Search Articles & Publications

Showing 1926 articles found for "Dasar"

Peningkatan Pemahaman Terhadap Komunikasi Dalam Kepemimpinan Melalui Webinar

Nurhalisa Hamka, Muh. Alif Firmansyah, Muhrajan Piara
Abstract: Kepemimpinan dan komunikasi merupakan dua komponen penting yang saling berkaitan dalam menentukan efektivitas kerja tim di lingkungan organisasi. Gaya kepemimpinan transformasional yang menekankan pemberdayaan, motivasi,… dan komunikasi yang inspiratif diyakini mampu meningkatkan produktivitas serta loyalitas anggota tim. Berdasarkan permasalahan kepemimpinan yang ditemukan di PT. Borwita Citra Prima Regional Sulawesi, kegiatan berupa webinar “Sharpening Leadership Through Communication Skill” dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Webinar ini diikuti oleh 15 karyawan yang menduduki jabatan manajerial. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, digunakan pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 89,33 dan post-test sebesar 98,66 (p = 0,008). Temuan ini menunjukkan bahwa webinar berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya gaya kepemimpinan transformasional dan komunikasi efektif.

Penguatan Pemahaman Work-Life Balance Melalui Workshop Bagi Karyawan PT. Bosowa Berlian Motor

Basti Tetteng, Imna Anggun Chaerani, Andi Ihda Nur Afifah, Melisa Wardani Putri, Nur Aisya
Abstract: Pengabdian ini berujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan PT. Bosowa Berlian Motor dalam menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi melalui pelaksanaan workshop work-life balance. Masalah… salah utama yang diidentifikasi adalah tingginya tingkat lembur dan ketidakseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi yang berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Solusi yang dilakukan adalah pelaksanaan workshop hybrid yang berisi materi peningkatan kesadaran dan keterampilan mengelola work-life balance, didukung oleh observasi dan analisis kebutuhan pelatihan. Pelaksanaan workshop diikuti oleh 44 peserta offline dan 43 online dengan keberhasilan menunjukkan peningkatan pemahaman sebanyak 75% berdasarkan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta meningkat hingga 65% setelah kegiatan berlangsung. Dengan adanya program tersebut, diharapkan karyawan mampu menjalankan berbagai peran secara seimbang yang akan berdampak positif terhadap produktivitas dan loyalitas mereka terhadap perusahaan.

Efektivitas Psikoedukasi Berbasis Personal Safety Questionnaire Dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Keselamatan Pribadi Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual

Muh Rajan Piara, Salsabila Mursah, Amirah Nursalsabillah Tamim, Ratu Alisya Deswina, Dino Rizadman Rahia, Wahyu Woliyono
Abstract: Peningkatan kasus kekerasan seksual di kalangan remaja saat ini semakin meningkat, hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan. Di Indonesia sendiri khususnya di Kota Baubau, terdapat 251 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan… empuan dan anak. Sepanjang tahun 2024, kasus kekerasan seksual terhadap anak tercatat sebagai kasus paling dominan di kota Baubau dengan jumlah mencapai 29 kasus. Melihat tingginya angka tersebut serta rentannya remaja menjadi korban, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang dapat membekali siswa dengan keterampilan perlindungan diri. Kegiatan psikoedukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya pendidikan keselamatan pribadi dalam menghadapi tindakan kekerasan seksual. Psikoedukasi dilaksanakan di SMPN 1 dan SMPN 9 Baubau dengan melibatkan 58 siswa. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pre-test dan post-test untuk mengevaluasi efektivitas intervensi. Materi disampaikan secara interaktif melalui ceramah, diskusi, refleksi diri, dan ice breaking. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan berdasarkan hasil uji Wilcoxon (p = 0.003). Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa mengenai kekerasan seksual serta pentingnya perlindungan diri. Dengan meningkatnya pemahaman siswa, diharapkan mereka mampu mengambil sikap preventif dan berani melaporkan jika mengalami atau menyaksikan kekerasan seksual. Oleh karena itu, psikoedukasi sangat direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program pendidikan di sekolah sebagai langkah pencegahan yang berkelanjutan.

