Abstract:Wayang kulit, pertunjukan wayang kulit tradisional Jawa, memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Nusantara (kepulauan Indonesia) selama abad ke-15, khususnya melalui upaya Wali Songo (Sembilan Orang Suci). Penelitian…
litian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis efektivitas wayang kulit sebagai media dakwah Islam oleh Wali Songo dan relevansinya di masa kini. Temuan menunjukkan bahwa wayang kulit sangat efektif karena popularitasnya di kalangan masyarakat Jawa, sehingga memungkinkan ajaran Islam diintegrasikan secara damai tanpa paksaan. Strategi akulturasi budaya yang dilakukan Wali Songo dengan memodifikasi tokoh dan cerita wayang agar mengandung nilai-nilai Islam, menunjukkan penghormatan terhadap budaya lokal dan selaras dengan karakter Islam sebagai rahmatan lil’alamin. Namun di zaman modern, keefektifan wayang menghadapi tantangan seperti menurunnya minat generasi muda, kurangnya pemahaman terhadap simbolisme wayang, dan beragamnya kualifikasi dalang (dalang). Terlepas dari tantangan-tantangan tersebut, studi ini menegaskan potensi wayang sebagai media dakwah kontemporer jika direvitalisasi melalui integrasi teknologi, peningkatan pengetahuan keislaman para dalang, dan kolaborasi dengan lembaga pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Wali Songo dalam membudayakan Islam dengan budaya lokal melalui wayang memberikan pembelajaran berharga bagi strategi dakwah masa kini. Pendekatan mereka mencontohkan bagaimana dakwah Islam dapat dilakukan secara damai, kontekstual, dan penuh hormat terhadap keragaman budaya, memberikan wawasan bagi para pendakwah modern untuk beradaptasi dan memanfaatkan platform media populer secara efektif sambil tetap menjaga kedalaman ajaran Islam.
Abstract:Studi penelitian ini berfokus pada epistemologi dan hermeneutika teologis yang menjadi dasar ajaran The Foursquare yang berkaitan dengan empat aspek prinsip ajaran iman yang meliputi Yesus sebagai Juruselamat, pembaptis…
dengan Roh Kudus, penyembuh dan Raja yang segera datang. Ajaran tersebut menjadi dasar penafsiran teologis yang menghasilkan keharmonisan hidup tubuh, jiwa dan roh sehingga menghasilkan kedamaian ditengah-tengah masyarakat dimana ia berada. Beberapa orang masih meragukan ajaran The Foursquare yang dianggap tidak memiliki dasar teologis yang otoritatif, non rasional dan tidak memiliki standar ukur kebenaran yang sahih sebagai kebenaran Allah. Melalui tulisan ini, penulis berusaha untuk membuktikan bahwa argumentasi tersebut di atas tidak berdasar. Studi penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk selanjutnya melakukan analisis sumber pustaka yang berkaitan dengan epistemologi hermeneutika teologis prinsip-prinsip ajaran The Foursquare.
Abstract:Artikel ini membahas tentang nyadran, nilai-nilai tasawuf di dalamnya, dan strategi melestarikannya. Temuan dalam hal ini pasalnya, nyadran sebagai salah satu khazanah Islam nusantara yang mempunyai nilai tasawuf yang tinggi.…
nggi. Nilai-nilai tasawuf yang terkandung dalam nyadran adalah kerinduan, menahan syahwat, introspeksi diri, taubat, zuhud, hikmah, menjaga kesucian, keberanian, dan nilai keadilan. Ada beberapa strategi untuk melestarikan nyadran di dalamnya era Revolusi Industri keempat agar umat Islam tidak diganggu budayanya. Pertama, itu gerakan menyelamatkan umat manusia dari kondisi kebingungan melalui nyadran. Kedua, penggabungan aspek batin dan modernitas melalui nyadran. Ketiga, mengedukasi masyarakat bahwa nyadran mengandung tasawuf nilai-nilai. Keempat, pengembangan nyadran melalui wisata berbasis budaya dan religi. Kelima, konsep pesta budaya di Nyadran. Keenam, dialog masyarakat dengan khatib, ulama, dengan tujuan membahas pengertian, hikmah, dan manfaat nyadran bagi kehidupan sosial, alam, dan aspeknya beribadah kepada Tuhan..
