Search Articles & Publications

Showing 2694 articles found for "Anti"

Sosialisasi Tata Cara Revitalisasi Infrastruktur Hijau: Solusi Inovatif Untuk Peningkatan Ketahanan Lingkungan Di Pematang Johar

Desma Erica Maryati Manik, Hommy Dorthy Ellyany Sinaga, Yulvitriyani Br Sebayang, Susan Grace V Nainggolan
Abstract: Pematang Johar, sebuah desa yang berkembang pesat di Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menghadapi tekanan lingkungan yang meningkat akibat alih fungsi lahan, berkurangnya ruang terbuka hijau,… , dan genangan air yang berulang pada musim hujan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan revitalisasi infrastruktur hijau sebagai solusi inovatif untuk memperkuat ketahanan lingkungan di tingkat lingkungan permukiman. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, koordinasi dengan aparat desa, sosialisasi partisipatif, demonstrasi praktis pembuatan lubang resapan biopori, sumur resapan, dan taman hujan, serta evaluasi melalui instrumen pretest-posttest. Kegiatan diikuti oleh 42 peserta yang terdiri dari perangkat desa, anggota karang taruna, dan ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor pemahaman rata-rata peserta secara signifikan, dari 40% sebelum kegiatan menjadi 84% setelah kegiatan, serta peserta menunjukkan minat yang tinggi untuk menerapkan teknik tersebut secara mandiri. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa intervensi infrastruktur hijau yang murah dan partisipatif dapat ditransfer secara efektif kepada masyarakat serta berkontribusi menurunkan risiko banjir sekaligus memulihkan fungsi ekologis di skala lingkungan permukiman. Pematang Johar, a rapidly developing village in Labuhan Deli Subdistrict, Deli Serdang Regency, North Sumatra, faces increasing environmental pressure from land-use conversion, reduced green open space, and recurrent waterlogging during the rainy season. This community service activity aimed to introduce green infrastructure revitalization as an innovative approach to strengthen local environmental resilience. The method consisted of preparation, coordination with village authorities, participatory outreach (sosialisasi), practical demonstration of biopore infiltration holes, recharge wells, and rain gardens, and evaluation through pretest-posttest instruments. The activity involved 42 participants consisting of village officials, youth organization members, and housewives. Results showed a substantial increase in participants' average understanding score, from 40% before the activity to 84% afterward, and participants expressed strong interest in applying the techniques independently. The activity concludes that low-cost, participatory green infrastructure interventions can be effectively transferred to communities and contribute to reducing flood risk while restoring ecological function at the neighborhood scale.

Transformasi Desa Menuju Era Digital Melalui Literasi Teknologi Informasi

Mohd. Siddik, Maulana Dwi Sena, Ari Dermawan
Abstract: Akselerasi teknologi informasi memicu adanya kesenjangan digital (digital divide) di tingkat pedesaan akibat rendahnya literasi teknologi pada masyarakat non-produktif dan aparatur desa. Program Pengabdian kepada Masyarakat… kat (PKM) ini bertujuan mengatasi kendala operasional perangkat digital, kerentanan siber, serta mengoptimalkan administrasi publik di Desa Perapat Janji, Sumatera Utara. Melalui pendekatan Community-Based Education, program diwujudkan lewat dua klaster utama: Digital Literacy Academy untuk warga umum serta E-Government Literacy Workshop bagi aparatur desa. Hasil evaluasi menunjukkan dampak kuantitatif yang signifikan. Skor rata-rata literasi digital masyarakat umum melonjak sebesar 85,4%, naik dari nilai pre-test 42,5 menjadi 78,8 pada post-test. Sementara itu, kompetensi psikomotorik aparatur desa meningkat dari 48,0 menjadi 87,5, dengan tingkat keberhasilan 100% dalam pengarsipan berbasis cloud. Program ini berhasil mempercepat transformasi desa menjadi lebih cakap digital serta meningkatkan efisiensi layanan sosial kedesaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. The acceleration of information technology has triggered a significant digital divide in rural areas due to low digital literacy among non-productive communities and village officials. This Community Service (PKM) program aimed to overcome operational digital device limitations, cyber vulnerabilities, and sub-optimal public administration services in Perapat Janji Village, North Sumatra. Utilizing a Community-Based Education approach, the project implemented two main initiatives: the Digital Literacy Academy for the general public and the E-Government Literacy Workshop for village officials. The evaluation showed significant quantitative impacts. The general public's average digital literacy score jumped by 85.4%, increasing from a pre-test score of 42.5 to 78.8 in the post-test. Meanwhile, the psychomotor competence of village officials rose from 48.0 to 87.5, achieving a 100% success rate in cloud-based digital archiving. This program successfully accelerated rural transformation toward digital proficiency and enhanced the efficiency of adaptive village social services.

