Search Articles & Publications

Showing 5715 articles found for "Dalam"

Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Pasien Gout Arthritis Dengan Intervensi Terapi Akupresure Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Di Panti Werdha Marfati Tangerang

Dina Alfionita, Siti Robeatul Adawiyah, Regina Windyastuti
Abstract: Latar Belakang : Gout arthritis adalah penyakit yang berhubungan dengan tingginya kadar asam urat dalam darah. Serangan asam urat bersifat mendadak, berulang, dan disertai arthritis yang terasa sangat nyeri pada bagian persendian,… ersendian, sering dialami oleh lansia. Dampak nyeri Gout atritis yang dapat ditimbulkan ke lansia berupa menurunya kualitas hidup lansia karena nyeri yang sangat menggangu aktivitas sehari-hari, Muncul keluhan pada sendi dimulai dengan rasa kaku atau pegal pada pagi hari kemudian timbul rasa nyeri pada sendi dimalam hari nyeri tersebut secara terus menerus sehingga sangat menggangu lansia. Tindakan non farmakologis selain diet purin dapat juga diberikaan terapi Akupresure. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh terapi akupresure selama 3 hari terhadap intesitas nyeri. Metode: Studi kasus yang dilakukan selama 3 hari pada Nyonya T dengan wawancara dan observasi. Hasil: setelah dilakukan penerapan terapi akupresure selama 3 hari terjadi penurunan intesitas nyeri dari skala 5 menjadi skala 3. Kesimpulan: Terapi Akupresure berpengaruh terhadap penurunan intesitas nyeri lansia dengan gout atritis.

Asuhan Keperawatan Anak Kejang Demam Dengan Pemberian Edukasi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Orang Tua Dalam Penanganan Kejang Demam Berulang Di Ruangan Perawatan Anak RS An-Nisa Tangerang

Ivty Damayanti, Ria Setia Sari, Siti Muthoharoh
Abstract: Latar belakang : Kejang demam merupakan kelainan neurologis tersering pada anak berusia 6 bulan – 5 tahun jika tidak tertangani dengan tepat beresiko terjadi apnea, hipoksia, hipoksemia, hiperkapnea, asidosis laktat, hipotensi,… ipotensi, menyebabkan kelainan anatomis diotak sehinggga terjadi epilepsy dan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan anak terganggu. Tujuan: Memberikan gambaran asuhan keperawatan anak kejang demam dengan pemberian edukasi untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam kejang demam berulang di Ruang perawatan anak Rs AN-NISA Tangerang. Metode: studi kasus yang dilakukan dengan cara melakukan edukasi terhadap orang tua dengan memberikan kuesioner pre dan post berisikan 20 pertanyaan mengenai pengetahuan ibu terhadap kejang demam dan tindakan manajemen awal kejang demam pada anak Hasil : terdapat peningkatan pengetahuan setelah di lakukan edukasi tingkat pengetahuan orang tua meningkat dengan skor yang di dapat dalam pengetahuan orang tua mengenai kejang demam pada anak sangat baik Kesimpulan : Edukasi atau pendidikan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan praktek ibu tentang pencegahan kejang demam pada anak.

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Intranatal Kala I Fase Aktif Indikasi Nyeri Melahirkan Dengan Intervensi Teknik Massage Effleurage Di Ruang Srikandi RS Kemenkes Dr. Sitanala Tangerang Tahun 2024

