Search Articles & Publications

Showing 1194 articles found for "Penerapan"

Penerapan Metode K-Means untuk Mengklasifikasikan Penjualan Produk Olahraga Pada Toko Wan Toys & Sport

Marta Riama Uli Aritonang, Mhd. Anugrah Pramana, Putri Anggraini Dwiyanti
Abstract: Technological advances support digital transformation in sales data management. Wan Toys & Sport stores face difficulty understanding sales patterns, such as the highest sales months and most popular products. This research… rch uses the K-Means clustering method with the CRISP-DM approach to group sports products based on their sales level. The analysis results show that this method is able to divide products into three categories: high, medium and low, thus providing strategic insight for stock management and marketing. Products with high sales are prioritized for stock, while products with low sales are targeted for promotion. This method effectively supports operational efficiency and data-based decision making at Wan Toys & Sport stores.  

Penerapan Naive Bayes Untuk Prediksi Penerima BLT di SD Swasta IT ABI Husni

Ayu Wandira, Nadhilla Rahmadani, Ummi Kalsum
Abstract: The development of information technology provides solutions for increasing efficiency and accuracy in decision-making, such as in determining students eligible for BLT at SD Swasta IT ABI Husni. This study aims to implement… ment the Naive Bayes algorithm to support a more objective BLT recipient selection process. The method used is CRISP-DM, starting from understanding the problem, data preparation, to model implementation. The data analyzed included type of residence, KPS recipients, parents' income, KIP recipients, number of siblings, distance from home and reasons for eligibility for BLT used were data from students of SD Swasta IT ABI Husni in the odd semester of 2024/2025, with a total of 137 data. The results of the study showed that the Naive Bayes algorithm was able to achieve an accuracy level of 98% with precision and recall of up to 100%, proving the effectiveness of the model in minimizing classification errors. In conclusion, the use of the Naive Bayes algorithm can help make decisions that are more targeted, transparent, and fair in the distribution of BLT.

Penerapan Algoritma K-Means Untuk Mengklasifikasikan Penjualan Produk Dettol

Andriani, Asih, Sinaga, Bella Cantika, Hasana, Dina Nur
Abstract: Everbright has become one of the distributing companies selling various products, one of which is the Dettol product. In optimizing the stock and marketing of Dettol products, the company faces difficulties in identifying… g the best-selling products and those less favored by customers. This research data originates from the sales transaction data of Dettol soap in November, comprising 77 sales data. Through the use of data mining, particularly the K-means Clustering method, it becomes a relevant approach to solving this issue. The objective of this research is to avoid excess inventory that remains unsold while meeting the diverse needs of customers. The results of this study show the visualization of the distribution of Dettol soap product clusters and grouping based on sales levels. There were 21 best-selling item data, 31 well-selling item data, and 25 less popular item data, enabling the company to manage inventory based on the best-selling items.

Penerapan Metode Naïve Bayes Untuk Klasifikasi Penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)

Jona, Alda Veronika, Pratiwi, Era, Syahputra, Hat, Safitri, Yulia
Abstract: The Self-Help Housing Stimulant Assistance (BSPS) is a government house renovation program aimed at low-income communities. This program aims to enhance self-sufficiency in construction and improve the quality of houses,… facilities, infrastructure, and public utilities through the principle of mutual cooperation. BSPS recipients must meet several criteria, such as income, house ownership status, house size, floor type, wall type, roof type, and water source. To address issues based on these criteria, Data Mining techniques using the Naive Bayes method were employed. This study utilized a dataset of BSPS recipients in Air Genting Village, Air Batu Sub-district, comprising 88 samples. The classification results from applying Naive Bayes yielded a precision value of 84%, a recall value of 81%, an F1-score of 82%, and an accuracy of 81%. The objective of this research is to facilitate the classification of eligible and rightful recipients of government assistance in the form of BSPS. The results of this study are expected to provide an alternative solution in determining BSPS recipients in Air Genting Village, Air Batu Sub-district

Penerapan RT/RW Net Berbasis Mikrotik dengan Memanfaatkan Kabel FO dan Router di Desa Aek Nagali

