Search Articles & Publications

Showing 70 articles found for "Popular"

ACCURACY AND ACCEPTABILITY OF THE WELLERMAN’S FOLKSONG TRANSLATION

Luqman Rosyidi, Ulayya, Putri Itsna, Afifah, Miftah Nur, Anam Sutopo, Dwi Haryanti
Abstract: An English folksong entitled The Wellerman became popular in Indonesia recently. Therefore, the accuracy and acceptability in folksong were important to be investigated. This paper reported the accuracy and acceptability… of English into Indonesian translation in a folksong entitled The Wellerman. This research applied descriptive qualitative method. In addition, this research combined with purposive sampling technique. Nababan translation quality assessment framework was used to investigate the accuracy and acceptability of the folksong. The whole The Wellerman’s lyrics consist of 28 lines which was then assessed by the raters in terms of its accuracy and acceptability. The raters were 2 translators and 1 writer. The raters were purposely chosen to conduct reliable results of the accuracy and acceptability. This study found the average score of the accuracy was 2. 35 with 198 total scores and the average score of the acceptability was 2.48 with 209 total scores. The result indicates that the translation was relatively accurate and acceptable for the raters. However, it needs further improvement to maintain the context of the source text (ST) in the target text (TT) to reach an accuracy and acceptability in The Wellerman folksong. This study implied that it is crucial to maintain the imagery, narration, and the context of folksong translation. 

Storytelling Sensasional Di Era Algoritma: Tinjauan Hadis Larangan Membuka Aib Terhadap Fenomena Sadfishing Dan Eksploitasi Emosi Di Media Sosial

Al Farisi, Muhammad Salman, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi Generasi Z menjadi lebih terbuka dan berorientasi pada keterlibatan (engagement), sehingga melahirkan fenomena sadfishing dan oversharing yang sering kali menampilkan… kan persoalan pribadi, konflik rumah tangga, maupun pengalaman hidup yang bersifat privat di ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hadis “Kullu ummatī mu‘āfā illā al-mujāhirīn” serta relevansinya terhadap fenomena tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research dan netnografi. Data primer diperoleh dari hadis riwayat Imam al-Bukhari dan Imam Muslim beserta kitab-kitab syarah hadis, sedangkan data sekunder berasal dari jurnal ilmiah, artikel akademik, dan data digital terkait komunikasi media sosial. Analisis dilakukan melalui takhrij hadis, i‘tibar sanad, analisis matan, analisis isi (content analysis), dan analisis netnografi terhadap kasus oversharing yang viral di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis “Kullu ummatī mu‘āfā illā al-mujāhirīn” berstatus sahih dan mengandung prinsip etika yang menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri, menutup aib, serta menghindari perilaku mujāharah atau membuka sesuatu yang telah Allah tutupi. Analisis fiqh al-hadis menunjukkan bahwa Islam memperbolehkan penyampaian persoalan pribadi untuk tujuan mencari bantuan atau keadilan, namun melarang pembukaan aib yang bertujuan memperoleh perhatian, popularitas, atau validasi sosial. Hasil analisis netnografi juga menunjukkan bahwa fenomena oversharing dan sadfishing di media sosial memiliki karakteristik yang mendekati konsep mujāharah, terutama ketika persoalan privat dijadikan komoditas digital demi meningkatkan engagement. Oleh karena itu, hadis ini memiliki relevansi yang kuat sebagai landasan etika komunikasi digital bagi Generasi Z dalam menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Adaptasi Nilai-Nilai Tasawuf di Ruang Digital: Analisis Etika Ikhlas, Sabar, dan Tawadhu' dalam Komunikasi Media Sosial

