Abstract:Kota Surabaya menghadapi risiko bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan tsunami, sehingga kebijakan penanggulangan bencana yang efektif memerlukan peran aktif pemimpin daerah. Penelitian ini mengeksplorasi peran Wali…
i Kota dan Kepala Pelaksana BPBD Kota Surabaya dalam mendukung penanggulangan bencana melalui kebijakan dan kegiatan yang dilakukan. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengevaluasi dampak dan efektivitas langkah-langkah yang diambil oleh kedua pemangku kepentingan, menggunakan data sekunder dari peraturan daerah yang relevan. Kepemimpinan Wali Kota dinilai berdasarkan sembilan aspek: Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, pembentukan BPBD, Forum PRB, penyebaran informasi kebencanaan, Rencana Penanggulangan Bencana, Tataruang Berbasis Pengurangan Risiko Bencana, alokasi anggaran, RPJMD, dan dukungan lainnya untuk BPBD. Sementara itu, kepemimpinan Kepala Pelaksana BPBD dinilai berdasarkan enam aspek: pengkajian risiko dan perencanaan terpadu, pengembangan sistem informasi, pendidikan dan logistik, penanganan kawasan rawan bencana, peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana, kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana, serta pemulihan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Wali Kota Surabaya telah melaksanakan 8 dari 9 aspek penting penanggulangan bencana, mencerminkan komitmen kuat dalam memperkuat kerangka hukum dan operasional. Sementara itu, kepemimpinan Kepala Pelaksana BPBD juga efektif dalam menjalankan enam aspek utama. Kebijakan dan inisiatif Wali Kota Eri Cahyadi dan Kepala BPBD Agus Hebi Djuniantoro menunjukkan kesiapan dan kapasitas Surabaya dalam mengelola risiko bencana secara komprehensif sangat mendukung penanggulangan bencana di Kota Surabaya.
Abstract:Kemampuan dalam mengelola dan melaksanakan manajemen kelas yang baik merupakan upaya penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan yang berhubungan dengan proses belajar mengajar di dalam kelas. Oleh karena itu,…
, manajemen kelas yang efektif sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam hal ini, guru memiliki peran kunci yang menentukan keberhasilan siswa dalam belajar. Guru perlu terus menerus memastikan dan menciptakan suasana yang kondusif dan efektif di dalam kelas. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan objek penelitian di MTs Darunnajah Cipining. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru telah merancang dan mengelola proses pembelajaran dengan baik, yang meliputi: (a) Perencanaan manajemen kelas yang melibatkan penyusunan silabus dan RPP atau I’dad; (b) Pelaksanaan manajemen kelas yang mencakup tindakan mengatasi hambatan dalam proses manajemen kelas serta menciptakan iklim atau suasana kelas yang mendukung; (c) Aktivitas penutup pembelajaran berupa evaluasi yang diberikan kepada siswa secara lisan dan tulisan; (d) Efektivitas pembelajaran yang diukur dari kemampuan guru mengelola kelas, ketuntasan belajar, aktivitas belajar siswa, dan respon positif siswa terhadap pembelajaran, faktor-faktor pendukung dalam implementasi manajemen kelas untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran siswa kelas IX Putri di MTs Darunnajah Cipining yang telah dipaparkan diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana dan solusi bagi guru untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan manajemen kelas di MTs Darunnajah Cipining Bogor.
Abstract:Pesawat terbang adalah moda transportasi tercepat dengan jangkauan hingga antar benua, menjadikannya pilihan utama untuk perjalanan jarak jauh. Meskipun peluang kecelakaan pesawat sangat kecil, yaitu rata-rata 4 kali dalam…
am 1 juta jam terbang dampaknya sangat fatal bagi penumpang, dengan peluang selamat hanya 24% Penyebab utama kecelakaan pesawat umumnya berasal dari tiga faktor: teknis, cuaca, dan kesalahan manusia (human error). Perawatan pesawat dilakukan secara rutin (scheduled maintenance) dan non-rutin (non-scheduled maintenance) berdasarkan interval waktu yang telah ditentukan. Ada berbagai sumber daya yang digunakan untuk sistem kelistrikan pesawat, termasuk generator mesin, unit daya tambahan (APU), daya eksternal, dan udara ram turbin. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat bahaya dalam kondisi penerbangan saat terjadi gangguan pada sistem kelistrikan, mengevaluasi pengaruh performa pesawat terhadap keandalan sistem kelistrikan, serta menilai peran kemajuan teknologi pembangkit listrik terhadap keselamatan penerbangan. Penelitian dilakukan di Hanggar Batam Aero Teknik, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, dengan menggunakan metode analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan sistem kelistrikan pada pesawat meliputi kegagalan pada sistem pembangkit dan distribusi. Terdapat komponen dalam sistem distribusi yang, jika rusak, dapat menyebabkan kegagalan kelistrikan yang signifikan. Sistem pembangkit listrik pada pesawat saling mendukung, sehingga perawatan komponen kelistrikan harus dilakukan tepat waktu dan sebaik mungkin.
