Abstract:Tujuan penelitian ini yaitu untuk menelaah fungsi mediator hubungan industrial sebagai instansi yang menyelesaikan masalah sengketa hubungan industrial serta berhasil atau tidaknya mediator mediasi dalam merelai perselisihan…
isihan hubungan industrial di Kabupaten Bandung. Metode yang peneliti digunakan yaitu penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif serta bersifat deskriptif. Data yang didapat berupa data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penilitian ini dengan menggunakan studi lapangan melalui wawancara dan studi kepustakaan hingga mendapatkan data sekunder. Hasil penelitian di dapatkan fungsi mediator diatur berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No 83 Tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Mediator Hubungan Industrial yang memiliki kewenangan untuk melaksanakan Pembinaan Hubungan Industrial, Pengembangan Hubungan Industrial serta Mediasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dan Pelaksanaan Teknis Mediasi diatur berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dan Permenaker Nomor 17 Tahun 2014 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Mediator serta Tata Kerja Mediasi. Pelaksanaan Mediasi yang dilakukan oleh Mediator Hubungan Industrial cukup berhasil dalam menyelesaikan perselisihan hubungan industrial baik dilihat melalui indikator substansi hukum, struktur hukum, atau budaya hukumnya.
Abstract:Pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antibiotik merupakan aspek penting dalam mendukung keberhasilan terapi infeksi. Rendahnya pemahaman terkait indikasi, aturan pakai, serta risiko penggunaan antibiotik yang tidak…
tepat dapat berkontribusi terhadap munculnya resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan keluarga pasien di ruang rawat inap infeksius RSUD Bahteramas mengenai antibiotik, termasuk hubungannya dengan usia, jenis kelamin, dan pendidikan terakhir. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa kuesioner berisi 10 pernyataan benar–salah. Sebanyak 100 responden dengan rentang usia 20–59 tahun berpartisipasi dalam penelitian. Hasil menunjukkan bahwa 44% responden memiliki tingkat pengetahuan baik, 45% sedang, dan 11% rendah. Pernyataan dengan jawaban benar tertinggi adalah “Antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi bakteri” (73% benar), sedangkan pernyataan dengan jawaban salah terbanyak adalah “Boleh memberikan antibiotik yang sama kepada anggota keluarga lain jika gejalanya mirip” (72% salah). Analisis karakteristik menunjukkan bahwa kelompok usia 18–35 tahun memiliki pengetahuan lebih baik dibanding kelompok usia lebih tua, sedangkan responden berpendidikan SD–SMP cenderung memiliki pengetahuan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat miskonsepsi signifikan terkait penggunaan antibiotik pada keluarga pasien di ruang rawat infeksius. Temuan ini penting sebagai dasar perencanaan program edukasi yang lebih terarah untuk mencegah penggunaan antibiotik secara tidak tepat.
Abstract:Perkembangan revolusi Industry 4.0 mendorong transformasi besar dalam sistem manufaktur melalui integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan. Machine Learning (ML) menjadi salah satu elemen kunci dalam otomasi industri…
tri karena kemampuannya memproses data secara adaptif untuk mendukung pengambilan keputusan otonom. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis penerapan Machine Learning dalam sistem manufaktur otomatis dengan menyoroti tren, tantangan, serta arah penelitian masa depan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 30 artikel jurnal internasional terindeks Scopus, IEEE Xplore, dan ScienceDirect dalam rentang tahun 2020–2025. Hasil studi menunjukkan bahwa Machine Learning banyak diterapkan pada empat domain utama: predictive maintenance, process optimization, quality control, serta intelligent automation. Algoritma yang dominan digunakan meliputi supervised learning dan deep reinforcement learning, yang terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional hingga 35%. Namun demikian, isu terkait interpretabilitas model, keterbatasan data industri, serta integrasi manusia–AI masih menjadi tantangan utama. Studi ini mengusulkan kerangka konseptual AI–Driven Manufacturing Framework sebagai panduan pengembangan sistem manufaktur cerdas yang adaptif, transparan, dan berkelanjutan menuju era Industry 5.0.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola pengelompokan komponen perakitan komputer menggunakan metode K-Means Clustering. Dataset yang digunakan mencakup CPU, motherboard, RAM, GPU, PSU, dan casing. Proses penelitian…
an meliputi eksplorasi data, pembersihan data, imputasi nilai hilang, encoding kategorikal, normalisasi, serta rekayasa fitur seperti total TDP dan rasio daya PSU. Hasil clustering menunjukkan pembentukan empat kelompok utama, yaitu komponen low-end, mid-range, high-end, dan cluster RAM yang berdiri sendiri. Temuan ini membuktikan bahwa K-Means efektif dalam memetakan karakteristik hardware dan dapat digunakan sebagai dasar sistem rekomendasi perakitan PC.
