Abstract:Tujuan penulisan artikel ini untuk menganalisa penerapan Pasal 49 KUHP pada tindak pidana pembunuhan pasal 338 KUHP. (studi putusan no. 140/Pid.B/2011/PN.ME). Metode yang digunakan dalam penulisan ini merupakan metode hukum…
kum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian Majelis Hakim menganggap bahwa Suatu perbuatan Tindak Pidana Pembunuhan pasal 338 KUHP ataupun Tindak pidana penganiyaan 351 KUHP, apabila perbuatan tersebut dilakukan pada saat itu tidak dapat lagi berpikir dengan tenang dan jernih dan terpikirlah hanyalah menyelamatkan diri/jiwanya; karena perbuatan tersebut merupakan pembelaan diri, karena perasaan tergoncang. yang masih berlanjut dan masih berhubungan, maka perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai pembelaan terpaksa yang diatur dalam pasal 49 KUHP (noodweer dan noodweer – exces), sehingga Pelaku Tindak pidana pembunuhan yang terbukti melakukan tindak pidana tersebut harus dilepaskan dari segala tuntutan (onslag van recht vervolging). dengan pertimbangan hukum karena alasan penghapus pidana, sebagai berikut adanya daya paksa (Overmacht), adanya pembelaan terpaksa (Noodweer , Noodweer-exces), sebab melaksanakan ketentuan Undang- undang, sebab menjalankan perintah jabatan.
Abstract:The aim of this research is to analyze the need for developing sex education learning media for elementary school children. This research uses a qualitative descriptive research method. The data collection technique uses…
a questionnaire. Meanwhile, the data analysis uses qualitative data analysis. The results of the research show that (1) Currently there are not many sex education learning media that suit the characteristics of elementary school children, (2) it is very important to develop sex education learning media for elementary school children, (3) In general, sex education is still It is considered difficult to convey and teach to children. The causal factors include: First, parents' lack of understanding regarding sex education and how to provide information about Sex Education. Second, parents still feel embarrassed and uncomfortable conveying sexual matters to their children. Third, parents have not found the right tools that can be used to help and make it easier for them to introduce this matter.
Abstract:Based on the background of the problem that has been explained by the researcher, it has been clarified into several problems as follows: 1. There are still many female students who ignore or underestimate the lessons of…
moral aqidah 2. The ongoing learning process is less interesting so that students feel bored quickly. 3. Only some students understand the explanation given by the teacher. 4. Lack of student activity (question and answer) when learning takes place. 5. There are still many students who are reluctant to pay attention to the teacher explaining the material. The research method used by the author is quantitative research. The population in this study was all 30 students in class IX M at MTs Darunnajah 2 Cipining. This shows that student learning outcomes in the subject of moral aqidah have a very high level. Based on the research results, there is a significant positive influence of the use of learning media on student learning outcomes in the moral aqidah subject at MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor. This is proven by the calculation results of the equation Y 140.383 + 0.219 In the table for testing the significance of the regression line equation from the 5th column regression row, namely Fcount (b/a) 1.407, and p-value 0.245 > 0.05, so that H0 is accepted, it can be concluded that the regressions of Y and X are significant. The correlation coefficient value obtained r_xy 0.219 < r_table 0.374 is included in the weak correlation because it is in the value range 0.20-0.39. The results of the coefficient of determination show that visual learning media (print) has an influence of 4.8% on student learning outcomes, while 95.2% is influenced by other factors.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan psikologi komunikasi dakwah dalam membina akhlak, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam melakukan pendekatan psikologi komunikasi dakwah dalam membina…
akhlak mahasantri Markaz Tahfidz Al-Birr. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian dengan cara mengumpulkan sumber data secara primer dan sekunder melalui observasi, wawancara, dokumen dan jurnal. Observasi dilakukan secara langsung ke lokasi yang menjadi objek penelitian, dengan hasil penelitian yang menggambarkan sesuai fakta yang ada di lapangan, wawancara dengan melibatkan koordinator tahfidz, para pembina, dan beberapa mahasantri sebagai informan, dokumentasi dari beberapa tabel di markaz tahfidz yang berkaitan dengan pokok pembahasan.Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendekatan Psikologi Komunikasi Dakwah dalam Membina Akhlak Mahasantri, dengan menggunakan pendekatan struktural (mempelajari pengalaman dengan kategori tertentu), fungsional (mempelajari tentang bagaimana agama membawa pengaruh dalam kehidupan), dan psiko-analisis (yang membahas tentang perkembangan bentuk kepribadian manusia). Beberapa faktor pendukung yang dapat dilihat dalam membina akhlak mahasantri seperti motivasi dari pembina, kesadaran atau faktor internal mahasantri, dukungan orang tua dan pengaruh lingkungan. Juga dapat dilihat beberapa faktor yang menghambat dalam membina akhlak mahasantri seperti mahasantri yang mulai futur, pengaruh orang tua, faktor kesehatan, dan metode menghafal. Meskipun masih ditemui beberapa hambatan dalam membina akhlak mahasantri, akan tetapi pembina tetap berusaha semaksimal mungkin agar para mahasantri memiliki akhlatul karimah.
