Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar hasil belajar peserta didik sebelum menggunakan strategi pembelajaran snowball throwing berbantuan media poster pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan…
an Budi Pekerti, Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan jenis penelitian eksperimen tipe penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain penelitian yang digunakan yaitu randomized pretest-posttest kontrol group desaign. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 10 Padang tahun 2021/2022 semester genap. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik random sampling, kelas yang terpilih sebagai kelas eksperimen adalah kelas VIII.1 dan kelas kontrol kelas VIII.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran snowball throwing berbantuan media poster dapat meningkatkan hasil belajar secara efektif dengan rata-rata nilai post-test kelas eksperimen 82,03, sedangkan nilai rata-rata post-test kelas kontrol 67,16. Dibuktikan uji hipotesis dengan SPSS versi 26 diperoleh rata-rata (mean) eksperimen sebesar=0,4724, maka diambil kesimpulan bahwa g 0,3. Hal ini berarti ditolak diterima, Artinya terdapat pengaruh yang kuat untuk meningkatkan hasil belajar kelas yang menggunakan strategi pembelajaran snowball throwing berbantuan media poster dibandingkan kelas yang menggunakan strategi pembelajaran konvensional pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas VIII di SMP Negeri 10 Padang.
Abstract:This abstract discusses Islamic education during the Abbasid Daulah era. Education is a place where someone interacts or the teaching and learning process takes place with the learning environment. Islamic educational institutions…
stitutions are places where someone strives to increase students' faith, understanding, appreciation and practice of the Islamic religion so that they become individuals who believe and are devout in personal life, religion, society, nation and state. Islamic education began to develop from the time of the Prophet, the time of Khulafaur Rasyidin, the time of the Umayyah Daulah, the time of the Abbasid Daulah, until the present. Islamic education during the time of the Abbasid Daula experienced a golden age, at which time Islamic education was marked by amazing progress in the fields of science, culture and civilization, so that its existence can be proven through various sources of information recorded in history books and observers of history from various parts of the world that were once ruled by Islam. The aim of writing this article is to discuss the dynamics of Islamic education during the Abbasid period and its role in the development of Islamic education. The research method used in this research is library research. Sources of information for this research were obtained through various sources, print media, online media regarding the topics discussed. The results of the research in this article can be seen from the development of Islamic educational institutions that developed during the Abbasid period, including: mosques, Al-Hawanit al-Wariqien (bookstores), al-manazil al-ulama (houses of ulama), literary studios , madrasas, libraries and observatories, kuttabs, lower education in palaces, hospitals and badiahs.
Abstract:Islam merupakan agama rahmatan lil’alamin, yang tidak hanya bisa dilihat dari aspek ritual maupun teologis semata. Ormas Islam lahir dan didirikan untuk menjawab kebutuhan umat pada bidang keberagamaan. Penelitian ini ingin…
ingin mengetahui peran ormas pada bidang pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ormas Islam didirikan dengan tujuan mulia yaitu menjawab keresahan dan melayani kebutuhan masyarakat pada aspek keberagamaan. Untuk mengeksplor lebih dalam tentang perilaku keberagamaan dalam konteks sosial setidaknya membutuhkan tiga pendekatan, yaitu pendekatan sosial, pendekatan agama, dan pendekatan psikologi. Awal munculnya ormas Islam dapat dikelompokkan pada tiga alasan yaitu: pertama, dakwah Islami; kedua, pendidikan; dan ketiga, pemberdayaan ekonomi umat. Ketiga alasan inilah yang melatarbelakangi pergerakan Islam saat itu, sebab urusan politik diawasi dan dikontrol oleh penjajah Hindia Belanda. Kelahiran organisasi keagamaan Islam diawali dengan adanya Jami’at Al Khair di Jakarta (1905), kemudian Al Irsyad (1911), merupakan ormas keturunan Arab di Indonesia pengembangan dari Jami’at Al Khair, seterusnya muncul Syarikat Dagang Islam (1911), dan berikutnya lahir Muhammadiyah di Yogyakarta (1912), Persatuan Islam (1923) di Bandung, Nahdatul Ulama di Surabaya (1926), Al Jami’atul Washliyah di Medan (1930) serta Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) di Canduang Bukittinggi dan Al Ittihadiyah di Medan (l935).
