Abstract:Pembentukan Provinsi Papua Selatan pada tahun 2022 menghadirkan dinamika politik identitas yang kompleks dan berlapis, melibatkan negara, elite lokal, dan masyarakat adat dalam proses pemekaran daerah. Penelitian ini bertujuan…
tujuan menganalisis bagaimana politik identitas dikonstruksi, diperebutkan, dan dimobilisasi dalam konteks pembentukan provinsi baru tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus intrinsik, penelitian dilakukan di empat kabupaten, Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel., melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, serta analisis dokumen kebijakan dan literatur ilmiah. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola dan makna dalam dinamika identitas yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik identitas memainkan peran ganda: sebagai narasi pemersatu untuk melegitimasi pemekaran dan sebagai sumber fragmentasi akibat diferensiasi identitas sub-etnis. Elite lokal memanfaatkan identitas kultural dan historis untuk memperoleh legitimasi politik, sementara masyarakat adat menggunakan identitas sebagai alat negosiasi representasi dan kontrol atas sumber daya. Di sisi lain, negara menempatkan pemekaran sebagai strategi stabilisasi dan percepatan pembangunan. Perbedaan orientasi ini menciptakan ruang negosiasi yang terus berlangsung dalam konsolidasi pemerintahan Papua Selatan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan provinsi baru bergantung pada kemampuan mengelola identitas secara inklusif, memastikan representasi OAP, dan mencegah dominasi elite dalam struktur kekuasaan daerah.
Abstract:Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Papua Selatan II/2025 berperan penting dalam mengembangkan dan mengidentifikasi bakat atlet muda di provinsi baru Papua Selatan. Penelitian ini menggunakan studi literatur untuk meninjau…
fungsi Porprov sebagai wadah
pembinaan yang selaras dengan UU No. 11 Tahun 2022 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa Porprov tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga indikator efektivitas pembinaan kabupaten serta sarana memperkuat sportivitas, persatuan, dan identitas daerah. Dengan demikian, Porprov berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekosistem olahraga Papua Selatan
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis peran Human Resource Development (HRD) atau Pengembangan Sumber Daya Manusia sebagai agen kunci dalam proses pengembangan organisasi. Metode yang digunakan adalah studi…
tudi literatur sistematis, di mana data dikumpulkan dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan naratif-interpretatif untuk mengidentifikasi tema-tema utama dan tren yang muncul. Hasil kajian menunjukkan bahwa HRD memiliki tiga peran utama dalam pengembangan organisasi, yaitu (1) peran strategis dalam menyelaraskan tujuan individu dengan visi organisasi, (2) peran operasional melalui program-program pelatihan dan pengembangan, serta (3) peran transformasional dalam memfasilitasi perubahan budaya dan struktur organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa HRD bukan sekadar fungsi administratif, melainkan mitra strategis yang esensial dalam memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan organisasi di tengah dinamika lingkungan bisnis.
Abstract: Perkumpulan Harmoni Alam Papuana adalah organisasi masyarakat sipil yang berfokus pada pelestarian lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat adat di Provinsi Papua Selatan. Organisasi ini aktif dalam mengadvokasi perlindungan…
rlindungan hak-hak masyarakat adat, khususnya terkait dengan akses terhadap sumber daya alam dan pemanfaatan ruang hidup mereka.
Salah satu inisiatif penting yang dilakukan adalah kolaborasi dengan Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) untuk mendorong konsolidasi dan kerja kolaboratif antar organisasi masyarakat sipil di wilayah tersebut. Melalui diskusi "Para-para Harapan", Perkumpulan Harmoni Alam Papuana berupaya memperkuat pencapaian dan tujuan masing-masing organisasi dalam menghadapi dinamika pembangunan di Provinsi Papua Selatan.
Selain itu, organisasi ini juga terlibat dalam upaya mendesak pemerintah untuk menangani krisis pangan dan kebakaran hutan yang melanda wilayah tersebut. Bersama dengan enam organisasi lainnya, Perkumpulan Harmoni Alam Papuana menyuarakan pentingnya tindakan darurat untuk menyelamatkan dan memenuhi hak masyarakat adat yang terdampak krisis iklim dan kesulitan pangan.