Nur Rahma Shanty, Ali Asfiyak, M. Sirojudin Alfin Abas, Siti Isti’anah, M. Romadhon, Chafidz Kusnindar
Abstract: Perkembangan media sosial di era digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi masyarakat, namun sekaligus melahirkan berbagai problem etika seperti ujaran kebencian, disinformasi, performativitas religius,… gius, dan polarisasi sosial. Berbagai pendekatan normatif, hukum, dan teknis yang ada dinilai belum sepenuhnya mampu menyentuh akar persoalan etika komunikasi digital yang bersifat batiniah dan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan adaptasi nilai-nilai tasawuf, yaitu ikhlas, sabar, dan tawadhu, sebagai fondasi etika komunikasi digital yang kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan atau library research, melalui analisis deskriptif-analitis dan normatif-konseptual terhadap literatur tasawuf klasik dan kontemporer serta kajian etika komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ikhlas berperan dalam membangun orientasi komunikasi yang berlandaskan kejujuran dan kemaslahatan, sabar berfungsi sebagai mekanisme pengendalian emosi dan ketahanan moral dalam merespons konflik serta arus disinformasi, sementara tawadhu mendorong sikap kerendahan hati epistemik dan dialog yang inklusif di ruang digital. Integrasi ketiga nilai tersebut membentuk kerangka etika komunikasi digital berbasis tasawuf yang bersifat holistik, spiritual, dan humanis. Meskipun menghadapi tantangan struktural akibat logika algoritmik dan budaya popularitas media sosial, pendekatan tasawuf menawarkan kontribusi penting dalam membangun komunikasi digital yang lebih beradab, bermakna, dan bertanggung jawab.

THE EFFECT OF CANVA-ASSISTED STAD TYPE COOPERATIVE LEARNING MODEL ON PHYSICS LEARNING OUTCOMES ON THE MAIN MATERIAL OF MOMENTUM AND IMPULSE OF GRADE X MIPA STUDENTS IN THE EVEN SEMESTER OF SMA MULIA PRATAMA MEDAN IN THE 2022/2023 ACADEMIC YEAR

Andika
Abstract: This study aims to determine the effect of the STAD type cooperative learning model assisted by Canva on physics recognizing consequences in the situation of momentum and impulse material for the sophistication of X MIPA&#8230; SMA Mulia Pratama Medan Academic Year 2022/2023. The type of research is a quasi-experimental study. The population is Class X MIPA semester 1 SMA Mulia Pratama Medan Academic Year 2022/2023. The research pattern was taken from general sampling, which consists of training, namely the experimental class of 30 students carrying out the STAD version of learning assisted by Canva, and the control class of 30 students carrying out the Direct education (DI) model. Research notes were obtained using a tool in the form of an essay test which includes 10 questions that have been tested beforehand to see the validity of the questions, reliability, stages of the questions and discriminating power. Based on the results of the study for the experimental class, received an average pretest of 50.50 with a trendy deviation of 9.45 and an average post-test rating of 85.07 with a desired deviation of 6.06. For the splendor of manipulation, the average pretest value became 49.57 with a standard deviation of 9.18 and the average posttest value became 79.89 with a popular deviation of 5.48. both trainings have been declared generally disbursed (obtained L0 Fcount statistical test (two-tailed t test) for α = 0.05 and dk 58 obtained tcount < ttable, especially 0.418 < 2.002, this shows that the initial abilities in both classes are the same. Then the two classes were given different treatments and at the end of the learning a post-test was given. From the results of the statistical test of the data (one-tailed t test) obtained tcount> ttable, especially 6.143> 1.671, this final result shows that there is a broad influence of the STAD type cooperative learning model assisted by Canva on physics learning in gaining knowledge about the effects in the problem of calculating the amount of momentum and impulse of class X MIPA students semester I SMA Mulia Pratama Medan 2022/2023 academic year.  

Analisis Literatur Keberhasilan Pemberdayaan Masyarakat Desa Terpencil: Peran Model Desa Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Lokal (Refleksi Kasus: Desa Wisata Huta Tinggi, Samosir)