Abstract:Madrasah Nizamiyah merupakan cikal dari terbentuknya sebuah lembaga pendidikan Islam, pengaruhnya sangat besar pada tumbuh dan kembangnya sebuah lembaga pendidikan Islam saat ini. Lembaga pendidikan adalah tempat berlangsungnya…
sungnya proses pendidikan. Sedangkan pendidikan Islam merupakan wujud pengaruh berbagai budaya atau peradaban yang pernah ada dalam sejarah. Pada mulanya pendidikan Islam dilaksanakan dikutab, mesjid, rumah-rumah, pendidikan istana dan sebagainya. Seiring dengan perkembangan zaman pendidikan mendapat perhatian baik yang dikelola oleh perorangan maupun pemerintah. Pelopor bedirinya madrasah nizamiyah adalah seorang perdana menteri bernama Nizham al-Mulk. Tujuan didirikanya Madrasah Nizhamiah untuk memperkuat pemerintahan Bani Saljuk dan menyiarkan madzhab keagamaan pemerintah yaitu sunni karena langkah paling efektif ialah dengan menyiarkan ajaran Ahl al-Sunnah dan merealisasikannya ke dalam pendidikan sehingga dapat mengikis paham-paham madzhab Syiah yang sudah merambat pada masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library reseach). Hasil penelitian menunjukan bahwa madrasah nizamyiah merupakan lembaga pendidikan Islam pertama kali dengan menggunakan kurikulum, metode pemebelajaran, materi pembelajaran yang telah sudah dikelompokan, mempunyai sarana prasarana yang lengkap dan melahirkan tokoh terkenal yang mampunyai pengaruh terhadap perkembangan pendidikan Islam.
Abstract:This article discusses the renewal of Islamic education thinking from several figures in promoting Islamic education in Minangkabau. Among these figures are Abdul Karim Amrullah, Abdullah Ahmad, Rahmah El-Yunusiyah, and…
d Sheikh Sulayman Ar-Rasuli. Therefore, the author wants to study a critical study of Islamic education thoughts Abdul Karim Amrullah, Abdullah Ahmad, Rahmah El-Yunusiyah, and Sheikh Sulaiman Ar-Rasuli. Islamic education activities in Minangkabau were born and grew and developed along with the entry and development of Islam in Minangkabau. Indeed, Islamic education activities are important experience and knowledge for the continuity of the development of Islam and Muslims both in quantity and quality. The purpose of this article is to explain how the renewal of Islamic Education thought developed by the leaders of Education in Mingkabau. The method used in this research is a library study (library reasearch) whose data collection is carried out by studying literature theory that has been collected from various sources
Abstract:Supervisi pendidikan atau yang selama ini sering dikenal dengan pengawasan pendidikan memiliki konsep dasar yang berhubungan erat dengan pendidikan. Dalam konsep dasar supervisi pendidikan dijelaskan beberapa dasar-dasar…
tentang konsep supervisi secara umum. Sementara proses pelaksanaan supervisi sendiri merupakan rangkaian yang dilaksanakan ketika supervisi dilaksanakan dan upaya yang dilakukan oleh supervisor dalam melihat dan membina seluruh proses pelaksanaan pendidikan. Dalam perkembangannya, supervisi pendidikan memberikan pengaruh yang baik pada perkembangan pendidikan khususnya di Indonesia, terutama pendidikan Islam sehingga tingkat profesionalisme guru dalam mengajar dapat diwujudkan dengan optimal, baik pada madrasah maupun guru pendidikan agama pada sekolah umum. Oleh karena itu, supervisi diperlukan dalam proses pendidikan berdasarkan dua hal penting. Supervisi pendidikan sangat dibutuhkan dalam lembaga pendidikan. Hakikat supervisi dalam pendidikan adalah upaya bersama yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas belajar dan pembelajaran dengan prinsip ilmiah dan kerjasama. Praktik supervisi yang dilakukan dengan baik dan kontiniu, berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan pendidikan ke arah yang lebih baik. Meskipun supervisi bukanlah satusatunya faktor yang dapat memperbaiki pendidikan, akan tetapi kegiatan supervisi salah satu faktor yang telah berkontribusi memperbaiki pendidikan paling tidak dari sisi kinerja guru dan proses pembelajaran. Oleh karena itu, bagi lembaga pendidikan Islam, seharusnya dilakukan supervisi yang berkesinambungan, demi perkembangan dan kemajuan pendidikan Islam.