Abstract:Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Kemajuan ini tidak lepas dari peran penting arsitektur dan organisasi komputer yang…
ang menjadi dasar sistem komputasi modern. Arsitektur komputer menentukan rancangan logis sistem, sedangkan organisasi komputer menjelaskan cara elemen-elemen perangkat keras bekerja secara efisien untuk mendukung proses pemrosesan data yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh arsitektur dan organisasi komputer terhadap efektivitas penggunaan serta pengembangan AI. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis komparatif terhadap arsitektur CPU, GPU, dan TPU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur paralel, efisiensi sistem memori, dan optimalisasi jalur data merupakan faktor utama yang menentukan performa sistem AI. Inovasi seperti TPU dan NPU menandai arah perkembangan baru dalam dunia komputasi yang lebih cepat, hemat energi, dan efisien.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat peserta didik dalam perspektif pendidikan modern yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi digital. Dengan menggunakan metode literatur review, penelitian ini menganalisis…
alisis berbagai teori, konsep, dan temuan penelitian terdahulu yang relevan untuk memahami posisi peserta didik dalam konteks pembelajaran abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa peserta didik tidak lagi dipandang sebagai objek pasif, melainkan sebagai subjek aktif yang memiliki potensi, kreativitas, kemandirian, serta kemampuan literasi digital yang penting dalam proses pembelajaran. Teknologi digital juga membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi, gaya belajar, serta akses peserta didik terhadap sumber belajar yang lebih luas dan fleksibel. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman mendalam mengenai karakteristik peserta didik menjadi dasar penting bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang adaptif, relevan, dan selaras dengan tuntutan pendidikan modern.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi prinsip manajemen proyek pada pembangunan Bandung Creative Hub (BCH) serta implikasinya terhadap pemanfaatan fasilitas publik pasca pembangunan. Dengan menggunakan pendekatan…
katan kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan pengunjung BCH, penelitian ini menilai penerapan elemen planning, scheduling, dan controlling berdasarkan kerangka Kerzner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap perencanaan dan penjadwalan pembangunan BCH telah dilaksanakan dengan cukup terstruktur sehingga proyek dapat diselesaikan tepat waktu. Namun, efektivitas controlling masih belum optimal, terutama pada aspek pengelolaan pasca konstruksi yang ditandai dengan belum adanya regulasi operasional yang baku, kendala kenyamanan fisik, serta minimnya integrasi dengan aktivitas ekonomi lokal. Temuan juga memperlihatkan bahwa BCH memberikan manfaat nyata sebagai ruang belajar dan berkegiatan kreatif, namun realisasi manfaat tersebut belum mencapai potensi maksimal akibat sejumlah tantangan operasional dan administratif. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan proyek publik tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian fisik, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan berkelanjutan yang mampu memastikan bahwa fasilitas publik berfungsi sesuai tujuan sosial dan ekonomi yang diharapkan.
