Abstract:Sistem informasi merupakan sejenis sistem layanan dan terdapat di setiap elemen sistem industri dan bisnis modern. Perusahaan perlu mempertimbangkan penggunaan TQM untuk mengatasi berbagai tantangan. TQM digunakan secara…
luas oleh banyak perusahaan di seluruh dunia dan berhasil diterapkan serta memberikan manfaat yang signifikan bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati apakah konsep dan metode ini masih relevan untuk digunakan dan efektif meningkatkan kinerja bisnis serta kepuasan pelanggan. Ini merupakan tinjauan literatur sistematis terhadap literatur dari berbagai sektor industri yang dikumpulkan dan ditinjau secara rinci. Hasilnya menunjukkan bahwa konsep ini masih digunakan oleh banyak organisasi di seluruh dunia dan berhasil membantu organisasi meningkatkan daya saing, pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis serta meningkatkan semangat kerja karyawan.
Abstract:This research aims to uncover the problems of Integrated Services (PATENT) in the Winongan District Office, Pasuruan Regency with a MANUAL queuing system. From some information gathered from people queuing, services using…
g a manual queuing system are less effective and efficient. So, to meet the needs of good community service, District Offices need to innovate a DIGITAL queuing system. Integrated Service (PATENT) problems at the Winongan District Office, Pasuruan Regency with a MANUAL queuing system. From some information gathered from people queuing, services using a manual queuing system are less effective and efficient. So, to meet the needs of good community service, District Office Agencies need to innovate a DIGITAL queuing system. Innovation is a shift from traditional management principles, processes and practices or a shift from old organizational forms to modern management. Government services to the community, known as public services, are a very strategic issue because of the interaction between the government and the community. This research uses a qualitative descriptive approach to determine public service innovation. The data used are primary data and secondary data. Data collection techniques were carried out using observation, interviews and documentation. The research results show that public service innovation with a digital queuing system is a conceptual innovation which gives rise to new paradigms, ideas, thinking and breakthroughs. Meanwhile, delivery innovation includes new ways or ways of solving problems, providing services or interacting with clients for the purpose of providing special services to customers.
Abstract:Efficient queue management is a major challenge in public services, including in Cibeunying District. Traditional manual systems often lead to unorganized queues, long waiting times, and public dissatisfaction. This study…
y aims to design and implement a more modern and structured technology-based queue numbering system. The system is designed as a web-based application that allows users to take queue numbers directly on-site or via mobile devices. Additionally, the system is equipped with an automatic call feature, where if a number is not present after two calls, the next number is automatically called. The implementation results show that this system can improve service efficiency, reduce waiting times, and provide a more convenient experience for the community. With this system, the Cibeunying District can significantly optimize the quality of its public services.
Abstract:This study examines the Bau Lolon ritual in Kolilanang Village, Adonara Sub-district, East Flores Regency, focusing on its role as a traditional practice of ancestral veneration. The Bau Lolon ritual serves as a sacred medium…
edium for the local community to express gratitude, seek blessings, and maintain a spiritual connection with their ancestors. Utilizing a qualitative approach with ethnographic methods, data were gathered through field observations, structured interviews with traditional elders (Tua Adat), and documentation of the ritual steps. The findings reveal that the ritual embodies deep philosophical values, including cosmic balance, kinship solidarity, and cultural identity preservation. Furthermore, the Bau Lolon ritual functions as a social mechanism that strengthens communal bonds among the villagers. Despite modern societal shifts, the people of Kolilanang continuously preserve this ritual, demonstrating a resilient synthesis between ancestral traditions and contemporary community life.
Abstract:This research examines the persistence of the Mangrara Banua Tongkonan ceremony in Akung Village through a cultural anthropology approach. As a sacred Torajan ritual, this traditional house consecration ceremony endures…
due to its deep cultural significance for the local community. Anthropological analysis reveals that Mangrara Banua is not merely a physical celebration of a new structure, but a cultural institution rich in symbolic meaning. First, the ritual serves as a collective expression of gratitude to God the Creator. Second, it functions to articulate and legitimize the family's social status (tana') within the community hierarchy. Third, this momentum acts as a unifying medium for the extended family (tongkonan) to reinforce kinship ties. Finally, the ritual embodies sacred reverence for the ancestors. Through an anthropological lens, the continuity of this tradition proves that the Tongkonan remains the cosmic, social, and spiritual center for the people of Akung Village amid modernization.