Abstract:Media buku bergambar yaitu seni yang dirancang dengan berbagai cara yang menjadi hubungan cerita dengan memakai gambar tanpa bergerak. Jadi bisa disimpulkan bahwa strategi media buku bergambar bisa memberikan pembelajaran…
n yang menarik dan mendukung siswa agar berperan dalam tahap membaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam ini adalah Kepala Sekolah, Guru Kelas dan Siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Strategi meningkatkan keterampilan membaca melalui media buku cerita bergambar sudah terealisasikan dapat berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas XI di SMK Terpadu Rangganis. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya mutu pendidikan…
dan daya saing yang masih menjadi perhatian, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif dan terarah. Untuk itu, manajemen layanan bimbingan dan konseling menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan bimbingan dan konseling melibatkan penyusunan program kerja yang mencakup strategi, tujuan, struktur, dan mekanisme yang terarah. Dalam pelaksanaan, siswa yang bermasalah mendapatkan layanan bimbingan dari guru BK setelah adanya laporan dari guru atau siswa lain. Siswa kemudian diberi arahan serta diperingatkan untuk tidak mengulangi pelanggaran yang sama, dengan komitmen melalui surat pernyataan. Faktor pendukung yang ditemukan adalah kerja sama antara guru BK, wali kelas, siswa, dan orang tua, serta keterbukaan siswa terhadap guru BK. Sementara itu, faktor penghambat termasuk jarak rumah siswa yang jauh dari sekolah, rendahnya motivasi orang tua dalam menegakkan tata tertib sekolah, dan pengaruh lingkungan yang kurang kondusif. Kesimpulannya, manajemen bimbingan dan konseling di SMK Terpadu Rangganis berhasil membantu meningkatkan kedisiplinan siswa melalui perencanaan dan pelaksanaan program yang matang. Meski terdapat kendala eksternal dan internal, pendekatan yang terarah dan dukungan dari berbagai pihak dapat membantu siswa lebih disiplin dan meningkatkan prestasi akademik.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di SDIT Bahrul Fikri Depok, khususnya di kelas 1 dan 4. Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas kepada sekolah untuk mengikuti standar pendidikan…
kan nasional, dengan fokus pada pengembangan potensi siswa melalui proyek pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan kepala sekolah, guru, serta bagian kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di SDIT Bahrul Fikri belum maksimal, terutama karena masih kurangnya pelatihan yang diterima oleh guru. Meskipun demikian, kurikulum ini telah diterapkan secara bertahap di kelas 1 dan 4. Hambatan dalam implementasi mencakup kurangnya pemahaman guru terhadap kurikulum, keterbatasan sarana dan prasarana, serta perbedaan antara teori dan praktik dalam pembelajaran. Di sisi lain, dukungan dari pemerintah dalam bentuk penyediaan media pembelajaran dan pelatihan bagi guru menjadi faktor pendukung yang signifikan. Peran kepala sekolah juga sangat penting dalam proses ini, dengan melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin untuk mengidentifikasi kendala dan mencari solusi. Pelatihan dan pendampingan yang berjenjang diharapkan dapat membantu guru lebih memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan lebih efektif. Kesimpulannya, meskipun implementasi Kurikulum Merdeka di SDIT Bahrul Fikri masih menghadapi berbagai tantangan, hambatan ini dapat diatasi dengan memaksimalkan penggunaan fasilitas yang ada serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan belajar matematika pada siswa kelas IV MIS Darunnajah Cipining Bogor dan mengeksplorasi upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi hambatan tersebut. Dalam pendahuluan,…
uan, diuraikan bahwa matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sering dianggap sulit oleh siswa, sehingga mempengaruhi motivasi dan hasil belajar mereka. Hambatan-hambatan ini penting untuk diidentifikasi agar dapat diberikan solusi yang tepat guna meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah tersebut.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh melalui observasi di kelas, wawancara dengan kepala sekolah, guru, siswa, dan wali siswa, serta dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sementara untuk uji validitas data, peneliti menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan belajar yang dialami siswa antara lain kesulitan dalam memahami operasi hitung pecahan, kesulitan dalam menyamakan penyebut, dan kesulitan mengubah pecahan menjadi desimal. Faktor-faktor penyebab hambatan tersebut berasal dari faktor internal, seperti rendahnya motivasi belajar, dan faktor eksternal, seperti kurangnya variasi metode pengajaran serta penggunaan media pembelajaran yang kurang maksimal. Dalam pembahasan, peneliti memaparkan bahwa guru telah berupaya mengatasi hambatan tersebut dengan berbagai strategi, seperti memberikan les privat, menerapkan variasi metode pengajaran, dan memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi. Kesimpulannya, dengan pendekatan yang tepat dan upaya yang berkelanjutan, hambatan dalam belajar matematika dapat diminimalisir, sehingga kualitas pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap materi matematika dapat meningkat.
