Search Articles & Publications

Showing 210 articles found for "Pemilik"

HOME SECURITYSYSTEM DEVELOPMENT USING MOTION SENSOR WITH ALARM OUTPUT BASED ON ARDUINO UNO

Rahman, Taufiq
Abstract: Abstract: The increasing number of home burglaries highlights the need for an effective and affordable residential security system. Conventional door locks are often inadequate to prevent unauthorized access, especially… when the home is left unattended. This study aims to develop a motion-based indoor security system that enhances security through real-time alerts. The system was designed using a prototype method, combining an Arduino Uno microcontroller, a Passive Infrared (PIR) motion sensor, a buzzer, and a GSM module. When motion is detected within a 5-meter range, the PIR sensor activates the buzzer and simultaneously sends an alert message to the homeowner's mobile phone via the GSM module. The circuit was tested in stages, including validation of the power supply, sensor responsiveness, and overall system integration. The results showed that the system operated reliably, with accurate motion detection and timely alert responses. The study concluded that the proposed solution is effective, low-cost, and applicable to enhance indoor or home security in everyday life. Keywords: arduino; home security; prototype; PIR sensor.   Abstract : Meningkatnya jumlah kasus pencurian rumah menyoroti perlunya sistem keamanan hunian yang efektif dan terjangkau. Kunci pintu konvensional seringkali tidak memadai untuk mencegah akses tanpa izin, terutama ketika rumah ditinggalkan tanpa pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem keamanan ruangan berbasis gerakan yang meningkatkan keamanan melalui peringatan waktu nyata. Sistem ini dirancang menggunakan metode prototipe, menggabungkan mikrokontroler Arduino Uno, sensor gerak Inframerah Pasif (PIR), buzzer, dan modul GSM. Ketika gerakan terdeteksi dalam jarak 5 meter, sensor PIR mengaktifkan buzzer dan secara bersamaan mengirimkan pesan peringatan ke ponsel pemilik rumah melalui modul GSM. Rangkaian ini diuji secara bertahap, termasuk validasi catu daya, responsivitas sensor, dan integrasi sistem secara menyeluruh. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem beroperasi dengan andal, dengan deteksi gerakan yang akurat dan respons peringatan yang tepat waktu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa solusi yang diusulkan efektif, berbiaya rendah, dan dapat diterapkan untuk meningkatkan keamanan ruangan atau rumah dalam kehidupan sehari-hari. Keywords: arduino; keamanana rumah; prototype; PIR sensor

APPLICATION OF CERTAINTY FACTOR METHOD TO DIAGNOSING RABIES IN PETS

Wulandari, Nadia Astri, Andriyani, Suci
Abstract: Abstract: Rabies is an infectious disease caused by the Lyssavirus virus from the Rhabdoviridae family. This disease is spread through the bite of animals such as dogs and cats, which are widely kept by the community. Lack… ck of information about rabies causes its spread to be increasingly widespread. Therefore, an expert system is needed that can help early diagnosis of this disease. This study aims to develop an expert system based on the Certainty Factor (CF) method in diagnosing rabies in pets. Rabies symptom data were collected and calculated using the CF algorithm to determine the level of certainty of the diagnosis. The results showed that the expert system was able to diagnose rabies with high accuracy. Of the 100 samples tested, 90% showed symptoms of the prodromal stage, which is the early phase of infection. This system also provides prevention recommendations for pet owners. In conclusion, an expert system based on Certainty Factor can help early detection of rabies and provide useful information for pet owners in taking preventive measures. Keywords: rabies; certainty factor; expert system; disease diagnose.   Abtrak: Rabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Lyssavirus dari keluarga Rhabdoviridae. Penyakit ini menyebar melalui gigitan hewan seperti anjing dan kucing, yang banyak dipelihara oleh masyarakat. Kurangnya informasi mengenai rabies menyebabkan penyebarannya semakin luas. Oleh karena itu, diperlukan sistem pakar yang dapat membantu diagnosis dini penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pakar berbasis metode Certainty Factor (CF) dalam mendiagnosis rabies pada hewan peliharaan. Data gejala rabies dikumpulkan dan dihitung menggunakan algoritma CF untuk menentukan tingkat kepastian diagnosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pakar mampu mendiagnosis rabies dengan akurasi tinggi. Dari 100 sampel yang diuji, 90% menunjukkan gejala tahap prodromal, yaitu fase awal infeksi. Sistem ini juga memberikan rekomendasi pencegahan bagi pemilik hewan. Kesimpulannya, sistem pakar berbasis Certainty Factor dapat membantu deteksi dini rabies serta memberikan informasi yang berguna bagi pemilik hewan dalam mengambil tindakan pencegahan. Kata kunci: rabies; certainty factor; sistem pakar; diagnosis penyakit.

