Search Articles & Publications

Showing 883 articles found for "Pengumpulan"

Profil Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Teori Polya Ditinjau Dari Kemampuan Matematika Siswa

Atika Zahrani Purba, Rora Rizky Wandini
Abstract: Kemampuan dalam memecahkan masalah perlu dimiliki seluruh siswa, Selama ini yang menjadi masalah ialah bagaimana kemampuan memecahkan masalah dikembangkan pada proses belajar mengajar terutama matematika. Terdapat kesulitan… tan siswa memecahkan masalah perlu mendapatkan perhatian dan di di identifikasi secara lanjut. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan profil pemecahan masalah matematika berdasarkan teori Polya dengan tinjauan kemampuan matematika siswa. Metode penelitian yang dipergunakan yaitu kualitatif, sedangkan jenisnya deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri atas subjek berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu teknik tes dan wawancara. Analisis data yang digunakan yakni hasil tes kemampuan matematika, hasil tes pemecahan masalah dan dikuatkan dengan hasil wawancara. Hasil penelitian menerangkan siswa dengan kemampuan matematika tingkat tinggi bisa mengatasi permasalahan, dan mengumpulkan informasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tetapi pada akhir perhitungannya siswa kurang teliti. Siswa yang berkemampuan matematika tingkat sedang dapat mengumpulkan informasi pada soal yang disediakan, namun siswa melakukan kekeliruan dalam menentukan rumus. Sedangkan siswa dengan berkemampuan matematika tingkat rendah belum mampu memahami permasalahan dan mengumpulkan informasi secara jelas. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa subjek penelitian tetap berada pada posisi pemahaman pemecahan masalah yang baik pada setiap tingkat kemampuan matematika siswa.

Penerapan Strategi Dan Perilaku Organisasi Dalam Pendidikan

Fathia Hanifah, Dinda Aulia Sani, Maidina
Abstract: Rendahnya produktivitas lulusan, faktor-faktor terkait isu value for money, dan faktor akuntabilitas pendidikan merupakan isu-isu strategis dalam dunia pendidikan saat ini. Cara berperilaku hierarkis menggabungkan beragam… m filosofi, gambaran, dan keyakinan mendasar yang rumit yang berlaku dalam suatu organisasi dan mempengaruhi cara organisasi tersebut mempertahankan tujuannya. Mengasah budaya hierarki adalah tugas utama dalam strategi penting yang kuat. Proses mewujudkan perubahan diawali dengan perubahan pola pikir (way of thought). Penelitian dengan pendekatan kualitatif, dan pengumpulan data dengan teknik research, maka pembahasan jurnal ini lebih mengarah kepada strategi dan perilaku organisasi dalam pendidikan. Menciptakan strategi adalah salah satu hal penting dalam organisasi, memperhatikan hal-hal kecil hingga besar akan mempengaruhi perilaku dalam berorganisasi seseorang.

Analisis Atrategi Bisnis Online Melalui Pemasaran Online

Marsyeli, Nurasha Alfahira, Tasya Widyana
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan kajian literatur tentang bisnis online, internet pasar dunia strategi memulai bisnis online, Jenis-jenis bisnis online, dan cara sukses usaha bisnis online.… Metode penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) ataupun studi literatur dengan berbasis kajian pustaka melalui bedah buku dan jurnal-jurnal. Langkah-langkah penelitian dimulai dari pengumpulan artikel, reduksi artikel, pembahasan dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya bisnis online dapat berpengaruh posiitif terhadap Peningkatan media sosial dengan adanya e comerse melalui bisnis pasar dunia dengan adanya peluang untuk masa depan. Bisnis online dapat di capai oleh siapa saja selama kita tahu tentang seluk beluk bisnis online dimasa sekarang hingga di masa depan.

