Abstract:Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis video tutorial mengenai ragam hias geometris dengan teknik sungging di Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret. Kesulitan mahasiswa…
dalam memahami dan mempraktikkan teknik sungging untuk motif geometris, terutama akibat metode konvensional yang kurang interaktif, mendorong perlunya media pembelajaran yang lebih efektif. Media video tutorial diharapkan dapat memberikan panduan yang jelas dan mempermudah pemahaman teknik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model prosedural, mencakup analisis potensi dan masalah, analisis kebutuhan, pembuatan media, validasi ahli, serta uji coba produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video tutorial yang dikembangkan mendapat penilaian sangat layak dari ahli media dengan skor 93,3% dan dari ahli materi dengan skor 80%. Uji coba pada mahasiswa menunjukkan rata-rata skor 92,7%, mengindikasikan bahwa video ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa. Saran dari uji coba termasuk penyesuaian volume backsound dan durasi tampilan video. Video tutorial ini, yang berdurasi 8 menit dan diunggah di YouTube, berhasil memvisualisasikan teknik sungging dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, berpotensi besar sebagai alat bantu pembelajaran yang bermanfaat dalam pendidikan seni rupa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui poligami dalam perspektif teori hudud Muhammad Syahrur. Data dalam penelitian ini diperoleh dan diolah dengan studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif yang…
ng bersifat deskriptif-analitik sebagai prosedur pemisahan masalah yang diteliti dengan menggambarkan subjek dan objek penelitian. Sementara metode yang digunakan adalah metode filsafat (fhilosopycal method), yaitu berupaya mencari dan menemukan struktur dasar suatu pemikiran, teori serta konsep pemikiran tersebut. Selain itu, pada penelitian ini juga menggunakan metode analisis komparatif karena dalam mengkaji ayat poligami dengan pendekatan teori hudud Muhammad Syahrur sangat dibutuhkan perbandingan pemikiran dan mufasir yang lainnya.
Pada kajian terhadap ayat-ayat ahkam, dalam hal ini ayat poligami, Muhammad Syahrur berbeda dengan mufasir kontemporer yang lain. Epistemologi penafsiran Muhammad Syahrur terhadap ayat-ayat ahkam model penafsiran Muhammad Syahrur yaitu penafsiran bi al-ra’yi.
Abstract:Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pengaruh Kepuasan Kerja dan Semangat Kerja Terhadap Komitmen Organisasional Pegawai Negeri Sipil Guru Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sintang. Penelitian ini adalah penelitian…
asosiatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh, dengan jumlah responden sebanyak 31 responden. Alat analisis digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda, koefisien korelasi (r), koefisien determinasi (????2), dan uji pengaruh simultan (uji F), uji pengaruh parsial (uji t).
Dari hasil regresi linier berganda menunjukan persamaan Y = 3,676 + 0,279????1 + 0,326????2, nilai koefisien korelasi (r) yang diperoleh adalah sebesar 0,644, nilai koefisien determinasi (????2) yang diperoleh sebesar 0,414 atau 41,4%. Hasil tersebut menunjukan bahwa kepuasan kerja dan Semangat Kerja memberikan pengaruh terhadap Komitmen Organisasional sebesar 41,4%, sedangkan sisanya 58,6% merupakan peranan yang dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, dari hasil uji simultan (uji F) diperoleh nilai F hitung > F tabel, yaitu 9,904 > 3,340, dengan nilai signifikan sebesar 0,001 < 0,05. Dari hasil uji kelayakan regresi (Uji F) dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima, Artinya terdapat pengaruh simultan bersama-sama antara Kepuasan kerja dan Semangat Kerja Terhadap Komitmen.Hasil (uji t) antara variabel Kepuasan kerja (X1) dan Variabel Komitmen Organisasi (Y) menunjukan nilai thitung 3,567 lebih kecil dari ttabel yaitu 2,045, dan memiliki signifikansi 0,001 > 0,05 dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima, artinya Kepuasan Kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Komitmen Organisasional. Sedangkan Hasil Uji parsial ( uji t ) antara Variabel Semangat Kerja (X2) terhadap Variabel Komitmen Organisasional (Y) menunjukan Nilai thitung 3,289 lebih besar dari ttabel 2,045, dan memiliki signifikansi 0,003 < 0,05 dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima, artinya Semangat kerja secara parsial berpengaruh terhadap komitmen organisasi.
