Search Articles & Publications

Showing 932 articles found for "Istri"

Implementation Of Plant Cultivation System Policy Sagu in Improving Community Food in Tambat Village

Petrus Watonem, Syahruddin, Husein Enala, Syahrabudin
Abstract: This study a of the ims to determine how the implementation of the sago cultivation policy, as well as to determine what factors influence the implementation of the sago cultivation policy in Tambat Village, Tanah Miring… ng District, Merauke Regency, which are still not effective, as for the factors that influence the implementation of the Cultivation policy. Sago plants in Tambat village are seen from the cultivation of sago plants. Busides that, there is also the theory used by researchers, namely: George Edward III’s theory is that the factors that influence the implementation of the sago cultivation policy in Tambat Village, Tanah Miring District, Merauke Regency are the first communication factors, rarely done, resource factors, which are not supportive, disposition factors/ attitudes that are not resp

Effectiveness of Communication by Corn Agricultural Extension Instructors in Sawerigadi District, West Muna Regency

Rahmat Mulya, La Ode Andi
Abstract: This research used a quantitative method where the sample consisted of 59 respondents who were divided into two villages, namely Marobea Village with 37 respondents and Lakalamba Village with 22 respondents. The SPSS version… sion 21 program was used to analyze the effectiveness of communication between corn planting teachers. The results of the analysis show that (1) the overall level of farmer participation in agricultural extension activities is included in the less active category. Compared to the participation stage, farmers are more active in implementation than planning. Corn farmers in Marobea Village are more active than corn farmers in Lakalamba Village. (2) Agricultural extension communication between corn farmers in Marobea and Lakalamba Villages is most effective in increasing knowledge (cognitive) and subsequently influencing attitudes (affective), but less effective in encouraging action tendencies (behavioral). Extension communication between corn farmers in Marobea Village is more effective compared to corn farmer groups in Lakalamba Village. The more active farmers are, the more motivated they are to apply extension materials. and (3) Factors that determine the effectiveness of extension communication include extension factors, extension methods, and facilities and infrastructure. Extension factors related to the effectiveness of extension communication are the attitude, communication and knowledge aspects of the instructor. Aspects of method suitability and effectiveness are also related to the effectiveness of extension communication which is supported by the availability of extension infrastructure.

Improvement Efforts Quality of Health Services (Study at Merauke Regency General Hospital)

Muhammad Ihsan
Abstract: The problem formulation in this research is: 1 What services does the Merauke Regency Regional Hospital provide to the community? 2. What is the quality of health services at Merauke District Hospital? The objectives of… this research are: 1. To find out and describe efforts to improve health services at the Merauke Regency Regional Hospital for the community. 2. To find out the quality of services provided by Merauke District Hospital to the community. The research results show that efforts to improve the quality of health services at the Merauke District Hospital are sufficient. This can be seen in indicators of staff capacity, availability of facilities and infrastructure, and cost capabilities. Meanwhile, the distribution of health workers has not yet been implemented. The quality of health services at Merauke District Hospital is very high in terms of indicators of reliability, trust and empathy. The quality of health services at the Merauke District Hospital is very poor in terms of responsiveness and concrete indicators.

Social and Economic Impact of Industrialization Nickel Mining on The Community (Study of Wonuamorome Village, Konawe Regency)

Adriyanto Syahputra
Abstract: The aims of this research are: 1) To determine the social impact of nickel mining on the community in Wonuamorome Village, Puriala District, Konawe Regency. 2) To determine the economic impact of nickel mining on the community… munity in Wonuamorome Village, Puriala District, Konawe Region? The technique used in selecting informants in this research was purposive sampling. The informants selected were key informants, namely the village head and a community figure, as well as additional informants consisting of two company officials, four employees who lived in Wonua Morome Village, and four community members. So the total informants in this investigation were 12 people, and several key informants came from village officials. The emergence of industrial areas in an area is believed to bring positive and negative factors to the lives of people in that area, such as positive social impacts, namely that industry can provide employment opportunities for local residents. The presence of the business world in Wonua Morome Village opens up employment opportunities for the local community. And the negative social aspect is contact with crocodiles which can cause social conflict. The presence of the business world in Wonua Morome Village has led to land conflicts between immigrants and local residents. The positive economic impact is to increase village cash income. The presence of businesses in Wonua Morome Village increases the village's cash income. Negative economic impacts include industrial waste which is dangerous for the environment and pollutes people's agricultural land, causing losses.

