Abstract:Stres kerja merupakan masalah utama yang berdampak negatif pada kinerja dan kesejahteraan psikologis karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan program psikoedukasi berbasis strategi komunikasi positif…
itif di PT. Karya Insani Sejahtera. Melalui analisis kebutuhan awal dan pelatihan sistematis, program ini berfokus pada peningkatan keterampilan karyawan dalam mengelola stres serta membangun komunikasi interpersonal yang efektif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, yang tercermin dari perbandingan nilai pre-test dan post-test. Diharapkan, intervensi ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih suportif, kolaboratif, dan produktif bagi seluruh karyawan.
Abstract:Dalam era kerja kolaboratif, efikasi kolektif menjadi faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan kinerja tim. Rendahnya efikasi kolektif sering kali menyebabkan kurangnya kepercayaan antar anggota, lemahnya koordinasi,…
, dan menurunnya produktivitas tim. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efikasi kolektif karyawan melalui psikoedukasi yang dirancang khusus untuk memperkuat komunikasi, kepercayaan tim, dan pemahaman terhadap tujuan bersama. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Mei 2025 secara daring melalui Platform Zoom Meeting dan diikuti oleh 37 karyawan PT. Bumi Asri Nusa. Pengukuran dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang diisi oleh 29 peserta, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman efikasi kolektif (p = 0,001), yang mengindikasikan bahwa intervensi psikoedukasi ini efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi psikoedukasi berbasis kebutuhan organisasi dapat menjadi solusi praktis dalam meningkatkan efikasi kolektif dan mendorong produktivitas tim secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia dan penguatan budaya kerja kolaboratif di lingkungan organisasi.
Abstract:Tekanan atau stres di lingkungan kerja merupakan isu yang kerap ditemui dan berpotensi berdampak pada kesejahteraan psikologis serta kinerja pegawai. Salah satu penyebab utama munculnya tekanan atau stres tersebut adalah…
lemahnya interaksi dan komunikasi antar individu di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pegawai mengenai peran penting komunikasi yang baik dalam mengatasi tekanan kerja melalui sebuah webinar. Kegiatan ini dilakukan secara virtual dan mencakup penyampaian materi, sesi tanya jawab, serta pengisian formulir evaluasi secara daring. Total terdapat 28 peserta, dengan 18 di antaranya mengisi daftar hadir sekaligus evaluasi kegiatan. Dari hasil evaluasi, sebanyak 63,6% peserta mengaku puas, sementara 36,4% menyatakan sangat puas dengan jalannya kegiatan. Selain itu, 59,1% menyatakan mereka memahami isi materi, sedangkan 40,9% merasa cukup memahaminya. Para peserta juga menilai bahwa isi materi selaras dengan situasi kerja mereka dan memberi pandangan baru mengenai cara berkomunikasi yang lebih efektif untuk mengurangi tekanan atau stres kerja. Hasil ini mengindikasikan bahwa penyuluhan dalam bentuk webinar bisa menjadi pendekatan yang efektif untuk menumbuhkan kesadaran dan kemampuan komunikasi dalam rangka mengelola stres di lingkungan pekerjaan.
Abstract:Dalam era globalisasi dan persaingan kerja yang semakin kompetitif, tuntutan terhadap produktivitas individu mengalami peningkatan signifikan. Salah satu konsekuensi dari kondisi ini adalah munculnya fenomena toxic productivity,…
ctivity, yaitu dorongan berlebihan untuk terus produktif bahkan di luar jam kerja yang seharusnya. Individu yang mengalami toxic productivity cenderung merasa bersalah saat beristirahat, mengabaikan kebutuhan fisik dan psikologis, serta merasakan tekanan internal maupun eksternal untuk terus bekerja tanpa henti (Dwipa, 2023). Penelitian ini dilakukan melalui metode psikoedukasi secara webinar yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman karyawan mengenai toxic productivity. Hasil psikoedukasi menunjukkan peningkatan pemahaman materi yang disampaikan terhadap karyawan di PT. Midi Utama Indonesia, tbk Branch Makasar, hal ini ditunjukkan dengan peningkatan jawaban skor rata-rata peserta pada saat melakukan post-test dibandingkan dengan saat melakukan pre-test
Abstract:Minimnya pemahaman serta tingginya tekanan dari lingkungan akademik dan sosial membuat remaja rentan mengalami gangguan mental seperti stres, kecemasan, hingga depresi. Oleh karena itu, intervensi berupa psikoedukasi menjadi…
jadi strategi preventif yang penting untuk meningkatkan literasi kesehatan mental di kalangan pelajar. Kegiatan psikoedukasi bertema Kesehatan Mental Remaja yang dilaksanakan di SMAN 23 Makassar pada tanggal 23 April 2025 bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada siswa mengenai dinamika perkembangan remaja dan pentingnya menjaga kesehatan mental. Kegiatan ini mencakup penyampaian materi mengenai perubahan fisik, kognitif, emosi, dan sosial pada masa remaja, mitos dan fakta terkait generasi Z, serta strategi menjadi remaja yang sehat mental. Selain itu, sesi role play juga dilakukan untuk meningkatkan empati dan keterampilan sosial siswa dalam menghadapi situasi perundungan. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya kesehatan mental dan keaktifan mereka dalam berdiskusi serta mengekspresikan pandangan pribadi. Psikoedukasi ini diharapkan dapat menjadi model penguatan karakter dan kesejahteraan psikologis remaja melalui pendekatan yang edukatif, interaktif, dan aplikatif di lingkungan sekolah.