JARINGAN SYARAF TIRUAN HOPFIELD DALAM MENCARI RUTE TERPENDEK UNTUK PENDISTRIBUSIAN BARANG

Wahyuni, Meri Sri, Affandi, Egi, Setiawan, Dedi
Abstract: Efisiensi waktu dalam pendistribusi barang sangat diperhitungkan dalam sebuah strategi pemasaran dalam perusahaan. Supaya mendapatkan waktu pendistribusian yang efisien, maka harus tahu rute yang tepat untuk melaksanakan… pendistribusian tersebut, jika salah memilih rute, maka akan memakan waktu yang panjang untuk melakukan distribusi barang. Hal ini dapat merugikan bagi si pemilik usaha. Oleh sebab itu diperlukan sebuah sistem yang dapat menganalisa dan bisa mengatasi masalah tersebut, yaitu system yang dapat mencari rute terpendek. Sistem ini nantinya memungkinkan pendistribusi dapat memilih rute jalan terdekat. Dalam hal ini jaringan syaraf tiruan akan memberikan solusi dalam menentukan jarak terpendek untuk pendistribusian barang melalui algoritma Hopfield

Perlindungan Hukum Bagi Pembeli Beritikad Baik Dalam Sengketa Kepemilikan Tanah Di Indonesia

Arsyila Niska, Rizki Tri Anugrah Bhakti, Evi Febri Sartika
Abstract: Sengketa kepemilikan tanah di Indonesia masih menjadi permasalahan hukum yang sering terjadi dan menimbulkan ketidakpastian hukum, khususnya bagi pembeli yang telah memperoleh hak atas tanah dengan memenuhi prosedur yang… berlaku dan bertindak berdasarkan itikad baik. Berbagai permasalahan, seperti tumpang tindih hak, pemalsuan dokumen, cacat administrasi, maupun peralihan hak oleh pihak yang tidak berwenang, berpotensi menghilangkan hak pembeli meskipun telah melaksanakan transaksi secara sah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi pembeli beritikad baik dalam sengketa kepemilikan tanah di Indonesia berdasarkan ketentuan hukum positif, asas hukum pertanahan, yurisprudensi, dan praktik peradilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan teknik deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi pembeli beritikad baik telah diakomodasi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, serta Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016. Namun, implementasi perlindungan hukum tersebut belum sepenuhnya memberikan kepastian hukum karena masih terdapat perbedaan penafsiran terhadap unsur itikad baik dan inkonsistensi pertimbangan hakim dalam memutus sengketa kepemilikan tanah. Oleh karena itu, diperlukan penerapan hukum yang konsisten, penguatan pembuktian terhadap unsur itikad baik, serta harmonisasi antara peraturan perundang-undangan dan praktik peradilan guna mewujudkan kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan hukum yang efektif bagi pembeli beritikad baik dalam sengketa kepemilikan tanah di Indonesia.

