Abstract:Abstract: The Reading And Interaction Console With Kinetic Intelligence – Braille prototype aims to introduce an innovative educational technology for blind students at SLB Negeri Kota Tanjungbalai. The school, under the…
he authority of the Province of North Sumatra, has 111 students across elementary, junior high, and senior high school levels. SLBN Tanjungbalai is led by Mrs. Resti, S.Pd., supported by 13 teachers and 1 administrative staff member. This media integrates an interactive kinesthetic system, binary Braille sensors, and artificial intelligence (AI) capable of recognizing Braille letter patterns based on tactile input and providing real-time voice feedback. Braille letters are converted into six-dot binary codes (Braille-cell), such as A (100000), B (110000), C (100100), D (100110), up to Z (101011). These binary combinations are detected by tactile sensors or push buttons, then processed by an ESP32S connected to a 2004 LCD with I2C, a DFPlayer Mini, and a speaker to produce the corresponding letter sounds. The socialization activity was conducted at SDLB Negeri Kota Tanjungbalai, involving companion teachers and eight blind students. The activities included device demonstration, usage training, and interactive trials. The results show positive responses from both teachers and students, as the media enhances motivation, accuracy, and speed in learning Braille letters. RICKI-Braille proved to be more interactive and adaptive compared to conventional Braille learning media.
Keywords: Braille; visually impaired; inclusive learning media; assistive technology inclusive education;
Abstrak: Media Reading And Interaction Console With Kinetic Intelligence – Braille versi prototipe bertujuan memperkenalkan inovasi teknologi pendidikan bagi peserta didik tunanetra di SLB Negeri Kota Tanjungbalai. Sekolah yang berada di bawah naungan Provinsi Sumatera Utara ini memiliki 111 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. SLBN Tanjungbalai dipimpin oleh Ibu Resti, S.Pd., dengan dukungan 13 guru dan 1 tenaga tata usaha. Media ini memadukan sistem kinestetik interaktif, sensor Braille biner, dan kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengenali pola huruf Braille berdasarkan input titik-titik taktil, kemudian memberikan umpan balik suara secara real-time. Huruf Braille dikonversi menjadi kode biner enam titik (Braille-cell), misalnya A (100000), B (110000), C (100100), D (100110), dan seterusnya hingga Z (101011). Sensor taktil atau push button membaca kombinasi biner tersebut, lalu memprosesnya melalui ESP32S yang terhubung dengan LCD 2004 + I2C, DFPlayer Mini, dan speaker untuk menghasilkan suara huruf yang sesuai. Sosialisasi dilakukan di SDLB Negeri Kota Tanjungbalai dengan melibatkan guru pendamping dan delapan siswa tunanetra. Kegiatan mencakup demonstrasi alat, pelatihan penggunaan, serta uji coba interaktif. Hasilnya, guru dan siswa memberikan respons positif karena media ini meningkatkan motivasi, ketepatan, dan kecepatan belajar huruf Braille. RICKI-Braille terbukti lebih interaktif dan adaptif dibanding media Braille konvensional.
Kata kunci: Braille; tunanetra; media pembelajaran inklusif; teknologi asistif; pembelajaran inklusif
Abstract:Abstract: This Community Service Program (PKM) activity aims to provide socialization and practical implementation of QRIS-based cashless donation services for the administrators and congregation of the Hidayatul Islamiyah…
ah Mosque in Madong Village. In the current digital era, there has been a change in congregation behavior, and people are increasingly accustomed to conducting non-cash transactions through digital platforms such as mobile banking. However, the donation system in mosques is still dominated by conventional methods, such as using cash donation boxes, so congregations that do not carry physical cash experience obstacles in distributing donations. Furthermore, BKM also does not have an adequate understanding and infrastructure to manage the digital donation system optimally. This PKM activity was attended BKM administrators and congregation representatives. The methods used were participatory socialization, mentoring, and direct implementation. The activity results showed a knowledge transfer from the implementation team to the mosque management regarding the benefits and governance of digital donations. The main output of this activity is the realization of the implementation of digital donation services through the provision of QRIS codes connected to mosque accounts, equipped with standing banners placed in strategic areas of the mosque to facilitate the congregation in making donations practically and efficiently.
Keywords: digitalization; cashless donations; mosques; improved donation services; QRIS.
