Search Articles & Publications

Showing 13 articles found for "Pewarna"

VARIASI KOMPOSISI EKSTRAK BUNGA TELANG PADA PEMBUATAN SABUN MANDI SEBAGAI PEWARNA ALAMI

Lidya, Desti, Sofiah, Sofiah, Meilianti, Meilianti, Bighoiri, Azizil Tasya
Abstract: A chemical product in the form of soap, namely by mixing triglycerides with potassium hydroxide (KOH) using a method called the saponification method. In this study, the product added variations in the composition of olive… ve oil and butterfly pea extract. variations in the composition of olive oil with three variations, namely 15 ml, 30 ml, and 45 ml. The butterfly pea flower extract was then used in three different concentrations: 2 ml, 4 ml, and 6 ml. This composition variation is divided into nine samples with the addition of olive oil and butterfly pea flower extract, respectively. The resulting product has been tested in four categories: pH test, free fatty acid test, ethanol insoluble substance test, and active ingredient test. The experimental results that met SNI 2588-2017 were sample 1, with a variation of the composition of 15 ml of olive oil and 2 ml of butterfly pea flower extract. with a pH test result of 5, an insoluble test result in ethanol of 0.16%, a free fatty acid test result of 0.2256%, an active ingredient test result of 24%, and an organoleptic test result in three categories, namely color, odor, and shape, is level 4 (preferred).

Jejak Daun Menjadi Karya: Pelatihan Ecoprint Founding Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Lingkungan

Tarigan, Lola Zeramenda, Sri Dewi, Sisca, Mulyani, Neni
Abstract: Abstract: Ecoprinting is an environmentally friendly fabric dyeing technique that utilizes natural pigments from plants. However, the use of this technique as an environmentally-based learning medium in schools is still… limited, particularly in optimizing the potential of local plants available around students. This community service activity aims to implement the ecoprint pounding technique with students at Alam Leuser Middle School. The approach used included counseling, simulation, training, and evaluation. The counseling provided basic knowledge of the ecoprint method. The results showed that participants successfully implemented the pounding technique using local leaves and plants. The resulting ecoprints have the potential to become superior products. Local plants that produce the sharpest patterns include Centrosema pubescens, Carica papaya leaves, Ricinus communis L., Cosmos sulphureus, and Pinus. However, further training and intensive mentoring are still needed to improve product quality. This activity is expected to increase students' creativity in using environmental resources as learning tools. This activity introduces simple and easily marketable creative economic ideas. In addition, this activity raises students' awareness of the use of natural materials in textile arts, thereby supporting environmental conservation. Keywords: ecoprint; leaf footprint; environment; learning media; pounding technique   Abstrak: Ecoprint merupakan teknik pewarnaan kain ramah lingkungan yang memanfaatkan pigmen alami dari tumbuhan. Namun, pemanfaatan teknik ini sebagai media pembelajaran berbasis lingkungan di sekolah masih terbatas, khususnya dalam mengoptimalkan potensi tumbuhan lokal yang tersedia di sekitar peserta didik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknik menumbuk ecoprint dengan siswa di SMP Alam Leuser. Pendekatan yang digunakan meliputi penyuluhan, simulasi, pelatihan, dan evaluasi. Penyuluhan memberikan pengetahuan dasar tentang metode ecoprint. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta berhasil melakukan teknik menumbuk menggunakan daun dan tumbuhan lokal. Ecoprint yang dihasilkan berpotensi menjadi produk unggulan. Tumbuhan lokal yang menghasilkan pola paling tajam antara lain Centrosema pubescens,  daun Carica papaya, Ricinus communis L, Cosmos sulphureus dan Pinus. Namun, pelatihan lebih lanjut dan pendampingan intensif masih diperlukan untuk meningkatkan kualitas produk. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam menggunakan sumber daya lingkungan sebagai alat pembelajaran. Kegiatan ini memperkenalkan ide-ide ekonomi kreatif yang sederhana dan mudah dipasarkan. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran siswa tentang penggunaan bahan alami dalam seni tekstil, sehingga mendukung konservasi lingkungan. Kata kunci: ecoprint; jejak daun; lingkungan; media pembelajaran; tehnik pounding