Rekonstruksi Pembuktian Harta Warisan Digital (Digital Assets) Dalam Penyelesaian Sengketa Waris Di Indonesia

Yusniarti, Dwi Afni Maileni, Rizki Tri Anugrah Bhakti
Abstract: Perkembangan teknologi digital telah melahirkan berbagai bentuk kekayaan baru berupa aset digital yang memiliki nilai ekonomi, seperti aset kripto, dompet digital, akun digital, non-fungible token (NFT), dan berbagai aset… t elektronik lainnya. Perkembangan tersebut menimbulkan persoalan hukum dalam penyelesaian sengketa waris karena sistem hukum kewarisan di Indonesia belum mengatur secara komprehensif mekanisme pembuktian terhadap kepemilikan, penguasaan, dan pengalihan aset digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis sekaligus merekonstruksi sistem pembuktian harta warisan digital (digital assets) dalam penyelesaian sengketa waris di Indonesia agar mampu memberikan kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan hukum bagi para ahli waris. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum dianalisis secara kualitatif melalui penelaahan terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin, serta hasil penelitian yang berkaitan dengan hukum waris, hukum pembuktian, hukum perdata, dan hukum teknologi informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pembuktian harta warisan digital tidak lagi dapat bertumpu pada alat bukti konvensional semata, melainkan harus mengakomodasi bukti elektronik berupa riwayat transaksi digital, metadata, digital wallet, transaction hash, autentikasi elektronik, serta jejak digital lainnya yang mampu menunjukkan hubungan hukum antara pewaris dengan aset digital yang dimiliki. Rekonstruksi pembuktian juga memerlukan harmonisasi antara hukum waris, hukum perdata, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman, Undang-Undang Peradilan Agama, dan Kompilasi Hukum Islam agar terbentuk sistem pembuktian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan demikian, rekonstruksi tersebut diharapkan mampu memperkuat kepastian hukum, menjamin perlindungan hak ahli waris, serta menciptakan penyelesaian sengketa waris yang lebih efektif di era transformasi digital.

Iktikad Tidak Baik Dalam Pendaftaran Merek Varian Dan Perlindungan Hukum Pemilik Merek Terdaftar

Aisyah Oktania Dewi, Dzakiyah Balqis, Devika Tryza Ayodhya, Meita Fadhilah
Abstract: Sistem pendaftaran merek di Indonesia menganut asas first-to-file, tetapi penerapannya dibatasi oleh kewajiban bahwa pendaftaran harus dilakukan dengan iktikad baik. Persoalan dapat muncul ketika suatu merek memiliki kemiripan… iripan dengan merek yang telah terdaftar atau lebih dahulu diajukan, kemudian didaftarkan oleh pihak lain yang memiliki tujuan tidak baik. Atas dasar tersebut, penelitian ini disusun untuk menganalisis ketentuan mengenai iktikad tidak baik dalam proses pendaftaran merek berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Penelitian ini juga menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap pemilik merek terdaftar dari pendaftaran yang dilakukan dengan iktikad tidak baik dengan mengacu pada Putusan Nomor 1 PK/Pdt.Sus-HKI/2025. Berdasarkan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan kasus, diperoleh hasil bahwa iktikad tidak baik dapat menjadi alasan penolakan permohonan pendaftaran merek sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (3), sekaligus menjadi batas terhadap penerapan asas first-to-file. Perlindungan hukum terhadap pemilik merek diberikan dalam bentuk preventif melalui pemeriksaan substantif dan penolakan permohonan serta represif melalui pengajuan gugatan pembatalan merek sebagaimana diatur dalam Pasal 76 dan Pasal 77 The trademark registration system in Indonesia adopts the first-to-file principle; however, its application is subject to the requirement that registration be conducted in good faith. Issues may arise when a trademark resembles one that has already been registered or previously applied for and is subsequently registered by another party with improper intentions. Therefore, this study aims to analyze the provisions concerning bad faith in the trademark registration process under Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications. This study also examines the forms of legal protection available to registered trademark owners against registrations made in bad faith by referring to Decision Number 1 PK/Pdt.Sus-HKI/2025. Using a normative juridical research method with a statutory and case approach, the study finds that bad faith may constitute a basis for rejecting a trademark registration application as provided under Article 21 paragraph (3), while also serving as a limitation on the application of the first-to-file principle. Legal protection for registered trademark owners is provided preventively through substantive examination and rejection of applications, and repressively through the filing of trademark cancellation lawsuits as regulated under Articles 76 and 77.

PERAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH COFFEE SENDU PALEMBANG DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN

Jason Antonio
Abstract: ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Coffee Sendu dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan di Kota Palembang. Coffee Sendu merupakan UMKM di bidang kuliner yang berdiri… erdiri sejak tahun 2020 dan telah menunjukkan pertumbuhan usaha yang signifikan. Dalam konteks ini, kesejahteraan karyawan dipandang sebagai indikator penting keberhasilan sebuah UMKM, terutama dalam hal pendapatan, lingkungan kerja, dan peluang pengembangan diri. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara semi-terstruktur terhadap pemilik dan para karyawan Coffee Sendu. Fokus utama penelitian adalah untuk mengevaluasi sejauh mana peran UMKM ini dalam menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan karyawan, dan memberikan kontribusi terhadap stabilitas ekonomi individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Coffee Sendu mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap. Karyawan memperoleh penghasilan harian yang dapat memenuhi kebutuhan dasar, dan adanya hubungan kekeluargaan antara pemilik dan karyawan turut menciptakan suasana kerja yang nyaman. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan dalam akses pemasaran digital dan hambatan operasional akibat cuaca. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa UMKM Coffee Sendu berperan positif dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan, dan dapat menjadi contoh pemberdayaan ekonomi lokal yang efektif. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pelaku UMKM dan pemangku kepentingan dalam merancang strategi pemberdayaan SDM secara berkelanjutan. ABSTRACT This study aims to analyze the role of the Coffee Sendu Micro, Small, and Medium Enterprise (MSME) in improving employee welfare in Palembang City. Coffee Sendu is a culinary MSME established in 2020 and has demonstrated significant business growth. In this context, employee welfare is seen as a key indicator of an MSME's success, particularly in terms of revenue, work environment, and opportunities for personal development. The research method used was a descriptive qualitative case study approach. Data were collected through direct observation and semi-structured interviews with the owners and employees of Coffee Sendu. The primary focus of the study was to evaluate the extent to which this MSME plays a role in creating jobs, increasing employee income, and contributing to individual economic stability. The results indicate that Coffee Sendu has been able to create employment opportunities for the surrounding community, especially for those previously unemployed. Employees earn a daily income that covers basic needs, and the familial relationship between the owner and employees contributes to a comfortable work environment. However, several challenges remain, such as limited access to digital marketing and operational constraints due to weather. The conclusion of this study is that the Coffee Sendu MSME plays a positive role in improving employee welfare and can serve as an effective example of local economic empowerment. This research is expected to serve as a reference for MSMEs and stakeholders in designing sustainable human resource empowerment strategies.

POLA KOMUNIKASI IBU DAN ANAK PADA KELUARGA IBU PEKERJA PABRIK SUMPIT DI KAMPUNG PAMEUNGPEUK DESA SUKAMANAH KECAMATAN RONGGA KABUPATEN BANDUNG BARAT

Silvia, Nevi, Asmarani, Aulia, Ramadhan, Affan Neskisyah, Hadi, Saeful
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis orientasi percakapan, orientasi konformitas, serta pola komunikasi ibu dan anak pada keluarga ibu pekerja pabrik sumpit di Kampung Pameungpeuk, Desa Sukamanah, Kecamatan Rongga,… , Kabupaten Bandung Barat berdasarkan teori Family Communication Patterns yang dikemukakan oleh Fitzpatrick dan Ritchie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi tiga keluarga ibu pekerja pabrik sumpit yang terdiri atas tiga ibu, tiga anak, tiga ayah, serta satu pemilik pabrik sebagai informan kunci. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga keluarga memiliki orientasi percakapan yang tinggi, ditandai dengan komunikasi yang terbuka, kebiasaan berdiskusi, serta pemberian kesempatan kepada anak untuk menyampaikan pendapat. Orientasi konformitas juga tergolong tinggi karena orang tua tetap menanamkan nilai, aturan, dan tanggung jawab kepada anak, meskipun tetap memberikan ruang untuk berdiskusi. Berdasarkan kedua orientasi tersebut, pola komunikasi yang terbentuk cenderung mengarah pada pola komunikasi konsensual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pekerjaan ibu sebagai buruh pabrik sumpit tidak mengurangi kualitas komunikasi dalam keluarga. Keterbatasan waktu justru mendorong ibu memanfaatkan waktu bersama secara lebih efektif sehingga hubungan dengan anak tetap terjalin dengan baik. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian komunikasi keluarga, khususnya pada keluarga ibu pekerja sektor informal di wilayah pedesaan.