Abstrak: Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan implementasi praktis mengenai layanan donasi cashless berbasis QRIS bagi pengurus dan jemaah masjid Hidayatul Islamiyah Kampung Madong. Di era digital saat ini, terjadi perubahan perilaku jemaah yang semakin terbiasa melakukan transaksi non-tunai melalui platform digital seperti mobile banking. Namun demikian, sistem donasi di masjid masih didominasi oleh metode konvensional menggunakan kotak amal tunai, sehingga jemaah yang tidak membawa uang fisik mengalami kendala dalam menyalurkan donasi. Selain itu, pengurus masjid (BKM) juga belum memiliki pemahaman dan infrastruktur yang memadai untuk mengelola sistem donasi digital secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis bagaimana donasi digital mampu meningkatkan kemudahan dan partisipasi jemaah. Kegiatan PkM ini dihadiri oleh para pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan perwakilan jemaah. Metode yang digunakan adalah sosialisasi-partisipatif, pendampingan, dan implementasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya transfer pengetahuan dari tim pelaksana kepada pengurus masjid terkait manfaat dan tata kelola donasi digital. Output utama dari kegiatan ini adalah terwujudnya implementasi layanan donasi digital melalui penyediaan kode QRIS yang terhubung dengan rekening masjid, dilengkapi dengan standing banner yang ditempatkan di area strategis masjid untuk memfasilitasi jemaah dalam melakukan donasi secara praktis dan efisien.
Kata kunci: digitalisasi; donasi cashless; masjid; peningkatan layanan donasi; QRIS.
Abstract:Abstract: Preeclampsia is one of the leading causes of maternal mortality in East Lombok Regency. In 2023, 2,689 cases of preeclampsia were recorded among 108,035 pregnant women. Limited competence of midwives in early detection,…
etection, midwifery care, and preventive strategies remains a major challenge. This community service program aimed to improve midwives’ knowledge and skills through a workshop consisting of seminars and case-based learning (CBL). The activity was conducted on August 25, 2025, at the East Lombok District Health Office Hall, involving 35 midwives from 35 primary health centers (34 respondents were analyzed as one participant did not complete the pre- and post-tests). The workshop covered preeclampsia screening, midwifery care, MgSO₄ administration, and the use of local natural resources as preventive strategies. Evaluation using pre- and post-tests showed a significant increase in the mean score from 78.23 to 94.85, with an average improvement of 16.62 points. Notably, 44.1% of participants achieved a perfect score of 100. These findings confirm that interactive and practical workshop approaches effectively enhance midwives’ competencies. Therefore, this program contributes to strengthening primary health care services and supporting maternal mortality reduction efforts in East Lombok.
Keywords: early detection; maternal mortality; midwives competence; preeclampsia; primary health care
Abstrak: Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu di Kabupaten Lombok Timur. Data tahun 2023 menunjukkan terdapat 2.689 kasus preeklampsia dari 108.035 ibu hamil. Keterbatasan kompetensi bidan dalam deteksi dini, asuhan kebidanan, dan pemanfaatan strategi preventif menjadi tantangan utama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan melalui workshop yang terdiri dari seminar dan praktik berbasis kasus (Case Based Learning/CBL). Kegiatan dilaksanakan pada 25 Agustus 2025 di Aula Dinas Kesehatan Lombok Timur, dengan peserta 35 bidan dari 35 Puskesmas. Materi workshop mencakup skrining preeklampsia, asuhan kebidanan, pemberian MgSO₄, serta pemanfaatan bahan alam lokal sebagai strategi preventif. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan skor rata-rata dari 78,23 menjadi 94,85, dengan rata-rata peningkatan sebesar 16,62 poin. Sebanyak 44,1% peserta mencapai skor sempurna 100. Hasil ini membuktikan bahwa workshop interaktif dan aplikatif efektif meningkatkan kompetensi bidan. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada penguatan layanan primer dan upaya penurunan angka kematian ibu di Lombok Timur.
Kata kunci: angka kematian ibu; deteksi dini; kompetensi bidan; pelayanan kesehatan primer; preeclampsia
Abstract:Abstract: This community service activity aims to improve the transparency and efficiency of zakat, infaq, and shadaqah (ZIS) management at Al-Ikhlas Mosque, Bandung Regency, through the implementation of a web-based information…
ormation system. The main problem faced by the partner was the manual and unstructured recording and reporting process, as well as the low accessibility of information for congregants. The methods used included consultation to identify needs, science and technology substitution to implement modern systems, and technical training for mosque administrators. The results showed that the administrators were able to operate the system independently, with a level of understanding reaching 93.5% with an average evaluation score of 3.74 out of 4. The developed information system supports transaction recording, financial reporting, and transparent ZIS fund distribution. Additionally, the activity produced outputs in the form of a web application, digital training modules, and technical documentation that can be used sustainably. This program contributes significantly to strengthening accountability and congregational engagement in religious social fund management.
