Abstract:Perkembangan media digital telah mengubah pola pemasaran usaha mikro, termasuk pelaku street coffee di Kota Yogyakarta. Banyak pelaku street coffee yang belum memanfaatkan media digital secara optimal akibat keterbatasan…
pengetahuan dan keterampilan pemasaran digital. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya sosialisasi yang terarah dan aplikatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku street coffee dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui kegiatan sosialisasi, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku usaha mengenai fungsi media digital, khususnya media sosial, sebagai sarana promosi, komunikasi dengan konsumen, dan pembentukan citra usaha. Kebaruan kegiatan ini terletak pada model sosialisasi yang sederhana, praktis, dan disesuaikan dengan karakteristik usaha street coffee. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi pemanfaatan media digital mampu mendorong perubahan sikap dan praktik pemasaran pelaku street coffee.
Abstract:Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi program pelatihan soft skill bagi santri Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan pemecahan masalah.…
. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model partisipatif melalui pre-test, post-test, observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 65,3 menjadi 83,7 dengan perubahan perilaku positif seperti meningkatnya kepercayaan diri, tanggung jawab, dan empati sosial. Dan pelatihan soft skill berbasis nilai keislaman efektif memperkuat karakter, kepemimpinan, dan kesiapan santri menghadapi tantangan era modern.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemahaman serta penerapan nilai-nilai filsafat pendidikan humanisme, pragmatisme, dan eksistensialisme dalam proses pembelajaran di PKBM Taman Belajar Masyarakat. Penelitian menggunakan…
akan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan satu tutor sebagai informan utama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai humanisme tercermin dalam sikap tutor yang menghargai keberagaman warga belajar dan menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman serta mendukung. Nilai pragmatisme tampak melalui metode pembelajaran yang fleksibel dan berorientasi pada pengalaman nyata peserta didik. Adapun nilai eksistensialisme diwujudkan melalui pemberian kesempatan kepada warga belajar untuk mengembangkan kesadaran diri, memilih strategi belajar, dan bertanggung jawab atas proses belajarnya. PKBM berperan sebagai lembaga pendidikan nonformal yang menyediakan akses belajar terjangkau dan berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Meskipun masih terdapat kendala, seperti keterbatasan fasilitas dan kebutuhan peningkatan kompetensi tutor, penerapan nilai-nilai filsafat pendidikan di PKBM menunjukkan perkembangan positif menuju pembelajaran yang lebih humanis, kontekstual, dan memberdayakan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan praktik pembelajaran pada lembaga pendidikan nonformal.
Abstract:Perkembangan teknologi informasi memberikan peluang besar dalam mengoptimalkan proses pembelajaran mahasiswa melalui pendekatan personalisasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi rekomendasi program belajar…
elajar mandiri yang berbasis pada analisis gaya belajar mahasiswa. Sistem dirancang untuk mengidentifikasi kecenderungan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik, kemudian memberikan rekomendasi materi, metode, dan media belajar yang sesuai. Metode pengembangan sistem menggunakan pendekatan waterfall dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Data diperoleh melalui kuesioner gaya belajar dan wawancara terhadap 100 mahasiswa dari berbagai program studi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan rekomendasi dengan tingkat kepuasan pengguna sebesar 87% dan membantu meningkatkan efektivitas belajar mandiri mahasiswa. Temuan ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam personalisasi pembelajaran di perguruan tinggi berbasis teknologi informasi.
Abstract:Pasar tradisional memegang peran penting dalam perekonomian masyarakat, namun kerap menghadapi permasalahan terkait transparansi transaksi, pencatatan keuangan, dan pengelolaan data pedagang. Penelitian ini bertujuan mengembangkan…
gembangkan sistem informasi manajemen pasar tradisional berbasis teknologi blockchain guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keamanan data transaksi. Metode penelitian menggunakan model Rapid Application Development (RAD) dengan tahapan perencanaan, perancangan, implementasi, dan evaluasi. Data diperoleh melalui wawancara dengan pengelola pasar, pedagang, dan pembeli, serta analisis sistem yang berjalan. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu mencatat seluruh transaksi secara real-time dan tidak dapat dimanipulasi, sehingga meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan. Penggunaan blockchain juga memperkuat aspek keamanan dan auditabilitas data. Sistem ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam modernisasi pasar tradisional menuju tata kelola berbasis digital yang transparan.
Abstract:Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diluncurkan sejak tahun 2014 melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan reformasi penting dalam sistem pembiayaan kesehatan di Indonesia. Fasilitas…
Kesehatan Tingkat Primer (FKTP) menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan melalui mekanisme kapitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan JKN di FKTP dari aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi berdasarkan teori implementasi Edward III. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan 10 informan (kepala puskesmas, tenaga kesehatan, petugas BPJS, dan pasien). Hasil menunjukkan bahwa komunikasi kebijakan masih mengalami kendala terutama dalam hal sosialisasi kepada masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, dan infrastruktur yang belum merata. Disposisi pelaksana kebijakan tergolong baik, namun belum didukung sepenuhnya oleh struktur birokrasi yang adaptif. Kesimpulan dari studi ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM, penguatan sistem informasi dan integrasi sistem rujukan, serta pemantauan rutin dari pihak BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan.