Kebaruan Hukum Ketenagakerjaan Setelah Lahir Undang-undang Cipta Kerja

Akhmad Nazar Virgiawan, Dian May Syifa, Ergina Faralita
Abstract: Hukum ketenagakerjaan atau Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 ditetapkan sebagai payung hukum bidang hubungan industrial dan direkayasa untuk menjaga ketertiban, serta sebagai kontrol sosial, utamanya memberikan landasan hak… k bagi pelaku produksi barang dan jasa, selain sebagai payung hukum hukum ketenagakerjaan diproyeksikan untuk alat dalam membangun kemitraan. Setiap kebijakan pemerintah dalam perlindungan tenaga kerja harus dilihat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan warga negara. Pada tulisan ini akan dibahas mengenai konsep umum dari hukum ketenagakerjaan, kemudian juga akan dibahas mengenai kedudukkan hukum ketenaga kerjaan dalam sistem hukum di Indonesia dan Implikasi dari penetapan Undangundang Cipta Kerja terhadap Hukum Ketenagakerjaan hingga bagaimana sistem hukum ketenagakerjaan setelah lahirnya Undang-undang Cipta Kerja. Dengan metode penelitian yuridis normatif, pendekatan deskriptif kualitatif, dengan sifat riset ex post facto, pengumpulan data dilakukan setelah peristiwa yang menjadi topik pembahasan terjadi, kemudian memperhatikan variabel yang diteliti dengan refresentatif. Hasil penulisan menunjukkan bahwa terdapat beberapa hukum ketenagakerjaan dari pembaruan setelah lahirnya undang-undang cipta kerja pada aspek Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), Alih Daya Perjanjian Kerja (Outsourcing), Waktu Kerja, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), Tenaga Kerja Asing (TKA), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kesimpulan dari pembahasan ini adalah klaster ketenagakerjaan UU Cipta Kerja (omnibuslaw) merupakan sebuah produk hukum yang lebih meringankan para pengusaha dan mengikat pada pekerja.

Peran Guru Madrasah Diniyah Awaliyah Dalam Membentuk Akhlak Santri Di Masjid Alfi Syahrin

Marbun, Junaidi, Martin Kustati, Gusmirawati
Abstract: Akhlak merupakan hal penting yang peru diperhatikan pada santri sebab akhlak adalah hasil dari pembelajaran dan pembiasaan yang diajarkan kepada santri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis peran guru dalam membentuk… bentuk akhlak santri pada MDA Masjid Alfi Syahrin. Kemudian metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mendalami fenomena permasalaham peran guru dalam membentuk akhlak santri, selanjutnya sumber data diperoleh dari empat orang informan yaitu tiga orang guru yang mengajar dan satu orang pengurus pada MDA Masjid Alfi Syahrin dengan mengunakan protokol wawancara, observasi dan dokumentasi pada teknik pengumpulan data. Selanjutnya dilakukan analisis hasil penelitian menggunakan teknik analisis yang dipopulerkan oleh Miles dan Huberman dan terdapat tiga peran guru MDA Masjid Alfi Syahrin dalam membentuk akhlak santri yaitu peran guru sebagai teladan, pendidik dan pembimbing. Dan peran guru tersebut juga mempengaruhi akhlak santri menjadi lebih baik dengan pandekatan-pendekatan yang dilakukan agar santri dapat terbiasa dengan melakukan hal baik atau akhlak baik.  

Pola Asuh Orang Tua Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Remaja Kampung Pitameh Nan Xx

