Abstract:Masa pensiun adalah masa seseorang berhenti dari aktifitas bekerja secara formal yang disebabkan karena bertambahnya usia diikuti dengan kemunduran fisik sehingga dibutuhkan penyesuaian diri terhadap masa pensiun. Penelitian…
tian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara post power syndrome dengan tingkat kecemasan responden pasca pensiun di RW 05 kecamatan Rawa lumbu kelurahan Bojong Menteng. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional sampel berjumlah 88 respoden. Pengumpulan data ini menggunakan kuesioner (print out) dengan teknik purpose sampling. Didapatkan hasil dari Analisa univariat, terbanyak mengalami post power syndrome sedang : 46.6% dan kecemasan sedang : 48.9%. Analisa bivariat menggunakan uji kendal tau C didapatkan (p value 0.000) yang artinya Ha dapat diterima sehingga dapat disimpulkan adanya hubungan signifikan antara post power syndrome dengan tingkat kecemasan pasca pensiun di RW 05 kecamatan Rawa Lumbu Kelurahan Bojong Menteng. Diharapkan masyarakat di lingkunga RW 05 dapat memberikan kegiatan seperti ramah lansia yang dibantu oleh masyarakat/ komunitas atau pun keluarga agar respnden dapat aktif dan memiliki motivasi yang baik untuk mengurangi gejala dari post power syndrome dengan kecemasan.
Abstract:Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) samapi kini tetap jadi persoalan Kesehatan di negara berkembang termasuk Indonesia. Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) ialah sebuah kelompok yang berisiko terkena ISPA karena tingginya…
a paparan terhadap udara yang berpolusi dan perilaku Kesehatan yang kurang baik seperti merokok aktif. Penelitian ini tujuannya guna menganalisa hubungan antara status merokok dan pemakaian masker terhadap keluhan ISPA pada tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok tahun 2024. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional dan besar sample sebanyak 83 orang. Data yang disatukan ialah data primer memakai kuesioner. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan April s.d. Juli 2024. Kajian ini memakai analisa univariat dan bivariat. Adapun hasil dari analisa univariat menunjukan jumlah tenaga kerja bongkar muat yang mengalami keluhan ISPA adalah sebanyak 49 pekerja (59%). Tenaga kerja dengan status merokok sebanyak 49 pekerja (59%). Tenaga kerja dengan penggunaan masker tidak menggunakan secara baik sebanyak 41 pekerja (49,4%). Sedangkan hasil analisis bivariat menunjukan, terdapat hubungan antara status merokok dengan keluhan ISPA pada tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan tanjung priok tahun 2024 (p-value: 0,001) dan ada hubungan antara penggunaan masker terhadap keluhan ISPA pada tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok tahun 2024 (p-value:0,005). Disarankan agar pengusaha Bersama dengan stake holder terkait melaksanakan program-program edukasi terkait penyakit ISPA dan penyakit-penyakit lainnya yang sering dialami oleh TKBM, Frekuensi pelaksanaan edukasi agar lebih ditingkatkan sehingga pengetahuan TKBM akan terus terjaga dan diharapkan bisa mengubah sikap/perilaku yang negative
Abstract:Latar Belakang: Asap rokok merupakan salah satu penyebab utama berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung, paru-paru, dan kanker. Remaja adalah kelompok yang rentan terhadap paparan asap rokok, baik secara aktif…
maupun pasif. Oleh karena itu, edukasi kesehatan tentang bahaya asap rokok sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang risiko yang ditimbulkan oleh asap rokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan tentang bahaya asap rokok pada remaja di SMK Citra Madani, Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Penelitian ini menggunakan bersifat kuantitatif dengan desain eksperimen (quasi experiment) yang dirancang dengan One Group Pre-test Post-test without control. Sampel penelitian terdiri dari 60 remaja yang tehnik pengambilan sampelnya menggunakan nonprobability sampling dengan purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa p – Value dari tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan diperoleh 0,000 <ɑ(0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho di tolak yang artinya Ada pengaruh edukasi kesahatan terhadap tingkat pengetahuan siswa/siswi SMK CITRA MADANI. Kesimpulan: Edukasi kesehatan terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan tentang bahaya asap rokok pada remaja di SMK Citra Madani, Kabupaten Tangerang..
