Abstract:Pendahuluan: Populasi bumi semakin menua. Proporsi populasi umur 65 tahun ke atas melonjak lebih cepat dibandingkan penduduk di bawah usia tersebut. Lansia yang memiliki masalah kesehatan namun memutuskan untuk tidak melakukan…
akukan rawat jalan, mereka merasa tidak perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Tujuan: Mengetahui hubungan Karakteristik Responden dan Dukungan Keluarga dengan Keaktifan Lansia dalam mengikuti posyandu lansia di wilayah RW 08 Kelurahan Periuk. Metode: Penelitian menggunakan kuatitatif dengan pendekatan cross sectional melibatkan 104 responden. Teknik Sampel: Menggunakan random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu data demografi, kuesioner dukungan keluarga dan keaktifan lansia. Hasil penelitian: Didapatkan mayoritas umur responden mayoritas antara 60-69 tahun sebanyak 67 responden (64,4%), jenis kelamin perempuan sebanyak 67 responden (64,4%), responden tidak bekerja sebanyak 46 responden (44,2%), sebanyak 44 (42,3%) mendapatkan dukungan keluara cukup, dan sebanyak 55 (52,9%) responden aktif mengikuti posyandu lansia. Hasil analisis menggunakan spearman rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Karakteristik Responden dan Dukungan Keluarga dengan Keaktifan Lansia dalam mengikuti posyandu lansia di wilayah RW 08 Kelurahan Periuk.
Abstract:Pendahuluan: Tingginya angka karies saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu faktor perilaku masyarakat yang masih belum menyadari pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Kurangnya pengetahuan…
huan akan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut meningkatkan insidensi penyakit gigi dan mulut. Tujuan: tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan menyikat gigi pada anak laki-laki dan perempuan usia 7-9 tahun dengan kejadian karies gigi di SDN Keroncong Mas Permai. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan metode penelitian deskriptif korelasi. Metode pendekatan cross-sectional variabel pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Hasil: Hasil analisis hubungan kebiasaan menyikat gigi pada anak laki-laki dan perempuan usia 7-9 tahun dengan kejadian karies gigi di SDN Keroncong Mas Permai berdasarkan Spearmen Rank didapatkan hasil sig. (2-tailed) adalah 0,001 <0,05 dan antara kedua variabel adalah 0,298. Kesimpulan: Menunjukkan keeratan hubungan antara kebiasaan menyikat gigi pada anak laki-laki dan perempuan usia 7-9 tahun dengan kejadian karies gigi di SDN Keroncong Mas Permai berkorelasi cukup kuat dan bersifat positif.
Abstract:Latar Belakang: Penggunaan gadget di kalangan pelajar dan mahasiswa juga dianggap sebagai suatu kebutuhan yang tidak terhindarkan mulai dari kalangan usia anak – anak hingga usia tua lebih banyak menghabiskan waktu pada…
a perangkat elektronik dan dunia internet, dan tentunya sering berinteraksi lebih banyak dengan layar gadget. Hal ini terbukti bahwa kondisi ini menyebabkan banyak masyarakat merasakan adanya gangguan pada penglihatan. Tujuan penelitian: Mengetahui apakah ada atau tidaknya hubungan penggunaan gadget terhadap ketajaman penglihatan pada siswa keperawatan di SMK Negeri 9 Kota Tangerang Tahun 2024. Metodelogi penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa keperawatan kelas 10 SMKN 9 Kota Tangerang berjumlah 77 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Instrument penelitian terdiri dari kuesioner dan observasi menggunakan Snellen Chart. Analisa data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian: Penggunaan gadget pada siswa keperawatan di SMKN 9 Kota Tangerang adalah Selalu menggunakan gadget dengan ketajaman penglihatan buruk. Kesimpulan: Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan penggunaan gadget terhadap ketajaman penglihatan pada siswa keperawatan di SMK Negeri 9 Kota Tangerang dengan hasil (p-Value= 0,00).