Zulka Ependi, Martin Kustati, Gusmirawati
Abstract: Penelitian dilatar belakangi oleh besarnya tanggung jawab orang tua dalam membimbing dan mengontrol akhlak dan sisiplin anak remaja. Seperti  perintah Allah di dalam surat At-Tahrim ayat 6 untuk menjaga diri sendiri dan… keluarga sehingga dapat terhindar dari siksaan api neraka. Namun dalam kenyataannya, tidak semua orang tua  dapat melaksanakan peranannya dengan baik. Karena tidak semua orang tua mampu mengontrol disiplin anaknya.Orang tua lebih sering berada di luar  rumah  karena  kesibukannya dalam  bekerja, menjadikan  perhatian dan kasih  sayang  pada  anak  berkurang.  Kurangnya kontrol orang tua menimbulkan kenakalan pada remaja, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pola asuh orang tua pada karakter disiplin  remaja di Kampung Pitameh Nan XX. Penelitian ini bercorak penelitian lapangan (file research), dengan pendekatan penelitian kualitatif (qualitative research). Sedangkan sumber data primer penulis kumpulkan langsung dari orang tua dan remaja di Kampung Pitameh Nan XX. Teknik  pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ialah: (1) Orang tua membentuk karakter dan disiplin anaknya sesuai dengan kemampuannya, pola asuh orang tua sesuai dengan pengalaman hidupnya, tingkat pendidikan orang tua, pola asuh terbentuk apa adanya dari orang tua masing-masing. (2) Upaya orang tua yaitu mengontrol teman bermain dan lingkungan bermain remaja, mengarahkan  remaja untuk melaksanakan ibadah shalat sejak dini, tidak salah pergaulan dan mendengar nasehat orang tua agar disiplin di rumah. (3) Kendala yaitu: Orang tua tidak bisa mengatur waktu luang untuk remaja, faktor lingkungan, kurangnya pengalaman dan pendidikan orang tua. Jadi solusinya adalah orang tua harus mengontrol lingkungan dan teman bermain remaja agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.

Pendidikan Islam Di Nusantara Sebelum Kemerdekaan :Studi Kasus Kebijakan   Politik Kolonial Belanda Dan JepangTerhadap Pendidikan Islam Di Indonesia

Rifdha Hayati, Rifdha, Zulmuqim, Fauza Masyudi
Abstract: Artikel ini membahas tentang pendidikan islam di nusantara sebelum kolonial Belanda dan Jepang. Pada masa penjajahan pastilah pendidikan pastilah sangat sulit untuk didapatkan, dikarenakan para penjajah yang tidak menginginkan… ginkan pendidikan itu sampai pada rakyat pribumi. Belanda menjajah Indonesia telah ber abad-abad, selama masa penjajahan Belanda akses untuk mendapatkan pendidikan islam sangatlah sulit karena penajajah jepang lebih dominan pada pendidikan non Islam. Berbeda dengan Belanda, Jepang justru memberikan keringanan pada pendidikan islam di Indonesia, tetapi justru keringanan dari Jepanglah yang membuat Jepang lengser dari Indonesia.  Tujuan dari artikel ini adalah untuk memaparkan pendidikan islam di Indonesia pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library reasearch) yang pengumpulan datanya dilakukan dengan cara mempelajari teori literature yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber.

Pendidikan Islam Klasik Rasulullah Sebagai Pendidik Ideal

Amertya Azahra, Fauza Masyhudi, Zulmuqim
Abstract: Pendidikan Islam klasik merupakan pendidikan Islam dari rentang tahun 650-1250 M. Pendidikan Islam zaman klasik ini dimulai dari Rasululah SAW, yang mana dimulai dari zaman jahiliyyah dan saat ini pendidikan itu masih dapat… pat dirasakan. Dalam menyebarkan pendidikan Islam saat itu Rasulullah rela mendapatkan kecaman dari masyarakat jahiliyyah demi menyebarkan Islam dan pendidikan pada saat itu, bahkan ayat yang pertama turun yaitu QS. Al-Alaq’ ayat 1-5 yang memerintahkan untuk iqra’ (bacalah) dan dengan diturunkan nya ayat ini Rasulullah SAW diberi tugas oleh Allah SWT untuk menyampaikan risalah-risalah Ilahi yang akan membawa manusia kejalan yang benar. Artikel ini bukan hanya membahas tentang pendidikan saat zaman klasik namun juga membahas kondisi masyarakat arab sebelum masuknya Islam, Rasulullah sebagai pendidik ideal dan lembaga pendidikan masjid dan kuttab. Tujuan artikel ini adalah untuk memaparkan pendidikan Islam klasik dan proses penyebaran Islam pada masyarakat jahiliyyah. Metode yang digunakan pada artikel ini adalah metode studi pustaka (library research) yang mana pengumpulan data dengan cara mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan artikel ini.

