Search Articles & Publications

Showing 1740 articles found for "Ajar"

Pelatihan Perancangan Pembuatan Label Barcode Produk Pada Toko Aulia

Afdhal Syafnur, Rika Nofitri, Nofriadi, Nofriadi
Abstract: Pelatihan pembuatan label barcode adalah suatu program pelatihan yang dirancang untuk mengajarkan para karyawan toko tentang cara membuat label barcode untuk produk yang dijual. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan…  efisiensi dan efektivitas proses penjualan di toko,  karena label barcode dapat mempermudah proses identifikasi produk,  menghitung harga, dan pengurangan stok. Pelatihan ini mencakup berbagai topik, mulai dari pengenalan  tentang teknologi barcode, jenis-jenis barcode, cara membaca barcode,hingga teknik-teknik dasar pembuatan label barcode. Selain itu, pelatihan juga akan memperkenalkan software khusus untuk pembuatan label barcode dan memberikan kesempatan kepada para karyawan untuk berlatih langsung membuat label barcode dengan bantuan instruktur. Dalam pelatihan ini, para karyawan juga akan mempelajari pentingnya keakuratan dan konsistensi dalam pembuatan label barcode, serta bagaimana menghindari kesalahan yang dapat menyebabkan kerugian bagi toko. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para karyawan dalam membuat label barcode yang berkualitas dan akurat, sehingga dapat membantu toko meningkatkan efisiensi operasi dan memperbaiki pengalaman pelanggan.

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model PjBL Pada Materi Dekomposisi Siswa Kelas IV SDN 066666 Medan Denai

Sonia Dhelafani, Ramadhani Ramadhani, Umar Darwis
Abstract: Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi dekomposisi bilangan melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas IV UPT SDN 066666 Medan Denai. Subjek… ubjek penelitian adalah 28 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar siswa dari 46% pada pra-siklus menjadi 71% pada siklus I, dan meningkat menjadi 89% pada siklus II. Dengan demikian, penerapan model PjBL terbukti dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi dekomposisi bilangan. 

Implementasi Model Pembelajaran TOS (Teaching With Ordered Sequence Of Pictures) Gambar (Picture And Picture) Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas VII Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen

Miserikordias Domini Manurung, Bangun Munthe, Justinos Ray Nainggolan
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi model pembelajaran Tos (Teaching with Ordered Sequence of Pictures)  Gambar (picture and picture) terhadap peningkatan minat belajar Pendidikan Agama Kristen… en siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Uuan. Latar belakang penelitian ini adaah rendahnya minat belajar siswa yang disebabkan kurangnya inovasi guru daam menerapkan model pembelajaran, sehingga masih dominan menggunakan metode ceramah. Jenis penelitian ini adaah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasiona. Popuasi penelitian adaah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Uuan yang berjumlah 31 orang, sekaigus dijadikan sampel dengan teknik tota sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket tertutup dengan skaa Likert. Variabel bebas (X) adaah implementasi model pembelajaran Tos Gambar, sedangkan variabel terikat (Y) adaah minat belajar siswa. Anaisis data menggunakan uji vaiditas, reliabilitas, uji normaitas, koefisien korelasi, uji signifikansi, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran Tos Gambar berada pada kategori sangat berpengaruh, demikian pua minat belajar siswa juga berada pada kategori sangat berpengaruh. Uji korelasi diperoleh nilai r = 0,43 dengan koefisien determinasi sebesar 18,5%, yang berarti implementasi model pembelajaran Tos Gambar memberikan pengaruh terhadap peningkatan minat belajar siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.Dengan demikian dapat disimpukan bahwa penerapan model pembelajaran Tos Gambar berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Uuan.

