Search Articles & Publications

Showing 2599 articles found for "Sebagai"

Faktor Determinan Kejadian Overweight Dan Obesitas Anak Usia 24 -59 Bulan Di Provinsi Bangka Belitung

Afifa Naura Harahap, Sumardiyono, Nur Hafidha Hikmayani
Abstract: Overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan merupakan masalah gizi yang terus meningkat dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebagai salah satu daerah&#8230; daerah dengan prevalensi overweight dan obesitas balita tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kejadian overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan memanfaatkan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Sampel penelitian berjumlah 584 anak usia 24–59 bulan. Variabel independen meliputi jenis kelamin, riwayat berat badan lahir, kelengkapan imunisasi, serta konsumsi makanan manis, minuman manis, dan makanan berlemak. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik sederhana untuk memperoleh nilai Odds Ratio (OR) dan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi overweight dan obesitas sebesar 11,8%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki berhubungan signifikan dengan kejadian overweight dan obesitas (OR=1,78; IK 95%=1,06–2,98; p<0,05). Sementara itu, riwayat berat badan lahir, kelengkapan imunisasi, serta konsumsi makanan manis, minuman manis, dan makanan berlemak tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki merupakan faktor determinan utama kejadian overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Diperlukan intervensi gizi preventif sejak dini yang terintegrasi dengan pemantauan pertumbuhan balita.

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Imunisasi Tetanus Toksoid Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Pasir Tahun 2025

Nada Angelia, Febriyanti Nursya, Meta Dwi Andriani
Abstract: Cakupan imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil di Sumatera Barat tahun 2023 sebesar 41,2% masih belum mencapai target 95% berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang. Puskesmas Padang Pasir mempunyai cakupan terendah&#8230; pemberian imunisasi tetanus toksoid sebesar 42,57% di Kota Padang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil di Puskesmas Padang Pasir Tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Padang Pasir pada bulan Maret – Agustus 2025. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 14 – 29 Juli 2025. Populasi seluruh ibu hamil trimester III yang berjumlah 59 ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel total population. Data dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji statistic Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 62,8% ibu hamil yang tidak patuh 60,5% ibu hamil memiliki pengetahuan kurang 72,1% ibu hamil yang tidak mendapatkan dukungan suami. 51,2% ibu hamil yang tidak mendapatkan peran petugas kesehatan. Dalam imunisasi tetanus toksoid terdapat hubungan antara pengetahuan (p value = 0,041), dukungan suami (p value = 0,005), peran petugas kesehatan (p value = 0,020) dengan kepatuhan imunisasi tetanus toksoid. Berdasrakan hasil pengetahuan, dukungan suami, peran petugas kesehatan berhubungan dengan kepatuhan imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Pasir tahun 2025. Diharapkan petugas kesehatan di Puskesmas Padang Pasir dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui penyuluhan yang terjadwal dan media edukasi yang menarik serta mudah dipahami. Hal yang perlu ditingkatkan dengan cara memberikan informasi yang akurat, pelayanan yang ramah, dan memanfaatkan setiap kunjungan ibu hamil sebagai kesempatan untuk memberikan edukasi dan memotivasi pelaksanaan imunisasi.

Efektifitas Tindakan Hipnosis Lima Jari Dan Teknik Relaksasi Napas Dalam Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Pada Pasien Post Operasi Mastektomi Di Bangsal Cendana 3 Rsup Dr Sardjito Yogyakarta

Muhammad Afif Risky Pradana, Sriyati
Abstract: Latar belakang: Gangguan pola tidur sering terjadi pada pasien paliatif dengan karsinoma mamae akibat nyeri, kecemasan, dan kelelahan, yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Pendekatan nonfarmakologis seperti relaksasi&#8230; ksasi napas dalam dan hipnosis lima jari dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Tujuan: Mengetahui efektifitas tindakan hipnosis lima jari dan teknik relaksasi napas dalam untuk meningkatkan kualitas tidur pada pasien post operasi mastektomi. Metode: studi kasus pada pasien berusia 58 tahun dengan diagnosa gangguan pola tidur. Intervensi keperawatan meliputi observasi pola tidur, modifikasi lingkungan, serta edukasi teknik relaksasi napas dalam dan hipnosis lima jari selama dua hari. Hasil: Pasien melaporkan tidur lebih nyenyak, tidak mudah terbangun, dan mampu melakukan teknik relaksasi secara mandiri.Skor indikator tidur meningkat dari 3 menjadi 5 pada seluruh aspek. Simpulan: Penerapan teknik relaksasi napas dalam dan hipnosis lima jari efektif meningkatkan kualitas tidur dan kenyamanan pasien paliatif dengan karsinoma mamae. Saran: Disarankan agar perawat menerapkan teknik relaksasi napas dalam dan hipnosis lima jari sebagai intervensi rutin dalam manajemen gangguan tidur pasien paliatif

