Search Articles & Publications

Showing 444 articles found for "Awal"

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) di Kelas IV SD Negeri 24 Lundang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan

Rosa Sari Ningrum, Erna Warnelis, Dian Sarmita, Esa Yulimarta, Desmaneni
Abstract: Rendahnya hasil belajar peserta didik dalam proses pembelajaran mata pelajaran Matematika yaitu dengan presentase ketuntasan sebesar 42% dan yang belum tuntas 58%. Dikarenakan kurangnya pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran… embelajaran Matematika kelas IV SD Negeri 24 Lundang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada peserta didik kelas IV SD Negeri 24 Lundang yang peneliti lakukan dari tanggal 22 Juli 2024 s/d 31 Juli 2024 dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penilaian hasil belajar peserta didik pada kondisi awal mata pelajaran Matematika memperoleh persentase 42% pada siklus I memperoleh persentase sebesar 43,5%, karena tingkat keberhasilan peserta didik belum mencapai indikator keberhasilan maka penelitian dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II diperoleh 80%, maka terjadi peningkatakan 36,5%. Pada pengamatan aktivitas guru dan peserta didik juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Dilihat pada siklus I aspek guru sebesar 68,5% dan siklus II 80% sehingga terjadi peningkatan pada aspek guru sebesar 11,5%, sedangkan pada aspek peserta didik siklus I sebesar 68,5% dan siklus II sebesar 80% sehingga terjadi peningkatan sebesar 11,5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model problem based learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar Matematika pada peserta didik kelas IV SD Negeri 24 Lundang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Problem Based Learning Pada Siswa Kelas V B SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan

Muhammad Iqbal, Ernawarnelis, Yulia Rahmi Fitri, Afrimon, Isnaniah
Abstract: Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik, solusi pemecahan masalah tersebut menggunakan model problem based learning (PBL) dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan… ningkatkan hasil belajar siswa kelas V B SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah kelas V B SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao yang peneliti lakukan dari tanggal 06 Agustus 2024 s/d 14 Agustus 2024 dalam 2 siklus, masing- masing siklus terdiri dari 2 pertemuan.  Penilaian hasil belajar peserta didik pada kondisi awal mata pelajaran Matematika memperoleh persentase 40,74% pada siklus I memperoleh persentase sebesar 73,08% dan siklus II 88,46%. Proses pembelajaran siklus I pada aspek guru memperoleh persentase 69,69% dan aspek siswa 66,66%, pada siklus II aspek guru memperoleh 87,87% dan aspek siswa 86,36%. Berdasarkan persentase pembelajaran tersebut, sudah terjadi peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 15,38% dan peningkatan proses pembelajaran pada aspek guru dari siklus I ke siklus II sebesar 18,18%, pada aspek siswa meningkat sebesar 19,7%,  pembelajaran sudah mencapai indikator keberhasilan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas V B SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.

Analisis Budidaya Tanaman Cabai Kecil (Capsicum Frutescens) Di Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi

Nezza Indira Pratama Putri, Dian Nur Avisa, Zulyana Ersalita, Hendro Kartiko, Risky Sugiarto
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan potensi keuntungan dalam budidaya tanaman cabe di Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu. Analisis ini mencakup biaya sewa lahan, pengolahan tanah, penggunaan bahan dan pupuk,… k, serta biaya tenaga kerja yang diperlukan dalam proses budidaya cabe. Sewa lahan ¼ hektar dihargai Rp. 3.000.000, dengan biaya pengolahan tanah sebesar Rp. 4.000.000. Penggunaan plastik mulsa sebanyak 32 kg yang dihargai Rp. 30.000 per kg, serta pupuk NPK Mutiara sebanyak 100 kg seharga Rp. 1.300.000, menjadi komponen penting dalam persiapan awal tanam. Pupuk susulan menggunakan Pupuk Caliber 400 kg seharga Rp. 200.000 per 100 kg. Penggunaan obat-obatan meliputi peptisida Abamektin, Fungisida Bion M, dan Antracol. Dalam hal tenaga kerja, setiap hari diperlukan satu orang dengan gaji harian Rp. 100.000, dan pada saat panen, delapan orang dibutuhkan. Harga jual cabe diperkirakan mencapai Rp. 22.000 per kg. Berdasarkan komponen biaya dan hasil yang diperoleh, analisis ini memberikan gambaran mengenai keuntungan yang dapat diperoleh dari usaha budidaya cabe di desa tersebut, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan profitabilitas usaha tersebut.