Keywords: accountability; information system; training; web application; zakat
Abstrak: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS) di Masjid Al-Ikhlas Kab. Bandung melalui implementasi sistem informasi berbasis website. Masalah utama yang dihadapi mitra adalah proses pencatatan dan pelaporan manual yang tidak terstruktur serta rendahnya akses informasi bagi jamaah. Metode yang digunakan meliputi konsultasi untuk identifikasi kebutuhan, substitusi ipteks untuk penerapan teknologi, serta pelatihan teknis untuk pengurus masjid. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengurus masjid mampu mengoperasikan sistem secara mandiri dengan tingkat pemahaman mencapai 93.5% dengan skor rata-rata evaluasi sebesar 3.74 dari 4. Sistem informasi yang dikembangkan mendukung pencatatan transaksi, pelaporan keuangan, serta transparansi distribusi dana ZIS. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan luaran berupa aplikasi web, modul pelatihan digital, dan dokumentasi teknis yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat akuntabilitas dan keterlibatan jamaah dalam pengelolaan dana sosial keagamaan.
Kata kunci: akuntabilitas; aplikasi web; pelatihan; sistem informasi; zakat
Abstract:Efficient and transparent administration management is a primary requirement in village governance in the digital era. This community service activity was carried out with the aim of empowering the Silo Baru Village apparatus,…
ratus, Silau Laut District, through training in the use of information technology, especially the use of Microsoft Office applications (Word, Excel, and PowerPoint). This training is designed to increase the capacity of village apparatus in compiling administrative documents, managing data, and presenting information effectively and systematically. The implementation method includes a participatory approach with a combination of material delivery, direct practice, and intensive mentoring. The results of the activity showed an increase in the skills of village apparatus in operating office applications independently, which had a positive impact on work efficiency, data management accuracy, and transparency of administrative services. This program is expected to be the first step in encouraging the digitalization of village government towards more modern and accountable governance.
Keywords: Village Administration; Village Apparatus; Information Technology; Microsoft Office; Digitalization of Government
Abstrak: Pengelolaan administrasi yang efisien dan transparan menjadi tuntutan utama dalam tata kelola pemerintahan desa di era digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberdayakan perangkat Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut Kabupaten Asahan, melalui pelatihan pemanfaatan teknologi infomasi, khususnya penggunaan aplikasi Microsoft Office (Word, Excel, dan PowerPoint). Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa dalam menyusun dokumen administrasi, mengelola data, serta menyajikan informasi secara efektif dan sistematis. Metode pelaksanaan meliputi pendekatan partisipatif dengan kombinasi penyampaian materi, praktik langsung, dan pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan perangkat desa dalam mengoperasikan aplikasi perkantoran secara mandiri, yang berdampak positif terhadap efisiensi kerja, akurasi pengelolaan data, serta transparansi layanan administrasi. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong digitalisasi pemerintahan desa menuju tata kelola yang lebih modern dan akuntabel.
Kata kunci: Administrasi Desa; Perangkat desa; Teknologi informasi; Microsoft Office; Digitalisasi Pemerintahan
Abstract:Vocabulary mastery is essential to young learners in learning English. This activity of community service was aimed at utilizing flashcards in English vocabulary instruction. A convenient sample of thirteen participants,…
, mostly females between the ages of thirteen and eighteen, was chosen for this current activity. This was carried out in one of orphanages in Palembang, South Sumatera. To monitor and evaluate the degree of vocabulary achievement of the EFL learners, a vocabulary test was administered both before and after the intervention. The results indicated that the t obtained was much higher than the set t table and p value earned was much lower than .05. Therefore, it could be concluded that using flashcards significantly accelerated the acquisition of English vocabulary by young learners. Lastly, some fruitful implication were directed to future facilitators, researchers, and young learners, as participants.
Keywords: flashcards; teaching; English vocabulary; young learners
Abstrak: Penguasaan kosakata sangat penting bagi pelajar muda dalam mempelajari bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk memanfaatkan kartu flash dalam pengajaran kosakata bahasa Inggris. Sampel yang terdiri dari tiga belas peserta, sebagian besar perempuan berusia antara tiga belas dan delapan belas tahun, dipilih untuk kegiatan saat ini. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu panti asuhan di Palembang, Sumatera Selatan. Untuk memantau dan mengevaluasi tingkat pencapaian kosakata pelajar EFL, tes kosakata diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh jauh lebih tinggi daripada t tabel yang ditetapkan dan nilai p yang diperoleh jauh lebih rendah dari .05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kartu flash secara signifikan mempercepat perolehan kosakata bahasa Inggris oleh pelajar muda. Terakhir, beberapa implikasi yang bermanfaat ditujukan di masa mendatang kepada fasilitator, peneliti, dan pelajar muda, sebagai peserta.