Abstract:Penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu tantangan besar di Indonesia, khususnya bagi warga binaan pemasyarakatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri dan ketahanan pribadi warga binaan melalui pendekatan…
ekatan psikoedukasi. Kegiatan dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar dalam bentuk webinar yang melibatkan 30 warga binaan kasus narkoba. Program ini mencakup sesi pembukaan, ice breaking, penyampaian materi, diskusi, dan refleksi mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai dampak negatif narkoba serta munculnya kesadaran terhadap potensi diri untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu merefleksikan sisi negatif serta positif dari diri mereka sebagai langkah awal transformasi pribadi. Psikoedukasi terbukti efektif sebagai intervensi psikologis dalam membangun pola pikir positif, pengelolaan emosi, dan kesiapan kembali ke masyarakat. Dengan demikian, program ini menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan dapat berfungsi sebagai wadah rehabilitasi mental melalui pendekatan edukatif yang terstruktur.
Abstract:Penelitian ini didasari oleh keterbatasan akses pendidikan pada anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan, serta pentingnya dukungan pendidikan melalui rehabilitasi sosial seperti yang dilakukan di Sentra Wirajaya…
ya Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian berjumlah dua orang AMPK yang belum pernah mengenyam pendidikan formal. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan pendamping sosial (Pensos), serta dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran program CALISTUNG (membaca, menulis, dan berhitung) dalam menstimulasi kemampuan kognitif Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) di Sentra Wirajaya Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program CALISTUNG memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan aspek kognitif anak, terutama dalam hal pengenalan huruf, angka, serta kemampuan dasar membaca dan menulis. Program ini juga membantu meningkatkan kepercayaan diri anak dan keterampilan sosial dasar.
Abstract:Korban kekerasan, baik perempuan maupun anak-anak, sering mengalami dampak psikologis yang memerlukan penanganan awal sebelum intervensi lanjutan. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah Psychological First Aid…
d (PFA) atau pertolongan pertama psikologis. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelatihan PFA dalam meningkatkan pemahaman petugas layanan di UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Sulawesi Selatan terkait penanganan awal kondisi psikologis korban. Kegiatan pelatihan dilakukan melalui metode ceramah dan roleplay. Sebanyak 10 petugas layanan UPT PPA mengikuti pelatihan PFA, dan efektivitasnya diukur melalui hasil pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.005 < 0.05. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Temuan ini membuktikan bahwa pelatihan PFA dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap prinsip dan langkah-langkah dalam memberikan dukungan psikologis awal. Pelatihan ini diharapkan memperkuat keterampilan dasar petugas layanan dalam merespons kondisi psikologis korban secara cepat dan tepat. Implikasi kegiatan ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lembaga layanan kekerasan melalui pelatihan berbasis kompetensi psikologis seperti PFA.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan asertif (assertive training) dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal pada aparatur sipil negara (ASN) di UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi,…
Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Komunikasi interpersonal yang efektif sangat penting dalam lingkungan kerja birokrasi guna mendukung koordinasi dan produktivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Sebanyak 20 orang ASN berpartisipasi dalam program pelatihan yang dilaksanakan selama satu hari dan terdiri atas ceramah, pelatihan, permainan peran (roleplay), serta relaksasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala komunikasi interpersonal yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil analisis menggunakan perangkat lunak SPSS menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari pretest (M = 70.60) ke posttest (M = 77,75). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,013(p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa pelatihan asertif secara signifikan efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal para pegawai. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan asertif sebagai salah satu bentuk intervensi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas hubungan kerja di lingkungan birokrasi pemerintahan.
Abstract:Stres merupakan salah satu permasalahan psikologis yang banyak dialami oleh guru sekolah dasar, terutama akibat beban kerja yang tinggi, tuntutan administratif, serta tekanan lingkungan kerja. Ketidakmampuan dalam mengelola…
ola stres dapat berdampak pada penurunan kualitas pengajaran dan kesehatan mental guru. Kegiatan Psikoedukasi ini bertujuan untuk memberikan intervensi berupa pelatihan Emotional Freedom Technique (EFT) sebagai metode praktis dalam membantu guru mengelola stres secara mandiri. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain One Group Pre-Test and Post-Test terhadap 11 guru di SD Negeri Mamajang II Kota Makassar. Teknik pengumpulan data menggunakan skala Perceived Stress Scale (PSS) dan dianalisis dengan uji Paired Sample t-Test melalui SPSS versi 26. Hasil menunjukkan bahwa skor rata-rata stres partisipan menurun dari 24,91 menjadi 17,64 setelah mengikuti pelatihan EFT. Selain itu, tidak ada lagi partisipan yang berada pada kategori stres tinggi setelah intervensi, dan sebagian besar mengalami penurunan ke kategori stres sedang dan rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa EFT efektif sebagai strategi psikoedukatif dalam mengurangi stres guru dan dapat diterapkan dalam program kesejahteraan mental di lingkungan pendidikan dasar.