Pembuatan dan Pelatihan Pemberdayaan Website Dana Kampung

Pramono, Gani Ariq
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana kampung melalui pembuatan website dan pelatihan pemberdayaan bagi aparatur Kampung Seed Agung, Distrik Muting, Kabupaten Merauke.… . Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri dari tiga tahap utama: (1) analisis kebutuhan melalui studi pendahuluan, observasi, wawancara, dan focus group discussion; (2) implementasi yang mencakup pembuatan website berbasis Content Management System (CMS) WordPress dan pelatihan pemberdayaan dengan metode hands-on practice; serta (3) evaluasi dan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan program. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa implementasi website telah berhasil meningkatkan akses informasi dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan dana kampung. Pelatihan pemberdayaan menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan pengelolaan website, peserta mampu mengoperasikan website secara mandiri setelah pelatihan dibandingkan sebelumnya. Meski menghadapi tantangan keterbatasan infrastruktur internet di beberapa wilayah, program ini telah berhasil membangun fondasi untuk tata kelola dana kampung yang lebih transparan dan akuntabel melalui kombinasi solusi teknologi dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia lokal. Keberlanjutan program diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah dan strategi regenerasi pengelola website dengan melibatkan karang taruna sebagai kader masa depan.

Pemaanfaatan Batang Pisang Sebagai Pakan Alternatif Untuk Ternak

Baru, Stevanus
Abstract: Program kerja KKN ini bertujuan untuk mengimplementasikan pemanfaatan batang pisang sebagai pakan alternatif ternak di Kampung Seed Agung, Distrik Muting. Permasalahan keterbatasan pakan dan melimpahnya limbah batang pisang… ang menjadi latar belakang pelaksanaan program ini. Metode yang digunakan adalah participatory rural appraisal (PRA) dengan melibatkan 5 peternak sebagai peserta. Tahapan pelaksanaan meliputi survei pendahuluan, koordinasi dengan tokoh masyarakat, diskusi intensif, demonstrasi, dan pendampingan selama satu minggu. Materi yang disampaikan mencakup kandungan nutrisi batang pisang, teknik pengolahan, dan metode pemberian pakan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata nilai 45,6 menjadi 82,3. Implementasi program berhasil menurunkan biaya pakan sebesar 35% dengan penghematan sekitar Rp 450.000 per peternak per bulan. Pengamatan terhadap ternak menunjukkan tingkat konsumsi pakan yang signifikan, tidak adanya efek negatif terhadap kesehatan, dan peningkatan bobot badan yang stabil. Program ini memberikan manfaat ganda, yaitu mengatasi permasalahan pakan ternak sekaligus mengurangi limbah pertanian, sehingga berkontribusi positif terhadap lingkungan. 

Pelatihan Sistem Informasi Manajemen Kependudukan

Urat, Abdul Usman
Abstract: Administrasi kependudukan yang efisien dan akurat merupakan elemen penting dalam tata kelola pemerintahan desa. Namun, Kampung Seed Agung, Distrik Muting, Kabupaten Merauke masih menghadapi kendala dalam pengelolaan data… kependudukan yang dilakukan secara manual, sehingga rawan kesalahan dan keterlambatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Kependudukan (SIMK) berbasis web guna meningkatkan efisiensi administrasi kependudukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi identifikasi kebutuhan, pengembangan aplikasi SIMK berbasis web, serta pelatihan bagi aparat kampung dalam mengoperasikan sistem tersebut. Keberhasilan program ini diukur berdasarkan perubahan cara kerja dari pencatatan manual menjadi digital, peningkatan keterampilan aparat kampung, serta kemudahan akses dan pengelolaan data kependudukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan SIMK berhasil meningkatkan kemampuan aparat kampung dalam mengelola data secara digital. Para peserta mampu menginput, memperbarui, dan mengakses data kependudukan dengan lebih cepat dan akurat. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur internet dan masih perlunya pendampingan dalam penggunaan perangkat keras dan lunak. Oleh karena itu, dukungan berkelanjutan dalam bentuk peningkatan infrastruktur dan pelatihan lanjutan sangat diperlukan agar implementasi SIMK dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Teh Kulit Rambutan: Solusi Inovatif untuk Pengelolaan Limbah dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat Kampung Seed Agung