Ihsan, Mhd, Efendi, Bachtiar, Siddik, Mohd
Abstract: The advancement of information technology has influenced human perspectives and lifestyles, as well as organizational operations. RT/RW Net provides a cost-effective solution for delivering internet network services, especially… ecially in areas that are difficult to reach by conventional internet networks, such as Dusun VI Persaguan, Desa Aek Nagali. The development of RT/RW Net networks involves underlying factors and methods used for its implementation. This network development employs Mikrotik for network access and bandwidth management, requiring equipment such as FO cables for network transmission, routers as network transmitters, and towers as supports for devices capturing the central network. The stages of developing the RT/RW Net network in Dusun VI Persaguan, Desa Aek Nagali include: determining the network access area from the RT Net server location, identifying the necessary equipment, configuring Mikrotik, and testing the implemented network.

Edukasi Pentingnya Menggunakan Masker untuk Mencegah Infeksi Nosokomial pada Pengunjung di Poli Rawat Jalan RSUD Bahteramas

Sri Tungga Dewi, Hilda Harun, Harleli, Andi Nur Taqfiyatul Rizka Toaso, Astrifatih A.Daulat
Abstract: Infeksi yang berkaitan dengan Healthcare Associated Infections (HAIs) ialah permasalahan kesehatan yang bersifat global, termasuk di Indonesia yang pada tahun 2024 tercatat sebesar 15,74%. Kondisi tersebut menegaskan bahwasannya&#8230; wasannya pelaksanaan upaya pencegahan serta pengendalian infeksi (PPI) di rumah sakit menjadi hal yang sangat krusial, salah satunya melalui penerapan penggunaan masker secara tepat serta benar sesuai prosedur. Sementara itu, kegiatan pengabdian ini dimaksudkan guna meningkatkan kesadaran serta pengetahuan pengunjung terkait penggunaan masker yang benar, sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap penularan infeksi nosokomial di Instalasi Rawat Jalan RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2026, dengan sasaran pasien serta keluarga atau pendamping pasien di Instalasi Rawat Jalan, sehingga didapatkan sebanyak 60 pengunjung. Pada studi ini metode yang dipakai ialah edukasi kesehatan secara langsung (tatap muka) dengan media leaflet. Dari hasil Hasil pengujian Wilcoxon Signed-Rank Test menghasilkan nilai P-Valeu=0,000 (p<0,05). Berdasarkan hal tersebut, mengindikasikan bahwasannya sehinga ada perbedaan pengetahuansignifikan sebelum serta sesudah edukasi.

Implementasi Hukum Administrasi Publik dalam Mewujudkan Good Governance dan Pelayanan Publik Berkualitas di Indonesia

Enala, Syahrabudin Husein, Dapot P Saragih, Andi Patta Yusuf, Antonius Nggewaka, Fransin Kontu
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Hukum Administrasi Publik dalam mendukung terwujudnya good governance melalui transformasi digital pelayanan publik di Indonesia. Penelitian dilatarbelakangi oleh&#8230; meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik di era digital. Di sisi lain, pemerintah menghadapi berbagai tantangan, seperti tumpang tindih regulasi, penyalahgunaan kewenangan, rendahnya kompetensi aparatur, serta belum meratanya implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai peraturan perundang-undangan, buku ilmiah, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan pemerintah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan mengkaji implementasi prinsip-prinsip Hukum Administrasi Publik berdasarkan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB), good governance, dan digital governance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Hukum Administrasi Publik telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan kepastian hukum, transparansi, akuntabilitas, efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, serta kualitas pelayanan publik melalui penerapan SPBE. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain disharmonisasi regulasi, keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi digital aparatur sipil negara, serta lemahnya pengawasan terhadap penggunaan kewenangan administrasi. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan Hukum Administrasi Publik harus dilakukan secara terintegrasi dengan reformasi birokrasi, transformasi digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan sistem pengawasan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Manajemen Organisasi Digital dan Kinerja Pelayanan Publik: Bukti Empiris dari Pemerintah Daerah di Indonesia

