Abstract:Penelitian ini menganalisis defisit firewall normatif dalam perlindungan data keselamatan pada pendidikan penerbang Indonesia serta membangun konsep Double Burden Vulnerability (DBV) pada taruna pra-lisensi. Metode socio-legal…
-legal digunakan dengan bobot dominan analisis doktrinal terhadap ICAO Annex 19 Edisi Ketiga, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, PM 2 Tahun 2026, dan Safety Management System Manual, yang didukung wawancara semi-terstruktur terhadap 14 informan. Tiga belas transkrip dikodekan dalam NVivo melalui dua siklus, sedangkan satu wawancara ahli digunakan untuk validasi doktrinal. Hasil menunjukkan bahwa Pasal 359 Undang-Undang Penerbangan membentuk firewall hanya untuk hasil investigasi kecelakaan dan kejadian serius, sementara Pasal 584 ayat (1) KUHP 2023 memidana kealpaan biasa tanpa mensyaratkan korban. Ketidakpastian status taruna berulang pada tingkat internasional, nasional, dan institusional, serta termanifestasi sebagai ketakutan melapor, quiescent silence, penyaringan oleh senioritas, dan anonimitas yang bersyarat. Reformasi memerlukan ambang kesalahan yang lebih tinggi, perlindungan pelapor yang operasional, dan pengakuan eksplisit taruna sebagai subjek yang dilindungi.
This study examines the normative firewall deficit in safety-data protection within Indonesian pilot education and develops the concept of Double Burden Vulnerability (DBV) for pre-licence cadets. A socio-legal design was employed, weighted toward doctrinal analysis of ICAO Annex 19 Third Edition, Law Number 1 of 2009 on Aviation, Law Number 1 of 2023 on the Penal Code, Minister of Transportation Regulation PM 2 of 2026, and the institutional Safety Management System Manual, supported by semi-structured interviews with 14 informants. Thirteen transcripts were coded in NVivo through two cycles, while one legal-expert interview was used for doctrinal validation. The findings show that Article 359 of the Aviation Law provides a firewall only for investigation records concerning accidents and serious incidents, whereas Article 584(1) of the 2023 Penal Code criminalises ordinary negligence without requiring a victim. Cadets’ uncertain legal status recurs across international, national, and institutional rules and manifests socially as fear of reporting, quiescent silence, seniority-based filtering, and conditional anonymity. Reform requires a higher culpability threshold, operational reporter protection, and explicit recognition of cadets as protected reporting subjects.
Abstract:Anak usia balita rentan mengalami kondisi kegawatdaruratan medis di lingkungan rumah, di mana insiden yang paling sering dijumpai adalah tersedak benda asing dan kejang demam. Keterlambatan atau kesalahan dalam penanganan…
n awal di masa golden period (4-6 menit) dapat berakibat fatal, seperti kerusakan otak hingga kematian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan melatih keterampilan praktis ibu rumah tangga di RW 01 Desa Timbuseng, Kabupaten Takalar, dalam melakukan pertolongan pertama secara mandiri. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang terbagi dalam tahap edukasi kognitif dan pelatihan simulasi (hands-on training) menggunakan alat peraga. Kegiatan ini diikuti oleh 15 ibu rumah tangga. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan rata-rata nilai pre-test 45/100 meningkat menjadi 88/100 pada post-test. Pada capaian psikomotorik, 87% peserta berhasil melakukan manuver back blow, 80% menguasai Heimlich maneuver, serta 100% peserta mampu mempraktikkan posisi miring mantap dan kompres yang tepat. Edukasi dan simulasi terbukti efektif dalam mendekonstruksi mitos penanganan yang keliru dan meningkatkan kesiapsiagaan ibu rumah tangga sebagai first responder kegawatdaruratan anak di rumah.
Abstract:Pengelolaan sampah di Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya pemilahan sampah dari sumber, pencatatan transaksi yang dilakukan secara manual, keterbatasan data,…
, serta kurangnya transparansi nilai ekonomi sampah bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat tata kelola sampah kering melalui penerapan Bank Sampah Digital berbasis web yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan community development melalui tahapan observasi dan identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan mitra, pengembangan sistem, sosialisasi, pelatihan, uji coba, pendampingan, serta evaluasi. Subjek kegiatan meliputi pengelola BUMDes, pemerintah desa, kader PKK, dan sekitar 150 kepala keluarga pada fase implementasi awal. Program menghasilkan platform digital yang mendukung pengelolaan data nasabah, kategori dan harga sampah, pencatatan hasil penimbangan, perhitungan nilai transaksi, saldo tabungan, riwayat setoran, stok, dan pelaporan. Implementasi sistem membantu pengelola BUMDes melakukan pencatatan transaksi secara lebih terstruktur, mempercepat penghitungan nilai setoran, serta meningkatkan keterlacakan dan transparansi informasi bagi nasabah. Kegiatan pelatihan dan pendampingan juga meningkatkan kemampuan awal pengelola dalam mengoperasikan sistem serta mendorong keterlibatan kader PKK dalam edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat. Meskipun demikian, keberlanjutan program masih memerlukan penguatan kapasitas operator, konsistensi partisipasi warga, pemeliharaan sistem, kemitraan dengan pengepul, dan pengukuran dampak secara berkala. Program Smart Waste Village memberikan fondasi awal bagi pengelolaan sampah berbasis data, pemberdayaan masyarakat, penguatan peran BUMDes, dan pengembangan ekonomi sirkular di tingkat desa secara berkelanjutan.