Sitompul, Hizkia, Br Tumeang, Anita Louis
Abstract: Keberhasilan pemberdayaan masyarakat di desa terpencil seperti Desa Wisata Huta Tinggi menunjukkan bahwa kesuksesan tersebut tidak murni lahir begitu saja, melainkan dari sinergi antara agensi lokal dan intervensi eksternal&#8230; nal yang terkoordinasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergeseran paradigma pembangunan nasional yang memprioritaskan desa sebagai subjek pembangunan (Desa SDGs) dan popularitas model Community-Based Tourism (CBT) sebagai strategi pengentasan kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara kritis faktor-faktor penentu keberhasilan pemberdayaan di Desa Huta Tinggi dan dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan lokal, baik secara ekonomi maupun sosial. Menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, penelitian ini mensintesis berbagai sumber akademis dan laporan untuk membangun kerangka analisis yang komprehensif. Penelitian ini menemukan bahwa anatomi keberhasilan Desa Huta Tinggi ditopang oleh tiga pilar: (1) peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan terstruktur yang menghasilkan inovasi produk (misalnya, yogurt susu kerbau); (2) penguatan kelembagaan lokal melalui peran sentral Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai motor penggerak partisipasi; serta (3) kolaborasi multi-pihak yang efektif, yang mengintegrasikan dukungan top-down (pemerintah, swasta) dengan inisiatif bottom-up (masyarakat). Dampak dari pemberdayaan ini bersifat multidimensional, mencakup diversifikasi ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru, serta revitalisasi budaya dan penguatan kohesi sosial. Disimpulkan bahwa Huta Tinggi memvalidasi model CBT hibrida yang efektif dan dapat direplikasi, di mana keberhasilan awal menjadi fondasi yang kokoh. Namun, keberlanjutan jangka panjangnya kini menghadapi tantangan fase konsolidasi menuju stagnasi, seperti keterbatasan infrastruktur dan tekanan lingkungan, yang menuntut pergeseran fokus dari membangun ke mengelola secara berkelanjutan.

Fangirling Culture in X: a Virtual Ethnographic Study of Seventeen Boygroup Fans in Makassar City

Nabila Rahmayuni Saharuddin, Abdul Rahman
Abstract: This study explores the cultural practice of fangirling on social media platform X as a space for identity negotiation and communal solidarity in the digital era. Using a digital ethnography approach, data was collected&#8230; through participant observation, in-depth interviews with fans, and a documentary study of the digital footprints of the informants. The results show that fangirling is not merely a form of passive consumption, but rather a communal cultural activity carried out massively and organized through fictitious kinship structures in cyberspace. This phenomenon manifests itself in the form of digital "work culture," such as the ritual of collectively streaming music and mobilizing votes to increase the symbolic capital of the idol group SEVENTEEN on the global stage. This practice confirms a shift in social interaction patterns, where group loyalty is bound by a commitment to the idol's aesthetics and achievements. Anthropologically, this activity creates a new value system that blurs the boundaries between the private space of fans and the digital public space, while simultaneously strengthening the position of social media platform X as a primary locus in the formation of contemporary popular culture.

Social Reality of Employment in Bengkulu Province: Policy Analysis of Programs, Obstacles, and Challenges

Reza Oktaviani, Ahnaf, Nugraha, Santi, Jannah, Diah Nadiatul
Abstract: Employment is an activity undertaken by individuals to earn income in order to sustain a decent standard of living. Employment relationships are established through agreements between employers and workers, and such agreements&#8230; ements should ensure decent work conditions. However, in reality, there is insufficient government supervision in ensuring the fulfillment of workers’ rights in accordance with Law No. 13 of 2003. The distribution of rights for female workers is also not optimally implemented. In addition, workforce skills remain a concern, as many workers only possess primary to junior secondary education. Furthermore, freelance work has become increasingly popular due to its flexibility in time and location. Therefore, solutions are needed to address employment issues in Bengkulu Province. Data collection in this study was conducted through interviews with the Bengkulu Provincial Manpower Office. Data analysis employed a qualitative approach. The findings indicate that many workers are engaged in seasonal sectors with unstable income. The Bengkulu Provincial Manpower Office has implemented programs such as job fairs, vocational training and education, and occupational health and safety socialization. Generation Z is perceived as less loyal and tends to frequently change jobs, showing a strong preference for freelance work due to its flexibility. Policy development is needed to provide legal protection for workers. Recommended actions include stricter enforcement against companies violating labor rights, particularly those committing violence against female workers, conducting awareness programs in collaboration with the Ministry of Women’s Empowerment and Child Protection and labor protection institutions, and optimizing integrated reporting systems to accelerate the resolution of such cases.