Hubungan Kualitas Tidur dan Masa Kerja Dengan Tingkat Kelelahan Kerja Pada Perawat Di RSUD dr. Rasidin Padang Tahun 2025

Nesa Triyulita Nesa, Gusrianti, Yulia
Abstract: Menurut hasil survey PPNI tahun 2023 didapatkan 50,9% perawat yang bekerja di empat provinsi di Indonesia mengalami kelelahan kerja. Berdasarkan data yang didapatkan dari Dinas Provinsi Sumatera Barat (2023) didapatkan hasil&#8230; asil kelelahan kerja pada perawat sebesar 59,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dan masa kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada perawat di RSUD dr. Rasidin Padang Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RSUD dr. Rasidin Padang pada bulan Maret sampai Agustus 2025. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perawat di RSUD dr. Rasidin Padang sebanyak 180 orang dengan sampel sebanyak 65 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proporsional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52,3% perawat mengalami kelelahan kerja, sebanyak 53,8% perawat memiliki kualitas tidur yang buruk dan sebanyak 63,1% perawat memiliki masa kerja yang berisiko (>5 tahun). Terdapat hubungan kualitas tidur (p-value= 0,000) dan masa kerja (p-value= 0,000) dengan kelelahan kerja pada perawat. Terdapat hubungan hubungan kualitas tidur dan masa kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada perawat di RSUD dr. Rasidin Padang. Disarakan kepada Direktur RSUD. dr. Rasidin Padang, agar dapat dijadikan sebagai masukan bagi tenaga kesehatan khususnya petugas keperawatan tentang hubungan kualitas tidur dan masa kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada perawat..

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cerdik Dalam Upaya Pencegahan Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang Tahun 2025

Selsa Fadilla, Wilda Tri Yuliza, Afzahul Rahmi
Abstract: Hipertensi merupakan penyebab utama komplikasi serius seperti stroke dan gagal ginjal yang banyak menyerang lansia. Salah satu strategi pencegahan adalah penerapan perilaku CERDIK (Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin&#8230; in aktivitas fisik, Diet sehat, Istirahat cukup, dan Kelola stres), belum semua lansia menerapkan perilaku CERDIK secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku CERDIK dalam upaya pencegahan hipertensi pada lansia di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh lansia yang berumur 60-74 tahun yang berkunjung ke  Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang dengan sampel sebanyak 96 orang dipilih secara accidental sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Agustus, pengumpulan data pada tanggal 26 Mei - 5 Juni 2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner melalui wawancara langsung dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45,8% lansia memiliki perilaku CERDIK kurang baik, 37,5% lansia memiliki tingkat pengetahuan rendah, 47,9% lansia memiliki akses informasi yang kurang baik dan 37,5% lansia memiliki dukungan keluarga yang kurang baik. Hasil uji statistik  didapatkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan (p = 0,00) dan akses informasi (p = 0,026) dengan perilaku CERDIK. Namun, tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku CERDIK (p = 0,669). Tingkat pengetahuan dan akses informasi merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku CERDIK dalam upaya pencegahan hipertensi pada lansia. Diperlukan peningkatan edukasi dan penyediaan informasi kesehatan yang mudah diakses bagi keluarga lansia sebagai bagian dari intervensi promotif di tingkat puskesmas.   Kata Kunci : Hipertensi,  lansia, perilaku CERDIK   Abstract   Hypertension is a non-communicable disease that often attacks the elderly and is the main cause of serious complications such as stroke and kidney failure. One of the prevention strategies recommended by the government is the implementation of CERDIK behavior (Check health, Eliminate cigarette smoke, Be diligent in physical activity, Healthy diet, Get enough rest, and Manage stress). However, not all elderly people implement this behavior optimally. This study aims to determine the factors related to CERDIK behavior in efforts to prevent hypertension in the elderly at the Lubuk Buaya Health Center, Padang City.This research is a quantitative study with a cross sectional design. The population was all elderly people aged 60-74 years and over who visited the Lubuk Buaya Health Center, Padang City with a sample of 96 elderly people selected by accidental sampling. The research was conducted in March-August. Data collection was carried out on 25 Mei – 6 Juni 2025. Data were collected using a questionnaire through direct interviews and analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test.The results of the study showed that 45.8% of elderly people had poor CERDIK behavior, 37.5% of elderly people had low levels of knowledge, 47.9% of elderly people had poor access to information and 37.5% of elderly people had poor family support. The results of statistical tests showed that there was a relationship between the level of knowledge (p = 0.000) and access to information (p = 0.026) with CERDIK behavior. However, there was no relationship between family support and CERDIK behavior (p = 0.669). Knowledge and access to information are factors associated with CERDIK behaviors in preventing hypertension in the elderly. Improved education and the provision of easily accessible health information for families of the elderly are needed as part of promotive interventions at the community health center level.