Abstract:This study examines the development of the Rammang-Rammang karst landscape in Maros Regency, South Sulawesi, into a prominent ecotourism destination, through an anthropological perspective. Utilizing qualitative methods—including…
��including in-depth interviews, participant observation, and focus group discussions—this research explores how the local community navigates the rapid shift from a traditional agrarian and riverine lifestyle to a tourism-based economy. Anthropological analysis reveals that while ecotourism provides alternative livelihoods and fosters local pride, it also introduces challenges regarding cultural commodification, shifts in communal values, and spatial contestation. The findings indicate that the local community exercises significant agency by integrating their ancestral kinship networks (siri’ na pacce) into modern tourism management. This cultural adaptation serves as a mechanism for community resilience, ensuring that external commercial pressures do not fully erode local identity. This study concludes that sustainable tourism development in heritage sites like Rammang-Rammang depends on recognizing local communities not merely as stakeholders, but as active cultural custodians of the karst landscape
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelestarian nilai keramat Kanemoton pada masyarakat adat Suku Wambon di Kampung Tinggam, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel. Kanemoton merupakan warisan…
isan budaya yang memiliki makna sakral sebagai pedoman kehidupan masyarakat adat dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia, leluhur, alam, dan Tuhan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan masyarakat adat Suku Wambon. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian Kanemoton masih dilakukan melalui pewarisan nilai secara lisan, pelaksanaan ritual adat, penghormatan terhadap kawasan keramat, penerapan hukum adat, serta pembinaan oleh tokoh adat kepada generasi muda. Tokoh adat memiliki peran sentral sebagai penjaga nilai budaya sekaligus penyelesai konflik adat. Namun demikian, pelestarian Kanemoton menghadapi berbagai tantangan berupa modernisasi, globalisasi, masuknya budaya luar, berkurangnya regenerasi pemangku adat, serta minimnya dokumentasi budaya. Di sisi lain, meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya menjadi peluang untuk menjaga keberlangsungan nilai Kanemoton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian Kanemoton memerlukan sinergi antara masyarakat adat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan generasi muda melalui dokumentasi budaya, pendidikan berbasis kearifan lokal, serta penguatan kelembagaan adat agar nilai budaya tersebut tetap lestari sebagai identitas masyarakat Suku Wambon di tengah dinamika perubahan sosial
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen perkantoran modern dalam mendukung penerapan Good Corporate Governance (GCG) pada PT Telkom Pusat Indonesia. Latar belakang penelitian ini adalah keluarnya Surat…
t Keputusan Menteri BUMN Nomor 117 Tahun 2002 yang mewajibkan seluruh BUMN menerapkan prinsip GCG dalam tata kelola perusahaan untuk menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab yang tinggi dalam manajemen perusahaan. Manajemen perkantoran modern dinilai sebagai unsur penting yang memfasilitasi pelaksanaan prinsip- prinsip tersebut secara efektif dan terpadu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan jenis literatur riview yang difokuskan pada yang difokuskan pada analisis mendalam terhadap literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Telkom telah menjalankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan responsibilitas dengan baik melalui pengelolaan administrasi dan pengawasan internal yang didukung oleh manajemen perkantoran modern. Studi ini menegaskan pentingnya manajemen perkantoran modern sebagai pilar utama dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan GCG di PT Telkom Pusat Indonesia.
Kata Kunci: Manajemen Perkantoran Modern, Good Corporate Governance, PT Telkom, BUMN, Tata Kelola Perusahaan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kearifan lokal dan sistem kepemimpinan adat Suku Kanum dalam pengelolaan ruang hidup di wilayah perbatasan Merauke, Papua Selatan. Sebagai masyarakat adat yang mendiami kawasan…
awasan strategis nasional dan berbatasan langsung dengan Papua Nugini, Suku Kanum memiliki sistem nilai, struktur sosial, serta praktik pengelolaan sumber daya alam yang berakar pada prinsip keseimbangan ekologis dan solidaritas komunal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan adat Kanum berfungsi tidak hanya sebagai otoritas sosial, tetapi juga sebagai pengatur tata ruang berbasis kearifan lokal, yang memastikan pemanfaatan lahan, hutan, dan perairan secara berkelanjutan. Struktur kepemimpinan berbasis marga (clan-based leadership) memainkan peran penting dalam menjaga batas-batas teritorial adat dan mencegah konflik antar komunitas. Namun, modernisasi dan ekspansi proyek pembangunan nasional di wilayah perbatasan memunculkan tantangan baru, terutama terkait pergeseran nilai, marginalisasi otoritas adat, dan tumpang tindih regulasi antara hukum adat dan hukum negara. Temuan ini menegaskan bahwa pengakuan formal terhadap sistem kepemimpinan adat serta integrasi nilai-nilai kearifan lokal Kanum dalam kebijakan tata ruang merupakan kunci dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Papua Selatan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen dalam membeli produk susu SGM di pasar modern kota Jayapura. Perilaku konsumen yang mempengaruhi keputusan pembelian produk susu SGM, kualitas dan tempat jual…
produk susus SGM mempengaruhi perilaku konsumen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif, dengan pengumpulan data melalui observai, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian adalah kombinasi dari harga yang terjangkau, kepercayaan konsumen terhadap merek dan persepsi kualitas produk, serta keyakinan personal orang tua terhadap pentingnya nutrisi anak, terutama kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak dan kecocokan anak terhadap produk. Selain itu saluran distribusi seperti supermarket, minimarket yang mendukung kemudahan aksesibilitas, ketersediaan produk dan kenyamanan konsumen, yang menjadi nilai tambah dalam perilaku pembelian. Dengan demikian, strategi pemasaran produk susu SGM yang mengombinasikan pendekatan emosional (emosi orang tua terhadap tumbuh kembang anak) dan rasional (harga dan kualitas gizi) terbukti efektif dalam membentuk dan mempertahankan perilaku pembelian konsumen di pasar modern. Hasil temuan ini diharapkan dapat dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan pada yang berkaitan langsung dengan pemasaran susu SGM.