Abstract:Ibn Maskawaih, Al-Ghazali and Ibnu Khaldun are three figures of Islamic thought, in fact these three figures are also known to have quite well-known concepts in Islamic education. This research uses research library research,…
arch, by collecting previous articles and sources. The results of this research revealed that Ibnu Miskawaih emphasized the moral issues of society, human nature,. Imam Al-Ghazali is a leading Islamic thinker, both in education, Sufism, fiqh, morals and so on. Meanwhile, in Ibn Khaldun's view, the ultimate function of reason is the depiction (conceptualization) of reality objectively, in detail and in depth with a series of causalities in it. With this function, the mind is able to achieve perfect and enlightened development. Even though in the Muqaddimah Ibnu Khaldun praises the position of humans because of their reason, reason has clear boundaries.
Abstract:Artikel ini membahas tentang pendidikan islam di nusantara sebelum kolonial Belanda dan Jepang. Pada masa penjajahan pastilah pendidikan pastilah sangat sulit untuk didapatkan, dikarenakan para penjajah yang tidak menginginkan…
ginkan pendidikan itu sampai pada rakyat pribumi. Belanda menjajah Indonesia telah ber abad-abad, selama masa penjajahan Belanda akses untuk mendapatkan pendidikan islam sangatlah sulit karena penajajah jepang lebih dominan pada pendidikan non Islam. Berbeda dengan Belanda, Jepang justru memberikan keringanan pada pendidikan islam di Indonesia, tetapi justru keringanan dari Jepanglah yang membuat Jepang lengser dari Indonesia. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memaparkan pendidikan islam di Indonesia pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library reasearch) yang pengumpulan datanya dilakukan dengan cara mempelajari teori literature yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber.
Abstract:One part of public policy is education policy. A policy arises because there is a problem that requires appropriate handling, so that the policy can be used as a guide. Formulating education policy is a process of formulating…
ating reforms for actions that are relevant and acceptable to common sense to resolve various problems related to education. This research uses qualitative methods and is included in the library research category. The data sources were obtained from primary books and journals related to the theme, the data analysis technique used descriptive analytical methods. The results of this research include: that the first time Islamic education was in the motherland was in line with the arrival of Islam to Indonesia. Through long dynamics there are three phases. First, during the Old Order the government slowly paid attention to Islamic education. Second, in the new order, during this period madrasas achieved equality with public schools. In the third period of reform, Islamic education in this period has developed advanced, the curriculum, then Islamic education is also paid attention to by disbursing a budget of 20% of the APBN.
Abstract:The purpose of writing this research is to find out how Islamic education was during the Umayyad era and find out its role in the development of Islamic education. During the Umayyad dynasty, the education pattern was decentralized.…
centralized. Students who seek knowledge do not only study with one cleric, but go to other cities to continue and deepen their knowledge. The study of science in this period was centered in Damascus, Kufa, Mecca, Medina, Egypt, Cordova and several other cities, such as: Basrah and Kuffah (Iraq), Damascus and Palestine (Syam), Fustat (Egypt). The research method used is literature study by searching for relevant study material from trusted sources. The results of this research are the same as during the time of Rasulullah SAW and Khulafaur Rasyiddin. At this time, mosques and kuttabs are still used as educational institutions, apart from that, educational institutions have also developed. The role in the development of Islamic education is that Islamic education must be able to integrate reason and revelation to become a harmonious unity, the existence of student exchanges, translation of books or knowledge from foreign languages to national languages, educational facilities in urban centers of government