Pemanfaatan Buah Kelapa Menjadi Virgin Coconut Oil Bagi Kaum Perempuan Jemaat Marturia Kupang NTT

Bunyani, Nur Aini, Roman, Maya Fitriani, Finmeta, Abdonia, Kerihi, Eka C.G, Tunmuni, Deglori, Neolaka, Frengki
Abstract: Virgin Coconut Oil (VCO) is extracted coconut oil containing medium chain fatty acids that have been believed to have many health functions. These fatty acids are easily digested and absorbed by the intestines because the… e size of the molecules is relatively small so that they can be directly burned by the body to produce energy. In addition, VCO contains lauric acid which can dissolve the virus membrane in the form of lipids so that it will interfere with the immunity of the virus, so that the virus becomes inactive. VCO is processed without heating, no additional chemicals, dyes, and preservatives so that it can survive as pure vegetable oil so that it does not change the composition or characteristics of the oil. VCO has high economic value. The manufacturing process is easy. The methods in this Community Service are Counseling, direct Practice and discussion. It is hoped that the use of coconuts will not only be sold in the form of unprocessed fruit but coconuts are processed into pure coconut oil or Virgin Coconut Oil and can be developed more widely through group entrepreneurship programs so as to increase the income of the congregation, especially the Women's group in the GMIT Marturia Oesapa Selatan Congregation, Kelapa Lima District, Kupang City. Keyword: coconut fruit; processing; utilization; virgin coconut oil   Abstrak. Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa yang diekstraksi yang mengandung asam lemak yang memiliki rantai sedang yang telah dipercaya memiliki banyak fungsi untuk kesehatan. asam lemak tersebut mudah dicerna dan diserap oleh usus karena ukuran molekulnya relatif kecil sehingga dapat  langsung dibakar oleh tubuh untuk memproduksi energi. Selain itu, VCO mengandung asam laurat yang dapat melarutkan membran virus berupa lipid sehingga akan mengganggu kekebalan virus, sehingga virus menjadi inaktif. VCO diproses tanpa pemanasan, tidak  ada  tambahan  bahan  kimia,  pewarna,  dan  pengawet  sehingga  dapat bertahan sebagai minyak nabati murni sehingga tidak merubah komposisi atau karakteristik minyak. VCO  mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Proses pembuatannya mudah. Metode dalam Pengabdian Masyarakat  ini adalah  Penyuluhan,  langsung Praktek dan diskusi. Diharapkan pemanfaatan buah kelapa tidak hanya dijual dalam bentuk buah tanpa diolah tetapi buah kelapa diolah menjadi minyak kelapa  murni atau  Virgin Coconut Oil dan dapat dikembangkan secara lebih luas lagi melalui program kewirausahaan kelompok  sehingga meningkatkan pendapatan jemaat, khususnya kelompok Kaum Perempuan di Jemaat GMIT Marturia Oesapa Selatan,  Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Kata kunci: buah kelapa; pengolahan; pemanfaatan; virgin coconut oil

Sosialisasi Penyalahgunaan Zat Pewarna Dan Pengawet Makanan Berbahaya Sebagai Upaya Penjaminan Keamanan Pangan