Atbar, Samuel, Frederikus Antonius Mana, Antonius Nggewaka
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen organisasi digital terhadap kinerja pelayanan publik pada pemerintah daerah di Indonesia. Transformasi digital dalam sektor publik menjadi salah satu strategi&#8230; i pemerintah untuk meningkatkan efektivitas organisasi, efisiensi birokrasi, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Namun demikian, implementasi manajemen organisasi digital masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan kompetensi digital aparatur sipil negara (ASN), kesiapan infrastruktur teknologi informasi, serta budaya organisasi yang belum sepenuhnya adaptif terhadap perubahan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah aparatur sipil negara pada beberapa organisasi perangkat daerah, sedangkan sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 120 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima tingkat. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan nilai rata-rata setiap indikator untuk menggambarkan tingkat penerapan manajemen organisasi digital dan kinerja pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen organisasi digital berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 4,12, sedangkan kinerja pelayanan publik memperoleh nilai rata-rata 4,17 yang juga berada pada kategori baik. Indikator kepemimpinan digital memperoleh nilai tertinggi, sedangkan kompetensi digital ASN menjadi indikator dengan nilai terendah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa semakin baik penerapan manajemen organisasi digital, semakin tinggi pula kualitas kinerja pelayanan publik. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat kompetensi digital ASN, meningkatkan infrastruktur teknologi informasi, mengembangkan inovasi pelayanan berbasis digital, serta membangun budaya organisasi yang adaptif guna mewujudkan pelayanan publik yang efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Pelestarian Nilai Keramat Kanemoton sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Adat Suku Wambon di Kabupaten Boven Digoel

David Laiyan, Welhelmina Jeujanan, Antonius Nggewaka, Syahrabudin Husein Enala, Nikolaus Aneyap
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelestarian nilai keramat Kanemoton pada masyarakat adat Suku Wambon di Kampung Tinggam, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel. Kanemoton merupakan warisan&#8230; isan budaya yang memiliki makna sakral sebagai pedoman kehidupan masyarakat adat dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia, leluhur, alam, dan Tuhan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan masyarakat adat Suku Wambon. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian Kanemoton masih dilakukan melalui pewarisan nilai secara lisan, pelaksanaan ritual adat, penghormatan terhadap kawasan keramat, penerapan hukum adat, serta pembinaan oleh tokoh adat kepada generasi muda. Tokoh adat memiliki peran sentral sebagai penjaga nilai budaya sekaligus penyelesai konflik adat. Namun demikian, pelestarian Kanemoton menghadapi berbagai tantangan berupa modernisasi, globalisasi, masuknya budaya luar, berkurangnya regenerasi pemangku adat, serta minimnya dokumentasi budaya. Di sisi lain, meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya menjadi peluang untuk menjaga keberlangsungan nilai Kanemoton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian Kanemoton memerlukan sinergi antara masyarakat adat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan generasi muda melalui dokumentasi budaya, pendidikan berbasis kearifan lokal, serta penguatan kelembagaan adat agar nilai budaya tersebut tetap lestari sebagai identitas masyarakat Suku Wambon di tengah dinamika perubahan sosial

Presepsi Masyarakat terhadap Penerapan Prinsip Good Governance di Kampung Gurinda Jaya Kabupaten Merauke

Zahra Soraya, Godefridus Samderubun, Vincenso R Serano
Abstract: This research is motivated by the suboptimal implementation of good governance principles in public services at the village level, which influences public perceptions of the performance of government officials. The purpose&#8230; se of this study is to analyze public perceptions of the implementation of the principles of accountability, transparency, openness, and the rule of law in public services in Gurinda Jaya Village, Merauke Regency, and to identify supporting and inhibiting factors. This study used a qualitative approach with a descriptive approach through observation, in-depth interviews, and documentation of village officials and community service users. The results indicate that the implementation of good governance principles has not been optimal, characterized by discrepancies in service delivery times with established standards, limited public understanding of service information, inconsistent transparency practices, and an unfulfilled sense of justice and legal certainty in public services. The study's conclusion confirms that strengthening apparatus capacity, improving discipline and integrity, and strengthening village government commitment and community participation are important implications for realizing more effective and accountable village governance.