Abstract:Latar belakang: Kesehatan reproduksi pada remaja diartikan sebagai kondisi sehat secara sistem, fungsi dan proses reproduksi yang termasuk didalamnya kesehatan mental, sosial dan juga kultural. Permasalahan kesehatan reproduksi…
roduksi yang sering muncul pada remaja, antara lain kehamilan remaja dengan segala akibatnya, penyakit menular seksual dan aborsi. Masalah kesehatan reproduksi (kespro) remaja timbul karna kurangnya pengetahuan kesehatan, kepedulian orang tua, masyarakat dan pemerintah terhadap kesehatan reproduksi remaja belum optimal. Tujuan: Mengetahui hubungan harga diri dengan pemeliharaan kesehatan reproduksi pada santri putri kelas III SMP di pondok pesantren daarul muttaqien II. Metode: penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional study, serta analisis statistik Uji Rank Spearman Correlation. Teknik yang digunakkkan untuk mengambil sampel adalah probability sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukan distribusi frekuensi kategori baik sebanyak (31%), kategori cukup (36%), dan kategori kurang sebanyak (33%). Dalam Uji Rank Spearman Correlation didapatkan hasil tersebut menunjukan nilai P value sebesar 0,002 (P < 0,05).
Abstract:Latar Belakang : Tuberkulosis paru, dikenal sebagai TBC, masih menjadi salah satu masalah di Indonesia. hal ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis dan menyebar secara kronis. paru-paru, otak, tulang, ginjal,…
al, mata, dan organ lainnya dapat dirusak oleh bakteri tuberkulosis. selain itu, orang lain dapat menerima droplet yang dihirup oleh orang yang telah terinfeksi tuberkulosis. Proses pengobatan dapat memakan waktu enam bulan atau bahkan lebih lama (Kementerian Kesehatan RI, 2020). Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan motivasi kesembuhan dan dukungan keluarga dengan Tingkat kesembuhan pasien tuberculosis di rumah sakit rsup dr sitanala. Metodologi Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien tuberculosis Tb Paru ruang poli di RSUP Dr Sitanala berjumlah 86 pasien. Teknik sampling penelitian ini menggunakan metode Total Sampling. Instrument penelitian terdiri dari Kuesioner dan melihat rekam medis untuk mengobservasi pasien. Hasil Penelitian : Motivasi kesembuhan pada pasien Tuberculosis ruang poli TB Paru di RSUP Dr Sitanala adalah motivasi kesembuhan sedang, dukungan keluarga baik dengan tingkat kesembuhan negatif Kesimpulan : Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan motivasi kesembuhan dan dukungan keluarga dengan tingkat kesembuhan pasien dengan hasil (p–value =0,000).
Abstract:Pendahuluan: Mahasiswa menjalankan pendidikannya pada pergurun tinggi, pada proses penyusunan skripsi terdapat tandangan yang menjadi faktor terjadinya stress, dengan itu cara untuk mengurangi tingkat stress dengan memberikan…
rikan intervensi Terapi Imajinasi Terbimbing (guided imagery) terapi untuk mengurangi tingkat strees dengan memanfaatkan imajinasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi imajinasi terbimbing (guided imagery) terhadap tingkat strees pada mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan skripsi di Universitas Yatsi Madani 2024 Desain Penelitian : Penelitian kuantitatif menggunakan metode desain Quasy Eksperimental dengan pre-post test control group design. Teknik sampel : Teknik yang digunakan ialah nonprobability sampling dengan teknik proposive sampling. Jumlah sampel : Sampel berjumlah 22 responden Analisa data : Menggunakan analisis univariat, bivariat dan menggunakan uji paired sampel T-test. Hasil penelitian : Hasil penelitian yang dilaksanakan di Universitas Yatsi Madani, bahwa ada pengaruh terapi imajinasi terbimbing (guided imagery) terhadap tingkat stress mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan skripsi dengan p-value sebesar ( 0,001 ) Kesimpulan : Terapi imajinasi terbimbing (guided imagery) efektif terhadap tingkat stress pada mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan skripsi. Saran : Perlu adanya dukungan dari pihak keluarga dan kampus agar dapat mengatasi stress pada mahasiswa tingkat akhir secara tepat.