Abstract:StuntingImerupakanIkondisiIgagalItumbuhIpadaIbalitaIyang ditandaiIdengan tinggiIbadan menurutIumurIkurang dari -2 standarIdeviasiIberdasarkanIstandar World Health Organization (WHO). KondisiIiniIdisebabkanIolehIkekuranganIgiziIkronisIdanIinfeksiIberulang,…
nIgiziIkronisIdanIinfeksiIberulang, terutama pada 1.000 hariIpertamaIkehidupan. BencanaIbanjirIberpotensiImeningkatkanIrisikoIstunting melaluiIterbatasnyaIaksesIairIbersih,IsanitasiIyangIburuk, terganggunyaIketahananIpangan rumahItangga, sertaIterbatasnya akses layanan kesehatan. Penelitian iniIbertujuan menganalisis hubunganIdampak bencanaIbanjir denganIpeningkatan risiko stunting pada balita di WilayahIKerja PuskesmasIMeurah Dua KabupatenIPidie Jaya. Penelitian menggunakanImetodeIkuantitatifIdenganIdesain analitikIdan pendekatanIcross-sectional. sempelIpadaIpenelitianIiniIsebanyak 92 balita. VariabelIdependenIadalahIkejadianIstunting, sedangkanIvariabelIindependenImeliputiIketidaktersediaanIair bersih, kondisiIjamban tidak layak, ketahananIpanganIrumahItanggaIyangIburuk, danIaksesIlayanan kesehatan yang buruk. Analisis dataImenggunakanIuji Chi-Square. HasilIpenelitianImenunjukkanIadanya hubungan yangIsignifikanIantaraIketidaktersediaanIair bersih (p = 0.000; OR = 34,417; 95% CI: 9,996–118,496), kondisiIjambanItidak layak (p = 0.000; OR = 81,125; 95% CI: 31,060–1056,217), ketahanan pangan rumah tangga yang buruk (p = 0.000; OR = 69,000; 95% CI: 17,017–279,779), serta akses layanan kesehatan yang buruk (p = 0.004; OR = 4,538; 95% CI: 1,532–13,442) dengan risiko stunting pada balita setelah kejadian banjir. Diharapkan kepada pihak puskesmas agar memperkuat upaya promotif dan preventif melalui penyuluhan tentang sanitasi, penggunaan air bersih, pemenuhan gizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala.
Abstract:Penelitian ini membahas tentang manajemen guru bimbingan konseling (BK) dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di MTsN Madani Jaya Kota Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manajemen guru bimbingan…
an konseling dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik, (2) tingkat kedisiplinan peserta didik, dan (3) faktor pendukung serta tantangan guru bimbingan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di MTsN Madani Jaya Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian terdiri atas data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen guru bimbingan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik dilakukan melalui fungsi manajemen yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling). Guru BK menyusun program layanan bimbingan dan konseling, melakukan kerja sama dengan wali kelas dan orang tua, memberikan layanan konseling individu maupun kelompok, serta melakukan pengawasan terhadap perilaku peserta didik. Kedisiplinan peserta didik di MTsN Madani Jaya Kota Palopo masih belum sepenuhnya berjalan dengan baik karena masih ada beberapa siswa yang kurang mematuhi tata tertib sekolah seperti keterlambatan, kurang tertib berpakaian, dan penggunaan gadget pada waktu pembelajaran. Faktor pendukung dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik meliputi dukungan kepala sekolah, kerja sama guru dan orang tua, serta adanya tata tertib sekolah. Adapun tantangan yang dihadapi guru BK yaitu pengaruh lingkungan pergaulan, penggunaan gadget yang berlebihan, serta kurangnya kesadaran sebagian peserta didik terhadap pentingnya disiplin.
Abstract:Drug abuse is a problem that can be influenced by various interrelated factors. This study aims to apply Mamdani Fuzzy logic in predicting the level of drug abuse in Padang City based on several factors obtained from documentation…
umentation and interviews. The input variables used consist of the Age of the Perpetrator, Environment, Socializing, Gender, and Family, while the output variable is the Level of Drug Abuse with Low and High categories. The research stages include data collection, determining variables and fuzzy sets, fuzzification, forming if-then rules, inference using the minimum operator, composition using the maximum operator, and defuzzification using the centroid method. A total of 64 fuzzy rules are used to connect the combination of input variables with the output. Testing is done through manual calculations and implementation using MATLAB. The test results show that the output categories from manual calculations and MATLAB are the same in three test data, namely High, High, and Low. These results indicate that the Mamdani Fuzzy method can be used in modeling the level of drug abuse based on the variables used.
