Abstract:Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan angka kejadian yang tinggi di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan penularan TBC adalah pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada kontak serumah…
rumah pasien TBC. Namun, cakupan TPT masih rendah, salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan keluarga mengenai manfaat dan tujuan TPT. Pendidikan kesehatan melalui media e-book merupakan salah satu media edukasi yang mudah diakses dan berpotensi meningkatkan pengetahuan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan melalui media e-book Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) terhadap tingkat pengetahuan keluarga pasien tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang TPT diberikan satu kali intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat pengetahuan sebelum intervensi sebesar 70,75% dan meningkat menjadi 99,00% setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media e-book. Kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan kesehatan melalui media e-book efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan keluarga pasien tuberkulosis mengenai Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
Abstract:Diabetes Mellitus (DM) Tipe II merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi dan resistensi insulin. Prevalensi DM yang terus meningkat menjadi permasalahan kesehatan…
tan masyarakat, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Sekip Palembang. Salah satu faktor yang berperan dalam keberhasilan pengendalian kadar gula darah adalah kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur. Ketidakpatuhan minum obat dapat menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat dan kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Sekip Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 74 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kepatuhan minum obat dikumpulkan menggunakan kuesioner ARMS-12, sedangkan data kadar gula darah diperoleh dari hasil pemeriksaan di Puskesmas. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden termasuk dalam kategori patuh (82,4%), sedangkan 17,6% tidak patuh. Untuk kadar gula darah, 51,4% responden berada dalam kategori terkontrol dan 48,6% tidak terkontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun mayoritas pasien telah patuh, masih terdapat proporsi yang cukup besar dengan kadar gula darah belum terkendali. Diharapkan agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi berkelanjutan, konseling rutin, serta melibatkan keluarga dalam mendukung kepatuhan terapi guna membantu pasien mencapai kontrol gula darah yang optimal dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Abstract:Enterobius vermicularis atau cacing kremi merupakan nematoda usus yang sering menginfeksi anak usia sekolah dasar dan ditularkan melalui jalur fekaloral akibat tertelannya telur infektif dari lingkungan yang terkontaminasi.…
si. Pengetahuan wali murid berperan penting dalam pencegahan infeksi ini melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan: Menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan wali murid kelas 2 salah satu SD di Jawa Timur dengan kejadian infeksi cacing kremi pada anak. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional dilakukan pada Juni–Juli 2025 terhadap 39 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebanyak 25 responden (64,1%) memiliki tingkat pengetahuan baik dan 14 responden (35,9%) memiliki pengetahuan kurang baik. Sebanyak 7 anak (17,9%) terindikasi mengalami gejala infeksi cacing kremi dan 32 anak (82,1%) tidak menunjukkan gejala. Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,005 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan wali murid dengan kejadian infeksi cacing kremi pada anak kelas 2 salah satu SD di Jawa Timur.
Abstract:Kebakaran merupakan bencana nonalam yang sering terjadi di wilayah permukiman dan dapat menimbulkan kerugian jiwa maupun materi. Tingginya risiko kebakaran di lingkungan masyarakat umumnya dipengaruhi oleh aktivitas usaha…
a rumahan, kelalaian dalam penggunaan api dan listrik. Pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat berperan penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat tentang bencana kebakaran di Kampung Tempuran Kelurahan Bulakan Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian sebanyak 425 warga RW 5 Kampung Tempuran, dengan sampel sebanyak 81 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat. penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 50 responden (61,7%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang bencana kebakaran, sedangkan kesiapsiagaan masyarakat sebanyak 45 responden (55,6%) berada pada kategori tinggi Mayoritas masyarakat memiliki pengetahuan yang baik dan kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi bencana kebakaran, namun tetap diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan secara berkelanjutan.
Abstract:Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang sering menimbulkan komplikasi, salah satunya ulkus diabetik yang dapat menyebabkan infeksi, amputasi, serta penurunan kualitas hidup. Risiko terjadinya ulkus diabetik meningkat…
ngkat akibat kurangnya pengetahuan mengenai perawatan kaki dan upaya pencegahan ulkus. Tingginya jumlah penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Grogol Kabupaten Suokaharjo menunjukkan pentingnya pengetahuan penderita dalam mencegah terjadinya ulkus. Tujuan : bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang pencegahan ulkus pada penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah penderita DM yang berkunjung ke Puskesmas Grogol, dengan jumlah sampel 92 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil : Mayoritas responden berusia ≥ 60 tahun 50 orang (54,3%), berjenis kelamin perempuan 71 orang (77,2%), berpendidikan menengah 43 orang (46,7%), lama menderita DM < 5 tahun 53 orang (57,6%), tidak bekerja sebanyak 62 orang (67,4%). Tingkat pengetahuan penderita DM tentang pencegahan ulkus sebagian besar berada pada kategori baik yaitu 51 orang (55,4%), diikuti kategori sedang 29 orang (31,5%) dan kategori buruk 12 orang (13,0%). Mayoritas penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan ulkus diabetik, namun masih diperlukan upaya lebih lanjut pada kelompok yang berpengetahuan sedang dan buruk guna mencegah terjadinya ulkus diabetik.