Abstract:Kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan sangat penting untuk diperhatikan karena dapat menggambarkan bagaimana kualitas pelayanan di tempat pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepuasan…
puasan pasien terhadap pelayanan kesehatan rawat jalan di puskesmas marga mulya tahun 2024. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain studi descriptive. Analisis data yang digunakan ialah uji univariat. Sebagian besar responden rawat jalan di Puskesmas Marga Mulya, pada penelitian ini terkait dimensi Tangibles (bukti fisik), 81 responden (73,6%) menyatakan puas, dan 29 responden (26,4%) menyatakan tidak puas. Pada dimensi Reliability (kehandalan), 46 responden (41,8%) menyatakan puas, dan 64 responden (58,2%) menyatakan tidak puas. pada dimensi Responsiveness (daya tanggap), 63 responden (57,3%) menyatakan puas, dan 47 responden (42,7%) menyatakan tidak puas. pada dimensi Assurance (jaminan), 60 responden (63,6%), dan 40 responden (36,6%) menyatakan tidak puas. pada dimensi Empathy (empati), 70 responden (54,5%), dan 50 responden (45,5%) menyatakan tidak puas. Sebagian besar responden/responden rawat jalan di Puskesmas Marga Mulya merasa puas pada dimensi assurance, dan terdapat beberapa responden/pasien merasa tidak puas pada dimensi realeability. Terkait dengan ketidakpuasan pada dimensi kehandalan, sebaiknya diberikan pelatihan terkait komunikasi efektif, serta training untuk meningkatkan skill karyawan yang fokus pada pengembangan keterampilan komunikasi pada pelanggan atau pasien.
Abstract:Capital Asset Pricing Model (CAPM) adalah alat fundamental di bidang keuangan, yang dikembangkan oleh William Sharpe, yang membantu investor mengevaluasi karakteristik risiko dan pengembalian aset dan portofolio. CAPM memberikan…
mberikan kerangka kerja untuk keputusan investasi yang terinformasi dengan menggabungkan faktor-faktor seperti suku bunga bebas risiko, beta aset, dan premi risiko pasar. Hal ini juga menentukan biaya modal bagi perusahaan, membantu dalam penganggaran modal dan proyek investasi. Model tiga faktor, yang merupakan perpanjangan dari CAPM, mencakup premi risiko pasar, premi ukuran, dan premi nilai. Model ini memungkinkan investor untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi ekspektasi pengembalian suatu portofolio, sehingga menghasilkan strategi investasi yang lebih strategis dan dinamis. Dengan menganalisis ukuran dan nilai premi, investor dapat mengidentifikasi peluang di perusahaan kecil atau
saham yang dinilai terlalu rendah untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. CAPM dan model tiga faktor memiliki kelebihan dan keterbatasan. CAPM menawarkan kerangka standar untuk membandingkan peluang investasi, meningkatkan kinerja portofolio, dan meningkatkan keuntungan secara keseluruhan. Model tiga faktor membantu investor memahami hubungan antara risiko dan pengembalian, mendiversifikasi portofolio, dan memanfaatkan anomali pasar. Namun, model-model ini mungkin mengabaikan risiko spesifik terkait industri atau faktor makroekonomi eksternal, sehingga menghasilkan kesimpulan yang bias dan pengambilan keputusan yang kurang optimal. Investor harus menggunakan pendekatan komprehensif terhadap manajemen portofolio, dengan mempertimbangkan analisis tambahan dan berbagai faktor untuk memitigasi risiko. Tinjauan literatur sistematis mengenai keuangan berkelanjutan dan keuangan hijau dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dan mengikuti kerangka PRISMA. Proses ini mencakup mengidentifikasi kata kunci yang relevan, melakukan seleksi studi, mengekstraksi data yang relevan, menilai kualitas atau risiko bias, dan mensintesis temuan. Kesimpulannya, memahami berbagai model penilaian investasi dapat meningkatkan keterampilan investor dalam menavigasi pasar keuangan dan mencapai tujuan investasi mereka. Bukti empiris mendukung model tiga faktor, menunjukkan peningkatan akurasi dalam prediksi pengembalian aset. Dengan memasukkan faktor-faktor ini ke dalam strategi investasi, investor dapat menavigasi kompleksitas pasar dengan lebih baik dan membuat keputusan yang lebih tepat.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Khususnya aspek Kognitif siswa SD N 3 Tugumulyo. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SD N 3 Tugumulyo.…