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Belimbing Tahun 2025

Suci Fitria Yusva, Syalvia Orestie, Nurul Prihastita Rizyana
Abstract: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dikenal sebagai “silent killer” karena sering tidak menimbulkan gejala, namun berdampak serius terhadap kesehatan seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.&#8230; l ginjal. Prevalensi hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia sehingga kelompok lanjut usia (lansia) menjadi yang paling rentan. Data Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023 menunjukkan Puskesmas Belimbing memiliki jumlah kasus hipertensi tertinggi, yaitu 12.755 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Belimbing tahun 2025. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–September 2025 dengan sampel 95 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi, dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan dari 95 responden, sebanyak 61,1% responden mengalami hipertensi, sebanyak 46,3% memiliki aktivitas fisik kurang, sebanyak 55,8% memiliki perilaku merokok berat, dan 64,2% mengalami keluhan stress berat. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan aktivitas fisik (p=0,000) dan perilaku merokok (p=0,009) dengan kejadian hipertensi pada lansia, sedangkan keluhan stress (p=0,153) tidak terdapat hubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Aktivitas fisik dan perilaku merokok merupakan faktor yang dapat berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Diharapkan agar tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan mengenai pencegahan dan penanganan hipertensi pada lansia dengan mendorong perubahan gaya hidup sehat.

Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Penyembuhan Luka Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea

Nuryani, Miftachul Indriani, Meilinda Anisa Dewi, Mella Sari Dwi Astuti, Lulu Eka Nanda, Mochamad Ziyad Zulkarnaen
Abstract: Latar Belakang : Melahirkan adalah proses mengeluarkan produk konsepsi yang meliputi janin, plasenta dan cairan ketuban, dari rahim melalui jalan lahir dan perut. Proses melepaskan janin dan urin sebagai produk konsepsi&#8230; dari rahim atau metode lain di kenal sebagai persalinan. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Pengaruh Mobilisasi Dini terhadap Penyembuhan Luka pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea. Metode Penelitian : Metode penelitian dengan design quasy eksperiment dengan melakukan eksklusi dan inklusi terhadap penelitian yang akan dimasukkan dalam systematic review berdasarkan kualitas. Hasil Penelitian 14 jurnal menunjukkan bahwa penyembuhan luka sectio Caesarea  di pengaruhi oleh mobilisasi dini yang dilakukan pada ibu post Sectio  Caseraea di prngaruhi oleh Mobilisasi dini yang dilakukan oada ibu post Sectio Caesarea  dapat mempercepat proses penyembuhan luka operasi Sectio Caesarea. Kesimpulan : membantu pasien merasa lebih baik, merasa lebih sehat, dan membantu mempercepat penyembuhan luka operasi serta meningkatkan fungsi usus dan kandung kemih.