Dea Ananda, Nuryani, Nurlia Hanum
Abstract: Intranatal adalah proses persalinan yang di mulai dengan adanya kontraksi uterus yang menyebabkan terjadinya dilatasi progresif dari serviks, kelahiran bayi, kelahiran plasenta, dan proses tersebut merupakan proses alamiah.… ah. Intranatal Care merupakan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten. Massage dilakukan dengan tindakan penekanan oleh tangan pada jaringan lunak, biasanya otot, tendon atau ligamentum, tanpa menyebabkan gerakan atau perubahan posisi sendi untuk meredakan nyeri, menghasilkan relaksasi, dan memperbaiki sirkulasi. Metode non farmakologis juga dapat meningkatkan kepuasan selama persalinan, karena ibu dapat mengontrol perasaannya dan kekuatannya. Teknik tersebut dapat meningkatkan kenyamanan ibu saat bersalin dan mempunyai pengaruh pada koping yang efektif terhadap pengalaman persalinan. Hasil evaluasi dari diagnosa keperawatan nyeri melahirkan berhubungan dengan dilatasi serviks yang didapatkan hasil, pasien kooperatif selama pemberian implementasi selama 3 hari, sehingga pasien dapat merasakan manfaat dari teknik massage effleurage dan pasien mengatakan nyaman saat diberikan teknik massage effleurage. Pasien berpartisipasi dalam mengontrol nyeri, beradaptasi terhadap nyeri yang dialami dengan skala nyeri 4 menjadi skala nyeri 2.

Pengaruh Senam Diabetes Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Pada Lansia Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di UPTD Puskesmas Bungin Kecamatan Bokan Kepulauan Kabupaten Banggai Laut

Theresia Salabia, Sisilia Rammang, Wendi Muh. Fadhli
Abstract: Kurangnya aktivitas fisik di rumah serta tidak pernah olahraga ringan merupakan salah satu alasan belum maksimalnya penurunan kadar glukosa darah para lansia. Studi pendahuluan mengatakan para lansia tersebut belum mengetahui… tahui adanya senam diabetes yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Pengaruh Senam Diabetes Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Pada Lansia Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di UPTD Puskesmas Bungin Kecamatan Bokan Kepulauan Kabupaten Banggai Laut. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode pra experiment dengan menggunakan pendekatan one group dengan perencanaan pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia penderita diabetes mellitus sebanyak 30 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa penurunan kadar glukosa pada lansia penderita diabetes mellitus sebelum perlakuan (senam diabetes) diketahui sebagian besar responden sebanyak 22 (73%) dalam kategori diabetes dan setelah pemberian senam diabetes diketahui hampir seluruh responden sebanyak 27 (90%) dalam kategori normal. Hasil analisa data menunjukan bahwa tingkat signifikansi 0,000 ≤ α = 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Simpulannya adalah ada pengaruh senam diabetes terhadap penurunan kadar glukosa pada lansia penderita diabetes mellitus. Simpulannya adalah ada pengaruh senam diabetes terhadap penurunan kadar glukosa pada lansia penderita diabetes mellitus tipe 2. Saran bagi UPTD Puskesmas Bungin agar memberikan program rutin senam diabetes bagi penderita diabetes melitus untuk menurunkan kadar gula darah.

Hubungan Pengetahuan Pola Makan Terhadap Penderita Asam Urat Pada Dewasa

Dewi Nur Puspita Sari, Zahrah Maulidia Septimar, Dinda Rahman Melati
Abstract: Latar Belakang: Masa dewasa masa puncaknya perkembangan bagi setiap orang. Umur masa dewasa awal 26-35, masa dewasa akhir 36-45. Setiap dewasa sering terkena penderita asam urat, Asam urat merupakan substansi akhir dari&#8230; hasil metabolisme purin dalam tubuh. Asam urat sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Negara – Negara barat pada umumnya mempuyai angka penyebab terjadinya asam urat yaitu 2,3-17,6%. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan pengetahuan pola makan terhadap penderita asam urat pada dewasa  Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan kolerasi desain penelitian ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan pengetahuan pola makan terhadap penderita asam urat. Dengan pendekatan Cross Sectional adalah jenis penelitian yang menekan waktu pengukuran data variable independent dan variable dependent didalam satu waktu yang bersamaan. Hasil: Dari 96 masyarakat RW 004 pada 55 responden (57,3%) dengan pengetahuan baik dan kategori asam urat normal 49 responden (51,0%). Hasil uji Chi-Square didaptakan nilai p-value 0,000<0,05. Dapat diartikan ada hubungan pengetahuan pola makan terhadap penderita asam urat pada dewasa.