Abstract:Pendahuluan: Self esteem merupakan penilaian individu tentang nilai personal diri sendiri. Self confidence merupakan rasa percaya diri yang dimiliki seseorang terhadap kemampuan yang dimiliki. Academic burnout merupakan…
kondisi dimana individu merasakan kelelahan yang diakibatkan tuntutan akademik. Jika self esteem dan self confidence berada pada kategori tinggi maka academic burnout pada mahasiswa akan rendah. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Self Esteem dan Self Confidence Terhadap Academic Burnout Pada Mahasiswa Keperawatan Reguler Tingkat Akhir. Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian desain penelitian kuantitatif. Teknik Sampel: Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 192 mahasiswa tingkat akhir. Jumlah Sampel: Sampel berjumlah 192 responden. Analisis Data: Analisis data menggunakan Chi-Squere. Hasil Penelitian: Dari 192 mahasiswa mayoritas berusia 20-24 tahun, berjenis kelamin perempuan 84,4% dan laki-laki 15,6%, self esteem dan self confidence pada mahasiswa tingkat akhir dominan masuk kategori sedang sebanyak 56,8% dan 53,1%, serta mayoritas masuk dalam academic burnout rendah sebanyak 66,1%. Hasil uji Chi-Squere diperoleh nilai p-value 0,000 < 0,05 yang artinya ada pengaruh antara self esteem dan self confidence terhadap academic burnout pada mahasiswa tingkat akhir. Kesimpulan: Penelitian ini dapat menjadi acuan untuk mendapatkan gambaran antara ketiga variabel tersebut sehingga dapat memberikan intervensi keperawatan pada mahasiswa.
Abstract:Pendahuluan Insomnia adalah gangguan tidur yang dialami seseorang sehingga menyebabkan kebutuhan tidur tidak terpenuhi. Tanda dan gejala seseorang yang mengalami insomnia adalah kesulitan untuk tertidur lelap sepanjang malam…
alam atau tidur jadi mudah terbangun, kesulitan memejamkan mata untuk tidur nyenyak sepanjang malam, tidak pernah merasa puas dengan kualitas tidurnya. Penyebab insomnia pada remaja disebabkan oleh gaya hidup remaja dalam penggunaan media sosial secara berlebihan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh durasi intensitas sosial media addiction terhadap kejadian insomnia. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik Sampel: Teknik yang digunakan adalah simple random sampling. Jumlah Sampel: Sampel berjumlah 162 responden. Hasil penelitian: Hasil penelitian yang dilaksanakan di SMK Nurul Hikmah menggunakan rank spearman correlation bahwa terdapat pengaruh durasi intensitas sosial media addiction terhadap kejadian insomnia dengan p-value sebesar (0,001). Kesimpulan: Sebagian besar siswa-siswi di SMK Nurul Hikmah aktif dalam menggunakan media sosial dan mengalami insomnia, sehingga terdapat pengaruh antara durasi intensitas sosial media addiction terhadap kejadian insomnia. Saran: Siswa-siswi di SMK Nurul Hikmah disarankan untuk dapat membatasi waktu dalam menggunakan media sosial terutama pada malam hari agar tidak terjadinya insomnia.
Abstract:Latar Belakang: Penggunaan media sosial supaya berdampak positif lebih besar dari pada dampak negatifnya, orang tua harus mengawasi penggunaan media sosial anak-anaknya. Di sini, peran orang tua sebagai keluarga sangat penting…
enting karena keluarga yang baik adalah keluarga yang dapat memberikan pendidikan yang baik untuk menciptakan generasi yang baik juga (Gunawan & Muhabbatillah, 2019). Tujuan penelitian:Untuk mengetahui adanya Hubungan pola asuh orang tua dengan penggunaan media sosial pada anak usia sekolah dasar di SDI Miftahul Huda. Metodologi penelitian:penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 4,5 dan 6 SD Islam Miftahul Huda berjumlah 86 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian terdiri dari kuesioner. Analisa data menggunakan Chi-Square. Hasil Penelitian: pola asuh orang tua pada siswa- siswi SD Islam Miftahul Huda adalah pola asuh yang baik sebanyak 66 responden (76,7%) dengan penggunaan media sosial rendah sebanyak 61 responden (70,9%). Kesimpulan: maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pola asuh orang tua dengan penggunaan media sosial pada anak usia sekolah dasar di SD Islam Miftahul Huda dengan hasil (p-Value=0,019).