Pengaruh Penundaan Pemotongan Tali Pusat Terhadap Kadar Hemoglobin Bayi Baru Lahir Di Bidan Praktek Mandiri Yupi Siti Nur Janah Tahun 2025

Sudarmono, Saraswati, Alfitri , Rosyidah
Abstract: Setelah proses kelahiran, terjadi transisi fisiologis dari sistem pernapasan janin yang semula bergantung pada oksigenasi melalui plasenta, menuju sistem pernapasan mandiri yang bergantung pada paru-paru. Jika proses transisi&#8230; nsisi ini berlangsung secara mendadak, khususnya apabila pemutusan tali pusat dilakukan terlalu cepat, maka distribusi oksigen melalui aliran darah ke tubuh bayi dapat menjadi tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara lebih mendalam temuan dari studi-studi sebelumnya, serta mengkaji secara empiris dampak penundaan pemotongan tali pusat terhadap kadar hemoglobin pada neonatus yang dilahirkan di Bidan Praktik Mandiri Yupi Siti Nurjanah. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuasi-eksperimental dengan rancangan Posttest Only Control Group Design, yang memungkinkan perbandingan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah intervensi dilakukan. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling, dengan jumlah total sampel sebanyak 30 bayi baru lahir. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan lembar pencatatan standar selama periode Maret hingga Juni 2025 di fasilitas praktik bidan mandiri. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Paired Samples T-Test untuk menilai signifikansi perbedaan antar kelompok. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p (ρ value) sebesar 0,000 (ρ<0,05), mengindikasikan bahwa penundaan pemotongan tali pusat secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada bayi baru lahir. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan kausal yang bermakna antara praktik penundaan pemotongan tali pusat dengan kadar hemoglobin neonatus. Oleh karena itu, pendekatan ini patut dipertimbangkan sebagai bagian dari intervensi obstetrik berbasis bukti dalam praktik kebidanan.

Moderasi Beragama dan Pendidikan Islam Multikultural pada Tradisi Kejawen Kutorojo

Ceren Desta Joina, Anggun Setiani, M. Irfansyah Afsalu Ramedhon, Muhammad Fajrul Falah, Siti Mutmainah, Alis Kholisoh, Nisfu Istiqomah, Wildan Khairil Anam, Arditya Prayogi
Abstract: Artikel ini mengkaji praktik moderasi beragama pada komunitas Islam Kejawen di Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, serta relevansinya bagi penguatan pendidikan Islam multikultural. Kutorojo menarik ditelaah&#8230; laah karena telah ditetapkan sebagai Kampung Moderasi Beragama dan dihuni oleh masyarakat Islam, Hindu, penghayat kepercayaan, serta penganut tradisi Kejawen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan kepala desa, pemangku adat Kejawen, dan warga. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan makna berdasarkan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kejawen di Kutorojo diterima sebagai warisan budaya lokal, bukan sebagai ancaman sosial-keagamaan. Nilai moderasi tampak pada toleransi terhadap perbedaan praktik, keterlibatan lintas kelompok dalam Nyadran, Ruwat Bumi, Suronan, gotong royong, serta kebijakan desa yang memberi ruang setara bagi kelompok minoritas. Temuan ini memperlihatkan bahwa pendidikan Islam multikultural dapat bertolak dari pengalaman sosial masyarakat, terutama melalui pembelajaran tentang penghormatan terhadap budaya lokal, dialog, anti-diskriminasi, dan tanggung jawab menjaga kerukunan.

Pengaruh Kompetensi, Teknologi Informasi, Independensi, Dan Skeptisisme Terhadap Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik Di Jakarta

AndarSaragih, Andar, Manurung, Jamal, Rusly, Ananda, Malau, Melinda
Abstract: Studi ini dilakukan guna menganalisis bagaimana kompetensi, teknologi informasi, independensi, serta skeptisisme memengaruhi kualitas audit di Kantor Akuntan Publik wilayah Jakarta. Mutu audit sendiri diartikan sebagai kapabilitas&#8230; apabilitas seorang auditor untuk menemukan kecurangan (fraud) dalam laporan keuangan nasabah. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif asosiatif yang dipadukan dengan metode penarikan sampel bertujuan (purposive sampling), sehingga diperoleh 56 auditor sebagai sampel. Data dihimpun dengan mendistribusikan kuesioner, baik secara online maupun konvensional (tatap muka). Selanjutnya, data tersebut diolah lewat analisis regresi linear berganda memanfaatkan software SPSS versi 32. Hasil temuan menunjukkan bahwa secara parsial hanya independensi yang terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan kompetensi, teknologi informasi, dan skeptisisme tidak terbukti berpengaruh signifikan. Secara simultan, keempat variabel independen tidak berpengaruh positif terhadap kualitas audit.