Manajemen Stres Kerja Bagi Anggota Polri Di Polda Sulawesi Selatan Dalam Menjaga Performa Kerja

Fitrah Awaliah Marta Muin
Abstract: Stres kerja merupakan tantangan signifikan bagi anggota Polri, yang dapat berdampak negatif pada performa kerja dan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stres kerja dan… an mengimplementasikan intervensi konseling guna membantu anggota Polri di Polda Sulawesi Selatan mengelola stres. Metode penelitian menggunakan pendekatan konseling. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas anggota Polri mengalami stres kerja dengan variasi tingkat, dipicu oleh beban kerja berlebihan, lingkungan kerja yang menekan, dan kurangnya dukungan psikologis. Intervensi konseling difokuskan pada peningkatan pemahaman tentang manajemen stres, teknik relaksasi, pengelolaan waktu, dan komunikasi efektif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pendekatan konseling dapat membantu anggota Polri mengidentifikasi sumber stres, mengembangkan strategi koping, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dan intervensi sistematis dalam mengatasi stres kerja pada anggota kepolisian, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan institusi kepolisian.

Psikoedukasi Sebagai Upaya Mengatasi Regulasi Diri Dan Penyesuaian Diri Bagi Anggota Sabhara Junior Di Polda Sulsel

Fitrah Auria Aryanti, Fitrah Awaliah Marta, Femi, Imaniar Sefariti, Jois Sombolayuk
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh psikoedukasi terhadap peningkatan regulasi diri dan penyesuaian diri pada polisi baru di SAMAPTA Polisi Daerah Sulawesi Selatan (POLDA SULSEL). Psikoedukasi dirancang agar individu… idu memahami konsep regulasi diri dan penyesuaian diri, termasuk aspek-aspek, peningkatan strategi, serta mengenali kekuatan dan kelemahan mereka.Sebanyak 30 subjek berpartisipasi dalam penelitian ini, di mana mereka mengikuti pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan uji t sampel berpasangan setelah sebelumnya diuji normalitasnya menggunakan uji Shapiro-Wilk. Hasil uji menunjukkan bahwa data pre-test (p=0,011) dan post-test (p=0,141) berdistribusi normal. Analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata skor pre-test (M=6,60, SD=1,545) hingga post-test (M=8,73, SD=1,413) dengan nilai signifikan (p=0,004).Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan regulasi diri dan penyesuaian diri, yang selanjutnya dapat mendukung kinerja optimal serta keseimbangan individu dalam menghadapi tuntutan pekerjaan dan lingkungan.

Analisis Peranan Perbankan Syariah Dalam Pasar Modal

Hindi Rihadatul Ais, Rini Puji Astuti, Andi Audiansyah
Abstract: Perbankan syariah memiliki peran penting dalam pasar modal, terutama dalam kaitannya dengan kemajuan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam sistem keuangan syariah, pasar modal berfungsi sebagai platform di mana dana masyarakat… at dikumpulkan dan didistribusikan ke sektor-sektor produktif sesuai dengan prinsip syariah yang menghindari riba dan praktik yang tidak etis. Sukuk, surat berharga syariah yang memiliki potensi besar untuk menyerap dana masyarakat, adalah salah satu instrumen utama dalam pasar modal syariah. Sukuk tidak hanya menawarkan opsi investasi yang sesuai dengan prinsip syariah, tetapi juga membantu membiayai proyek infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Sumber data diambil dari buku-buku, jurnal, dan media internet lainnya. Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif, berawal dari data yang dikumpulkan, kemudian dipilih dan dipilah sehinga menjadi data yang mudah dianalisis serta mudah dibentuk sintesa. Pasar modal adalah pasar di mana berbagai instrumen keuangan jangka panjang dapat diperjualbelikan, baik modal sendiri maupun utang.

Biaya Standar Sebagai Alat Pengendalian Biaya Produksi UMKM Doyan Jagung Mozarella Padang

Dera Permata Sari, Valencia Sabila, Dodi Suryadi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi biaya standar dalam pengendalian biaya produksi pada UMKM Doyan Jagung Mozarella Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dimana bertujuan untuk mengetahui… getahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Adapun sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Dalam penelitian ini analisis yang dilakukan adalah analisis varians, yaitu menghitung selisih antara biaya yang telah ditetapkan di awal dengan biaya yang sesungguhnya terjadi periode tahun 2023. Hasil penelitian ini yaitu peran biaya standar dalam pengendalian biaya produksi pada UMKM Doyan Jagung Mozarella Padang sangat penting. Hal ini terbukti bahwa analisis biaya standar pada UMKM Doyan Jagung Mozarella Padang terjadi selisih menguntungkan (favorable) pada selisih biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. UMKM Doyan Jagung Mozarella Padang dapat mengatur semua biaya yang dikeluarkan pada saat proses produksi sehingga dapat berjalan dengan baik dan tercapainya target produksi yang menghasilkan produk dengan mutu yang baik.