Tinjauan Fiqih Muamalat Dalam Transaksi Bitcoin Di Aplikasi Pintu

Muhammad Sang Cadas Nursyam Putra, Rifky Deris Alfarizi, Muhibban
Abstract: Begitu meningkatnya popularitas transaksi cryptocurrency, khususnya bitcoin ,di mana harga Bitcoin yang sangat tinggi di pasar dunia, maka banyak peminat dari kalangan  elit hingga rakyat biasa di dunia yang ingin bertransaksi&#8230; ansaksi atau berinvestasi dengan Bitcoin, tidak terkecuali di Indonesia. Sementara di Indonesia, mayoritas penduduknya adalah Muslim, dan perlunya pemahaman fiqh muamalat dalam konteks tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian transaksi bitcoin yang dilakukan melalui aplikasi Pintu dengan prinsip-prinsip fiqh muamalat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara dengan para ahli fiqh dan pengguna aplikasi Pintu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi bitcoin di aplikasi Pintu dapat memenuhi kriteria fiqh muamalat, asalkan memenuhi syarat kejelasan dan tidak mengandung unsur gharar (ketidakpastian) yang berlebihan. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman fiqh muamalat dalam bertransaksi bitcoin untuk memastikan kepatuhan terhadap nilai-nilai syariah dan mengurangi risiko yang mungkin timbul dalam praktik investasi digital.

Kualitas Pelayanan Pada Customer Service Dalam Game Online Valorant Di Jalan Delima Kota Pekanbaru

Darmawati, Fadli Nur
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan customer service dalam game online Valorant di Jalan Delima, Kota Pekanbaru. Permainan daring yang populer ini sering kali melibatkan interaksi langsung antara&#8230; ra pemain dan customer service untuk mendukung pengalaman bermain yang lebih baik. Namun, meskipun popularitas Valorant terus berkembang, masalah pelayanan yang buruk dapat berdampak negatif terhadap kepuasan pemain. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan survei untuk menilai tingkat kepuasan pemain terhadap layanan yang diberikan. Data diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada 100 pemain Valorant yang aktif di Jalan Delima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar pemain merasa puas dengan waktu respons customer service, mereka menginginkan adanya peningkatan dalam hal komunikasi dan penyelesaian masalah yang lebih cepat. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan sistem dukungan pelanggan yang lebih efisien.

Islam Berkemajuan dan Islam Liberal: Sebuah Komparasi

Muhammad, Mahdi, Inayatul Khaqu Al-Amini, Siti Duwi Lestari, Astika Nurul Hidayah
Abstract: Islam berkemajuan adalah slogan yang lekat dengan kalangan Muhammadiyah. Slogan ini bukan merupakan “barang baru”, Islam Berkemajuan sudah dipakai ketika zaman awal Muhammadiyah. Semenjak muktamar ke-47 tersebut, Islam Berkemajuan&#8230; am Berkemajuan ala Muhammadiyah menjadi salah satu gagasan popular bersanding dengan gagasan-gagasan Islam lain yang salah satunya adalah Islam Liberal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis untuk kemudian menjawab perbedaan mendasar kedua gagasan tersebut dengan cara mengkomparasikan karakter-karakter yang dimilikinya. Penelitian ini adalah peneltian kepustakaan penelitian kepustakaan dengan teknik analisis dan perbandingan (studi komparasi). Penelitian ini menunjukkan bahwa antara ideology Islam Berkemajuan ala Muhammadiyah dan Islam Liberal terdapat sebuah perbedaan mendasara yaitu pada objek pembaharuan dalam Agama. Islam Liberal menganut pemahaman bahwa agama harus menyesuaikan zaman dan pembaharuan dapat dilakukan dalam setiap dimensi agama, sedangkan Islam Berkemajuan menitikberatkan tajdid dalam bidang Muamalah.