Peran Calistung Dalam Stimulasi Kognitif Pada Anak Memerlukan Perlindungan Khusus Di Sentra Wirajaya Makassar

Faradillah Firdaus, Putri Dewi Ananda Arifin M.Nr, Putri Alvina Tarilsa, Andi Zanirah Regina Mandawana, Nur Sadrina Amanda Mulyadi
Abstract: Penelitian ini didasari oleh keterbatasan akses pendidikan pada anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan, serta pentingnya dukungan pendidikan melalui rehabilitasi sosial seperti yang dilakukan di Sentra Wirajaya… ya Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian berjumlah dua orang AMPK yang belum pernah mengenyam pendidikan formal. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan pendamping sosial (Pensos), serta dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran program CALISTUNG (membaca, menulis, dan berhitung) dalam menstimulasi kemampuan kognitif Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) di Sentra Wirajaya Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program CALISTUNG memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan aspek kognitif anak, terutama dalam hal pengenalan huruf, angka, serta kemampuan dasar membaca dan menulis. Program ini juga membantu meningkatkan kepercayaan diri anak dan keterampilan sosial dasar.

Pelatihan Psychological Fisrt Aid (PFA) Kepada Petugas Layanan di UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Sulawesi Selatan

Ismalandari Ismail, Dhella Amelia Ruslan, Nurfhatin, Nur Nita Sari
Abstract: Korban kekerasan, baik perempuan maupun anak-anak, sering mengalami dampak psikologis yang memerlukan penanganan awal sebelum intervensi lanjutan. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah Psychological First Aid&#8230; d (PFA) atau pertolongan pertama psikologis. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelatihan PFA dalam meningkatkan pemahaman petugas layanan di UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Sulawesi Selatan terkait penanganan awal kondisi psikologis korban. Kegiatan pelatihan dilakukan melalui metode ceramah dan roleplay. Sebanyak 10 petugas layanan UPT PPA mengikuti pelatihan PFA, dan efektivitasnya diukur melalui hasil pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.005 < 0.05. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Temuan ini membuktikan bahwa pelatihan PFA dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap prinsip dan langkah-langkah dalam memberikan dukungan psikologis awal. Pelatihan ini diharapkan memperkuat keterampilan dasar petugas layanan dalam merespons kondisi psikologis korban secara cepat dan tepat. Implikasi kegiatan ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lembaga layanan kekerasan melalui pelatihan berbasis kompetensi psikologis seperti PFA.

Efektifitas Penerapan Emotional Freedom Technique (EFT) Untuk Mengelola Stress Pada Guru SDN Mamajang II Kota Makassar

Andi Halima, Riskia Ruhi Alwati, Andi Zakiah Syafirah, Mufti Hatuljannah
Abstract: Stres merupakan salah satu permasalahan psikologis yang banyak dialami oleh guru sekolah dasar, terutama akibat beban kerja yang tinggi, tuntutan administratif, serta tekanan lingkungan kerja. Ketidakmampuan dalam mengelola&#8230; ola stres dapat berdampak pada penurunan kualitas pengajaran dan kesehatan mental guru. Kegiatan Psikoedukasi ini bertujuan untuk memberikan intervensi berupa pelatihan Emotional Freedom Technique (EFT) sebagai metode praktis dalam membantu guru mengelola stres secara mandiri. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain One Group Pre-Test and Post-Test terhadap 11 guru di SD Negeri Mamajang II Kota Makassar. Teknik pengumpulan data menggunakan skala Perceived Stress Scale (PSS) dan dianalisis dengan uji Paired Sample t-Test melalui SPSS versi 26. Hasil menunjukkan bahwa skor rata-rata stres partisipan menurun dari 24,91 menjadi 17,64 setelah mengikuti pelatihan EFT. Selain itu, tidak ada lagi partisipan yang berada pada kategori stres tinggi setelah intervensi, dan sebagian besar mengalami penurunan ke kategori stres sedang dan rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa EFT efektif sebagai strategi psikoedukatif dalam mengurangi stres guru dan dapat diterapkan dalam program kesejahteraan mental di lingkungan pendidikan dasar.

Workshop Karyawan : Mengenali Dan Mengelola Emosi Di Tempat Kerja Sebagai Upaya Meningkatkan Emotional Intelligence Pada Karyawan

Asniar Khumas, Megawati, Annisa Noor Alfisyahr, Siti Alifhya Nurhaliza, Sitti Nurhalisa, Anugrah Ashafil
Abstract: Dalam sebuah perusahaan, terdapat berbagai instrumen yang digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan, seperti bahan baku, tenaga kerja, teknologi, dan modal. Keberhasilan dalam pekerjaan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan&#8230; dasan intelektual, tetapi juga sangat bergantung pada kemampuan seseorang dalam mengelola emosi. Mengelola emosi adalah kemampuan seseorang untuk mengenali, memahami, dan mengendalikan perasaan atau respon emosionalnya secara efektif dan sehat. Kegiatan workshop ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan meningkatkan pemahaman karyawan mengenai pentingnya kecerdasan emosional dan memberikan keterampilan dasar dalam mengenali serta mengelola emosi di tempat kerja. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah pemahaman dan kepuasan peserta terhadap materi serta pembawaan yang baik dari narasumber.