Kata kunci: kartu flash; pengajaran; kosakata bahasa Inggris; pelajar muda
Abstract:Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in the local economy but often face challenges in legality and product standardization. One of the essential requirements for food-related MSMEs is the Home…
e Industry Food Production Certificate (SPP-IRT) as a guarantee of food safety. This community service activity aims to assist Arifin Snack MSME in Pati in obtaining the SPP-IRT certification to comply with applicable regulations. The methods used include socialization, administrative assistance, and guidance in fulfilling technical requirements and laboratory testing. The results indicate that Arifin Snack MSME successfully understood the licensing procedures and met the requirements set by the relevant authorities, enabling them to obtain the SPP-IRT. With this certification, it is expected that Arifin Snack MSME can enhance consumer trust and expand its market reach.
Keywords: assistance; business legality; food safety; MSME; SPP-IRT
Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian lokal, namun seringkali menghadapi kendala dalam legalitas dan standarisasi produk. Salah satu persyaratan penting bagi UMKM makanan adalah Sertifikat Produksi Pangan–Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) sebagai bentuk jaminan keamanan pangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi UMKM Arifin Snack di Pati dalam proses pembuatan SPP-IRT agar dapat memenuhi standar regulasi yang berlaku. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pendampingan administrasi, serta asistensi dalam pemenuhan persyaratan teknis dan uji laboratorium. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa UMKM Arifin Snack berhasil memahami prosedur perizinan serta memenuhi syarat yang ditetapkan oleh dinas terkait, sehingga dapat memperoleh SPP-IRT. Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan UMKM Arifin Snack dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pasar.
Kata kunci: keamanan pangan; legalitas usaha; pendampingan; SPP-IRT; UMKM
Abstract:The total number of Tuberculosis cases in Prambon sub-district is 140 cases, Treatment Coverage (Tc-%) reaches 59.32%, and Tuberculosis Cases in Children 0-14 Years are 30 Children. The large number of TB children who have…
ve risk factors for growth retardation requires the role of health workers, cadres, and mothers of toddlers in recognizing TB symptoms and supporting the intake of nutritional intake. The aim of this activity is to increase the knowledge of health workers, cadres, and mothers of toddlers regarding childhood TB and its relationship to stunting through online education. Initial activities were carried out by assessing participants' knowledge about Recognizing Childhood TB and its relationship to stunting through administering a pre-test before the educational session, followed by the delivery of instructional materials, and concluding with a post-test. The results of education for 41 participants showed that participants' knowledge increased by an average knowledge score of 8,97% after education. The results of educational activities recognizing childhood TB and its relationship to stunting. There was positive feedback and strong communication between the participants and presenters. Education on recognizing childhood TB led to a notable increase in participant knowledge and its relationship to stunting for participants.
Keywords: children with Tuberculosis; nutritional intake; nutritional counseling; stunting.
Abstrak: Jumlah kasus Tuberkulosis di Kecamatan Prambon sebanyak 140 kasus, Cakupan Pengobatan (Tc-%) mencapai 59,32%, dan Kasus Tuberkulosis pada Anak Usia 0-14 Tahun sebanyak 30 Anak. Banyaknya anak TB yang memiliki faktor risiko retardasi pertumbuhan memerlukan peran serta tenaga kesehatan, kader, dan ibu balita dalam mengenali gejala TB dan mendukung pemenuhan asupan gizi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan, kader, dan ibu balita mengenai TBC anak dan kaitannya dengan stunting melalui edukasi daring. Untuk mengukur tingkat pemahaman peserta mengenai TBC dan Asupan gizi seimbang dalam rangka pencegahan stunting, diadakan kegiatan edukasi daring melalui Zoom Meeting dengan metode presentasi menggunakan PowerPoint. Kegiatan awal dilakukan pre-test sebelum edukasi, kemudian pemberian materi dan dilanjutkan post-test. Hasil Edukasi terhadap 41 peserta menunjukkan bahwa pengetahuan peserta mengalami peningkatan pada rata-rata skor pengetahuan sebesar 8,97% setelah edukasi. Hasil kegiatan edukasi mengenali TBC anak dan hubungannya dengan stunting menunjukkan respon yang positif dan komunikasi yang baik dari peserta dengan pemateri. Kesimpulannya adalah terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi Mengenali TBC anak, dan hubungannya dengan Stunting bagi peserta.