Rancangan Mading Digital Dengan Metode Pengembangan Extreme Programming Untuk Efektivitas Dalam Pemberitahuan Informasi

Wisnu, R Wisnu Prio Pamungkas, Jihan Difani, Jihan Difani, Muhammad Ammar Amiyoto, Muhammad Ammar Amiyoto, Naufal Eka Wicaksono, Naufal Eka Wicaksono, Raka Rismayana, Raka Rismayana, Seychar Ramadhan, Seychar Ramadhan, Arya Haifandika, Arya Haifandika
Abstract: Mading (Majalah dinding) adalah salah satu fasilitas atau sarana yang digunakan untuk menyebarkan informasi pada lingkungan pendidikan. Penyebaran informasi yang cepat sangat dibutuhkan, namun mading yang ada saat ini sangat… ngat kurang dalam hal keamanan yang dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan penyebaran informasi. Mading konvensional dianggap sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini karena anggaran yang dikeluarkan untuk menjalankan mading konvensional ini cukup besar. Oleh karena itu, mading digital menjadi salah satu solusi yang tepat untuk menyebarkan informasi pada lingkungan sekolah. Penyebaran informasi akan lebih mudah karena pada era digital ini anak-anak lebih tertarik dengan apapun yang berkaitan dengan gawai. Metodologi penelitian dilakukan dengan 2 tahapan, yaitu tahap pengumpulan data melalui kajian pustaka, observasi terhadap jurnal dari judul penelitian sejenis. Model yang digunakan dalam pengembangan adalah model Extreme Programming atau XP yang termasuk dalam pendekatan Agile. Pada desain aplikasi digunakan bahasa permodelan UML (Unified Modeling Language). Hadil penelitian dihasilkan diharapkan dapat menggantikan fungsi dari mading konvensional guna memudahkan sekolah dalam menyebarkan infomasi dan siswa dapat mengirimkan informasi melalui aplikasi mading digital ini. Pihak sekolah dapat mengelola informasi mana saja yang akan dipublilkasikan, dan pembaharuan informasi rutin kepada siswa

Efektivitas Kewenangan Pengadilan Agama Dalam Menyelesaikan Sengketa Ekonomi Syariah

Nadia Farah Dini, Mariani
Abstract: Cara penyelesaian sengketa dapat dibedakan menjadi dua yaitu melalui jalur litigasi maupun non-litigasi. Jalur litigasi adalah mekanisme penyelesaian sengketa dengan menggunakan pendekatan hukum (law approach) yaitu melalui… lui lembaga hukum dan aparat hukum yang berwenang. Sedangkan jalur non-litigasi adalah mekanisme penyelesaian sengketa dengan mekanisme yang hidup di dalam masyarakat seperti musyawarah dan perdamaian. Dalam hal ini sering disebut sebagai Alternative Dispute Resolution (ADR) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas kewenangan pengadilan agama dalam menyelesaikan sengketa ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian hukum normatif ini menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep, teknik Pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan studi pustaka. Hasil penelitian ini Menurut data pada Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia, sengketa ekonomi syariah yang masuk di Pengadilan Agama dari periode tahun 2018 sampai dengan tanggal 2020 yang berjumlah 57.655 Perkara, sedangkan pada arbritase syariah sejak 2018 sampai dengan 2020 ada sebanyak 247 perkara. Berdasarkan data ini dapat disimpulkan bahwa dalam menyelesaikan sengketa ekonomi syariah, kewenangan pengadilan agama sudah efektif.