Abstract:Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan memahami interpretasi denotasi, konotasi, dan mitos, nilai-nilai moral, serta faktor pendukung dan penghambat yang dialami tokoh dalam penyampaian pesan dakwah dalam film animasi…
si “Upin dan Ipin Episode Ragam Ramadhan.” Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis teks media menggunakan model analisis semiotika Roland Barthes. Dimana teknik ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini dilakukan di Media Sosial Youtube. Penelitian yang berlangsung selama kurang lebih 2 bulan mulai dari Juli sampai Agustus 2023. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumen. Berdasarkan hasil penelitian, penelitian ini menunjukkan pesan dakwah yang dibagi menjadi tiga, yaitu akhlak pada teman, akhlak pada masyarakat, dan akhlak pada keluarga. Dimana peneliti memberi makna terhadap film animasi “Upin dan Ipin” episode Ragam Ramadhan berdasarkan aspek nilai akhlak yang berisi tentang kelakuan dan perilaku sebagai makhluk sosial. Faktor pendukung dan penghambat didasarkan pada perilaku dan sifat dasar seorang anak. Adapun pengaruh dari penelitian ini yaitu sebagai pengembangan ilmu terhadap media terkhusus pada penelitian yang menggunakan metode semiotika dan dapat meningkatkan responsif terhadap makna pesan yang tersirat dalam sebuah film.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dakwah Pengurus Masjid Al-Furqaan dalam memakmurkan masjid, untuk mengetahui program kerja yang dibuat, dan juga apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam upaya…
paya memakmurkan masjid Al-Furqaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pada penelitian ini di temukan bahwa pengurus masjid Al-Furqaan sangat berperan penting dalam meningkatkan kemakmuran masjid Al-Furqaan dibuktikan dengan adanya program kerja yang disusun dan dilaksanakan yakni program kerja utama dan program kerja pendukung. Program kerja utamanya adalah program Jum’at Berkah dan program Tabungan Qurban, dan program kerja pendukungnya adalah pelaksanaan peringatan hari-hari besar dalam Islam. Strategi dakwah Pengurus Masjid Al-Furqaan di Kelurahan Maradekayya, Kecamatan Makassar terbagi menjadi dalam beberapa bidang yakni, bidang Idarah (administrasi), Strategi bidang Imarah (program-program), Strategi bidang Ri’ayah (tata kelola program). Faktor pendukung yang dihadapi oleh Pengurus Masjid Al-Furqaan yaitu dengan adanya kegiatan TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an), Majelis Taklim, dan Kegiatan musyawarah. Adapun faktor penghambat yang dihadapi oleh Pengurus Masjid Al-Furqaan yaitu kesadaran masyarakat dalam beribadah yang masih rendah, komunikasi dan kerjasama antar pengurus yang masih kurang, dan pendanaan yang minim.
Abstract:Guru dalam pelaksanaan belajar mengajar cenderung membosankan dan monoton, menyebabkan peserta didik mengantuk dan tidak mendengarkan penjelasan serta tidak memahami materi yang disampaikan. Metode yang diterapkan dalam…
penelitian ini adalah metode kualitatif, dimana peneliti mengambil sampel atau data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti bahwa Strategi Mengajar Guru Berdasarkan Gaya Belajar Siswa Kelas 3 di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor sangatlah penting dengan program-program yang telah diadakan oleh kepala sekolah sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas proses belajar mengajar yang efektif, menyenangkan dan kreatif dengan pengelolaan kelas yang sudah tersusun rapih, walaupun ada faktor-faktor penghambat tetapi didukung dengan faktor-faktor pendukungnya. Gaya belajar siswa kelas 3 di MTs Darunnajah 2 Cipining yaitu audio visual dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi serta metode ta’lim wa mutaa’lim.