Abstract:Digitalisasi wakaf melalui inovasi teknologi berbasis aplikasi merupakan terobosan penting dalam pengembangan keuangan sosial Islam dan peningkatan literasi keuangan syariah masyarakat di era industri 4.0. Penelitian ini…
bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran, mekanisme, peluang, serta tantangan pemanfaatan aplikasi wakaf digital dalam meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap keuangan syariah. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi kasus, penelitian ini mengkaji platform aplikasi wakaf digital yang bermitra dengan lembaga keuangan syariah dan nazhir tersertifikasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semiterstruktur, observasi nonpartisipan terhadap antarmuka aplikasi, serta studi pustaka terhadap regulasi dan literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi wakaf digital berfungsi ganda sebagai alat transaksi sekaligus kanal edukasi interaktif. Fitur-fitur seperti modul singkat, simulasi keuangan, dan laporan akuntabilitas real-time berhasil menurunkan hambatan psikologis, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperluas basis wakif di kalangan generasi muda yang akrab teknologi. Lebih lanjut, inovasi ini mentransformasi paradigma tradisional wakaf dari aset fisik skala besar menjadi wakaf uang mikro yang fleksibel. Meskipun demikian, tantangan signifikan masih dihadapi, meliputi regulasi yang belum sepenuhnya akomodatif terhadap fintech wakaf, isu keamanan data, kesenjangan infrastruktur digital di pedesaan, serta rendahnya kompetensi teknologi sebagian nazhir. Oleh karena itu, optimalisasi wakaf digital memerlukan sinergi kuat antara regulator, Badan Wakaf Indonesia, dan pengembang fintech untuk membangun ekosistem yang aman, patuh syariah, dan user-friendly.
Abstract: Fenomena maraknya budaya pencitraan digital memicu pergeseran motif belanja generasi muda Muslim dari pemenuhan kebutuhan fungsional menjadi sekadar pemenuhan identitas artifisial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis…
nalisis karakteristik perilaku konsumsi semu akibat tren media sosial serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip etika konsumsi dalam ekonomi Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap informan Muslim perkotaan yang dipilih secara purposive dan snowball sampling, dikombinasikan dengan observasi digital serta dokumentasi teks sosial. Hasil penelitian mengonstruksi temuan kebaruan bahwa konsumsi semu digerakkan oleh sindrom ketakutan tertinggal dari tren viral (fear of missing out), ulasan kelompok, gaya hidup hedonistik, dan tawaran kilat lokapasar, di mana barang dikonsumsi demi validasi sosial berupa apresiasi digital ketimbang asas manfaat nyata. Ditinjau dari ekonomi Islam, perilaku ini terbukti beririsan negatif dan bertentangan dengan prinsip kesederhanaan (qana'ah), keseimbangan, dan prioritas maslahat, serta dikategorikan sebagai tindakan berlebih-lebihan (israf) dan pemborosan (tabdzir) yang mengabaikan perlindungan harta (hifz al-maal). Kesimpulannya, konsumsi semu merusak stabilitas finansial dan spiritual individu, sehingga memerlukan penguatan etika tauhid dan optimalisasi media sosial sebagai sarana dakwah gaya hidup minimalis serta literasi keuangan syariah.
Abstract:Kesehatan ibu dan anak tetap menjadi prioritas strategis pembangunan kesehatan karena mencerminkan mutu pelayanan kesehatan, implementasi kebijakan, dan kesejahteraan masyarakat. Di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, pelaksanaan…
elaksanaan Program Kesehatan Ibu dan Anak menghadapi tantangan berupa hambatan geografis, ketimpangan akses layanan, dan belum optimalnya pelayanan lanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Program Kesehatan Ibu dan Anak serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di Kecamatan Sukajaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain evaluatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan enam informan yang dipilih secara purposif, meliputi unsur pemerintah kecamatan, pimpinan puskesmas, tenaga kesehatan, dan penerima layanan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan evaluasi program mengacu pada model CIPP serta perspektif efektivitas Dunn dan Steers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program telah berjalan cukup efektif, terutama pada layanan dasar seperti persalinan di fasilitas kesehatan, pelayanan nifas, imunisasi, dan pelayanan balita. Namun, program belum optimal karena keterbatasan sumber daya manusia, kondisi geografis yang sulit, belum lengkapnya kunjungan antenatal, lemahnya penanganan rujukan komplikasi, dan belum meratanya kesadaran masyarakat. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan analisis capaian indikator program dengan faktor implementasi kebijakan pada konteks wilayah terpencil. Penguatan layanan jemput bola, sistem rujukan, distribusi tenaga kesehatan, dan edukasi masyarakat menjadi kunci peningkatan efektivitas program.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika identitas budaya mahasiswa Nias dalam mempertahankan nilai-nilai tradisional di lingkungan kampus multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif…
iptif dengan teknik purposive sampling terhadap delapan mahasiswa Nias di Jurusan Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Medan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas budaya berkembang secara dinamis melalui proses adaptasi dan interaksi sosial. Mahasiswa tidak hanya menyesuaikan diri dengan budaya baru, tetapi juga mempertahankan identitas melalui penggunaan bahasa daerah, praktik alih kode, serta pemertahanan nilai-nilai tradisional. Faktor pendukung meliputi dukungan keluarga, komunitas mahasiswa, dan solidaritas kelompok, sedangkan hambatan berasal dari dominasi budaya mayoritas dan keterbatasan jumlah mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa adaptasi tidak selalu menghilangkan identitas budaya, melainkan dapat memperkuatnya dalam konteks sosial yang baru.