Boby , Jerry Natalis, Jaji , Agustinus Kevin, Romdioni , Agus Nisfur
Abstract: Kulit rambutan yang sering dipandang sebagai limbah, ternyata menyimpan potensi manfaat kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah limbah kulit rambutan menjadi produk teh. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Seed… Agung, Distrik Muting, Kabupaten Merauke, dengan pendekatan Learning by Doing. Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Musamus berpartisipasi dalam proses praktis pengolahan kulit rambutan menjadi teh menggunakan alat dan bahan yang tersedia, yang memungkinkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghadirkan inovasi, tetapi juga meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan limbah kulit rambutan. Ke depan, diharapkan masyarakat dapat mengelola limbah kulit rambutan menjadi peluang usaha ekonomi kreatif yang mengedepankan inovasi dan kemampuan dalam mengubah limbah menjadi produk teh yang bernilai, serta berkontribusi dalam pengurangan limbah, khususnya kulit rambutan.

Penerapan Penggunaan Garam Mineral Blok Sebagai Suplemen Pakan Ternak Ruminansia

Puspitasari , Cristina Dinda, Baru , Stevanus
Abstract: Peternak di kampung Seead Agung, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke masih menjalankan usaha ternak secara tradisional. Rata-rata peternak di wilayah ini tidak memiliki pemahaman dan keterampilan khusus dalam bidang peternakan,… nakan, melainkan mengandalkan kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun, baik dalam penyediaan pakan maupun pengobatan hewan. Sebagai respons terhadap permasalahan ini, dilakukan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peternak mengenai gejala kekurangan mineral pada ternak sapi melalui pembuatan Garam Mineral Blok. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah pendekatan partisipatif yang memungkinkan para peternak untuk melibatkan diri secara aktif dan menerapkan instruksi yang diberikan. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat peternak, yang tidak hanya berpartisipasi aktif selama pelatihan tetapi juga mengharapkan diadakannya kegiatan serupa, seperti pelatihan pembuatan pakan, untuk mengembangkan usaha peternakan mereka ke skala yang lebih besar.

Konstruksi Model Social Entrepreneurship Sebagai Gagasan Inovasi Sosial Bagi Pembangunan Perekonomian Di Distrik Semangga

Awal, Muhamad, Nahumury, Marthen A. I., Arifudin, Aldisa
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membangun model social entrepreneurship yang adaptif terhadap kondisi masyarakat asli Papua guna mendorong penciptaan nilai sosial dan peningkatan kesejahteraan. Metode yang digunakan… digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kajian pustaka (library research), yang dikombinasikan dengan analisis konteks sosial ekonomi lokal. Penelitian ini merumuskan model social entrepreneurshipyang berlandaskan pada empat elemen utama, yaitu: social value, civil society, innovation, dan economic activity. Model ini menekankan pentingnya partisipasi masyarakat lokal, pemanfaatan kearifan lokal, serta kolaborasi lintas sektor sebagai kunci sukses pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model social entrepreneurship dapat menjadi strategi yang efektif dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja berbasis sosial. Selain itu, keterlibatan generasi muda sebagai pelaku kewirausahaan sosial dinilai mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial yang inklusif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian social entrepreneurship di Indonesia serta menawarkan kerangka praktis untuk implementasi model pada wilayah-wilayah tertinggal.