Abstract:Pendidikan merupakan investasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengukur kemajuan masyarakat. Penerapan manajemen mutu pendidikan di sekolah dapat membantu mencapai hasil yang optimal dalam pembelajaran.…
belajaran. Gangge (1997) mendefinisikan belajar sebagai perubahan perilaku yang berbeda antara kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Di SMK Darunnajah, terdapat masalah dalam pemahaman materi oleh siswa yang perlu diatasi melalui penelitian tentang manajemen penjamin mutu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, berlandaskan filsafat positivisme menurut Sugiono. Metode ini bertujuan menginterpretasikan fenomena dalam kondisi alami dengan peneliti sebagai instrumen utama. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive dan snowball, serta pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi. Analisis data dilakukan secara induktif untuk menekankan makna daripada generalisasi. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, SMK Darunnajah memerlukan kerjasama jangka panjang dengan lembaga terkait bidang TKJ (Teknologi Jaringan Komputer), bukan hanya selama praktik kerja industri (prakerin), tetapi untuk periode yang lebih lama, seperti lima tahun. Langkah-langkah yang diterapkan termasuk MGMP, Bimtek, Tafsify I’gdad, Ta’hil, In House Training (IHT) dan Khutbatul ‘Arsy, serta supervisi guru. Namun, ada beberapa faktor penghambat seperti rendahnya kesadaran siswa, jumlah mata pelajaran kejuruan yang sedikit, kurangnya dana, dan gangguan fasilitas. Kerja sama jangka panjang antara SMK Darunnajah dan lembaga terkait sangat penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Faktor pendukung seperti tim pengawas dan evaluasi rutin berkontribusi pada perbaikan, sementara penghambat seperti kesadaran siswa yang rendah, keterbatasan fasilitas, dan dukungan dana yang masih bergantung pada pesantren perlu diatasi. Dengan implementasi langkah-langkah perbaikan dan dukungan berkelanjutan, kualitas pembelajaran di SMK Darunnajah diharapkan dapat meningkat secara signifikan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Talqin dan Tasmi' dalam meningkatkan keterampilan menghafal Al-Qur'an dan Hadits. Al-Qur'an sebagai petunjuk utama dalam Islam, serta Hadits sebagai sumber hukum…
ukum kedua, memerlukan pendekatan pembelajaran yang efektif untuk mencapai pemahaman dan penghafalan yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menginterpretasikan hasil wawancara dan observasi terkait penerapan metode Talqin dan Tasmi'. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Talqin dan Tasmi' dilakukan dalam tiga tahapan: perencanaan dengan penyusunan RPP, pelaksanaan yang melibatkan pembagian kelompok dan pengoreksian bacaan, serta evaluasi melalui tes lisan individu dan observasi. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan menghafal, yang tercermin dari peningkatan rata-rata nilai kelas dari 70 menjadi 85. Selain itu, metode ini juga memperbaiki kualitas pembelajaran dengan mendorong pemahaman materi, menciptakan suasana belajar interaktif, serta memperkuat hafalan dan kualitas bacaan Al-Qur'an. Faktor pendukung penerapan metode ini meliputi komitmen sekolah, kualifikasi guru, lingkungan belajar, dukungan orang tua, kedisiplinan guru, dan adanya budaya kompetisi. Sebaliknya, faktor penghambat termasuk perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan waktu, kelelahan, gangguan eksternal, keterbatasan sumber daya, dan penggunaan gadget. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Talqin dan Tasmi' efektif dalam meningkatkan keterampilan menghafal Al-Qur'an dan Hadits, dengan implikasi penting untuk pembelajaran yang lebih baik dan peningkatan kualitas pendidikan agama Islam.
Abstract:Manajemen kurikulum merupakan aspek vital dalam system Pendidikan, termasuk dalam kontek Pendidikan. Skripsi ini membahas konsep manajemen kurikulum Islam menurut ibnu sahnun , seorang ulama dan pendidik terkemuka dari abad…
bad ke-19 yang memiliki pengaruh signifikan dalam pengembangan sistem Pendidikan Islam. Peneliti ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis prinsip-prinsip manajerial yang diusung oleh Ibnu Shahnun serta penerapannya dalam konteks Kurikulum Pendidikan Islam. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan pengkajian karya-karya Ibnu sahnun dan sumber-sumber terkait lainnya. Temuan penelitian menunnjukan bahwa Ibnu Sahnun menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum, penyusunan materi ajar dengan kebutuhan siswa ,serta penggunaan metode pengajaran yang adaptif dan kontekstual. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Islam kontenpoler dan menawarkan persepektif historis yang berharga tentang manajemen kurikulum dalam teradisi Islam. kurikulum Pendidikan Islam. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan pengkajian karya-karya Ibnu sahnun dan sumber-sumber terkait lainnya. Temuan penelitian menunnjukan bahwa Ibnu Sahnun menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum, penyusunan materi ajar dengan kebutuhan siswa ,serta penggunaan metode pengajaran yang adaptif dan kontekstual. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Islam kontenpoler dan menawarkan persepektif historis yang berharga tentang manajemen kurikulum dalam teradisi Islam.