Abstract:Pendahuluan: Tekanan darah yang melebihi 90 mmHg pada tahap diastolik dan lebih dari 140 mmHg pada tahap sistolik disebut sebagai hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kepatuhan pasien hipertensi dalam mengkonsumsi…
si obat antihipertensi dengan tingkat pengetahuan pasien hipertensi di Puskesmas Sindang Jaya. Metode: Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif cross-sectional dan strategi analisis korelasi. Metode Sampel: Purposive sampling adalah metode yang digunakan. Total sampel: 95 responden dalam sampel. Analisis Data: Uji korelasi Spearman Rank digunakan untuk analisis data. Hasil: Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Sindang Jaya menunjukkan adanya hubungan dengan nilai p-value (0,000) dan kekuatan hubungan r = 0,603 antara tingkat pengetahuan tentang hipertensi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi. Kesimpulan: terdapat hubungan antara kepatuhan responden dalam mengonsumsi obat antihipertensi dengan tingkat pengetahuan responden mengenai hipertensi sebagian besar responden memiliki kepatuhan yang rendah dan pengetahuan yang cukup.
Abstract:Latar Belakang: Asam Urat merupakan hasil metabolisme akhir dari purin yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat dalam inti sel tubuh. Peningkatan kadar Asam Urat dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh manusia…
a seperti perasaan linu-linu di daerah persendian dan sering disertai timbulnya rasa nyeri yang teramat sangat bagi lansia. Dampak nyeri Gout Arthritis ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari lansia. Tindakan nonfarmakologis yang dapat dilakukan selain diet purin adalah terapi Kompres Air Hangat Jahe Merah. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi kompres air hangat jahe merah terhadap intensitas nyeri. Metode: Implementasi yang dilakukan selama 3 hari dimulai tanggal 08-10 Juli 2024 pada Ny. I dengan wawancara, observasi, pemberian terapi kompres air hangat jahe merah dan pengukuran skala nyeri NRS. Hasil: Setelah dilakukan intervensi terapi kompres air hangat jahe merah selama 3 hari terjadi penurunan intersitas nyeri dari skala 5 menjadi skala 2. Kesimpulan: Adanya pengaruh pemberian kompres air hangat jahe merah terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia dengan Gout Arthritis.
Abstract:Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu faktor penyakit yang tidak dapat menular akan tetapi mengalami dari penyebab prematur diseluruh dunia. Hipertensi dapat mengalami kerugian pada masalah kesehatan masyarakat…
t dengan komplikasi seperti gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal. Tujuan : Mampu memberikan asuhan keperawatan dengan penerapan teknik relaksasi genggam jari untuk menurunkan nyeri pada pasien hipertensi. Metode : Menggunakan metode pengumpulan data selama 3 hari melalui wawancara observasi dan pemeriksaan fisik untuk mendapatkan analisa data yang di inginkan. Hasil : dari data yang di dapatkan setelah penerapan teknik relaksasi genggam jari untuk menurunkan nyeri selama 3 hari dilakukan secara rutin. Hasil sebelum penerapan terapi relaksasi genggam jari dengan skala nyeri 6 Tn. J mengatakan nyeri berkurang dibagian kepala belakang menjalar sampai ke leher, Tn J tidak tahu cara mengurangi rasa nyeri, terapi ini dilakukan 2 kali sebelum mandi dipagi hari dan sore sebelum mandi. Setelah dilakukan tindakan teknik relaksasi genggam jari pasien dapat menurunkan nyeri dari skala 6 menurun menjadi skala 2 dari sebelumnya. Kesimpulan dan saran : berdasarkan hasil penerapan teknik relaksasi genggam jari sebagai penatalaksanaan intervensi hipertensi berpengaruh pada pasien. Peran Tn. J sangat efektif hal ini ditunjukan dengan Tn.J mau dan mampu melakukan teknik relaksasi genggam jari.
Abstract:Gout arthritis pada lansia diakibatkan oleh tingginya kadar asam urat Kristal monosodium urat didalam ataupun disekitar persendian yang disebut trofi. Ketika kadar asam uart meningkat, maka akan mengakibatkan peradangan…
pada sendi sehingga dapat terjadi nyeri pada persendian yang terdapat penumpukan asam urat tersebut, untuk mengurangi nyeri yang dirasakan penderita dapat dilakukan penatalaksanaan nonfarmakologis seperti rendaman air hangat garam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat garam terhadap skala nyeri pad alansia dengan gout arthritis diwilayah kerja puskesmas balukang. Metode penelitian ini kuantitatif menggunakan pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest posttest, jumlah populasi sebanyak 39 responden dengan sampel sebanyak 13 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rancangan rumus Propotional Stratified Random Sampling. Hasil penelitian 100% lansia mengalami penurunan skala nyeri gout arthritis setelah dilakukan terapi rendam air hangat garam. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-Test dengan p-value = 0,000 (p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya Pengaruh Terapi Rendam Air Hangat Garam Terhadap Skala Nyeri Lansia Dengan Gout Arthritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Balukang. Saran untuk penelitian selanjutnya mengembangkan Variabel terkait nonfarmakologis untuk penurunan skala nyeri gout arthritis.
