaksanaan program BK di sekolah. Subjek penelitian meliputi siswa yang mengalami masalah belajar dan pribadi serta guru BK yang terlibat dalam proses pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan dalam berbagai bentuk, seperti bimbingan individu, bimbingan kelompok, konseling individu, serta layanan informasi. Strategi yang digunakan meliputi pendekatan preventif, kuratif, dan perkembangan. Layanan ini terbukti efektif dalam membantu siswa mengatasi kesulitan belajar seperti rendahnya motivasi, kesulitan memahami materi pelajaran, dan kurangnya kemampuan dalam manajemen waktu belajar. Di sisi lain, layanan ini juga membantu siswa mengatasi masalah pribadi seperti rendahnya kepercayaan diri, konflik dengan teman sebaya, serta tekanan dari lingkungan keluarga. Oleh karena itu, layanan BK memiliki peran yang sangat krusial dalam membantu siswa menghadapi tantangan-tantangan ini. Meskipun begitu,ada beberapa tantangan yang cukup besar seperti keterbatasan sumber daya rasio konselor yang tidak seimbang jika dibandingkan dengan jumlah siswa dan layanan yang ada lebih menekankan pada kasus yang telah terjadi. Untuk menangani masalah tersebut, sekolah menerapkan sistem kerja sma yang bertingkat antara guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK. Walaupun pelaksanaan layanan BK menghadapi tantangan terkait sumber daya dan kualifikasinya, fungsi BK yang bersinergi dapat memberikan dampak yang positif dalam membangun individu secara akademis, pribadi, dan sosial.

Analisis Kebutuhan Industri Terhadap Kemasan Plastik Biodegradable Untuk Produk Kopi Bubuk di Wilayah Lampung

Risma Widiastuti, Patria Insani, Sofy Eka Zalianti, Revita Nurfadhillah, Rahma Ismi Fadhillah, Alodia Gita Pratiwi, Nasywa Yasmin, Rizqi Wahyudi
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebutuhan industri dan persepsi konsumen terhadap penerapan kemasan plastik biodegradable sebagai solusi pengurangan limbah plastik pada produk kopi bubuk di wilayah Lampung. Pendekatan… endekatan yang digunakan bersifat kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 109 responden yang terdiri atas masyarakat umum, mahasiswa, dan pelaku usaha. Masalah pada penelitian ini adalah banyaknya sampah plastik yang dihasilkan dari kemasan kopi sachet yang sulit terurai sehingga menyebabkan pencemaran dah dapat merusak ekosistem. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan positif terhadap kemasan biodegradable dengan nilai rata-rata di atas 3 pada skala 4. Berdasarkan hasil relative weight dari perhitungan HOQ menunjukkan bahwa kemasan berlabel “Eco-Friendly” (33,9%) menjadi prioritas utama, diikuti riset pasar regional (27,1%), bahan biodegradable (16,3%), efisiensi biaya (17,6%), dan bioplastik berbasis pati (5%). Hasil ini menegaskan pentingnya menyeimbangkan aspek estetika, keberlanjutan, efisiensi biaya, dan relevansi pasar agar kemasan kopi bubuk biodegradable tetap menarik dan kompetitif. Faktor yang dianggap paling penting mencakup keamanan bahan, daya tahan kemasan, desain visual, serta kemampuan terurai alami. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar industri kopi di Lampung mengembangkan kemasan berbasis bioplastik pati yang aman, memiliki label “eco-friendly”, dan diproduksi secara efisien agar tetap kompetitif di pasar.