Kata kunci: anak yang Tuberkulosis; asupan gizi; penyuluhan gizi; stunting
Abstract:The conventional management of archives using physical files at the Jambi-Betung II Toll Road Land Procurement Commitment Making Officer (PPK-PPTJT) agency results in slow document retrieval, a higher risk of data loss,…
and limited accessibility to important information. This community service initiative aims to enhance the technological skills of human resources at PPK-PPTJT Jambi-Betung II, particularly in electronic archive management. The methods employed involve socialization and technical training on using e-archive applications for four PPK-PPTJT employees. Evaluation was conducted through questionnaires and interviews to assess the participants' improvement in understanding and skills. The results demonstrated a significant increase in participants' capabilities: 25% reported a better understanding of the benefits of e-archives, 75% enhanced their operational application skills, and 25% felt more confident in managing electronic archives. The implementation of e-archives has successfully reduced reliance on physical documents and expedited the toll road land procurement administration process, ultimately increasing the operational efficiency of PPK-PPTJT Jambi-Betung II.
Keywords: e-archive; mentoring; land procurement; archive management
Abstrak: Pengelolaan arsip secara konvensional dengan menggunakan berkas fisik di instansi Pejabat Pembuat Komitmen Pelaksana Pengadaan Tanah Jalan Tol (PPK-PPTJT) Jambi-Betung II menyebabkan lambatnya pencarian dokumen, rentan kehilangan data, dan terbatasnya aksesibilitas terhadap informasi penting. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di PPK-PPTJT Jambi-Betung II dalam hal digitalisasi dan pengelolaan arsip elektronik. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis penggunaan aplikasi e-arsip bagi empat pegawai PPK-PPTJT. Evaluasi dilakukan dengan angket dan wawancara untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan empat peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan: 19% peserta lebih memahami manfaat e-arsip, 31% peningkatan kemampuan operasional aplikasi, dan 25% peningkatan kepercayaan diri dalam pengelolaan arsip elektronik. Penerapan e-arsip berhasil mengurangi ketergantungan pada arsip fisik, mempercepat proses administrasi pengadaan tanah jalan tol, efisiensi ruang penyimpan, dan kemudahan monitoring dan evaluasi proses operasional PPK-PPTJT Jambi-Betung II.
Kata kunci: e-arsip; pendampingan; pengadaan tanah; pengelolaan arsip
Abstract:Optimizing the library space at OPPM Pondok Modern Darussalam Gontor aims to improve the book layout, classification system, and space design initiatives to increase the efficiency of borrowing books for students. The problems…
oblems faced include sloppy book layout, an ineffective classification system, and a lack of design initiative from library administrators. The implementation method uses a Participatory Action Research (PAR) approach, which involves several stages of socializing the layout design to administrators, implementing a new classification system, writing books according to classification, and creating Standard Operating Procedures (SOP) for daily, weekly and monthly activities. Familiarization provides an understanding of ergonomic design principles, while a new classification system and book fireplace make it easier to find and return books. Creating SOPs ensures consistent and efficient implementation. The results of this method show significant improvements in library management and user experience, with students finding it easier to access and borrow books and library administrators carrying out their duties in a more structured manner.
Keywords: optimization; libraries; layout design
Abstrak: Optimalisasi ruang perpustakaan di OPPM Pondok Modern Darussalam Gontor bertujuan untuk memperbaiki tata letak buku, sistem klasifikasi, dan inisiatif desain ruang untuk meningkatkan efisiensi peminjaman buku bagi siswa. Permasalahan yang dihadapi antara lain tata letak buku yang tidak rapi, sistem klasifikasi yang tidak efektif, dan kurangnya inisiatif desain dari pengelola perpustakaan. Metode pelaksanaannya menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi beberapa tahapan yaitu sosialisasi desain tata ruang kepada pengelola, penerapan sistem klasifikasi baru, penulisan buku sesuai klasifikasi, dan pembuatan Standard Operating Procedure (SOP) harian, mingguan dan kegiatan bulanan. Pembiasaan memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip desain ergonomis, sementara sistem klasifikasi baru dan perapian buku memudahkan pencarian dan pengembalian buku. Membuat SOP memastikan implementasi yang konsisten dan efisien. Hasil dari metode ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengelolaan perpustakaan dan pengalaman pengguna, siswa menjadi lebih mudah mengakses dan meminjam buku serta pengelola perpustakaan menjalankan tugasnya secara lebih terstruktur.
Kata kunci: optimalisasi; perpustakaan, desain tata letak