Abstract:Perawatan di rumah (home care) adalah layanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga profesional di tempat tinggal pasien. Tujuannya adalah untuk mendukung pasien dalam memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalah kesehatannya…
secara berkelanjutan dan menyeluruh. Kepuasan merupakan salah satu hasil dari kualitas pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan. Mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan perawatan di rumah (home care) dengan tingkat kepuasan pasien di RSUP Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kualitas pelayanan SERVQUAL dan Kuesioner Kepuasan Pasien (Patient Satisfaction Questionnaire Short Form/PSQ-18). Teknik pengambilan sampel adalah total sampling, dengan jumlah responden sebanyak 63 pasien. Data bivariat dianalisis menggunakan uji korelasi Kendall-Tau. Sebagian besar responden melaporkan bahwa kualitas pelayanan baik dan tingkat kepuasan mereka cukup puas. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan perawatan di rumah (home care) dengan tingkat kepuasan pasien di RSUP Surakarta. Hal ini didukung dengan nilai p sebesar 0,001 dan koefisien korelasi sebesar 0,796, yang keduanya menunjukkan korelasi positif. Terdapat hubungan antara kualitas pelayanan perawatan di rumah (home care) dengan tingkat kepuasan pasien di RSUP Surakarta.
Abstract:eban kerja yang dirasakan oleh perawat terjadi karena adanya tingkat tekanan dalam bekerja. Apabila perawat mengalami beban kerja yang tinggi, maka tingkat kepatuhan dalam pengisian early warning system di dalam rumah sakit.…
kit. Objek yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah RSUP Surakarta yang difokuskan pada perawat. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui tingkat Beban Kerja Perawat dengan Kepatuhan Pengisian Early Warning System (EWS) di RSUP Surakarta, (2) mengetahui tingkat kepatuhan pengisian Early Warning System (EWS) di RSUP Surakarta dan (3) menganalisis hubungan tingkat Beban Kerja Perawat dengan Kepatuhan Pengisian Early Warning System (EWS) di RSUP Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional.penelitian dilakukan di RSUP Surakarta dengan subjek penelitian adalah perawat pelaksana. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 36 perawat. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner untuk mengukur tingkat beban kerja perawat dan lembar observasi untuk menilai kepatuhan pengisian Early Warning System (EWS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji statistik korelasi Kendall Tau untuk mengetahui hubungan antara tingkat beban kerja perawat dan kepatuhan pengisian EWS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kepatuhan pengisian early warning system dimana nilai p-value adalah 0.035 < 0.05 dan nilai r sebesar 0.277. Maka, disimpulkan bahwa hubungan yang terbentuk antara beban kerja dengan kepatuhan pengisian early warning system memiliki kategori yang rendah.
Abstract:ASI eksklusif merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi yang berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan balita secara optimal. Keberhasilan pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh sikap ibu, karena…
arena sikap mencerminkan kesiapan, keyakinan, dan kemauan ibu dalam memberikan ASI sesuai anjuran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap ibu tentang pemberian ASI eksklusif pada balita di wilayah kerja Puskesmas Geyer 1 Kabupaten Grobogan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki balita di Kelurahan Ledokdawan dengan jumlah sampel 78 responden, yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sikap dengan skala Likert, dan data dianalisis secara deskriptif menggunakan program SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki sikap positif terhadap pemberian ASI eksklusif, yaitu sebanyak 74 responden (94,9%), sedangkan responden dengan sikap negatif sebanyak 4 responden (5,1%). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa gambaran sikap ibu tentang pemberian ASI eksklusif pada balita di wilayah kerja Puskesmas Geyer 1 Kabupaten Grobogan didominasi oleh sikap positif, yang diharapkan dapat mendukung keberhasilan program ASI eksklusif..
Abstract:Stroke merupakan penyakit neurologis yang dapat menyebabkan penurunan tingkat kesadaran. Pasien stroke dengan penurunan kesadaran dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) dan memerlukan intervensi yang tepat untuk membantu…
antu meningkatkan kesadaran. Terapi familiar auditory sensory training (FAST) dapat digunakan sebagai terapi stimulasi untuk merangsang aktivitas otak dan meningkatkan tingkat kesadaran menggunakan rekaman suara familiar bagi pasien. Mengetahui pengaruh terapi familiar auditory sensory training (FAST) terhadap tingkat kesadaran pasien stroke di ruang ICU RSUP Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-experimental pretest - posttest design one group without control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan responden sebanyak 21 pasien stroke. Instrumen penelitian menggunakan Glascow Coma’s Scale. Pengukuran tingkat kesadaran dilakukan sebelum dan setelah diberikan intervensi terapi familiar auditory sensory training (FAST). Analisa data menggunakan analisis univariat meliputi distribusi frekuensi dan tendensi sentral serta dilakukan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil uji wilcoxon signed rank test didapatkan nilai p-value sebesar 0,041 < α 0,05 sehingga disimpulkan ada pengaruh terapi familiar auditory sensory training (FAST) terhadap tingkat kesadaran pasien stroke. Terapi familiar auditory sensory training (FAST) dapat meningkatkan tingkat kesadaran pasien stroke di ruang ICU RSUP Surakarta.
Abstract:Kinerja perawat merupakan faktor penting dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja perawat adalah stres kerja. Stres kerja yang tidak terkelola dengan baik dapat berdampak pada…
penurunan produktivitas dan kualitas pelayanan keperawatan. Mengetahui hubungan stres kerja dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Pusat Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sebanyak 54 responden. Instrumen penelitian menggunakan DASS (Depression Anxiety Stress Scale) untuk mengukur stres kerja dan Kuesioner Kinerja Perawat. Analisis univariat meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, status kepegawaian, stres kerja dan kinerja. Analisis bivariat menggunakan Uji Kendall Tau. Hasil penelitian didapatkan stres kerja mayoritas pada kategori stres sedang sebanyak 33 responden (61.1%). Kinerja perawat mayoritas pada kategori kinerja sedang sebanyak 28 responden (51.9%). Hasil Uji Kendall Tau didapatkan nilai p value 0,00 < 0,05 dengan hasil korelasi positif 0.676, hal ini dapat disimpulkan bahwa penelitian ini memiliki hubungan yang kuat antara stres kerja dengan kinerja perawat. Terdapat hubungan antara stres kerja dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Pusat Surakarta.