Perkumpulan Harmoni Alam Papuana juga berpartisipasi dalam lokakarya inklusif yang bertujuan untuk pemajuan, penghormatan, dan perlindungan hak masyarakat adat serta lingkungan hidup di Provinsi Papua Selatan. Kegiatan ini melibatkan perwakilan masyarakat adat dari berbagai kabupaten dan menghadirkan narasumber dari berbagai instansi dan lembaga terkait.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Perkumpulan Harmoni Alam Papuana berkomitmen untuk menjaga harmoni antara manusia dan alam, serta memastikan keberlanjutan budaya dan kehidupan masyarakat adat di Papua Selatan.
Kata Kunci : Manajemen Pelayanan; Pelayanan Organisasi; Perkumpulan harmoni alam papuana
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Masjid Raya Al-Aqsha Merauke Berdasarkan Psak 45. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan desktiptif. Teknik…
k pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi, observasi lapangan dan wawancara. Teknik analisis data penelitian menggunakan metode pengumpulan data reduksi data dan dan penyajian data. Data yang diolah adalah hasil wawancara dengan pihak-pihak yang terkait dengan penelitian ini yaitu narasumber yang terdiri dari ketua, bendahara, dan jama’ah pada Masjid Raya Al-Aqsha Merauke. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Akuntabilitas pengelolaan keuangan pada Masjid Raya Al-Aqsha sudah mengelola, melaporkan dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan sumber daya publik dengan baik. Pengelola sudah memahami laporan keuangan dalam lingkup organisasi peribadatan dan pentingnya mencatat laporan keuangan, namun penerapan akuntansi untuk pencatatan laporan keuangan yang dilakukan masih dibuat dalam bentuk sederhana, yaitu pemasukan dan pengeluaran, sehingga belum sesuai dengan PSAK No. 45. Kendala penerapan pencatatan laporan keuangan berdasarkan PSAK 45 yaitu kurangnya pengetahuan tentang cara penyusunan laporan keuangan, kurangnya sumber daya yang berkompeten, belum adanya pelatihan atau pendampingan dari pihak terkait, dan belum ada sarana berupa program akuntansi sederhana
Abstract:Penelitan ini bertuuan untuk menentukan sektor unggulan dan struktur ekonomi Kabupaten Buton periode 2019-2023. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analsis location quotiention (LQ) dan tipologi klassen.…
en. Hasil analsisis location quotiention (LQ) menunjukan pertambangan penggalian, sektor listrik dan gas, pengadaan air pengelolaan, sampah limbah dan daur ulang, perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil, adm pemerintahan pertahanan jam sos wajib dan jasa pendidikan. Hasil analisis tipologi klassen menunjukan Kudaran I sektor pertambangan dan penggalian, pengadaan listrik dan gas, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil, adm pemerintahan daerah pertahanan jaminan sosial wajib. Kudaran II sektor pengadaan air, pengolahan limbah dan daur ulang serta jasa pendidikan. Kuadran III industri pengolahan, konstruksi, penyediaan akomodasi dan makan minum, Informasi dan Komunikasi. Sektor pada kuadran ini merupakan sektor potensial atau dapat berkembang dan jasa perusahaan. Kuadran IV pertanian, Kehutanan dan Perikanan, transportasi dan pergudangan, jasa keuangan dan asuransi, real estate, jasa kesehatan dan Kegiatan Sosial serta Jasa lainnya
Abstract:Sexual violence can occur in any environment, including the family. Most victims of sexual violence are women. One narrative depicting violence in a family context is the story of Tamar and Amnon in 2 Samuel 13:1-39, which…
ch is part of King David’s family history. The family, which should be a place of refuge, instead becomes an unsafe place. The patriarchal system that gives power to men and places women in a subordinate position is one of the causes. The text of 2 Samuel 13:1-39 is implied in the modern context because the problem of sexual violence in private spaces such as the home is also experienced by women today. A feminist approach is used to draw out women’s values and analyze the structure of the Davidic Kingdom family, identifying the causes and impacts, and how Tamar, as a woman, faced and overcame the moral crisis and sexual violence she experienced. This study uses a qualitative descriptive method with a hermeneutic approach, focusing on literature review to discuss related topics. The author found that Tamar, who experienced sexual violence in the family environment, did not receive justice. The cause of violence is the patriarchal system. Power struggles and invalid laws. Tamar did not remain silent but sought justice for herself by communicating her experiences to the public through religious and social symbolism. Learning from Tamar teaches modern women how to speak out about the injustices they experience.