Peer Pressure Awareness: Efektivitas Psikoedukasi dan Diskusi Interaktif di MAN 2 Makassar

Resekiani Mas Bakar, Adillah Afifah ZR, Aisyah, A Varah Padillah Pratiwi, Ahmad Arsal Saputra
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program psikoedukasi dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang tekanan teman sebaya (peer pressure) pada remaja, khususnya anggota Pusat Informasi dan Konseling&#8230; eling Remaja (PIK-R) di MAN 2 Makassar. Permasalahan tekanan teman sebaya diidentifikasi sebagai isu utama berdasarkan hasil survei data awal yang dilakukan terhadap anggota PIK-R. Penelitian ini menggunakan metode pemberian psikoedukasi yang disertai dengan pengambilan data melalui pre-test dan post-test. Sebanyak 50 peserta berusia 15–17 tahun mengikuti kegiatan yang terdiri atas pre-test, penyampaian materi psikoedukasi, diskusi interaktif, dan post-test. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar peer pressure, aspek dan jenisnya, bentuk bentuk peer pressure serta faktor faktor yang memengaruhi terjadinya peer pressure. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test 3,1 dan post-test 9,2, dengan nilai p < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan psikoedukasi yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap dinamika tekanan teman sebaya (Peer pressure). Dengan demikian, kegiatan psikoedukasi ini terbukti efektif dalam membekali remaja dengan keterampilan untuk mengenali, mengevaluasi, dan mengatasi pengaruh negatif dari lingkungan sosialnya. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya peran aktif remaja sebagai agen perubahan positif di lingkungan sekolah.

Peningkatan Work Engagement: Upaya Membangun Lingkungan Kerja yang Produktif dan Bermakna bagi Pegawai BBGTK

Kanisha Cahya Rabani, Lintang Hanifah Prawuriyanti, M Resva Fathir, Naylah Al Mumtazah, Novita Maulidya Jalal
Abstract: Work engagement menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan bermakna. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi&#8230; awesi Selatan, ditemukan bahwa beberapa pegawai masih menunjukkan tingkat keterlibatan kerja yang rendah, seperti kurangnya pemahaman terhadap tugas, rendahnya semangat kerja, dan etos kerja yang belum optimal. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan kerja pegawai melalui kegiatan psikoedukasi yang disampaikan oleh psikolog industri dan organisasi. Kegiatan dilakukan dalam bentuk seminar interaktif dengan pre-test dan post-test kepada 50 dari 67 peserta yang hadir. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (p = 0.038), yang mengindikasikan peningkatan tingkat work engagement setelah mengikuti seminar. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100% peserta memahami materi yang diberikan, dengan 42.6% menyatakan sangat paham dan 57.4% menyatakan paham. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan work engagement pegawai.

Program Pemeriksaan Mata Dan Edukasi Kesehatan Visual pada Siswa Sekolah Dasar: Studi Kasus di SDTQ Al Wafi

Haryanti, Suci, Sahel, Kartikawati , Atti
Abstract: Peningkatan penggunaan gawai digital di kalangan siswa sekolah dasar telah berkontribusi pada meningkatnya risiko gangguan penglihatan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SDTQ Al Wafi dengan tujuan melakukan skrining&#8230; ing kesehatan mata dan implementasi program intervensi komprehensif. Metode pelaksanaan mencakup pemeriksaan mata dengan snellen chart, trial frame, dan autoref pada seluruh siswa, dilanjutkan dengan edukasi kesehatan visual dan pendampingan intensif. Dari total siswa yang diperiksa, teridentifikasi 4 kasus gangguan penglihatan yang memerlukan penanganan khusus, dengan karakteristik utama berupa kesulitan penglihatan jarak jauh. Program intervensi yang diterapkan meliputi modifikasi lingkungan belajar, pendampingan psikososial, dan edukasi komunitas sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan perbaikan signifikan dalam perilaku penggunaan gawai dan postur belajar siswa, serta peningkatan kapasitas sekolah dalam deteksi dini gangguan penglihatan. Program ini menghasilkan model intervensi berbasis komunitas yang dapat diadaptasi untuk penanganan kesehatan mata siswa di sekolah dasar lainnya.