Search Articles & Publications

Showing 2079 articles found for "Dasa"

Analisis Pajak Penghasilan Pasal 24

Vientiany, Dini, Ukur Bako, Lamroh, Girl Humairoh Bornas, Three, Jubran, Habibi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pasal 24 Undang-Undang Pajak Penghasilan sebagai metode kredit pajak luar negeri dalam kerangka perpajakan Indonesia. Penelitian ini mengkaji landasan hukum, metodologi perhitungan,… , keuntungan bagi wajib pajak, dan fungsinya dalam mencegah pajak berganda. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif melalui tinjauan pustaka. Temuan menunjukkan bahwa Pasal 24 Undang-Undang Pajak Penghasilan melindungi wajib pajak dari pajak berganda atas penghasilan luar negeri. Metode ini mendorong pajak yang adil dan memacu keterlibatan ekonomi internasional. Namun demikian, pelaksanaannya terus menghadapi berbagai kendala, termasuk metodologi matematika yang rumit dan kurangnya pemahaman wajib pajak. Oleh karena itu, sosialisasi yang lebih luas dan penyederhanaan hukum sangat penting untuk meningkatkan efektivitas Pasal 24 Undang-Undang Pajak Penghasilan di Indonesia.

Pengaruh Kemudahan Penggunaan Aplikasi dan Kenyamanan Berbelanja Terhadap Minat Beli pada Marketplace

Rudy Hartono, Therrius Davin Lim, Hommy Dorthy Ellyany Sinaga
Abstract: Riset terdahulu atau riset yang relevan memiliki peranan penting dalam memperkuat hubungan antar variabel dalam suatu penelitian ilmiah. Artikel ini mereview berbagai faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen pada marketplace,… ketplace, khususnya kemudahan penggunaan aplikasi dan kenyamanan berbelanja. Tujuan dari penulisan literature review ini adalah untuk menganalisis hubungan antar variabel berdasarkan penelitian terdahulu serta membangun hipotesis yang dapat digunakan pada penelitian selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literature (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan jurnal ilmiah yang relevan dari Google Scholar. Hasil literature review menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan aplikasi memiliki pengaruh positif terhadap minat beli konsumen karena memberikan kemudahan navigasi, efisiensi transaksi, dan pengalaman penggunaan yang lebih baik. Selain itu, kenyamanan berbelanja juga berpengaruh terhadap minat beli melalui rasa aman, kemudahan akses, serta fleksibilitas dalam proses pembelian. Namun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor lain seperti promosi, harga, dan kepercayaan konsumen juga turut mempengaruhi keputusan pembelian pada marketplace. Oleh karena itu, kemudahan penggunaan aplikasi dan kenyamanan berbelanja menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat beli konsumen di era digital.

PENGARUH PENGUNGKAPAN KEY AUDIT MATTERS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP AUDIT FEE PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA TAHUN 2022-2023

Syahriel, Lilik Purwanti
Abstract: Audit fee merupakan besarnya biaya yang didapatkan oleh auditor dari perusahaan klien yang diauditnya. Belum adanya standar yang mengatur mengenai besaran pasti imbalan jasa audit yang harus dibayarkan oleh perusahaan klien… ien membuat nilai fee audit bervariasi bergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengungkapan key audit matters (KAM) dan ukuran perusahaan terhadap audit fee yang dimoderasi oleh komisaris independen. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2022-2023 dan sampel yang diuji sebanyak 204 data berdasarkan metode purposive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan tahunan dan laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda dan moderated regression analysis dengan bantuan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan KAM dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit fee. Komisaris independen tidak mampu memoderasi pengaruh pengungkapan KAM terhadap audit fee, sedangkan komisaris independen mampu memoderasi pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit fee. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman baru terkait faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya audit fee khususnya pengungkapan KAM sebagai standar audit baru.