MARKETING MIX STRATEGI MARKETING MIX DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN (STUDI KASUS TOKO BERAS FELISHA DI DESA PADANG TEPONG KECAMATAN ULU MUSI KABUPATEN EMPAT LAWANG)

Santi, Novaria, Milla, Hilyati, Suryani, Ade Irma
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi marketing mix yang digunakan Toko Beras Felisha dalam meningkatkan volume penjualan di Desa Padang Tepong Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang. Penelitian menggunakan… akan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data primer diperoleh dari pemilik toko, karyawan, dan konsumen, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi serta literatur pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara tidak terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Toko Beras Felisha menerapkan strategi marketing mix 4P yang meliputi produk, harga, tempat, dan promosi. Strategi produk menekankan jaminan kualitas, kebersihan, dan penyediaan beberapa jenis beras sesuai kebutuhan konsumen. Strategi harga dilakukan secara kompetitif dengan mempertimbangkan biaya produksi, harga pasar, dan kualitas produk. Strategi tempat didukung oleh lokasi yang strategis di jalan lintas, mudah dijangkau, memiliki lahan parkir, serta tata letak produk yang rapi. Strategi promosi masih dilakukan secara konvensional melalui personal selling dan word of mouth. Volume penjualan meningkat dari 5 ton pada tahun 2023 menjadi 8 ton pada tahun 2024 dan 10 ton pada tahun 2025. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan marketing mix 4P berkontribusi terhadap peningkatan volume penjualan. Strategi yang paling efektif adalah produk dan tempat, kemudian harga, sedangkan promosi merupakan strategi yang paling rendah efektivitasnya sehingga masih perlu dikembangkan.

STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN HALSEAN COFFEE DAN RESTO DALAM MENDUKUNG ENTREPRENEURSHIP GENDER DI KOTA CIMAHI

Ariyanti, Nanda, Nuratri, Bangkit
Abstract: Perkembangan industri coffee shop di Indonesia meningkat pesat dengan konsep yang semakin beragam. Fenomena ini tidak terlepas dari meningkatnya daya beli masyarakat kelas menengah dan ketertarikan generasi muda terhadap… gaya hidup kekinian, Persaingan yang semakin ketat membuat pelaku usaha coffee shop dituntut untuk memiliki strategi pemasaran yang efektif agar dapat bertahan dan berkemabang. Namun, coffee shop ini masih menghadapi tantangan berupa kurang optimalnya strategi pemasaran sehingga berdampak pada volume penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang saat ini diterapkan, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan volume penjualan guna mendukung kewirausahaan berbasis gender. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pemilik, karyawan, pelanggan, dan pemangku kepentingan terkait. Analisis data menggunakan kerangka kerja bauran pemasaran (7P) dan analisis SWOT, sedangkan validitas data diverifikasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Halsean Coffee dan Resto telah menerapkan strategi pemasaran berdasarkan elemen 7P: produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik. Faktor pendukung meliputi kualitas produk, harga yang kompetitif, lokasi strategis, pelayanan yang baik, dan meningkatnya minat masyarakat terhadap coffee shop. Faktor penghambat meliputi promosi digital yang belum optimal, inovasi produk yang terbatas, kendala sumber daya manusia, dan persaingan bisnis yang ketat. Strategi yang direkomendasikan mencakup penguatan promosi digital, peningkatan inovasi produk, pengembangan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan temuan analisis SWOT untuk meningkatkan volume penjualan secara berkelanjutan.