Self-Quality Time ala Emanuel Omedetho Jermias

Abdul Rahman
Abstract: Me time, atau waktu untuk diri sendiri, sering dianggap remeh oleh beberapa orang. Bahkan, ada yang mengira menghabiskan waktu sendiri adalah tanda kesepian atau tidak punya teman. Padahal, me time justru menjadi momen penting… enting untuk recharge energi, merenung, dan mengenal diri lebih dalam. Mengingat me time sangat penting bagi seseorang, maka artikel ini berupaya menelaah secara mendalam tentang praktek me time dari seorang pemuda berkepribadian introvert yang bernama Emanuel Omedetho Jermias. Permasalahan pokok yang hendak diungkan ialah bagaiaman cara Emanuel Omedetho Jermias melakukan me time. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitiatif. Jenisnya ialah life story sehingga data dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara secara mendalam kepada subjek penelitian dan dilengkapi dengan melakukan pengamatan terhadap buku-buku yang dimilikinya sebagai sarana utama ketika melakukan me time. Data yang terkumpul kemudian dianalisis berdasarkan konsep dan teori yang berkaitan dengan kepribadian. Selanjutnya data tersebut disajikan dalam bentuk narasi tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa me time dilakukan oleh Emanuel Omedetho Jermias, hampir setiap malam sekitar satu jam, setelah bercengkerama dengan Oma (Grand Mother). Adapun kegiatan yang dilakukan saat me time malam ialah membaca dan membersihkan rumah. Sementara me time siang hari dilakukan dengan cara berderma kepada orang papa. 

Fleksibilitas Peran Kesiswaan dalam Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP Al-Muslih Telukjambe

Sa'adah, Naila Waridatus, Ihsan, Fatihul Noer, Mustafidah, Hidayatul, Arrayyan, Muhammad Faisal, Farida, Nur Aini
Abstract: Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh, namun keterbatasan tenaga konselor di sejumlah sekolah menyebabkan fungsi layanan tersebut tidak optimal.… ptimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk fleksibilitas peran kesiswaan dalam mendukung pelaksanaan layanan BK di SMP Al-Mushlih Telukjambe, serta menganalisis mekanisme koordinasi dan dampaknya terhadap efektivitas layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kesiswaan, wali kelas, dan perwakilan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terbatas, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan BK di SMP Al-Mushlih Telukjambe dilakukan secara fleksibel dengan melibatkan bidang kesiswaan sebagai perpanjangan tangan guru BK. Kesiswaan berperan sebagai mediator konflik, pelaksana penanganan kasus bullying, penggerak perubahan perilaku, serta menjadi titik kontak utama siswa dalam menghadapi permasalahan. Fleksibilitas ini muncul karena kebutuhan sekolah untuk menutupi kekosongan peran konselor profesional, dan didukung oleh pendekatan emosional yang humanis serta penerapan prosedur disiplin yang jelas. Meskipun model ini efektif dalam menciptakan rasa aman dan keterbukaan siswa, tantangan tetap ada pada konsistensi perilaku siswa, pengaruh lingkungan pergaulan, serta keterbatasan ruang privat untuk konseling. Dengan demikian, fleksibilitas peran kesiswaan dapat menjadi strategi alternatif dalam mengoptimalkan layanan BK di sekolah dengan sumber daya terbatas, dengan catatan perlu adanya pelatihan dasar konseling bagi guru non-BK dan penyediaan fasilitas yang menjamin asas kerahasiaan layanan.

Perancangan Kemasan Paper Bowl Soto Berbahan Serat Bambu Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) pada UMKM Dapoer Mimi

Rifaldy, Alvin, Assidiqi, Zaky, wibowo, Daniel Bagus, Manggala, Widagdo Prayoga Manggala, Prawira, Muhammad Mirza Adi Nata, Pratama, Andhika Ramdhan, Sirait, Steve Zefanya Sirait, Wahyudi, Rizqi
Abstract: UMKM Dapoer Mimi menghadapi permasalahan pada kemasan take away makanan soto yang digunakan saat ini, yaitu desain yang kurang menarik, tidak ramah lingkungan karena berbahan plastik, serta kurang fungsional karena sering… g menyebabkan tumpah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kemasan paper bowl berbahan serat bambu yang mampu memenuhi harapan konsumen dan mengatasi kelemahan kemasan eksisting. Metode yang digunakan adalah Quality Function Deployment (QFD) untuk mentransformasi Voice of Customer (VOC) menjadi karakteristik teknis desain yang terukur melalui pembangunan House of Quality (HoQ). Hasil analisis HoQ menghasilkan spesifikasi teknis prioritas, yang meliputi: ketahanan suhu hingga 90°C (bobot 8%), ketebalan material 0,8–1,0 mm (bobot 6%), kandungan material daur ulang minimal 20% (bobot 11%), price premium justification (bobot 11%), serta desain yang memuat logo dan informasi produk yang jelas (bobot 6%). Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kemasan dengan spesifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif yang meningkatkan kepuasan konsumen, nilai jual, sekaligus memperkuat komitmen keberlanjutan bagi UMKM Dapoer Mimi.