TIBAQ DALAM AL-QURʼAN: KAJIAN BALAGHAH DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI KEINDAHAN STILISTIKA BAHASA ARAB

Arif Rahman Zebua, Brian Avandi, Muhammad Mashduhqi Rifai’i
Abstract: Studi ini meneliti tibaq sebagai figur retorika dalam disiplin ilmu badiʼ yang muncul secara konsisten di seluruh Al-Qur'an. Berbeda dengan studi umum tentang balaghah Arab, penelitian ini berfokus pada fungsi komunikatif… if tibaq—bagaimana penjajaran dua kata yang berlawanan tidak hanya memperindah bahasa tetapi sekaligus memperkuat pesan teologis, etis, dan kosmologis Al-Qur'an. Dengan menggunakan metode kualitatif-tahlili dan tinjauan pustaka dari sumber-sumber balaghah klasik dan karya-karya tafsir, studi ini mengidentifikasi dua bentuk utama tibaq: tibaq ijab (antitesis afirmatif) dan tibaq salab (antitesis afirmatif-negatif). Analisis menunjukkan bahwa tibaq bukanlah sekadar ornamen linguistik tetapi strategi retorika yang bekerja secara sinergis dengan isi semantik setiap ayat. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya studi tentang keunikan linguistik Al-Qur'an (i’jaz lughawi), khususnya dari perspektif stilistik.

Analisis Pemahaman Peserta Didik Jenjang SMP di Lembang terhadap Konsep Tabayun pada Mata Pelajaran PAI dan Upaya Penguatan Sikapnya

Ali Anhar Syi’bul Huda, Aghnia, Abid Nurhuda, Walid In’am Ahmad, Hamdi, Dena Sri Anugrah
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman konsep tabayun dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital yang sarat informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat pemahaman… man peserta didik jenjang SMP di Lembang terhadap konsep tabayun serta mengidentifikasi upaya penguatan sikapnya. Penelitian ini menggunakan metode studi lapangan dengan pendekatan kuantitatif dan teknik penganalisisan data secara deskriptif kualitatif. Data utama yang dianalisis dalam penelitian ialah angket pertanyaan yang disebarkan melalui Google Form. Hasil penelitian menunjukkan enam temuan utama: (1) tingkat pemahaman secara umum berada pada kategori sedang (±70%); (2) aspek kehati-hatian dan tidak tergesa-gesa tergolong baik (±70%); (3) aspek ketelitian dalam menerima informasi berada pada kategori sedang (±62%); (4) aspek tidak mencampuradukkan kebenaran dan kebatilan berada pada kategori baik (±66%); (5) faktor pendukung meliputi peran guru, pembelajaran kontekstual, dan kesadaran awal siswa (±75%); (6) faktor penghambat berupa rendahnya kemampuan verifikasi dan pengaruh media digital (±60%). Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran berbasis kasus, penguatan literasi digital, dan pembiasaan nilai tabayun dalam kehidupan sehari-hari. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan teknik analisis dan belum dikolaborasikannya aplikasi pendukung penganalisisan.