Pengaruh Media Audio Visual Terhadap  Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Pembelajaran Matematika

Reni Tio Fransiska Samosir, Hetdy Sitio, Canni Loren Sianturi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran Audio Visual terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas IV di UPTD SD Negeri 122379 Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian&#8230; tian kuantitatif dengan “Pre-Experimental Design”bentuk one grup pre-test post-test yang dilaksanakan di UPTD SD Negeri 122379 Pematangsiatar pada siswa kelas IV dengan jumlah populasi 24 siswa dan sampel sebanyak 24 siswa. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan test sebanyak 2 kali yaitu pretest-posttest. Data diolah menggunakan teknik analisis statistik, dari hasil analisis data diperoleh taraf sinifikan 0,01 < probabilitas (0,05) dan thitung = 21,929 > ttabel =1,713 Maka disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti “Terdapat pengaruh Media Pembelajaran Audio Visual Terhadap hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran Matematika di UPTD SD Negeri 122379 Pematangsiantar

Peningkatan Hasil Belajar IPAS Melalui Model Problem Based Learning Pada Siswa Kelas V UPT SD Negeri 74 Bontorita II Kabupaten Takalar

Syarifah Nurhikmah, Muh. Riefal, Nadrah Nadrah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas V UPT SD Negeri 74 Bontorita II Kabupaten&#8230; en Takalar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas V, terdiri atas 8 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan pada tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aktivitas dan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model PBL. Rata- rata hasil belajar siswa meningkat dari 59,00 pada siklus I menjadi 85,00 pada siklus II, dengan ketuntasan belajar meningkat dari kategori rendah (40%) menjadi tinggi (85%). Aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dari 40,00% pada siklus I menjadi 71,11% pada siklus II. Dengan demikian, penerapan model Problem Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPAS siswa kelas V di UPT SD Negeri 74 Bontorita II Kabupaten Takalar

Akses Konten Edukasi Politik di Media Sosial dan Pengetahuan Politik Mahasiswa Generasi Z: Studi Deskriptif di Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Vesy Morayva Sitanggang, Freedom Kerenita Silalahi, Yosepvin Andika Simatupang, Jaja Geomaxi Saragih, Rikjon Damendra Purba, Roganda Immanuel Sianipar, Romauli Manurung
Abstract: Media sosial telah menjadi salah satu sumber utama informasi bagi generasi muda, termasuk dalam mengakses isu-isu politik. Di tengah meningkatnya arus informasi digital, konten edukasi politik di media sosial berpotensi&#8230; menjadi sarana pembelajaran politik bagi mahasiswa Generasi Z. Namun, kajian yang secara khusus membahas akses terhadap konten edukasi politik di media sosial dan pengetahuan politik mahasiswa dalam konteks perguruan tinggi lokal masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan akses terhadap konten edukasi politik di media sosial dan pengetahuan politik mahasiswa Generasi Z di Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur kepada 25 responden. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial yang paling banyak digunakan responden adalah Instagram (96%) dan TikTok (4%), dengan durasi penggunaan yang didominasi 1 jam per hari (72%). Namun, seluruh responden (100%) menyatakan sangat jarang atau tidak pernah mengakses konten edukasi politik di media sosial. Meskipun demikian, pengetahuan politik responden tampak relatif memadai. Temuan ini menunjukkan bahwa rendahnya akses terhadap konten edukasi politik di media sosial tidak selalu diikuti oleh rendahnya pengetahuan politik mahasiswa, sehingga pengetahuan politik mahasiswa diduga juga dipengaruhi oleh sumber pembelajaran lain di luar media sosial 

Pengaruh Nilai Micro Teaching Terhadap Kemampuan Mengajar Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas HKBP Nommensen

Lasma Siagian, Elisabeth Margareta, Dapot Tua Manullang, Netty Winda Sari Nababan
Abstract: Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks, yang terdiri dari beberapa komponen, diantaranya tujuan pembelajaran, materi ajar, model, metode, media, sumber pembelajaran, evaluasi, siswa, dan guru. Komponen pembelajaran&#8230; jaran tersebut memiliki keterkaitan antara yang satu dengan lainnya. Salah satu tantangan pendidikan di era digital adalah guru harus mampu mengkolaborasikan komponen pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Tentu ini juga menjadi tugas perguruan tinggi untuk mencetak alumni yang profesional dibidangnya. Mata kuliah micro teaching merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa. Dalam hal ini, micro teaching bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan kompetensi dasar mengajar sebagai bekal praktek mengajar di sekolah dalam program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL).Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besarpengaruh nilai micro teaching terhadap kemampuan mengajar Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa Program Studi Pendidikan ekonomi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis data statistik. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran angket kepada responden. Penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan luaran berupa artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi sehingga nantinya dapat bermanfaat bagi peneliti lainnya 