Rarassari, Madyasta Anggana, Riani, Ira Gusti, Ritonga, Nia Boru, Cahya, Gemala
Abstract: Abstract: The purpose of this service activity is to educate students about coloring agents and harmful preservatives used in food. It is expected that students can know in detail about the dangers of dyes and preservatives… ves so that students' awareness of food vigilance can increase. The target to be achieved in this community service activity is that students can gain knowledge and information about coloring agents and preservatives found in food. The strategy used in providing knowledge about the dangers of coloring agents and preservatives in food is by directly giving direct lectures on various kinds of coloring agents and preservatives used in food, the potential dangers that will be caused if consuming foods with excessive coloring agents and preservatives along with characteristics of food with coloring agents and preservatives as well. Students are expected to be able to avoid foods that are indicated to use coloring agents and preservatives and to find safe food solutions using natural coloring agents and preservatives. Keywords: Dye; dangerous food; preservatives   Abstrak: Produsen makanan sering menambahkan pewarna pada makanan untuk meningkatkan warna makanan, namun kini semakin banyak makanan yang mengandung pewarna sintetis yang ditambahkan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada para siswa mengenai zat pewarna dan zat pengawet berbahaya yang digunakan pada makanan. Diharapkan para siswa dapat mengetahui secara terperinci mengenai bahaya zat pewarna dan pengawet sehingga kesadaran siswa dalam menerapkan kewaspadaan terhadap makanan dapat meningkat. Target yang ingin dicapat pada kegiatan pengabdian ini adalah para siswa dapat memperoleh pengetahuan dan infomasi mengenai zat pewarna dan zat pengawet yang terdapat pada makanan. Strategi yang digunakan dalam memberikan pengetahuan mengenai bahaya zat pewarna dan pengawet pada makanan yaitu dengan langsung memberikan ceramah langsung mengenai berbagai macam zat pewarna dan zat pengawet yang digunakan pada makanan, potensi bahaya yang akan ditimbulkan apabila mengkonsumsi makanan dengan zat pewarna dan zat pengawet yang berlebihan beserta ciri-ciri makanan dengan zat pewarna dan zat pengawet serta. Para siswa diharapkan dapat menghindari makanan yang terindikasi menggunakan zat pewarna dan zat pengawet serta mendapatkan solusi makanan yang aman dengan menggunakan zat pewarna dan pengawet yang alami. Kata kunci: makanan berbahaya; zat pewarna; zat pengawet

Dampak Psikologi STAIN Bagi Perokok Pada Orang Dewasa Pada Di RT 37, RW 10 Kelurahan Liliba

Friska D. Simamora, Applonia Leu Obi, Fausano Umbu Botu
Abstract: Latar Belakang: Merokok merupakan kebiasaan yang berdampa buruk terhadap kesehatan gigi dan mulut, salah stunya adalah terbentuknya stain (noda) pada gigi. Pewarnaan ini, terutama pada gigi anterior tidak hanya mengganggu… u estetika tetapi, juga dapat memengaruhi kondisi psikologis individu, seperti rasa percaya diri dan citra diri. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak psikologi stain bagi perokok pada orang dewasa di RT 37, RW 10 Kelurahan Liliba, Kota Kupang. Metode: penilitian yang di gunakan adalah deskriptip. Sempel berjumlah 41 orang laki-laki berusia 18-23 tahun yang merupakan perokok aktif. Pengumpulan data di lakukan melalui pemeriksaan stain menggunakan indeks loebene dan pengisian kuesiones dampak psikologis. Hasil: Penilitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat stain sedang (73,18%) dan mayoritas responden (83,36) tidak mengalami dampak psikologis yang signifikan hal ini menunjukan bahwa meskipun terdapat perubahan warna pada gigi akibat merokok, sebagian besar individu belum merasa terganggu secara psikologis, Kemungkinan karna kurang kesadaran atau kepedulian terhadap estetika gigi dan kurangnya pengetahuan mengenai dampak stain. Kesimpulan: Bahwa kebanyakan perokok mengalami stain sedang namun tetap memiliki kondisi psikologis yang baik. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi serta memahami dampak merokok terhadap kesehatan mental dan fisik.

Visualisasi Karya Seni Lukis Dengan menggunakan Teknik Dan Komposisi Yang Beragam Pada Karya Seni Lukis Still Life

Cindy Patricia Ramli, Alexander Joseph Putra, Djala, Arya Yosafati Montoya
Abstract: Seniman ternama dalam sejarah seni rupa banyak melukis dengan tema still life. Lukisan lukisan tersebut yang dibuat pada masa modern dengan objek visual yang diangkat adalah flora dan benda benda yang ada di masanya. Namun… un pada masa sekarang ini banyak anak muda yang belum menyadari bahwa objek visual yang ada di sekeliling juga dapat dijadikan karya seni lukis yang mengimajinasikan kembali barang-barang yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari ke dalam kanvas dengan gaya dan tekniknya tersendiri. Tujuan studi ini untuk mengetahui dan mengeksplorasi konsep visual yang dibuat oleh sekelompok anak muda. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif dan penciptaan karya seni lukis. Sample dalam studi ini adalah empat karya seni lukis yang dominan mengunakan teknik plakat dengan komposisi rata kiri dan tengah ditambah menampilkan pewarnaan yang kontras namun memiliki perbedaan teknik garis dan guratan kuas