Digital Administrasi Dan Penguatan Manajemen Tata Kelola Kantor Desa Prapat Janji Berbasis Sistem Informasi

Sudarmin Sudarmin, Sumantri Sumantri, Santoso Santoso, Irianto Irianto
Abstract: Kantor Desa Prapat Janji menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaan administrasi dan tata kelola pemerintahan desa, seperti pencatatan data yang masih dilakukan secara manual, keterlambatan pelayanan administrasi,… , kesulitan dalam pencarian arsip, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pelayanan publik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas administrasi desa melalui penerapan sistem informasi administrasi desa serta penguatan kapasitas aparatur dalam pengelolaan tata kelola berbasis digital. Metode yang digunakan meliputi observasi, identifikasi kebutuhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi implementasi sistem. Hasil sementara menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi mampu meningkatkan kecepatan pengolahan data administrasi sebesar 75%, mempercepat proses pencarian arsip hingga 80%, serta meningkatkan kompetensi aparatur desa dalam penggunaan teknologi informasi sebesar 85% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, tingkat kepuasan perangkat desa terhadap penggunaan sistem mencapai 88%. Implementasi ini diharapkan mampu mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel di Desa Prapat Janji. The Prapat Janji Village Office faces several challenges in managing administrative processes and village governance, including manual data recording, delays in administrative services, difficulties in document retrieval, and the suboptimal utilization of information technology to support public services. This community service program aims to improve the effectiveness of village administration through the implementation of a village administrative information system and the strengthening of village officials’ capacity in managing digital-based governance. The methods employed include observation, needs assessment, training, mentoring, and system implementation evaluation. Preliminary results indicate that the implementation of the information system has increased the efficiency of administrative data processing by 75%, accelerated document retrieval processes by up to 80%, and enhanced the information technology competencies of village officials by 85%, based on pre-test and post-test evaluations. Furthermore, the satisfaction level of village staff regarding the use of the system reached 88%. The implementation is expected to promote more effective, efficient, transparent, and accountable public services in Prapat Janji Village.

Pengembangan Model Pendampingan Berbasis Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Bahasa Inggris Di SDN 15 Padang Genting

Cecep Maulana, Irianto Irianto, Zulkarnain Sirait
Abstract: Abstrak Project-Based Learning (PBL) merupakan pendekatan inovatif yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar melalui aktivitas kolaboratif dan berbasis proyek. Namun, guru di SDN 15 Padang… dang Genting masih mengalami kendala dalam menyusun modul ajar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), serta mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek secara efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan model pendampingan berbasis Project-Based Learning untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan implementasi di kelas, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, dan evaluasi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model pendampingan yang diterapkan mampu meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun modul ajar dan RPP berbasis proyek dengan capaian sebesar 89,3% pada kategori sangat baik. Selain itu, guru menjadi lebih aktif, kreatif, dan mampu melibatkan siswa dalam pembelajaran yang komunikatif dan kolaboratif. Dengan demikian, model pendampingan berbasis Project-Based Learning efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di SDN 15 Padang Genting.   Project-Based Learning (PBL) is an innovative approach that can improve the quality of English language learning in elementary schools through collaborative and project-oriented activities. However, teachers at SDN 15 Padang Genting still face difficulties in developing teaching modules, lesson plans, and implementing project-based learning effectively. This community service activity aimed to develop a mentoring model based on Project-Based Learning to improve teachers’ competence in English language teaching. The methods used included needs analysis, teacher training, classroom mentoring, practical implementation of learning tools, and reflective evaluation. The stages of the activity consisted of identifying teachers’ needs, designing the mentoring model, conducting training sessions, assisting classroom implementation, and evaluating the outcomes. The results showed that the mentoring model improved teachers’ ability to develop project-based teaching modules and lesson plans, achieving a score of 89.3% in the very good category. In addition, teachers became more active and creative in engaging students in collaborative and communicative learning activities. Therefore, the Project-Based Learning mentoring model was effective in improving the quality of English language learning at SDN 15 Padang Genting.