Implementasi Metode WASPAS Dalam Pemilihan Laptop untuk Mahasiswa

Akbar, Maulana, Nurlaila Sari, Sapriani Lubis
Abstract: Dalam dunia akademik, khususnya di jurusan Sistem Informasi, pemilihan laptop yang sesuai menjadi kebutuhan esensial guna menunjang kegiatan pembelajaran. Banyaknya pilihan laptop dengan spesifikasi dan harga yang sangat&#8230; bervariasi sering membingungkan mahasiswa dalam menentukan pilihan terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang membantu mahasiswa dalam memilih laptop berdasarkan kriteria objektif menggunakan metode Weighted Aggregated Sum Product Assessment (WASPAS). Metode ini menggabungkan pendekatan jumlah tertimbang (WSM) dan produk tertimbang (WPM), sehingga menghasilkan evaluasi yang lebih komprehensif. Kriteria yang digunakan meliputi harga, prosesor, RAM, dan kapasitas penyimpanan. Hasil akhir dari sistem menunjukkan bahwa laptop Compaq Presario memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,9341, sehingga direkomendasikan sebagai pilihan terbaik bagi mahasiswa. Dengan adanya sistem ini, mahasiswa dapat memperoleh referensi yang lebih akurat dan berbasis data dalam memilih laptop sesuai kebutuhan perkuliahan mereka

Penerapan Metode Vikor pada Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Laptop untuk Belajar Pemrograman Web dan Aplikasi

Andi Akbar, Rizky, Helmy Syahdana, Rizky Ramadhan
Abstract: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat pada era digital seperti saat ini telah membawa perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan. Melalui pokok pembahasan pada penelitian kali ini bertujuan untuk&#8230; uk untuk dapat mengeksplorasi serta menerapkan metode VIKOR dalam proses pemilihan laptop ideal yang dapat menunjang kegiatan belajar pemrograman di Universitas Royal. Dengan menggunakan metode ini, maka penelitian kali ini akan mengevaluasi beberapa pilihan laptop berdasarkan sejumlah kriteria utama yang telah ditetapkan, antara lain seperti Harga Laptop (Rp), Spesifikasi Prosesor, Ukuran Layar, Storage RAM, Storage Penyimpanan dan Ukuran Kapasitas Baterai. Dan selain itu juga, untuk bagian Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode pengambilan keputusan multikriteria, yaitu metode VIKOR. Berdasarkan hal tersebut pulah, maka penelitian kali ini menunjukkan hasil terhadap pengelolaan data laptop ideal untuk belajar bahasa pemrogramman dan untuk hasilnya antara lain seperti terdapat 3 peringkat laptop yang paling ideal yaitu pada peringkat pertama di isi oleh laptop  INBook X2 dengan nilai Q sebesar 0,785, lalu untuk peringkat ke duanya di isi oleh laptop Axioo Slimbook 14 S1 dengan nilai Q sebesar 0,365 dan untuk peringkat ke tiga di isi oleh laptop Soulmate H4 dengan nilai Q sebesar 0,365

Eksistensi Mediasi Penal Dengan Pendekatan Restoratif Justice Pada Penyelesaian Tindak Pidana

Wami Irma Suryani, Ade Arga Wahyudi
Abstract: Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana eksistensi pelaksanaan mediasi penal dengan pendekatan restorative justice yang merupakan cara penyelesaiaan perkara pidana dengan mengutamakan win win solution&#8230; n atau perdamaian antara pelaku dan korban sehingga perkara tidak harus sampai ke Persidangan. Penulisan artikel ini dituangkan dalam tulisan yang bersifat deskriptif, yaitu memberikan gambaran tentang eksistensi mediasi penal dengan pendekatan restoratif justice pada penyelesaian tindak pidanaserta untuk mendapatkan data yang diinginkan, penulis menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dimana penulis mempelajari peraturan perundang-undangan, teori yang relevan mengenai pelaksanaan mediasi penal. Kesimpulan dari penulisan artikel ini didapatkan bahwa mediasi penal dengan pendekatan keadilan restoratif atau restorative justice memang sudah harus diupayakan pada pintu awal penyelasaian perkara pidana yakni penyidikan terutama yang sudah disebutkan pada Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan tindak pidana namun pada kenyataannya terkadang penyidik masih merasa takut dengan stigma masyarakat yang menganggap kalau mediasi penal dengan pendekatan restorative justice ini merupakan jalan yang haram dalam penyelesaian perkara pidana.