Search Articles & Publications

Showing 4513 articles found for "Sign"

Pelatihan Psychological Fisrt Aid (PFA) Kepada Petugas Layanan di UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Sulawesi Selatan

Ismalandari Ismail, Dhella Amelia Ruslan, Nurfhatin, Nur Nita Sari
Abstract: Korban kekerasan, baik perempuan maupun anak-anak, sering mengalami dampak psikologis yang memerlukan penanganan awal sebelum intervensi lanjutan. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah Psychological First Aid&#8230; d (PFA) atau pertolongan pertama psikologis. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelatihan PFA dalam meningkatkan pemahaman petugas layanan di UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Sulawesi Selatan terkait penanganan awal kondisi psikologis korban. Kegiatan pelatihan dilakukan melalui metode ceramah dan roleplay. Sebanyak 10 petugas layanan UPT PPA mengikuti pelatihan PFA, dan efektivitasnya diukur melalui hasil pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.005 < 0.05. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Temuan ini membuktikan bahwa pelatihan PFA dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap prinsip dan langkah-langkah dalam memberikan dukungan psikologis awal. Pelatihan ini diharapkan memperkuat keterampilan dasar petugas layanan dalam merespons kondisi psikologis korban secara cepat dan tepat. Implikasi kegiatan ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lembaga layanan kekerasan melalui pelatihan berbasis kompetensi psikologis seperti PFA.

Efektivitas Assertive Training dalam Meningkatkan Komunikasi Interpersonal pada Pegawai ASN UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan

Ismarli Muis, Khalwat Mukasyfah, Andi St Dzakiyyah Nurhaliza Pangerang, Nurul Fuadi Tahir, Marchanda Sarah Syahputri Jempot
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan asertif (assertive training) dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal pada aparatur sipil negara (ASN) di UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi,&#8230; Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Komunikasi interpersonal yang efektif sangat penting dalam lingkungan kerja birokrasi guna mendukung koordinasi dan produktivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Sebanyak 20 orang ASN berpartisipasi dalam program pelatihan yang dilaksanakan selama satu hari dan terdiri atas ceramah, pelatihan, permainan peran (roleplay), serta relaksasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala komunikasi interpersonal yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil analisis menggunakan perangkat lunak SPSS menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari pretest (M = 70.60) ke posttest (M = 77,75). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,013(p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa pelatihan asertif secara signifikan efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal para pegawai. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan asertif sebagai salah satu bentuk intervensi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas hubungan kerja di lingkungan birokrasi pemerintahan.

Psikoedukasi Time Management Terhadap Quality of life Karyawan PT Pos Indonesia (Persero) Regional VI Makassar

Muh. Raihan Darmawan Aprisal, Izzah Laila Hanifah, Nur Ainun Wajangsari, Rohmah Rifani
Abstract: Permasalahan manajemen waktu di lingkungan kerja masih menjadi tantangan yang berdampak signifikan terhadap kualitas kehidupan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan psikoedukasi sebagai metode intervensi&#8230; rvensi guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam mengelola waktu secara efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test. Peserta dalam kegiatan ini adalah 25 orang karyawan PT Pos Indonesia (Persero) Regional VI Makassar 90004. Hasil analisis data menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta mengenai manajemen waktu setelah diberikan materi psikoedukasi, dengan skor rata-rata pre-test sebesar 80.2 meningkat menjadi 92.2 pada post-test. Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar <.001 menunjukkan bahwa program psikoedukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai manajemen waktu sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas hidup. Seminar psikoedukasi ini juga mendapatkan respons positif dari para peserta, yang menilai kegiatan ini bermanfaat dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif, seimbang, dan memuaskan.

Think Before Share: Psikoedukasi Untuk Meningkatkan Kesadaran Privasi Digital Pada Remaja Di Dunia Maya

Rahmat Permadi, Afifah Mujahidah Mukaddim, Andi Fitrah Ainun Arrizah M, Andi Kireina Kandawang
Abstract: Penggunaan media digital di kalangan remaja yang semakin intensif tanpa diimbangi pemahaman tentang privasi digital telah menimbulkan berbagai risiko, seperti penyalahgunaan data pribadi, cyberbullying, dan penyebaran hoaks.&#8230; oaks. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya privasi digital melalui psikoedukasi dengan tema "Think Before Share". Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi interaktif, diskusi kasus, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta terdiri dari 30 siswa SMP Negeri 33 Makassar. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta, dengan rata-rata skor pre-test 19,90 meningkat menjadi 34,00 pada post-test (p=0,000). Analisis statistik mengonfirmasi efektivitas intervensi dalam menanamkan prinsip 5W (Who, What, Where, When, Why) sebagai panduan berinternet yang bertanggung jawab. Kegiatan ini juga berhasil membangun kesadaran kolektif tentang etika digital di kalangan remaja. Temuan ini merekomendasikan perlunya integrasi literasi digital dalam kurikulum sekolah untuk menciptakan budaya berinternet yang aman dan empatik