ANALISIS TOLERANSI BERAGAMA DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO DITINJAU DARI PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA

Rudy Harold, Sri Maryani Putri Kai, Rosita Pulubolo, Ramadhan Kaesan
Abstract: Keberagaman agama merupakan realitas sosial yang melekat dalam kehidupan mahasiswa di perguruan tinggi, termasuk di Universitas Negeri Gorontalo. Kondisi tersebut menuntut adanya sikap toleransi beragama agar interaksi sosial… osial dan kehidupan akademik dapat berlangsung secara harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat toleransi beragama mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo ditinjau dari perspektif sosiologi agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan skala Likert yang disebarkan kepada 30 mahasiswa dari berbagai fakultas dan latar belakang agama. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa persentase dan skor rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang baik mengenai toleransi beragama, serta mampu menerapkan sikap saling menghormati, tidak diskriminatif, dan bekerja sama lintas agama dalam kehidupan kampus. Secara keseluruhan, tingkat toleransi beragama mahasiswa berada pada kategori baik, yang didukung oleh lingkungan kampus yang inklusif dan interaksi sosial yang intensif.

KEUANGAN PUBLIK DAN SOSIAL ISLAM DI BERBAGAI NEGARA:ANALISIS KOMPARATIF ZAKAT, WAKAF, DAN KESEJAHTERAANSOSIAL

Ratih Yulia Permana, Elsa Yentika, Nadine Talitha Filia, Veni Nopianti
Abstract: Keuangan publik dan sosial Islam merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui mekanisme distribusi kekayaan yang adil. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik pengelolaan zakat… dan wakaf di beberapa negara, yaitu Arab Saudi, Inggris, Mesir, Turki, Kuwait, dan Australia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan keuangan sosial Islam sangat dipengaruhi oleh sistem kelembagaan, regulasi, serta integrasi dengan kebijakan negara. Negara dengan sistem terpusat cenderung lebih efektif dalam distribusi, sementara negara minoritas Muslim menunjukkan inovasi dalam pengelolaan berbasis komunitas. Studi ini menegaskan bahwa optimalisasi zakat dan wakaf dapat menjadi solusi strategis dalam mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial secara berkelanjutan.

PERAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DALAM TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA YANG PARTISIPATIF

Ema Novithania, Yahnu Wiguno Sanyoto, Eva Susanti
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang partisipatif di Desa Tanjung Besar Kecamatan Mekakau Ilir Kabupaten Ogan Komering… Ulu Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ilmu pemerintahan (Pendekatan Pembangun), dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemerintah desa, LPM, kepala dusun, masyarakat, dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran LPM telah berjalan, ditinjau dari indikator harapan sebagai penghubung antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mendorong partisipasi, indikator norma yang didasarkan pada aturan yang berlaku meskipun penerapannya masih fleksibel, serta indikator wujud perilaku yang terlihat dalam keterlibatan LPM pada musyawarah, pembangunan, dan gotong royong. Namun, pelaksanaan peran tersebut belum optimal karena belum merata di seluruh wilayah desa. Pada indikator penilaian dan sanksi, evaluasi telah dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat, tetapi sanksi masih bersifat informal. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran LPM perlu ditingkatkan agar partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan desa dapat berjalan lebih optimal dan merata.

ANALISIS TUGAS DAN FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DESA PENGUJAN, KECAMATAN TELUK BINTAN, KABUPATEN BINTAN

Fauzan Lidra Ramadhani, Nabil Daffa Rizky
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pengujan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 110 Tahun 2016.… 016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan kepala desa, anggota BPD, perangkat desa, serta perwakilan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPD Desa Pengujan secara normatif telah menjalankan fungsi-fungsi utamanya, seperti penyerapan aspirasi masyarakat, penyelenggaraan musyawarah desa, pembahasan peraturan desa, serta pengawasan terhadap kinerja pemerintah desa. Namun, efektivitas pelaksanaan fungsi tersebut masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, ketimpangan partisipasi masyarakat, serta kesenjangan antara prosedur formal dan praktik substantif. Pengawasan BPD cenderung bersifat administratif, sementara partisipasi masyarakat dalam proses legislasi desa belum sepenuhnya inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan peran BPD tidak hanya memerlukan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga peningkatan kapasitas kelembagaan, transparansi, dan mekanisme partisipasi masyarakat yang lebih substantif.