Abstract:Seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, dunia pendidikan mengalami perkembangan dengan pesat. Sistem pembelajaran konvensional mulai dikombinasikan bahkan dialihkan dengan sistem pembelajaran berbasis digital…
gital atau online learning. Hal ini memunculkan suatu istilah dalam dunia pendidikan yaitu blended learning dan hybrid learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengertian, jenis-jenis, langkah-langkah, dan kelebihan serta kekurangan dari blended learning dan hybrid learning. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian library research atau penelitian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah istilah blended learning dan hybrid learning memiliki kesamaan dalam hal pendekatan, blended learning merupakan pembelajaran yang menggabungkan metode tradisional dan metode modern. Sedangkan hybrid learning memadukan pembelajaran tatap muka dengan teknologi computer dan internet. Namun, dari segi teknis, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Kedua model pembelajaran ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran perempuan dalam rewoka mehlima atau perkawinan adat di Desa Luang Timur, Kecamatan Mdona Hyera, Kabupaten Maluku Barat Daya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan…
n metode deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan melibatkan perempuan yang terlibat langsung dalam proses adat, tokoh adat, kepala Desa, dan tokoh agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran yang signifikan dalam menjaga, melaksanakan, dan melestarikan tradisi adat, serta berperan sebagai pengambil keputusan yang penting dalam kelancaran acara adat. Kesimpulannya, peran perempuan dalam rewoka mehlima di Desa Luang Timur sangat vital dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal dan memperkuat identitas budaya serta tradisi adat di wilayah tersebut.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan pengobat tradisional dalam melakukan terapi alternatif pengobatan katandu (bekam bambu) di Kecamatan Tongkuno Selatan. Informan dalam penelitian ini pengobat yang telah…
ah menjadi pelaku terapi alternatif pengobatan katandu, yang ditentukan dengan cara purposive sampling dengan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini telah memberikan gambaran tentang pengetahuan pengobat tradisional dalam melakukan terapi alternatif pengobatan katandu (bekam bambu) yakni 1) Pengetahuan dalam memilih bambu sebagai tabung penyedot darah kotor didasarkan pada beberapa pertimbangan yaitu: a) Jenis bambu, b) Umur bambu, c) Ketebalan bambu, d) Ukuran Bambu dengan panjang 7-8 cm dan diameter kisaran 0,5 cm. 2) Pengetahuan dalam melakukan penyedotan darah kotor, bambu yang telah disiapkan akan dipanaskan terlebih dahulu secara cukup kemudian bambu akan ditempelkan pada titik yang telah ditentukan, sehingga udara panas terperangkap dalam ruang volume bambu tetapi posisi permukaan kulit tidak langsung tersedot oleh bambu tersebut, namun harus dibantu dengan membasahi air pada ujung bambu sehingga secara spontan permukaan kulit akan tersedot. Proses penyedotan darah selama 2-3 menit. Pada saat proses penyedotan darah, tidak diperbolehkan untuk menanggalkan bambu yang telah ditempelkan pada kulit sebab dapat menyebabkan darah yang disedot tidak keluar dengan maksimal. 3) Pengetahuan dalam menjaga kesterilan alat yakni tabung bambu dilakukan proses pemanasan pada bara yang ada pada tungku tradisional yang telah disiapkan. Pemanasan tersebut secara langsung dapat menghilangkan dan membunuh setiap bakteri dan virus yang melekat pada bambu tersebut, 4) Pengetahuan dalam menentukan titik permukaan kulit sebagai obyek pengobatan katandu merujuk pada pengetahuan yang disampaikan dari turun temurun yakni tergantung pada keluhan yang disampaikan oleh pasien. kondisi pasien dalam melakukan katandu terbagi atas pasien dalam kondisi sakit dan pasien dalam kondisi yang hanya akan melakukan terapi dan pemeliharaan kesehatan. Titik yang biasa ditempatkan untuk melakukan katandu adalah pada bagian betis, punggung kaki, betis, punggung dan dibagian samping mata kiri-kanan. Pengetahuan dalam menentukan model permukaan alat tajam yang digunakan sebagai alat katandu, 5) Pengetahuan dalam menentukan model permukaan alat tajam (pisau) yang digunakan sebagai alat katandu. Ujung pisau yang digunakan dalam terapi alternatif pengobatan katandu (bekam bambu) dibuat agak lonjong agar pada saat dilakukan penyayatan pada permukaan kulit tidak akan menimbulkan luka yang dalam. Obyek titik katandu tidak boleh dilakukan lebih dari satu sayatan bahkan tidak dapat dilakukan pengulangan sayatan pada luka yang sama sehingga penting untuk dilakukan secara hati-hati dan membutuhkan pengetahuan dan tindakan professional.