Abstract:Pendahuluan: Tekanan darah yang melebihi 90 mmHg pada tahap diastolik dan lebih dari 140 mmHg pada tahap sistolik disebut sebagai hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kepatuhan pasien hipertensi dalam mengkonsumsi…
si obat antihipertensi dengan tingkat pengetahuan pasien hipertensi di Puskesmas Sindang Jaya. Metode: Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif cross-sectional dan strategi analisis korelasi. Metode Sampel: Purposive sampling adalah metode yang digunakan. Total sampel: 95 responden dalam sampel. Analisis Data: Uji korelasi Spearman Rank digunakan untuk analisis data. Hasil: Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Sindang Jaya menunjukkan adanya hubungan dengan nilai p-value (0,000) dan kekuatan hubungan r = 0,603 antara tingkat pengetahuan tentang hipertensi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi. Kesimpulan: terdapat hubungan antara kepatuhan responden dalam mengonsumsi obat antihipertensi dengan tingkat pengetahuan responden mengenai hipertensi sebagian besar responden memiliki kepatuhan yang rendah dan pengetahuan yang cukup.
Abstract:Latar Belakang : Perawat adalah yang memberikan asuhan langsung pada pasien, sehingga perlu mengetahui pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien secara holistic. Handover pasien adalah bentuk komunikasi perawat…
awat dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan handover perawat antar shift dengan metode komunikasi efektif SBAR. Metode : penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan pra eksperimental design dengan sampel penelitian perawat diruang PU3 dengan jumlah 13 responden yang diambil dengan menggunakan Teknik total sampling. Cara pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi sesuai dengan SPO yang ada dirumah sakit A. Hasil : analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan Analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxon signed rank Hasil analisis menunjukan bahwa pelaksanaan handover diruang PU3 dengan P value (0.001). Kesimpulan : Dalam penelitian adalah pelaksanaan handover diruang PU3 sangat baik dan tidak berpengaruh pada metode komunikasi efektif SBAR. Saran : Agar rumah sakit mempertahankan mutu pelayanan dengan mengembangkan kualitas pelaksanaan handover perawat.
Abstract:Latar Belakang : Bronkopneumonia merupakan penyakit yang mengakibatkan batuk, sesak napas. Penanganan bronkopneumonia dengan bersihan jalan napas tidak efektif yaitu fisioterapi dada. Intervensi ini secara literature sesuai…
uai untuk mengatasi gangguan bersihan jalan napas tidak efektif. Tujuan : Fisioterapi dada untuk mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif akan memungkinkan sputum lebih mudah dikeluarkan yang selanjutnya, akan keluar dari mulut dengan proses batuk. Metode : Penulis menggunakan metode Pre-Eksperimental One Shot Case Study Pre & Post Design. Hasil Penelitian : fisioterapi dada yang dilakukan pada pasien Ny.A berpengaruh dalam bersihan jalan napas tidak efektif, pasien dapat mengeluarkan sputum saat dilakukan fisioterapi dada.Kesimpulan : Hasil implementasi yang dilakukan pada pasien Ny.A selama 2x/3hari mendapatkan hasil bahwa fisioterapi dada efektif terhadap bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien bronkopneumonia.
Abstract:Latar Belakang :Stroke non hemoragik sering menyebabkan gangguan mobilitas fisik akibat penurunan kekuatan otot dan ketidakseimbangan tubuh. Penelitian ini berfokus pada penggunaan terapi ROM sebagai metode untuk meningkatkan…
atkan kekuatan otot dan fleksibilitas sendi pada pasien stroke non hemoragik. Tujuan : Memberikan gambaran asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik melalui pemberian terapi ROM terhadap gangguan mobilitas fisik. Metode : Metode yang digunakan meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, tindakan, evaluasi, dan analisis asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi ROM efektif dalam meningkatkan kekuatan otot dan mengurangi tingkat ketergantungan pasien stroke non hemoragik. Kesimpulan : Pelaksanaan terapi ROM pasif dalam tindakan keperawatan pada pasien menunjukkan peningkatan pergerakan ekstremitas, peningkatan kekuatan otot, serta penurunan kelemahan fisik.