Abstract:Latar Belakang : Sangat penting bagi setiap orang untuk menjaga kualitas hidup mereka. Tidur membantu tubuh berfungsi secara normal, mengatur suhu dan menyimpan energi secara normal. Sebenarnya tidur membantu otak rileks,…
, terutama jaringan sel otak terluar yang berfungsi untuk mengingat, melihat, menilai dan membayangkan [1]. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara tingkat nyeri dengan kualitas tidur pada pasien pasca bedah di RSUP Dr Sitanala Kota Tangerang. Metodologi Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan ini secara potong lintang (cross sectional). Sampel dalam penelitian ini adalah pasien pasca bedah di ruang bima di RSUP Dr Sitanala Kota Tangerang berjumlah 168 pasien. Teknik sampling penelitian ini menggunakan metode consecutive sampling. Instrument penelitian terdiri dari kuesioner. Analisa data menggunakan Chi-square. Hasil Penelitian : Tingkat nyeri pada pasien pasca bedah ruang bima di RSUP Dr Sitanala Kota Tangerang adalah tingkat nyeri sedang dengan kualitas tidur buruk. Kesimpulan : maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan tingkat nyeri dengan kualitas tidur pada pasien pasca bedah dengan hasil (p – value =0,015).
Abstract:Pendahuluan: Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi sejahtera secara fisik, sosial dan mental yang lengkap dan tidak hanya terbebas dari penyakit atau kecacatan. Kesehatan jiwa pada perkembanan remaja merupakan salah satu pokok…
okok penting, juga dengan adanya dukungan sosial sekitar juga mampu membantu perkembangan remaja. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, terdapat lebih dari 19 juta penduduk Indonesia usia kurang dari 15 tahun memiliki gangguan mental emosional. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kesehatan jiwa remaja awal pada siswa/i kelas VII di MTsN 02 Tangerang. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimental dengan deskriptif korelasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling sebanyak 190 sampel. Hasil Penelitian: Pada penelitian ini menggunakan Uji Chi-Square terdapat p-value 0,000 < 0,05, maka Ha diterima yang artinya adanya hubungan dukungan sosial keluarga dengan kesehatan jiwa remaja awal. Kesimpulan: Dukungan keluarga merupakan bentuk hubungan interpersonal yang meliputi sikap, tindakan dan penerimaan terhadap remaja, sehingga remaja merasa ada yang memperhatikan. Perlu adanya dukungan sosial keluarga yang tinggi untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan jiwa pada remaja dalam menghadapi masa transisi.
Abstract:Latar Belakang : Kepuasan pasien adalah hasil penilaian dari pasien terhadap pelayanan kesehatan. Caring adalah kepedulian interpersonal yang ditunjukkan oleh perawat dalam memberikan kenyamanan, perhatian, dan empati kepada…
pada pasien. Dalam sebuah penelitian di Amerika Serikat mengenai efektivitas layanan IGD 60% responden menyatakan bahwa layanan harapan pasien tidak terpenuhi yang diberikan oleh perawat. Respon time adalah jumlah waktu yang diperlukan untuk memberikan bantuan yang cukup kepada pasien emergency, baik dalam situasi normal maupun saat bencana. Tujuan : Mengetahui hubungan perilaku Caring dan Respon time perawat dengan tingkat kepuasan pasien di ruang IGD RS Melati Tangerang. Metode Penelitian : Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dengan analisis Spearman Rank. Hasil Penelitian : dalam 228 responden, sebagian besar merasa sangat puas dengan perilaku Caring yang diberikan oleh perawat yang baik yaitu sebanyak 105 (47,8%) responden. dalam 228 responden, sebagian besar merasa sangat puas dengan Respon time perawat yang cepat yaitu sebanyak 110 (48,2%) responden. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara perilaku Caring dan Respon time perawat di ruang IGD RS Melati Tangerang. Saran : untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melengkapi penelitian ini dengan mencari faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien.
Abstract:Pendahuluan: Pada era modern hewan peliharaan menjadi pilihan untuk menghibur manusia. Hubungan dekat dengan hewan peliharaan secara positif berperan dalam ikatan sosial, dan ini mungkin alasan mengapa ditemukan terkait…
peningkatan pengasuhan, tampilan kasih sayang, dan empati bahkan terhadap anggota spesies lainnya. Ini menunjukkan bahwa manusia berevolusi bersama dalam hubungan dengan hewan peliharaan dan bahwa hubungan ini bermanfaat bagi keduanya. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Pet Attachment terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Remaja yang Memiliki Hewan Peliharaan di RW 12 Kota Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Teknik Sampel: Teknik yang digunakan yaitu non probability sampling dengan total sampling. Jumlah Sampel: Sampel berjumlah 74 responden. Analisa Data: Menggunakan uji statistik spearman correlation. Hasil penelitian: Hasil penelitian yang dilaksanakan di RW 12 Kota Tangerang didapatkan P-Value 0,001 (P < 0.05), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pet attachment terhadap kesejahteraan psikologis pada remaja yang memiliki hewan peliharaan.