Abstract:Gerakan literasi merupakan kemampuan seseorang dalam mengakses, memahami, menyimak dan menggunakan suatu cara melalui mengimpelementasikan berbagai aktivitas yaitu membaca dan menulis untuk berfikir dan berwawasan luas dengan…
engan pengembangan santri menjadikan gemar dalam minat baca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah Ketua Wardan, Guru, Ketua OSDC, dan beberapa santri. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Santri bisa mengimplementasi gerakan literasi ini dengan cara mengadakan pelatihan, mengadakan kunjungan, wajib berkunjung ke perpustakaan, membuat majalah dinding, berpastisipasi membuat buku-buku. faktor pendukung dan penghambat implementasi gerakan literasi yaitu: dukungan sebuah gerakan membaca, Kewajiban santri berkunjung datang ke perpustakaan seminggu tiga kali, Kewajiban membuat karya tulis, Pembekalan dalam pembuatan karya tulis ilmiah. Penghambatnya yaitu: buku bacaan belum cukup banyak, kesadaran dalam gerakan literasi secara individu untuk mau membaca masih rendah, sehingga untuk berkunjung ke perpustakaan harus terjadwal agar individu mau datang ke perpustakaan.
Abstract:Dalam dunia pendidikan, menumbuhkan minat belajar siswa merupakan tantangan yang penting. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah melalui penerapan metode pembelajaran kreatif. Metode ini menekankan pada keterlibatan…
libatan aktif siswa dalam pembelajaran, memungkinkan mereka untuk bereksperimen, berkolaborasi, dan berkreasi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, minat belajar siswa dapat ditingkatkan melalui pengalaman pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna. Faktor penentu minat belajar siswa sangat beragam. Mulai dari motivasi intrinsik, dukungan sosial, pengalaman belajar sebelumnya, preferensi belajar, hingga kualitas lingkungan pembelajaran. Motivasi intrinsik, misalnya, mendorong siswa untuk belajar karena minat dan kepuasan pribadi, sementara dukungan sosial dari keluarga, teman, dan guru memberikan dorongan tambahan. Pengalaman belajar sebelumnya dan preferensi belajar turut memengaruhi minat belajar siswa, begitu dengan kualitas lingkungan pembelajaran yang memfasilitasi eksplorasi dan pembelajaran yang bermakna. Metode pembelajaran kreatif memainkan peran kunci dalam mempengaruhi minat belajar siswa. Dengan memanfaatkan teknik-teknik seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan role-playing, siswa dihadapkan pada pengalaman pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Mereka dapat mengeksplorasi konsep-konsep secara praktis, berpikir kritis, dan mengembangkan keterampilan kolaborasi. Pendekatan ini menciptakan lingkungan pembelajaran yang merangsang dan memotivasi siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Penerapan metode pembelajaran kreatif dapat menjadi strategi efektif dalam menumbuhkan minat belajar siswa. Melalui pendekatan ini, pendidik dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna, memicu minat belajar yang lebih besar, dan membantu siswa untuk mencapai potensi belajar mereka secara optimal.
Abstract:Penelitian ini di latarbelakangi oleh permasalahan di Kelas dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik cerita pendek dan pemanfaatanya untuk pembuatan bahan ajar. Rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana analisis…
sis unsur intrinsik cerpen Kisah Jenaka Abu Nawas karya Maulana Ar Rosyid? dan bagaimana pemanfaatan bahan ajar yang dibuat dengan analisis unsur intrinsik cerpen Kisah Jenaka Abu Nawas karya Maulana Ar Rosyid? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis unsur intrinsik dan mengetahui pemanfaatan bahan ajar yang dibuat dengan menganalisis unsur intrinsik cerpen Kisah Jenaka Abu Nawas karya Maulana Ar Rosyid. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Ditinjau dari permasalahan yang ada peneliti menggunakan metode kualitatif dan menggunakan teknik sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian yang dianalisis melalui beberapa cerpen Kisah Jenaka Abu Nawas karya Maulana Ar Rasyid telah ditemukan terdapat unsur intrinsik di dalam masing-masing cerpen yang di analisis diantaranya yaitu 3 tema, 3 alur yaitu alur maju dan alur maju mundur, 11 tokoh, 5 latar, 3 sudut pandang dengan menggunakan sudut pandang ketiga, 3 gaya bahasa dengan menggunakan gaya bahasa kiasan, dan 3 amanat. Hasil temuan tersebut dapat dijadikan bahan ajar pada pembelajaran cerpen khususnya analisis unsur intrinsik kelas XI SMA. Bahan ajar tersebut berupa modul pembelajaran analisis unsur intrinsik cerpen untuk siswa kelas XI SMA yang uji kelayakan tersebut didapat dari empat aspek penilaian yaitu dari aspek kelayakan isi, aspek kelayakan penyajian, aspek kelayakan bahasa dan aspek kelayakan kegrafikan. Bahan ajar Modul tersebut diperkuat dengan validasi oleh empat ahli yaitu dua Dosen dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan dua Guru Bahasa Indonesia.