Abstract:Kisah Naaman, seorang perwira Aram yang disembuhkan dari penyakit kusta dalam 2 Raja-Raja 5, memperoleh makna teologis yang lebih mendalam ketika Yesus menyebutnya dalam Lukas 4:27 sebagai satu-satunya yang disembuhkan pada…
ada zaman nabi Elisa. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan intertekstual antara kedua perikop tersebut melalui pendekatan teologi naratif dan intertekstualitas biblika. Fokus utama diarahkan pada eksplorasi makna teologis dari penyebutan tokoh non-Israel oleh Yesus, sekaligus implikasinya terhadap konsep universalitas anugerah Allah yang melampaui batas etnis, nasional, dan religius. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyembuhan Naaman bukan sekadar mukjizat fisik, melainkan simbol keterbukaan keselamatan Allah bagi semua bangsa yang bersedia percaya dan taat kepada-Nya. Dengan mengutip kisah Naaman, Yesus menantang eksklusivisme religius yang sering kali membatasi karya Allah hanya pada kelompok tertentu, serta menyatakan inklusivitas misi Kerajaan Allah yang bersifat lintas batas dan transformatif. Narasi ini juga memperlihatkan bahwa karya keselamatan Allah sejak Perjanjian Lama sudah diarahkan pada pemulihan universal, yang mencapai puncaknya dalam pelayanan Yesus Kristus. Dengan demikian, kisah Naaman menegaskan pentingnya gereja masa kini untuk mewujudkan misi yang terbuka, kontekstual, dan inklusif, sebagai respons terhadap kasih karunia Allah yang tidak terbatas oleh kebangsaan, budaya, maupun tradisi keagamaan tertentu.
Abstract:Penelitian ini mengulas perjalanan dan transformasi kepemimpinan Raja Salomo, yang awalnya dikenal sebagai pemimpin yang paling bijaksana dalam sejarah, namun kemudian menjadi pemimpin yang lalim. Penelitian ini menganalisis…
isis peran teologis dalam narasi Kisah Raja Salomo, dengan fokus pada aspek kebanggaan dan kemakmuran yang berkontribusi pada akar kejatuhan Salomo. Dalam konteks ini, penelitian ini menjelaskan bagaimana kebijaksanaan awal Salomo digantikan oleh kemewahan dan pengaruh negatif kekayaan, sehingga dia terjerumus ke dalam berbagai dosa terhadap rakyatnya dan Tuhannya. Serta semua kesalahan yang dilakukannya berkaitan dengan perubahan paradigma kepemimpinan. Hasil penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya moralitas dan nilai-nilai spiritual dalam menjaga kualitas kepemimpinan, serta mengilustrasikan bagaimana kejatuhan seorang pemimpin dapat menjadi pelajaran berharga dalam konteks teologis.
Abstract:Jamur makroskopis berperan penting sebagai dekomposer dalam ekosistem hutan, namun data morfologinya di kawasan hutan kampus masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan karakteristik morfologi…
fologi jamur makroskopis pada substrat serasah daun di kawasan hutan UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif melalui teknik purposive sampling pada tiga stasiun pengamatan. Hasil penelitian menemukan enam morfotipe jamur, yaitu Leucocoprinus sp., Clavulina sp., Marasmius sp. (dua morfotipe), Mycena sp., dan Coltricia sp. Variasi morfologi meliputi bentuk, warna, tekstur tudung, karakteristik stipe, dan tipe himenofor sebagai bentuk adaptasi terhadap mikrohabitat serasah daun. Penelitian ini menyediakan data dasar keanekaragaman jamur lokal serta menunjukkan potensi biodiversitas jamur di kawasan hutan kampus.
Macroscopic fungi play an important role as decomposers in forest ecosystems, yet information on their morphology in campus forests remains limited. This study aimed to identify and describe the morphological characteristics of macroscopic fungi growing on leaf litter in the forest area of UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. A descriptive exploratory method with a qualitative approach and purposive sampling was employed. Six fungal morphotypes were identified: Leucocoprinus sp., Clavulina sp., Marasmius sp. (two morphotypes), Mycena sp., and Coltricia sp. Morphological variations included cap shape, color, texture, stipe characteristics, and hymenophore type, reflecting adaptation to leaf litter microhabitats. The findings provide baseline data on local fungal biodiversity and demonstrate the biodiversity potential of the campus forest.