Menuju Desa Modern Administrasi Digital Dan Manajemen Efektif

Nofriadi, Adi Prijuna Lubis, Indra Ramadhona Harahap
Abstract: Desa sebagai unit pemerintahan dasar memiliki peran strategis dalam pembangunan dan pelayanan publik, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam administrasi dan manajemen. Pengelolaan yang masih manual menyebabkan pelayanan… layanan lambat, rawan kesalahan, serta rendahnya transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, keterbatasan kompetensi aparatur desa dalam teknologi dan manajemen modern menghambat efektivitas perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program pembangunan. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kualitas layanan publik dan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, transformasi digital dan penguatan manajemen pemerintahan desa menjadi kebutuhan mendesak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Menuju Desa Modern: Administrasi Digital dan Manajemen Efektif” dirancang untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan dan pendampingan. Program ini bertujuan mengimplementasikan sistem administrasi digital yang terintegrasi serta manajemen pemerintahan yang efektif, guna meningkatkan efisiensi pelayanan, transparansi, dan kualitas tata kelola desa secara berkelanjutan Villages, as the lowest level of government, play a strategic role in development and public service delivery; however, they still face various challenges in administration and management. Manual administrative processes lead to slow services, a high risk of errors, and low levels of transparency and accountability. In addition, the limited competence of village officials in technology and modern management hinders the effectiveness of planning, implementation, and evaluation of development programs. This condition impacts the quality of public services and reduces community participation. Therefore, digital transformation and the strengthening of village governance management have become urgent necessities. A Community Service program entitled “Towards a Modern Village: Digital Administration and Effective Management” is designed to enhance the capacity of village officials through training and mentoring. This program aims to implement an integrated digital administrative system and effective governance management in order to improve service efficiency, transparency, and the overall quality of sustainable village governance

Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Bencana Banjir Di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang

Anju Diah Natalia Panjaitan, Asih Ester E. G. Harahap, Farhan Fauzan Ahdaputra, Lasmaul T. G. Marpaung
Abstract: Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang dan menimbulkan dampak terhadap kehidupan sosial, ekonomi, serta lingkungan masyarakat. Tingginya potensi… si kejadian banjir perlu diimbangi dengan kesiapsiagaan masyarakat untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan. Namun, informasi mengenai tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di wilayah tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana banjir di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 31 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan menghitung indeks kesiapsiagaan berdasarkan indikator pengetahuan, sikap, sistem peringatan dini, rencana tanggap darurat, dan mobilisasi sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat berada pada kategori cukup siap. Pengetahuan kebencanaan dan pengalaman menghadapi banjir menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kesiapsiagaan masyarakat, sedangkan sosialisasi kebencanaan, sistem peringatan dini, keberadaan tim siaga bencana, dan fasilitas evakuasi masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat memerlukan penguatan edukasi kebencanaan, kelembagaan, serta sarana dan prasarana pendukung mitigasi bencana banjir.

MEMBANGUN KOTA YANG TAHAN IKLIM: PERAN DESAIN KOTA YANG RESILIENT DALAM MENGHADAPI KRISIS IKLIM

Faiza Nurwirastari, Mila Karmilah
Abstract: Perubahan iklim yang semakin parah membawa dampak signifikan terhadap kehidupan manusia di seluruh dunia. Perubahan iklim yang ekstrem seperti peningkatan suhu global, cuaca yang tidak menentu, dan bencana alam yang semakin… kin sering terjadi, mengharuskan kota-kota di seluruh dunia untuk beradaptasi dan mempersiapkan diri. Perencanaan desain kota yang berkelanjutan merupakan salah satu solusi adaptasi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, yaitu dengan membangun Resilient City yang memaksimalkan delapan (8) elemen fisik dalam perancangan dan desain kota, yaitu tataguna lahan, tata bangunan, sirkulasi dan perparkiran, ruang terbuka, jalur pejalan kaki, aktivitas pendukung, preservasi dan konservasi, serta rambu dan penanda. Penelitian ini dillakukan dengan tujuan untuk mengetahui keterkaitan antara desain kota yang tangguh dan perannya dalam menanggulangi krisis iklim dan menciptakan ketahanan di perkotaan (City Resilience). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel yang dicetuskan oleh Rockefeller Foundation & ARUP (2014) yaitu Urban systems/ Infrastructure and environment (Sistem infrastruktur perkotaan dan lingkungan), Leadership and strategy (kepemimpinan dan strategi), dan Preventive (pencegahan) yang dicetuskan oleh Y. Jabareen (2013) karena variabel tersebut bisa menggambarkan konsep perencanaan desain kota sesuai dengan teori dasar ketahanan kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran desain kota tangguh sangat dibutuhkan dalam menghadapi krisis iklim saat ini. Contoh-contoh kota seperti Copenhagen yang mengadopsi konsep The Carbon Neutral, Tokyo dan Rotterdam yang mengadopsi konsep The Biophilic City , dan  menunjukkan bahwa penerapan desain kota yang resilient dapat membawa manfaat besar dalam menghadapi tantangan bencana, ekonomi, lingkungan dan sosial.