ulyo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek dalam penelitian ini SD N 3 Tugumulyo tahun ajaran 2024/2025. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskritif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan , hasil observasi terhadap keaktifan belajar siswa menunjukkan hasil Pada siklus I, rata-rata keaktifan belajar siswa adalah 7.03 yang tergolong aktif; sedangkan pada siklus II rata-rata keaktifan belajar siswa adalah 7.32 yang juga tergolong aktif. Hal itu menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keaktifan belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 0.29. Hasil belajar Pendidikan agama Hindu dan Budipekerti siswa kelas V SD N 3 Tugumulyo. Abang diketahui melalui hasil evaluasi pada refleksi awal, siklus I dan siklus II. Hasil evaluasi pada refleksi awal menunjukkan bahwa nilai rata- rata siswa kelas V SD N 3 Tugumulyo. 69.63 Hasil evaluasi pada siklus I menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa kelas V SD N 3 Tugumulyo. pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti adalah 75.13; sedangkan hasil evaluasi pada siklus II menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa kelas V SD N 3 Tugumulyo. pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budipekerti adalah 83.87. Oleh karena itu, terjadi peningkatan sebesar 8.74 dari nilai rata-rata pada siklus I ke siklus II. Evaluasi dalam siklus II skor rata-rata hasil belajar meningkat dari 75.13 pada siklus I menjadi 80.94. Ketuntasan belajar klasikal juga meningkat dari 83.87% pada siklus I menjadi 96.77% pada siklus II.
Berpijak dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match”dapat meningkatan Keaktifan dan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa Kelas V SD N 3 Tugumulyo. Tahun Ajaran 2024/2025. Diajukan saran kepada pihak-pihak terkait sebagai berikut (1) Bagi guru baik guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti maupun guru kelas diharapkan menerapkan berbagai metode pembelajaran sehingga dapat membantu dalam meningkatkan hasil belajar siswa.(2) Bagi kepala sekolah agar terus memberikan membimbing dan arahan kepada guru-guru untuk lebih memacu diri dalam melakukan kegiatan pembelajaran.(3) Bagi peneliti lain, jika ingin mengadakan penelitian lebih lanjut lagi mengenai Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budipekerti diharapkan mengambil materi yang lain atau materi yang lebih luas lagi untuk meyakini hasil penelitian ini, dan juga diharapkan mengatasi kendala-kendala yang dihadapi dalam penelitian ini sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal.
Abstract:Penerbitan modul peran ayah dalam tumbuh kembang anak merupakan salah satu inisiatif utama dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan stunting. Stunting…
ing merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia, terutama di daerah pedesaan dimana pengetahuan dan peran ayah dalam membesarkan anak seringkali diabaikan. Modul ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis kepada para ayah untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini, dengan fokus pada nutrisi, stimulasi psikologis, dan partisipasi aktif dalam mengasuh anak. Studi ini menganalisis tantangan yang dihadapi dalam penerbitan dan penerapan modul, antara lain resistensi budaya, kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya peran ayah, dan kendala logistik dalam sosialisasi modul. Hasil dari program KKN ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan, penggunaan modul ini berpotensi meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan menurunkan risiko stunting pada anak di wilayah sasaran Masuk secara signifikan. Dengan demikian, menyimpulkan pentingnya pendekatan komprehensif dan berkelanjutan dalam melibatkan ayah dalam upaya pencegahan stunting, dan perlunya kolaborasi antara pemerintah, ilmu pengetahuan, dan masyarakat untuk mendukung keberhasilan program ini.