Abstract:Latar Belakang : Nyeri merupakan bentuk ketidaknyamanan yang dapat dialami oleh setiap orang. Rasa nyeri dapat menjadi peringatan terhadap adanya ancaman yang bersifat aktual maupun potensial, namun nyeri bersifat subyektif…
tif dan sangat individual. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Tujuan: Memberikan terapi untuk menurunkan tingkat nyeri dan tekanan darah pada keluarga dengan tahap pelepasan dewasa pada Ibu A. Metode: Studi kasus dilakukan dengan terapi relaksasi otot progresif selama 3 hari dan terapi pemberian jus semangka selama 5 hari berturut-turut dengan rancangan one group pretest-postest. Hasil: setelah dilakukan teknik relaksasi otot progresif selama 3 hari berurut-turut pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) didapakan hasil keluhan nyeri menurun dengan skala 7 (skala sedang) menjadi 0 (tidak nyeri). Setelah dilakukan terapi pemberian jus semangka selama 5 hari berturut-turut didapatkan hasil dari 158/100 mmHg menjadi 125/78 mmHg. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif dan terapi pemerian jus semangka dapat menurunkan nyeri dan tekanan darah.
Abstract:Latar belakang : terapi Guided imagery merupakan suatu teknik untuk mengalihkan pikirannya terhadap sesuatu yang indah sesuai dengan instruksi. Sedangkan kunyit adalah salah satu tumbuhan yang mudah ditemukan dan bermanfaat…
aat dalam menagani nyeri pada gastritis. Tujuan : memberikan terapi untuk menurunkan rasa nyeri gastritis pada keluarga dengan tahap perkembangan Dewasa khususnya ibu I untuk membantu menurunkan nyeri. Metode : studi kasus dilakukan dengan terapi Guided Imagery selama 3 kali pertemuan dengan waktu 10-20 menit dan pemberian perasan air kunyit selama 2x sehari di pagi dan sore hari, intervensi perawatan penerapan terapi Guided Imagery, pemberian perasan air kunyit dan edukasi mengenai gastritis. Hasil : post terapi Guided Imagery Ibu I mengalami penurunan tingkat nyeri dari skala 5 (nyeri sedang) menjadi 1 (nyeri ringan). Kesimpulan : bahwa selama memberikan intervensi, tingkat nyeri yang dirasakan oleh Ibu I mengalami penurunan sebanyak 4 tingkat.
Abstract:Latar Belakang: Asam Urat merupakan hasil metabolisme akhir dari purin yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat dalam inti sel tubuh. Peningkatan kadar Asam Urat dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh manusia…
a seperti perasaan linu-linu di daerah persendian dan sering disertai timbulnya rasa nyeri yang teramat sangat bagi lansia. Dampak nyeri Gout Arthritis ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari lansia. Tindakan nonfarmakologis yang dapat dilakukan selain diet purin adalah terapi Kompres Air Hangat Jahe Merah. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi kompres air hangat jahe merah terhadap intensitas nyeri. Metode: Implementasi yang dilakukan selama 3 hari dimulai tanggal 08-10 Juli 2024 pada Ny. I dengan wawancara, observasi, pemberian terapi kompres air hangat jahe merah dan pengukuran skala nyeri NRS. Hasil: Setelah dilakukan intervensi terapi kompres air hangat jahe merah selama 3 hari terjadi penurunan intersitas nyeri dari skala 5 menjadi skala 2. Kesimpulan: Adanya pengaruh pemberian kompres air hangat jahe merah terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia dengan Gout Arthritis.