Membangun Versi Terbaik Diri: Psikoedukasi untuk Meningkatkan Self-Esteem dan Self-Image Klien Rehabilitasi BNNP SULSEL

Andi Firda Tri Sabrina, Jennifer Graciela Turu’allo, Khezia Puspita, Dian Novita Siswanti
Abstract: Permasalahan rendahnya self-esteem dan self-image merupakan salah satu hambatan psikologis yang dialami oleh klien rehabilitasi penyalahguna narkotika, terutama akibat adanya stigma sosial. Pengabdian masyarakat ini bertujuan&#8230; ujuan untuk memberikan intervensi psikoedukatif yang mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran diri klien terhadap harga diri dan citra diri positif. Kegiatan dilakukan pada klien rehabilitasi rawat jalan di Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel) melalui pendekatan partisipatif yang terdiri dari sesi pre-test, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan post-test. Materi disampaikan oleh psikolog klinis dengan metode aktif-reflektif, termasuk penulisan versi terbaik diri dan aktivitas eksplorasi kekuatan personal. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari pre-test sebesar 1,50 menjadi 3,56 pada post-test. Uji paired sample t-test menunjukkan signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), menandakan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan setelah mengikuti psikoedukasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa psikoedukasi merupakan pendekatan non-medis yang efektif dalam mendukung pemulihan psikologis klien dan dapat dijadikan strategi intervensi alternatif dalam proses rehabilitasi narkotika.

Psikoedukasi Regulasi Emosi untuk Meningkatkan Komunikasi Efektif di Lingkungan Kerja PT.Primafood International

Faradillah Firdaus, Muhammad Rhesa, As Syifa Qhasirah, Marina Maris, Nurul Djohra Putri Lung Ambarwati
Abstract: Karyawan merupakan aset penting dalam organisasi yang memilikih kebutuhan psikologis termauk kemampuan mengelolah emosi dan berkomunikasi secara efektif dilingkungan kerja. Berdasrkan need assessment dan observasi terhadap&#8230; ap karyawan PT. Primafood Internasional, ditemukan bahwa sebagian besar mengalami kesulitan dalm regulasi emosi yang berdampak pada efektifitas komunikasi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan psikoedukasi mengenai regulasi emosi untuk meningkatkan komunikasi efektifitas di lingkungan kerja. Metode yang digunakan adalah seminar psikoedukatif dengan pendekatan  non pelatihan yang dilengkapi pre-test dan post-test pada peserta sebanyak 16 orang karyawan. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang dimulai dari identifikasi masalah hingga pelaksanaan seminar. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata skor pre-test adalah 0,00 menjadi 8,50 pada skor post-test dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan.Temuan ini menunjukkan bahwa seminar psikoedukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman karyawan mengenai strategi regulasi emosi dan keterampilan komunikasi.

Peer Pressure Awareness: Efektivitas Psikoedukasi dan Diskusi Interaktif di MAN 2 Makassar

Resekiani Mas Bakar, Adillah Afifah ZR, Aisyah, A Varah Padillah Pratiwi, Ahmad Arsal Saputra
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program psikoedukasi dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang tekanan teman sebaya (peer pressure) pada remaja, khususnya anggota Pusat Informasi dan Konseling&#8230; eling Remaja (PIK-R) di MAN 2 Makassar. Permasalahan tekanan teman sebaya diidentifikasi sebagai isu utama berdasarkan hasil survei data awal yang dilakukan terhadap anggota PIK-R. Penelitian ini menggunakan metode pemberian psikoedukasi yang disertai dengan pengambilan data melalui pre-test dan post-test. Sebanyak 50 peserta berusia 15–17 tahun mengikuti kegiatan yang terdiri atas pre-test, penyampaian materi psikoedukasi, diskusi interaktif, dan post-test. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar peer pressure, aspek dan jenisnya, bentuk bentuk peer pressure serta faktor faktor yang memengaruhi terjadinya peer pressure. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test 3,1 dan post-test 9,2, dengan nilai p < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan psikoedukasi yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap dinamika tekanan teman sebaya (Peer pressure). Dengan demikian, kegiatan psikoedukasi ini terbukti efektif dalam membekali remaja dengan keterampilan untuk mengenali, mengevaluasi, dan mengatasi pengaruh negatif dari lingkungan sosialnya. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya peran aktif remaja sebagai agen perubahan positif di lingkungan sekolah.