Kata Kunci : Rendaman Air Hangat Garam, Skala Nyeri, Gout Arthritis
Abstract:Latar Belakang : Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolisme yang diakibatkan oleh hiperglikemia yaitu gangguan sekresi insulin. Tingkat pengetahuan merupakan faktor penting dalam membentuk perilaku dan…
karakter manusia. Pengetahuan yang rendah mengakibatkan pola makan yang salah. Pola makan di kota -kota telah bergeser dari pola makan tradisional yang mengandung banyak karbohidrat dan serat dari sayuran, ke pola makan kebarat - baratan, dengan komposisi makanan yang terlalu banyak mengandung protein, lemak, gula, garam dan mengandung sedikit serat. Tujuan : untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan pola makan dengan kejadian penyakit diabetes melitus di RW03 Pasar Baru. Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan menggunakan cross sectional dengan teknik pengambilan sampling purposive sampling yaitu dengan teknik pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri – ciri khusus sesuai dengan penelitian. populasi penelitian ini adalah masyarakat RW03 pasar baru yang berjumlah 106 responden. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil : berdasarkan analisis bivariate dengan menggunakan uji chic-square bahwa p-value 0,031 < 0,05 maka dapat disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sidnifikan antara tingkat pengetahuan pola makan dengan kejadian penyakit diabetes melitus di RW03 pasar baru. Kesimpulan : Bahwa adanya pengetahuan seseorang sangat di dukung oleh tingkat pengetahuan yang baik. Baik dalam memiliki pengetahuan pola makan, life style seperti olahraga baik dalam kejadian penyakit atau kadar gula darah. Maka dari itu kita perlu mengetahui pentingnya pengetahuan pola makan agar terciptanya kesadaran masyarakat untuk menjaga pola makan. Oleh karena itu di harapkan pengetahuan pola makan diabetes melitus menjadi salah satu Upaya untuk menurunkan angka penderita diabetes melitus.
Abstract:Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap proses pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Media sosial yang awalnya digunakan sebagai sarana komunikasi dan hiburan kini berkembang…
g menjadi sumber belajar yang interaktif, fleksibel, dan mudah diakses oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi penggunaan media sosial sebagai sumber belajar Pendidikan Agama Islam di era digital serta mendeskripsikan manfaat dan tantangan penggunaannya dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur melalui pengkajian berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan sumber referensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok mampu meningkatkan minat belajar, mempermudah akses materi keagamaan, serta mendukung pembelajaran PAI yang lebih inovatif dan komunikatif. Namun, penggunaannya juga menghadapi beberapa tantangan, seperti penyebaran informasi yang tidak valid, rendahnya literasi digital, dan potensi distraksi dalam belajar. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan dan pengawasan agar penggunaan media sosial dapat mendukung pembelajaran PAI secara efektif dan bertanggung jawab di era digital.
The development of digital technology has a significant impact on the learning process, including in Islamic Religious Education (PAI). Social media, which was initially used as a means of communication and entertainment, has now developed into an interactive, flexible, and easily accessible learning resource for students. This study aims to analyze the optimization of social media use as a learning resource for Islamic Religious Education in the digital era and to describe the benefits and challenges of its use in the learning process. The research method used is a qualitative approach with a literature study type through the review of various journals, scientific articles, and relevant reference sources. The results of the study indicate that platforms such as YouTube, Instagram, and TikTok are able to increase learning interest, facilitate access to religious materials, and support more innovative and communicative PAI learning. However, its use also faces several challenges, such as the spread of invalid information, low digital literacy, and potential distractions in learning. Therefore, guidance and supervision are needed so that the use of social media can effectively and responsibly support Islamic Education learning in the digital era.
Abstract:Perkembangan teknologi digital mendorong pelajar untuk aktif menghasilkan berbagai produk digital seperti desain grafis, aplikasi sederhana, dan konten multimedia. Namun, pelajar di LKP Mutiara Informatika masih memiliki…
keterbatasan pemahaman mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), khususnya terkait perlindungan hukum terhadap produk digital yang mereka hasilkan. Kurangnya pengetahuan ini berpotensi menimbulkan pelanggaran hak cipta serta hilangnya nilai ekonomi dari karya digital. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelajar tentang konsep dasar HAKI, jenis-jenis HAKI, serta prosedur perlindungan produk digital. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan studi kasus sederhana. Hasil sementara menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, di mana sekitar 80% pelajar mampu menjelaskan pengertian HAKI dan 75% pelajar memahami pentingnya perlindungan produk digital setelah kegiatan PKM dilaksanakan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pelajar untuk lebih menghargai dan melindungi karya digital mereka secara hukum.