Abstract:Era digital telah membawa transformasi mendalam dalam bidang pendidikan, mengubah paradigma pembelajaran tradisional menjadi lingkungan yang lebih dinamis dan terkoneksi. Meskipun banyak peluang yang muncul, terdapat pula…
a sejumlah tantangan yang perlu diatasi agar manfaat transformasi ini dapat dirasakan secara merata. Salah satu tantangan utama adalah ketidaksetaraan akses teknologi di kalangan siswa. Meskipun teknologi memungkinkan pembelajaran jarak jauh, tidak semua siswa memiliki akses yang setara terhadap perangkat dan konektivitas internet. Hal ini dapat menciptakan kesenjangan pembelajaran dan memerlukan solusi inklusif agar semua siswa dapat mengikuti perkembangan pendidikan digital. Pergeseran paradigma pembelajaran dari guru sebagai penyampai informasi menjadi fasilitator juga menimbulkan tantangan. Guru perlu mengadaptasi peran mereka sebagai pendukung pembelajaran mandiri siswa, yang menuntut penguasaan keterampilan teknologi dan perubahan dalam metode pengajaran. Kurva belajar teknologi bagi guru perlu diatasi melalui pelatihan yang kontinu. Meski demikian, transformasi ini membuka sejumlah peluang signifikan. Guru dapat menciptakan pembelajaran lebih personal dan relevan dengan memanfaatkan teknologi. Pendekatan pembelajaran berbasis proyek, penggunaan kecerdasan buatan, dan kolaborasi global menjadi peluang untuk merancang pengalaman belajar yang lebih bermakna. Dengan kesadaran akan tantangan dan kemampuan untuk memanfaatkan peluang ini, transformasi pendidikan di era digital dapat menjadi fondasi untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, inovatif, dan sesuai dengan tuntutan zaman.
Abstract:Etika dan budaya organisasi merupakan dua aspek yang sangat penting dalam dunia bisnis dan manajemen modern. Etika berkaitan dengan nilai-nilai, prinsipprinsip, dan standar moral yang mengarahkan tindakan dan keputusan individu…
ndividu maupun organisasi. Sementara itu, budaya organisasi mencerminkan nilai-nilai, norma, tradisi, dan sikap yang ada dalam suatu perusahaan atau lembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan atau studi literature. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui membaca dan mencatat, serta mengelolah bahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : budaya organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku organisasi.
Abstract:Sagu, tumbuhan yang mengandung beragam potensi, menjadi fokus penelitian penting di Papua. Sagu tidak hanya menjadi makanan pokok pengganti nasi tetapi juga memiliki peran signifikan dalam industri, budaya, dan kesehatan.…
. Namun, pemanfaatan sagu masih terbatas, terutama karena ketergantungan pada beras. Penelitian ini bertujuan untuk merinci potensi multifungsi sagu dan bagaimana pengelolaan berkelanjutan dapat mendukungnya. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi potensi ekonomi sagu sebagai sumber pangan dan industri, memahami peran sosial dan budaya sagu dalam masyarakat Papua, dan mengeksplorasi manfaat kesehatan dari berbagai bagian pohon sagu. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka sebagai metode utama. Identifikasi literatur relevan dilakukan, dengan analisis menyeluruh serta sintesis informasi dari berbagai sumber daya literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sagu memiliki potensi besar dalam aspek ekonomi, sosial, dan kesehatan. Sagu dapat menjadi sumber pangan dan bahan industri yang signifikan, dengan beragam produk olahan sagu yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi. Di sisi sosial, sagu memiliki makna simbolis dalam budaya Papua, memperkuat identitas budaya dan memfasilitasi hubungan sosial yang positif. Selain itu, sagu juga memiliki potensi kesehatan yang belum banyak dieksplorasi, dengan berbagai bagian pohon sagu yang dapat digunakan untuk pengobatan tradisional. Kesimpulannya, sagu adalah sumber daya multifungsi yang memiliki nilai dalam berbagai aspek kehidupan di Papua. Dengan pengembangan kebijakan yang mendukung pengelolaan berkelanjutan, potensi sagu dapat dioptimalkan. Hal ini akan mendukung pemanfaatan yang lebih luas serta keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang potensi sagu, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat Papua dan pelestarian budaya serta lingkungan di wilayah tersebut.
Abstract:Nilai pendidikan Islam mencakup berbagai prinsip, ajaran, dan nilai-nilai moral yang menjadi dasar bagi pendidikan dalam agama Islam. Nilai-nilai pendidikan Islam ini sangat penting dalam membimbing individu Muslim dalam…
kehidupan sehari-hari dan dalam mengembangkan karakter yang baik. Nilai pendidikan Islam dalam dakwah pada tradisi Maulid Bugis Makassar mengacu pada peran penting agama Islam dalam budaya dan kehidupan masyarakat Bugis Makassar di Sulawesi Selatan, terutama dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Maulid adalah perayaan yang umumnya diadakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini seringkali diisi dengan kegiatan berupa pembacaan syair-syair pujian terhadap Nabi, ceramah keagamaan, dan kegiatan lainnya yang bersifat edukatif dan religius. Maulid merupakan perayaan yang penting dalam agama Islam yang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Di Sulawesi Selatan, Maulid dirayakan dengan meriah dan memiliki hubungan erat antara agama, tradisi, dan dakwah.