Psikoedukasi Pengelolaan Emosi Untuk Mengurangi Agresivitas Pada Anak Berhadapan Hukum di Sentra Wirajaya Makassar

Tri Sulastri, Azzah Adilah Masnur, Nurul Asmiah Rachmi Hamnatullah, Azizah Wulandari, Delvina Salsabila
Abstract: Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) kerap menunjukkan perilaku agresif, khususnya dalam bentuk verbal, yang berdampak negatif terhadap proses rehabilitasi dan dinamika sosial di lingkungan pembinaan seperti Sentra Wirajaya&#8230; a Makassar. Perilaku agresivitas yang tinggi dipengaruhi oleh lemahnya kemampuan regulasi emosi. Pengabdian ini bertujuan untuk menurunkan tingkat agresivitas ABH melalui psikoedukasi pengelolaan emosi. Kegiatan dilaksanakan secara luring dengan metode ceramah interaktif dan diskusi kelompok, melibatkan 11 peserta berusia 16–19 tahun. Pendekatan kuasi-eksperimen digunakan dengan desain one group pre-test post-test menggunakan kuesioner Buss and Perry Aggression Questionnaire (BPAQ). Hasil menunjukkan adanya penurunan skor agresivitas dari rata-rata 53,8 menjadi 50,2 setelah intervensi. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai signifikansi p = 0,008 (p < 0,05), menunjukkan bahwa psikoedukasi secara statistik efektif dalam menurunkan tingkat agresivitas. Program ini memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada peserta dalam mengenali dan mengelola emosi secara sehat, seperti teknik relaksasi dan komunikasi asertif. Temuan ini memperkuat pentingnya psikoedukasi dalam mendukung proses rehabilitasi sosial ABH dan mencegah perilaku agresif di masa mendatang.

Peningkatan Work Engagement: Upaya Membangun Lingkungan Kerja yang Produktif dan Bermakna bagi Pegawai BBGTK

Kanisha Cahya Rabani, Lintang Hanifah Prawuriyanti, M Resva Fathir, Naylah Al Mumtazah, Novita Maulidya Jalal
Abstract: Work engagement menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan bermakna. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi&#8230; awesi Selatan, ditemukan bahwa beberapa pegawai masih menunjukkan tingkat keterlibatan kerja yang rendah, seperti kurangnya pemahaman terhadap tugas, rendahnya semangat kerja, dan etos kerja yang belum optimal. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan kerja pegawai melalui kegiatan psikoedukasi yang disampaikan oleh psikolog industri dan organisasi. Kegiatan dilakukan dalam bentuk seminar interaktif dengan pre-test dan post-test kepada 50 dari 67 peserta yang hadir. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (p = 0.038), yang mengindikasikan peningkatan tingkat work engagement setelah mengikuti seminar. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100% peserta memahami materi yang diberikan, dengan 42.6% menyatakan sangat paham dan 57.4% menyatakan paham. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan work engagement pegawai.

Pengaruh Psikoedukasi Tentang Manfaat Dan Risiko Penggunaan Gadget Terhadap Pemahaman Siswa SMPN 33 Makassar

Ahmad Razak, Achmad Alif Satrio, A.Humairah Az-Zahra, Vera Najwa Rahman
Abstract: Nomophobia adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan kecemasan berlebihan saat individu tidak dapat mengakses ponsel, dan menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan di kalangan remaja. Rendahnya kesadaran mengenai&#8230; i dampak negatif penggunaan gawai berlebihan menjadi salah satu penyebab kurangnya penanganan dini terhadap nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas psikoedukasi dalam meningkatkan pemahaman siswa SMP Negeri 33 Makassar mengenai bahaya dan strategi penanggulangan nomophobia. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest kepada 30 siswa kelas VII dan VIII. Materi disampaikan melalui metode ceramah interaktif yang disertai sesi tanya jawab dan refleksi pengalaman penggunaan gawai. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), dengan rata-rata skor pretest sebesar 14,10 meningkat menjadi 34,46 pada posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai penggunaan ponsel secara sehat dan pencegahan nomophobia. Hasil ini memberikan implikasi praktis bagi guru Bimbingan dan Konseling, sekolah, dan orang tua dalam menyusun strategi intervensi edukatif berbasis psikologi yang mendukung kesehatan mental remaja.