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Pemberian Intervensi Senam Kaki DM Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Diruang Seruni RSUD Kabupaten Tangerang

Devia Nurdiyanti, Dewi Nur Puspita Sari, Irda Julianida
Abstract: Latar Belakang : Masalah yang sering dialami pada pasien di RSUD Kabupaten Tangerang Mayoritas mengalami Diabetes mellitus. Hasil rekam medis dari ruangan seruni RSUD Kabupaten Tangerang pada bulan maret-juli kunjungan pasien&#8230; asien diabetes mellitus tipe 2 di RSU Kabupaten Tangerang pada tahun 2024 selama 5 bulan terakhir pada pasien diabetes mellitus sebanyak 87 jiwa. Terapi farmakologi dilakukan dengan pemberian obat-obat anti diabet (glimeperide, acarbose atau metformin) dan pemberian insulin injeksi (apidra, dan lantus). Terapi non farmakologi salah satunya terapi senam kaki DM pada penderita diabetes melitus dapat diberikan senam kaki diabetik dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Pemberian Intervensi Senam Kaki DM Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Diruang Seruni RSUD Kabupaten Tangerang. Metode Penelitian : Mengimplementasikan terapi senam kaki DM pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 dalam menurunkan kadar glukosa darah. Hasil Penelitian : Hasil implementasi dan evaluasi selama 3 hari dengan intervensi senam kaki DM terdapat perubahan penurunan kadar gula darah sewaktu sebelum diberikan tindakan GDS 239 mg/dl dan sesudah diberikan insulin apidra GDS 202 mg/dl. Kesimpulan : Terdapat penurunan gula darah sebelum dan sesudah pemberian insulin apidra dengan penerapan senam kaki DM yang telah dilakukan pada pasien Tn. T terdapat penurunan kadar gula darah 37 mg/dl, penurunan kadar gula darah 35 mg/dl, dan penurunan kadar gula darah 49 mg/dl, karena pasien diberikan terapi insulin apidra dan terapi senam kaki DM selama 30-60 menit dengan pemberian 3x8 jam. Saran : Diharapkan dapat digunakan sebagai alternative tindakan non farmakologi Senam Kaki DM untuk menurunkan kadar glukosa darah.

Terapi Aktivitas Kelompok Terapi Musik Klasik Dengan Lansia Gangguan Tidur Di Panti Werdha Marfati Wisma Belakang Kota Tangerang

Rina Puspita Sari, Astika Nisa Putri, Dina Alvionita, Dwi Anjani
Abstract: Latar Belakang : Lanjut usia merupakan seseorang yang usianya mencapai lebih dari sama dengan 60 tahun berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia (Kemenkes, 2016). Salah  satu  permasalahan &#8230; ermasalahan  kesehatan  terkait  pada lansia yaitu dengan  gangguan  tidur  atau yang bisa disebut insomnia. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi gangguan tidur (insomnia) menurut  penelitian  yang  dilakukan Walanda, 2023 adalah  dengan  pemberian  terapi musik. Tujuan : Lansia dapat berespon terhadap stimulus yang di berikan oleh perawat yaitu music klasik.Metode Kegiatan : Kegiatan ini dilakukan di Panti Werdha Marfati wisma belakang dengan mendengarkan musik klasik menggunakan speaker. Hasil : Para lansia sangat merespon dengan baik dalam mendengarkan musik klasik dengan cara bernyanyi dan berjoget.

Pengaruh Terapi Rendam Air Hangat Garam Terhadap Skala Nyeri Pada Lansia Dengan Gout Arthritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Balukang