Abstract:Abstrak Kegiatan program pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam penyelesaian masalah pada masyarakat. Pengabdian msyarakat ini dibuat untuk mengkaji peran…
an KKN dalam meningkatkan kesadaraan masyarakat dalam pengelolaan sampah atau sampah untuk pemanfaatan lahan. Produksi sampah rumah tangga meningkat sering bertambahnya populasi penduduk. Pengelolaan sampah domestik masih menjadi permasalahan di Kelurahan Magelang sehingga dilakukan urban farming. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk pemanfaatan sampah galon sebagai media tanam sayuran terhadap peningkatan gizi di Kelurahan Magelang, khususnya RW 01, 07, dan 12. Teknik pengumpulan dilakukan melalui observasi selama pelaksanaan program pemanfaatan lahan sebagai sumber pangan mandiri. Teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi masalah dan menganalisisnya secara komprehensif. Hasilnya menunjukkan keberhasilan dalam mencapai tujuan, dengan tanggapan positif dan keterlibatan aktif warga. Program ini berkontribusi pada pengelolaan sampah yang lebih baik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Magelang.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dalam upaya meningkatkan kecerdasan spiritual siswa kelas VII di SMP Negeri 6 Bolano Lambunu. Kecerdasan spiritual merupakan…
upakan kemampuan penting yang membantu siswa memahami makna hidup, mengembangkan rasa kasih sayang, dan membangun hubungan dengan aspek transendental. Namun, tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi seringkali mengalihkan perhatian siswa dari pengembangan spiritual.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru Pendidikan Agama Hindu serta siswa kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang melibatkan pendekatan kontekstual, pembelajaran berbasis pengalaman, serta integrasi nilai-nilai Hindu dalam kegiatan sehari-hari efektif dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa. Selain itu, peran guru sebagai fasilitator yang mampu menghubungkan materi ajar dengan kehidupan nyata siswa menjadi kunci keberhasilan pembelajaran.
Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan strategi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek spiritual, guna membentuk karakter siswa yang seimbang dan bermoral. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi para pendidik untuk terus mengeksplorasi dan menerapkan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan spiritual siswa di era modern.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi kualitas pelayanan dan sikap positif terhadap harta dapat meningkatkan intensi muzakki berzakat, yang diperkuat oleh kebijakan pemerintah. Menggunakan pendekatan…
ndekatan kualitatif dan metode studi kepustakaan, penelitian ini bersifat non-experimental, di mana data dikumpulkan tanpa intervensi pada subjek. Pengukuran dilakukan di BAZNAS dengan fokus pada pemahaman individu dewasa mengenai pelayanan yang diterima, menggunakan teknik cross-sectional untuk mengumpulkan data dari jurnal terkait dalam satu situasi tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan lembaga zakat yang transparan dan akuntabel secara signifikan membangun kepercayaan muzakki, sedangkan sikap positif yang dipengaruhi oleh nilai-nilai moral dan edukasi memotivasi individu untuk berkontribusi. Sinergi antara kedua faktor ini, bersama dengan kampanye kesadaran publik dan lingkungan sosial yang aktif, menciptakan suasana kondusif bagi partisipasi zakat. Peningkatan intensi berzakat tidak hanya memberikan manfaat individu, tetapi juga berdampak positif pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial, menegaskan bahwa pengelolaan zakat yang efektif berperan sebagai pendorong utama dalam pembangunan sosial yang berkelanjutan.