Implementasi Layanan Bimbingan Dan Konseling Di SMA Negeri Telagasari

Koto, Ghefira Sakina Koto, Aulia Fitria, Elvira Rismaya Putri, Hilman Alifianda, Nur Aini Farida
Abstract: Implementasi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di SMAN 1 Telagasari dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak dalam mendampingi siswa menghadapi berbagai permasalahan pribadi, sosial, akademik maupun karier. Penelitian… ini bertujuan untuk bagaimana layanan Bimbingan Konseling (BK) di SMA Negeri 1 Telagasari, mencakup program yang berjalan, tantangan yang dihadapi, serta persepsi guru dan siswa terhadap layanan tersebut. Metode yang digunakan  adalah metode kualitatif dengan observasi langsung dan wawancara semi-terstruktur dengan guru BK serta dua orang siswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa layanan BK di SMA Negeri 1 Telagasari dilaksanakan secara sistematis melalui layanan konseling individu, konseling kelompok, layanan klasikal, konsultasi, mediasi, hingga kunjungan rumah. Program disusun dengan pola mingguan, bulanan, semesteran, dan tahunan. Guru BK berperan penting dalam mendampingi siswa mengatasi masalah pribadi, sosial, akademik, dan karir, serta bekerja sama dengan guru mata pelajaran, wali kelas, orang tua, dan pihak sekolah untuk mendukung keberhasilan layanan. Siswa memberikan persepsi positif terhadap peran BK, meskipun terdapat harapan agar layanan lebih interaktif, terbuka, dan relevan dengan generasi saat ini.Tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya serta dukungan dari pihak eksternal, termasuk orang tua. Kesimpulannya, layanan BK di SMA Negeri 1 Telagasari berperan signifikan dalam mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan karier siswa, namun masih perlu peningkatan kualitas dan penguatan kolaborasi agar lebih optimal. Pengimplementasian layanan bimbingan konseling di  SMA Negri 1 Telagasari Karawang dilandasi oleh kebutuhan nyata dalam bimbingan siswa agar mampu menghadapi berbagai permasalahan pribadi, sosial akademik, maupun karir yang mereka hadapi. Melalui layanan Bimbingan dan konseling, siswa mendapatkan ruang aman untuk menyampaikan keluhan mereka.  

Permasalahan Pendidikan di Tinjau Dari Kurikulum Pendidikan

Septa Sabbihisma, Yantoro, Hadiyanto, Eka Sastrawati
Abstract: Pendidikan merupakan pondasi penting dalam kemajuan dan perkembangan suatu negara. Melalui pendidikan, seseorang akan mengetahui berbagai macam ilmu pengetahuan lebih luas yang dapat berguna baginya untuk menuju masa depan.… an. Seiring perkembangan zaman, kurikulum di Indonesia terus mengalami perubahan, dari tahun 1947 hingga Kurikulum Merdeka saat ini, yang bertujuan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan IPTEK dan harapan masyarakat. Namun, perubahan yang sering ini justru menimbulkan permasalahan dan hambatan dalam proses pendidikan. Artikel ini bertujuan membahas permasalahan pendidikan di Indonesia yang ditinjau dari aspek kurikulum. Metode yang di gunakan adalah studi literatur seperti jurnal, buku, dan lain sebagainya. Hasil studi literatur yang didapatkan bahwa ada empat isu utama yang menghambat implementasi kurikulum yaitu infrasruktur pendidikan yang kurang memadai, ketidaksesuaian kurikulum dengan kebutuhan siswa, kurangnya kualitas/kompetensi tenaga pengajar dan beban materi yang terlalu padat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan langkah strategis yang komprehensif, seperti peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, penyusunan kurikulum yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, penguatan kompetensi tenaga pendidik melalui pelatihan berkelanjutan, serta penyederhanaan materi pembelajaran agar lebih fokus pada pencapaian kompetensi esensial. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat, diharapkan sistem pendidikan di Indonesia dapat lebih adaptif, berkualitas, dan mampu mencetak generasi yang unggul sesuai dengan tuntutan zaman.