Asrila, Andi Herman, Meylani A’naabawati
Abstract: Gout arthritis pada lansia diakibatkan oleh tingginya kadar asam urat Kristal monosodium urat didalam ataupun disekitar persendian yang disebut trofi. Ketika kadar asam uart meningkat, maka akan mengakibatkan peradangan&#8230; pada sendi sehingga dapat terjadi nyeri pada persendian yang terdapat penumpukan asam urat tersebut, untuk mengurangi nyeri yang dirasakan penderita dapat dilakukan penatalaksanaan nonfarmakologis seperti rendaman air hangat garam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat garam terhadap skala nyeri pad alansia dengan gout arthritis diwilayah kerja puskesmas balukang. Metode penelitian ini kuantitatif menggunakan pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest posttest, jumlah populasi sebanyak 39 responden dengan sampel sebanyak 13 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rancangan rumus Propotional Stratified Random Sampling. Hasil penelitian 100% lansia mengalami penurunan skala nyeri gout arthritis setelah dilakukan terapi rendam air hangat garam. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-Test dengan p-value = 0,000 (p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya Pengaruh Terapi Rendam Air Hangat Garam Terhadap Skala Nyeri Lansia Dengan Gout Arthritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Balukang. Saran untuk penelitian selanjutnya mengembangkan Variabel terkait nonfarmakologis untuk penurunan skala nyeri gout arthritis.   Kata Kunci : Rendaman Air Hangat Garam, Skala Nyeri, Gout Arthritis

Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Pasien Post Stroke Non Hemoragik Dengan Pemberian Intervensi Terapi Wicara Aiueo Untuk Gangguan Bicara Di Panti Werdha Marfati Tangerang

Sahnita Lantiani, Siti Robeatul Adawiyah, Regina Widyastuti
Abstract: Latar Belakang : Stroke non hemoragik adalah suplai darah ke otak terganggu akibat arteroklerosis atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah. Penyubatan bisa terjadi disepanjang jalur arteri yang menuju ke otak. Misalnya&#8230; alnya sustu atheroma (endapan lemak) bisa terbentuk didalam arteri akrotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir didalam darah, kemudian menyumbat arteri kecil. Dampak yang terjadi mengakibatkan kehilangan control volunter terhadap gerakan motorik di awal tahapan stroke, hilang atau menurunnya refleks tendon yang mengakibatkan terjadinya risiko jatuh dan dapat kehilangan kemampuan berbicara. Lansia yang mengalami post stroke non hemoragik merasa seluruh aktivitas nya terganggu dan memiliki gangguan bicara. Tindakan non farmakologis diberikan terapi wicara AIUEO. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh terapi wicara AIUEO terhadap gangguan bicara. Metode : Studi kasus yang dilakukan 15 menit 2 kali sehari selama 7 hari pada Ny. T dengan menggunakan pengukuran skala fungsional komunikasi derby. Hasil : Setelah dilakukan penerapan terapi wicara AIUEO selama 7 hari terjadi peningkatan bicara dari E: 4 P: 4 I: 4 menjadi E: 6 P:6 I:6, bicara menjadi lebih jelas. Kesimpulan : Terapi wicara AIUEO berpengaruh untuk memperbaiki gangguan bicara pada pasien post stroke non hemoragik.

Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Asam Urat Pada Lansia Di Desa Kendek & Bone Baru Wilayah Kerja Puskesmas Lokotoy Kabupaten Banggai Laut

Maimuna, Ni Nyoman Udiani
Abstract: Kadar asam urat berlebihan dapat disebabkan oleh produksi asam urat yang terlalu banyak di dalam tubuh atau terhambatnya pemrosesan asam urat di dalam tubuh. Jenis makanan yang dikonsumsi, konsumsi alkohol dan obesitas dapat&#8230; apat mempengaruhi kelebihan produksi asam urat. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan asam urat diantaranya yaitu pola makan dan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dianalisisnya hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar asam urat pada lansia di Desa Kendek dan Bone Baru Wilayah Kerja Puskesmas Lokotoy Kabupaten Banggai Laut”. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 617 orang. Besar sampel dihitung menggunakan rumus slovin berjumlah 86 responden, dengan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi square diperoleh (p-value = 0,000). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar asam urat pada lansia di Desa Kendek dan Bone Baru Wilayah Kerja Puskesmas Lokotoy Kabupaten Banggai Laut. Saran diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan serta mengkaji sekaligus menentukan solusi terbaik mencapai keberhasilan dalam mengatasi asam urat pada lansia dengan cara memberikan penyuluhan kesehatan melalui posyandu lansia.