Sistem Kewenangan DPD Sebagai Otonomi Daerah Lembaga Legislatif

Louisa Aulia Azzahra, Sandrina Rahma Nurvita, Indah Putri Malinda, Chornilia Shilvi, Eka Permana Sakti Irwanto, Kuswan Hadji
Abstract: Sejak dibentuknya Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Indonesia, kewenangan dan fungsi DPD tidak berjalan sesuai dengan tujuan awal dan terbatas. Dalam hal ini, DPD memiliki wewenang mengajukan RUU, membahas RUU, serta melakukan… kukan pengawasan sebagai bahan pertimbangan DPR dalam mewujudkan atau melaksanakan suatu produk hukum terkait daerah. Dalam hal membahas RUU, DPD hanya berkontribusi sedikit dan memiliki kewenangan yang terbatas. Hal ini menjadikan DPD hanya sebagai lembaga negara pelengkap. Selain itu, dengan terbatasnya kewenangan DPD akan mempengaruhi fungsi legislasi DPD dalam menjamin terwujudnya checks and balances. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana supaya kewenangan DPD mengalami peningkatan dan kekuatan dalam sistem pemerintahan daerah.

Pengelompokan Pengguna Media Sosial Berdasarkan Pola Interaksi Menggunakan K-Means

Muhamad Ilhan Mansiz, Zaehol Fatah
Abstract: Mengelompokkan pengguna media sosial berdasarkan pola interaksi dengan menggunakan metode K-Means Clustering. Dalam era digital saat ini, memahami perilaku pengguna media sosial menjadi sangat penting bagi platform digital… al untuk meningkatkan keterlibatan dan retensi pengguna. Dengan mengidentifikasi interaksi pengguna, platform dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi pengguna. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini mencakup atribut-atribut seperti BounceRates dan ExitRates untuk mencerminkan tingkat ketertarikan awal dan durasi interaksi pengguna, serta atribut Month, Region, VisitorType, dan Weekend untuk menangkap faktor temporal, geografis, dan perilaku kunjungan. Data tersebut diolah melalui proses normalisasi dan pengkodean untuk memastikan kompatibilitas dalam analisis K-Means. Hasil clustering menunjukkan adanya dua kelompok utama pengguna media sosial dengan karakteristik interaksi yang berbeda. Kelompok pertama terdiri dari pengguna dengan keterlibatan awal yang tinggi dan interaksi yang lebih lama, sedangkan kelompok kedua cenderung memiliki minat awal yang rendah dan durasi interaksi yang singkat. Temuan ini memberikan wawasan bagi pengelola platform media sosial untuk mengembangkan strategi yang lebih personalisasi dalam meningkatkan pengalaman pengguna, baik melalui konten yang lebih relevan maupun pendekatan pemasaran yang terarah. Dengan adanya pengelompokan ini, diharapkan platform media sosial dapat meningkatkan efektivitas interaksi pengguna dan memperkuat loyalitas pengguna, yang pada akhirnya berdampak positif pada pertumbuhan platform secara keseluruhan.

Klasifikasi Penyakit Alzheimer Menggunakan Data Mining Decision Tree

Yulina Sari, Zaehol Fatah
Abstract: Penyakit Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif yang mempengaruhi otak dan secara bertahap mengurangi kemampuan seseorang untuk berpikir, mengingat, dan berfungsi secara mandiri. Ini merupakan jenis demensia yang paling… ing umum, dengan gejala awal yang biasanya terjadi pada individu di atas 65 tahun, meskipun dapat juga terjadi pada usia yang lebih muda. Beberapa gejala awal Alzheimer termasuk lupa akan peristiwa baru-baru ini, kesulitan menyelesaikan tugas sehari-hari, dan kebingungan tentang waktu atau tempat. Gejala penyakit dapat memburuk seiring berjalannya waktu, seperti kehilangan kemampuan berkomunikasi, perubahan suasana hati yang signifikan, dan penurunan fungsi fisik. Diagnosis tahap awal untuk penyakit Alzheimer dapat meningkatkan efisiensi terapi. Deteksi dini penyakit Alzheimer dapat memanfaatkan pendekatan matematis pada data mining untuk menganalisis data. Klasifikasi adalah salah satu metode data mining yang dapat diterapkan untuk pendeteksian dini atau prediksi penyakit Alzheimer. Penelitian yang berkenaan dengan klasifikasi penyakit Alzheimer belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini akan membandingkan performa algoritma C4.5 dan algoritma AdaBoost dalam klasifikasi penyakit Alzheimer menggunakan teknik pengujian percentage split dan k-fold cross validation. Selain itu, penelitian ini akan menggunakan metode Algoritma Decision Tree karena dapat ditafsirkan dengan mudah oleh manusia dan memililki akurasi yang tinggi sebesar 26.3%. Dapat mengubah data yang ada menjadi pohon keputusan dan aturan-aturan, sehingga dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan yang kompleks menjadi lebih sederhana.