Implementasi Ikat Celup Pada Produk Tshirt

Pattiwael, Fragranthia Jennifer, Bulu, Rutnanda Inne, Lieandani, Vera, Wen, Karen Christl, Amelga, Cindi
Abstract: Batik ikat celup adalah salah satu teknik pembuatan batik yang memiliki ciri khas tersendiri, dimana proses pengikatan kain diikuti dengan pencelupan warna untuk menciptakan motif yang unik dan penuh ekspresi. Meskipun teknik… eknik ini tidak se-populer batik tulis atau cap, batik ikat celup memiliki nilai estetika yang tinggi dan menyimpan kekayaan budaya yang mendalam. Teknik ini melibatkan pengikatan kain pada bagian-bagian tertentu yang ingin dipertahankan warnanya, diikuti dengan pencelupan dalam pewarna alami atau sintetis untuk menciptakan pola-pola yang bervariasi. Proses pengikatan ini memungkinkan terciptanya motif dengan gradasi warna yang indah, yang sering kali memiliki makna filosofis dan simbolis dalam budaya Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang batik ikat celup, baik dari segi teknik pembuatan, karakteristik motif, serta relevansinya dalam konteks budaya dan ekonomi kreatif Indonesia. Melalui studi literatur, wawancara dengan pengrajin batik, dan observasi langsung terhadap proses pembuatan batik ikat celup, penelitian ini mencoba mengungkap bagaimana teknik ini berperan dalam pelestarian warisan budaya Indonesia, serta tantangan dan peluang yang dihadapi oleh para pengrajin batik. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi kontribusi batik ikat celup terhadap industri tekstil dan pasar global, mengingat semakin meningkatnya permintaan akan produk-produk tekstil yang bernilai seni dan budaya tinggi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa batik ikat celup memiliki kekayaan simbolik yang mencerminkan hubungan manusia dengan alam, kehidupan sosial, dan spiritualitas. Meskipun teknik ini menghadapi tantangan dari perkembangan teknologi dan perubahan pasar, batik ikat celup masih tetap memiliki tempat penting dalam budaya dan industri kreatif Indonesia. Pelestarian teknik ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutannya, baik melalui pendidikan, promosi, maupun dukungan terhadap pengrajin lokal. Dengan demikian, batik ikat celup tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Interpretasi Hasil Karya Transfer Warna pada Sarung Bantal dalam Mata Kuliah Batik Kreatif

Cakrajaya , Clarisa, Setiawan, Livia, Zefanya, Rachel, Indrawan, Valerie, Sudjianto, Novia
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai teori dan teknik heat transfer printing menggunakan pewarna dispersi pada tekstil untuk memperoleh hasil superlatif yang diharapkan. Dengan referensi dan produk… roduk buatan pribadi menggunakan heat transfer printing, metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan topik yang dibahas. Sumber data yang dirujuk berasal dari banyak artikel dan jurnal online di internet oleh orang-orang yang telah menyentuh subjek yang dibahas dalam penelitian ini. Pengumpulan dan analisis data menghasilkan temuan teknik tertentu yang sangat dibutuhkan untuk berkontribusi pada keberhasilan penggunaan pencetakan perpindahan panas ke tekstil, ditemukan bahwa alat pemanas tertentu seperti setrika yang tepat berfungsi paling baik, sementara subjek kesukaan yang dicetak pada tekstil secara khusus bersifat pribadi dan bergantung pada setiap individu. Temuan kecil ini akan digunakan jika diperlukan dalam sebuah proyek untuk membantu masyarakat dengan lebih baik.