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM KEGIATAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL)

Siti Salma Rahmawati Sekarsari, Boby Rahman
Abstract: Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah Indonesia saat ini sedang mengatur kepemilikan tanah dan membimbing penggunaannya serta telah menerapkan pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia.… a. Pendaftaran tanah merupakan proses administratif yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan dalam mengumpulkan dan mengolah data fisik dan data hukum serta menampilkan bidang tanah yang sudah memiliki hak dan hak kepemilikan yang ada untuk unit apartemen dengan menerbitkan bukti kepemilikan yang berfungsi sebagai bukti kuat. Pemerintah terus berupaya melaksanakan pendaftaran tanah di seluruh Indonesia untuk memastikan kepastian hukum. Berdasarkan inisiatif pemerintah, penyelesaian pendaftaran tanah di seluruh Indonesia direncanakan akan selesai pada tahun 2024 melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. Permasalahan yang ada adalah tantangan yang ada dalam melaksanakan kegiatan pendaftaran tanah sistematis lengkap untuk memberikan kepastian hukum. Ada juga solusi untuk mengatasi hambatan dan permasalahan yang menjadi tantangan tersebut, sehingga kepastian hukum dapat tercapai.

PENGARUH KETERSEDIAAN LAYANAN TRANSPORTASI SUNGAI TERHADAP TINGKAT AKSESIBILITAS MASYARAKAT ANTAR WILAYAH DI KECAMATAN MELIAU KABUPATEN SANGGAU

Hardi Murwansyah
Abstract: Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat menghadapi permasalahan ketimpangan aksesibilitas antar wilayah yang serius, di mana 15 dari 19 desa terletak di seberang Sungai Kapuas tanpa infrastruktur jembatan permanen,… ermanen, sehingga lebih dari 60% mobilitas masyarakat sepenuhnya bergantung pada layanan penyeberangan sampan motor tempel. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketersediaan layanan transportasi sungai terhadap tingkat aksesibilitas masyarakat antar wilayah. Landasan teori yang digunakan mencakup teori interaksi wilayah Ullman (1956), teori aksesibilitas Hansen (1959) dan Ingram (1971), serta konsep aksesibilitas sosial-ekonomi Litman (2020). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitik dengan paradigma positivistik. Penggalian data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, kuesioner terstruktur berskala Likert, dan studi pustaka terhadap 90 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin, serta divalidasi melalui triangulasi sumber, metode, waktu, dan teori. Analisis mencakup statistik deskriptif, regresi linear berganda, dan analisis Rasio Volume/Kapasitas (V/C). Hasil penelitian menunjukkan model regresi Y = 4,258 − 0,169X₁ + 0,075X₂ − 0,008X₃ + 1,740X₄ − 0,021X₅ dengan R² = 0,883, yang berarti 88,3% variasi aksesibilitas dijelaskan oleh kelima variabel. Dampak sosial-ekonomi (X₄) merupakan prediktor paling dominan (B = 1,740). Analisis V/C menunjukkan seluruh jalur penyeberangan berada dalam kategori Sangat Longgar (V/C agregat = 0,356), mengindikasikan permasalahan bukan pada defisit kapasitas melainkan kemacetan temporal pada jam puncak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan aksesibilitas masyarakat di wilayah berbasis sungai memerlukan perbaikan tata kelola operasional, standarisasi keselamatan, dan integrasi kebijakan transportasi sungai dalam dokumen perencanaan formal seperti RTRW dan Rencana Induk Transportasi Kabupaten.