Abstract:This study aims to find out whether micro, small, and medium enterprises in Penajam Paser Utara Regency have prepared financial statements in accordance with the SAK EMKM. The variable in this study is a single variable,…
namely the Implementation of Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). The subject of this study is the owner of Jkopi Cafe located in Penajam Paser Utara Regency, while the focus of this research is the implementation of Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities carried out by the MSME owners to see if it aligns with SAK EMKM. Data collection was carried out through interviews and documentation. The data analysis was carried out using qualitative descriptive methods. The results of this study show that Jkopi Cafe's business is not yet in accordance with the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM).
Abstract:Amidst the growing number of tourism villages and intensifying competition among destinations, tourism village managers face the challenge of devising digital marketing strategies that are not merely informative but also…
capable of sustainably building meaning, experiences, and destination competitiveness. This study aims to examine the social media-based digital marketing strategies implemented by a specific attraction within Pujon Kidul Tourism Village identifying supporting and inhibiting factors and to analyze the role of digital narratives in shaping the destination's image and competitiveness. A qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews with tourism village managers (BUMDes), the Tourism Awareness Group (Pokdarwis), tourism-related MSMEs, village officials, and tourists. Data analysis was conducted thematically, utilizing source triangulation to ensure the validity of the findings. The study reveals that social media management remains reactive and unplanned, characterized by the absence of content calendars, creative direction, and performance evaluation mechanisms. Furthermore, there is a misalignment between the digital narratives used and the core identity of Cafe Sawah Pujon Kidul as a culinary destination rooted in the rural experience. Nevertheless, there are opportunities to be leveraged, such as hosting TikTok live streams which have proven effective for content collaboration with local SMEs and communities as well as the management's openness to learning and guidance.
Abstract:Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai bentuk patologi sosial, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, kecanduan gawai, perundungan, dan pergaulan bebas akibat pengaruh lingkungan sosial serta…
kemajuan teknologi. Kondisi ini mendorong pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi mengenai patologi sosial bagi siswa kelas IX di MTs Al-Falah, Kota Dumai, sebagai langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa. Kegiatan ini menggunakan metode pendidikan partisipatif yang memadukan penyampaian materi, permainan pemecah kebekuan (ice-breaking), diskusi interaktif, dan permainan untuk meningkatkan keterlibatan peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang diikuti oleh 45 siswa, disertai dengan observasi terhadap partisipasi dan respons siswa selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, yang ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari kisaran 60–80 pada pre-test menjadi 85–100 pada post-test. Selain itu, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, lebih aktif dalam diskusi, serta mampu mengaitkan materi dengan kondisi di lingkungan sekitar mereka. Sebagai luaran kegiatan, poster edukasi diserahkan kepada pihak sekolah sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan mengenai pencegahan patologi sosial. Dengan demikian, kegiatan edukasi ini berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai patologi sosial serta menyediakan materi edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar terhadap konsep hak dan kewajiban serta minimnya media pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.…
casila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penggunaan media Mono Hakwa (Monopoli Hak dan Kewajiban), tingkat pemahaman siswa terhadap materi hak dan kewajiban, selrta seljauh mana meldia telrselbut belrkontribusi dalam melmbelntuk karaktelr siswa kellas III selkolah dasar. Pelnellitian ini melnggunakan pelndelkatan kuantitatif delngan meltodel delskriptif. Sampell pelnellitian belrjumlah dua belas siswa kelas III UPT SD Negeri Doromukti yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket tertutup berbasis skala Likert 4 pilihan yang mencakup tiga aspek, yaitu proses penggunaan media, pemahaman hak dan kewajiban, serta pembentukan karakter, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase. Hasil pelnellitian melnunjukkan bahwa pelnggunaan meldia Mono Hakwa belrada pada katelgori tinggi hingga sangat tinggi, delngan nilai belrkisar antara 75% hingga 97,9% pada lima bellas itelm angkelt. Aspelk pelmbelntukan karaktelr yang melliputi tanggung jawab, keldisiplinan, keljujuran, kelrja sama, dan kelpeldulian juga belrada pada katelgori sangat tinggi, delngan 83,3% siswa belrada pada katelgori sangat tinggi dan 16,7% pada katelgori tinggi. Simpulan pelnellitian ini melnelgaskan bahwa meldia Mono Hakwa elfelktif digunakan untuk melndukung pelmahaman matelri hak dan kelwajiban selrta melmbelntuk karaktelr siswa selkolah dasar. Implikasi pelnellitian ini selcara teloreltis melmpelrkaya kajian melngelnai meldia pelmbellajaran belrbasis pelrmainan untuk pelndidikan karaktelr, seldangkan selcara praktis melmbelrikan relkomelndasi bagi guru untuk melmanfaatkan pelrmainan monopoli eldukatif guna melmbangun karaktelr siswa.