Analisa Escherihia coli Penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamases (ESBLs) Pada Sampel Makanan Warga Kota Bengkulu

Halimatussa'diah, Putri Widelia W, Ervan
Abstract: Makanan dijaga kualitasnya dari bakteri patogen yang dapat menyebabkan diare. Risiko infeksi melalui makanan tergantung pada kuantitas patogen dalam makanan. Escherichia coli merupakan flora normal saluran intestinal manusia… usia dan sering menyebabkan penyakit pada manusia. Escherichia coli mudah menyebar antar manusia melalui tangan, makanan dan minuman yang terkontaminasi, merupakan bakteri indikator pencemaran makanan. Escherichia coli merupakan kelompok Enterobacteriaceae penghasil ESBLs sehingga bertanggung jawab terhadap peningkatan biaya perawatan, angka kesakitan, dan angka kematian. E. coli penghasil ESBLs sering ditemukan di Rumah Sakit terkait infeksi nosokomial, namun jarang sekali dilakukan penelitian keberadaan dalam memproduksi ESBLs pada infeksi komunitas. Tujuan penelitian adalah mengetahui prevalensi Escherichia coli dan menganalisa Escherichia coli Penghasil Extended Spectrum Beta- Lactamases (ESBLs) Pada Sampel Makanan Warga Kota Bengkulu. Disain penelitian eksploratif, yaitu penelitian awal untuk memperoleh gambaran awal keberadaan E. coli penghasil ESBL dalam makanan. Data primer kuman E. coli dalam makanan didapatkan dari hasil isolasi dan identifikasi sampel makanan. Data primer E. coli penghasil ESBLs didapatkan dari hasil Uji Screening Metode Kirby Bauer ( Difusi Test ) dan Uji Konfirmasi Bakteri ESBLs Metode DDST (Double Disk Sinergy Test). Simpulan penelitian hasil uji isolasi dan identifikasi dengan menggunakan pewarnaan Gram dan uji IMViC terhadap 30 (100%) sampel dinyatakan negative terhadap kandungan E. coli. Hasil ini memenuhi syarat berdasarkan Permenkes RI No 1096/MENKES/PER/VI/2011 yakni angka bakteri E. coli pada sampel makanan, minuman, dan alat makan adalah 0 atau negatif. Hasil negatif E. coli pada 30 sampel makanan, tidak dapat dilakukan untuk identifikasi bakteri E.coli penghasil ESBLs

Shibotik: Inovasi Kreatif Teknik Pewarnaan Kain Batik (Studi Kasus Industri Kerajinan Batik Komar)

Dipodiwiryo, Rafi Arlei
Abstract: This research aims to explore innovation in batik coloring techniques through the collaboration of conventional wax and stamp methods with Shibori resist dyeing, known as Shibotik. Conducted at Batik Komar, the qualitative… ve approach employed involved participant observation and in-depth interviews. Over a five-month period, the researcher actively engaged in activities at the batik house, observing production processes, interacting with craftsmen, and creating works using Shibotik coloring techniques. The findings reveal that Batik Komar successfully developed Shibotik as an innovative form of textile art. By combining six basic Shibori dyeing techniques—Arashi, Itajime, Kanoko, Kumo, Miura, and Nui—they created new patterns that blend the clarity of traditional batik motifs with the unpredictable edges of Shibori motifs. This collaboration not only produces beautiful and narrative fabrics but also has a positive impact on the community. The increased interest in Shibori, particularly among young entrepreneurs, creates economic opportunities and new jobs. However, suggestions for further research highlight the creative potential of coloring techniques and their economic and cultural impact, particularly on Indonesia's cultural heritage. The study also outlines practical implications, such as enhancing education and training opportunities in batik and Shibori techniques at the local level. Additionally, the emphasis on sustainability suggests investigating the application of Shibori techniques with environmentally friendly principles. In conclusion, Shibotik contributes not only to preserving Indonesia's batik heritage but also opens new potentials in the creative industry. Its novelty lies in cross-cultural collaboration and the creative utilization of coloring techniques, presenting new opportunities for textile art development. The implications can guide further research in the contexts of education and the sustainability of traditional arts.