An Analysis of Semantics: Denotative and Connotative Meaning in the Song “Exile” by Taylor Swift

Jeyola Josevine Pangaribuan, Bernieke Anggita Ristia Damanik
Abstract: Penelitian ini dirancang untuk menguji bagaimana kita memahami makna denotatif dan konotatif dalam lirik lagu "Exile" karya Taylor Swift. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis penggunaan makna… na denotatif dan konotatif yang terdapat dalam lagu "Exile" karya Taylor Swift. Semantik, sebagai cabang linguistik, memiliki peran penting dalam menjelaskan bagaimana makna terbentuk dalam bahasa dan memainkan peran penting dalam memahami bagaimana makna dibangun dalam bahasa, baik secara harfiah maupun kiasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memeriksa lirik lagu untuk mengidentifikasi kata, frasa, dan ekspresi yang mengandung makna denotatif (harfiah) dan konotatif (tersirat). Temuan menunjukkan bahwa meskipun beberapa lirik menyampaikan makna denotatif yang jelas, sejumlah besar ekspresi kaya akan makna konotatif yang mencerminkan kedalaman emosional. Aspek konotatif ini memperkaya interpretasi lirik, memungkinkan pendengar untuk memahami makna di balik permukaan dan terhubung lebih dalam dengan alur cerita emosional lagu, seperti perasaan patah hati, kesalahpahaman, dan perpisahan. Unsur-unsur konotatif dalam lagu berkontribusi pada interpretasi yang lebih dalam di luar makna literal, memungkinkan pendengar untuk terhubung dengan narasi emosional. Oleh karena itu, studi ini menyoroti pentingnya analisis semantik dalam memahami lirik lagu dan menunjukkan bagaimana makna denotatif dan konotatif bekerja bersama untuk meningkatkan pesan keseluruhan sebuah lagu. Kesimpulannya, studi ini menggarisbawahi pentingnya analisis semantik dalam menafsirkan lirik lagu dan menggambarkan bagaimana kombinasi makna denotatif dan konotatif membantu mengkomunikasikan pesan keseluruhan secara lebih efektif.  

A Semantic Analysis of Deictic Expressions in “Indonesia Launches Ambitious Free-Meal Program to Combat Stunting” Published by The Jakarta Post

Maria Anjelita Hutauruk, Bernieke Anggita Ristia Damanik
Abstract: Studi ini meneliti bagaimana frasa deiktik digunakan dan apa artinya dalam artikel berita berjudul “Indonesia Siap Meluncurkan Program Makan Gratis Ambitius untuk Memerangi Stunting.” Tujuan utamanya adalah untuk menemukan… emukan berbagai jenis kekurangan dan memahaminya secara bermakna, menggunakan gagasan dari Levinson (1983) dan Huang (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis deiksis dalam artikel tersebut: persona, temporal, misalnya; spasial; wacana; dan sosial. Ini berarti bahwa deiksis persona lebih umum daripada yang lain dari waktu ke waktu, yang menunjukkan bahwa fleksibilitas ini terutama memengaruhi partisipan. Pentingnya ekspresi deiktik berasal dari perannya dalam menghubungkan kata-kata dengan situasi di mana kata-kata tersebut digunakan. Studi ini juga menunjukkan bagaimana analisis semantik dan pragmatik terhubung ketika menjelaskan deiksis, dengan makna semantik yang lebih umum dan makna praktis yang berubah berdasarkan situasi. Oleh karena itu, kedua perspektif tersebut diperlukan untuk memahami bagaimana bahasa digunakan. Pada akhirnya, deiksis memainkan peran kunci dalam pelaporan berita karena membantu menyajikan informasi secara jelas dan membuatnya lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Mempelajari cara menafsirkan frasa deiktik dapat meningkatkan pemahaman pembaca terhadap berita. Ini berarti menemukan penyebutan yang terhubung dengan bagian teks lainnya.