Analisis Inovasi Desain Kemasan Untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Kebab: Studi Kasus Mecca Kebab

Derina, Naila Muthi, Syalsyaira, Mariska, Anissa, Dwi Nur, Tahara, Tanthia Putri, Zahradian, Asyifa, Sagala, Caren Foebe Ancilla, Bakara, Christ Yessi Marlina, Wahyudi, Rizqi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi desain kemasan sebagai strategi peningkatan daya saing UMKM, dengan studi kasus pada produk Mecca Kebab. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM tersebut terletak pada kemasan… masan yang kurang praktis, mudah rusak, dan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan konsumen dari segi higienitas serta kenyamanan penggunaan. Penelitian menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) untuk mengidentifikasi atribut kemasan yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Data diperoleh melalui kuesioner terbuka dan tertutup yang diolah menggunakan matriks House of Quality (HoQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,7% responden sangat setuju dan 38,7% setuju terhadap inovasi kemasan dengan lapisan anti-minyak dan desain sleeve khusus. Aspek kebersihan, kehigienisan, dan kenyamanan menjadi faktor dengan prioritas tertinggi, sedangkan daya tarik visual memiliki pengaruh paling rendah. Atribut teknis yang paling berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kemasan adalah desain ergonomis (34,50%) dan bahan kemasan (29,80%). Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan kemasan fungsional, higienis, dan praktis dapat meningkatkan citra serta daya saing produk UMKM di pasar yang kompetitif.

Penerapan Quality Function Deployment (QFD) dalam Pengembangan Produk Buket Artificial pada UMKM Bouquet Flower and Gift

Wijayanti, Nyoman Okta, Khairunnisa, Azizah, Sinulingga, Riska Cesarea Br, Purnamawanti , Jesica Dwi, Hadawiyah, Asyh, Putri, Rossa Amalia, Azzahra, Qori Sakura, Solihin, Shesa Fadhila, Wahyudi, Rizqi
Abstract: Perkembangan industri kreatif di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan, namun sebagian besar produk dekoratif seperti buket artificial masih menggunakan bahan sintetis yang sulit terurai sehingga menimbulkan masalah… ah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Quality Function Deployment (QFD) dalam mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan menerjemahkannya ke dalam karakteristik teknis produk buket artificial ramah lingkungan pada UMKM Bouquet Flower and Gift Sukarame, Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan pendekatan kualitatif untuk menggali voice of customer dan kuantitatif untuk menentukan prioritas pengembangan produk melalui matriks House of Quality (HoQ). Hasil analisis menunjukkan bahwa atribut layanan dengan skor tertinggi adalah Desain fungsional, Kepercayaan dan keberlanjutan, serta Kemudahan, masing-masing sebesar 20%, diikuti Layanan cepat dan komunikatif sebesar 19%, Produk berkualitas 12%, dan Ekonomis 8%. Nilai tertinggi pada kebutuhan konsumen diperoleh pada atribut Produk Cantik dan Unik sebesar 3,9%. Berdasarkan temuan tersebut, rekomendasi utama bagi UMKM adalah meningkatkan aspek kemudahan penggunaan, memperkuat keandalan layanan, serta memaksimalkan penggunaan bahan daur ulang agar produk lebih kompetitif dan berkelanjutan di pasar dekoratif lokal.