Abstract:Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung merupakan proyek strategis nasional yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena melibatkan banyak pihak dan proses konstruksi berskala besar. Studi literatur menunjukkan bahwa proyek…
royek ini mengalami keterlambatan akibat kombinasi faktor teknis dan nonteknis. Artikel ini menganalisis faktor-faktor tersebut berdasarkan penelitian terdahulu dan mengaitkannya dengan teori manajemen konflik. Hasil kajian literatur menunjukkan sebelas faktor utama penyebab keterlambatan, antara lain pembebasan lahan, jadwal proyek yang terlalu ketat, kurangnya integrasi perencanaan, keterbatasan sumber daya, perubahan desain, koordinasi rumit, dan kelalaian subkontraktor. Sebagian besar faktor tersebut berhubungan dengan konflik kepentingan, konflik peran, konflik instruksi, dan konflik struktural. Analisis menggunakan teori manajemen konflik menjelaskan bahwa konflik yang tidak dikelola dapat memperlambat pengambilan keputusan dan menurunkan produktivitas proyek. Artikel ini merekomendasikan peningkatan koordinasi, kejelasan peran, penguatan komunikasi lintas tim, pelatihan manajemen konflik, serta perbaikan proses perencanaan sebagai langkah untuk mengurangi keterlambatan proyek infrastruktur berskala besar.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Value Engineering sebagai upaya optimalisasi biaya produksi dan peningkatan nilai produk pada UMKM meubel milik Pak Budiono di Bandar Lampung. Persaingan industri…
tri meubel yang semakin ketat serta keterbatasan sumber daya pada usaha kecil menimbulkan permasalahan efisiensi dalam penggunaan material, proses produksi, dan strategi pemasaran. Melalui penerapan tahapan rekayasa nilai, penelitian ini meninjau aspek fungsi, biaya, serta alternatif material dan proses yang dapat meningkatkan nilai produk tanpa mengurangi kualitas. Hasil menunjukkan bahwa penerapan Value Engineering pada UMKM Meubel Pak Budiono mampu meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitas. Berdasarkan data keuangan, omzet mingguan mencapai Rp10.000.000 dengan laba bersih sekitar Rp2.000.000 dan biaya tenaga kerja antara Rp800.000–Rp1.500.000 per orang. Melalui alternatif terbaik berupa pemasaran digital, simplifikasi desain, dan investasi mesin, diperoleh potensi peningkatan penjualan hingga 40%, efisiensi biaya tenaga kerja sebesar 20%, serta peningkatan kapasitas produksi hingga 50%. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar UMKM meubel menerapkan evaluasi berkala terhadap komponen biaya dan fungsi produk untuk memastikan keberlanjutan efisiensi serta peningkatan daya saing di pasar lokal maupun regional.
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebutuhan industri dan persepsi konsumen terhadap penerapan kemasan plastik biodegradable sebagai solusi pengurangan limbah plastik pada produk kopi bubuk di wilayah Lampung. Pendekatan…
endekatan yang digunakan bersifat kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 109 responden yang terdiri atas masyarakat umum, mahasiswa, dan pelaku usaha. Masalah pada penelitian ini adalah banyaknya sampah plastik yang dihasilkan dari kemasan kopi sachet yang sulit terurai sehingga menyebabkan pencemaran dah dapat merusak ekosistem. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan positif terhadap kemasan biodegradable dengan nilai rata-rata di atas 3 pada skala 4. Berdasarkan hasil relative weight dari perhitungan HOQ menunjukkan bahwa kemasan berlabel “Eco-Friendly” (33,9%) menjadi prioritas utama, diikuti riset pasar regional (27,1%), bahan biodegradable (16,3%), efisiensi biaya (17,6%), dan bioplastik berbasis pati (5%). Hasil ini menegaskan pentingnya menyeimbangkan aspek estetika, keberlanjutan, efisiensi biaya, dan relevansi pasar agar kemasan kopi bubuk biodegradable tetap menarik dan kompetitif. Faktor yang dianggap paling penting mencakup keamanan bahan, daya tahan kemasan, desain visual, serta kemampuan terurai alami. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar industri kopi di Lampung mengembangkan kemasan berbasis bioplastik pati yang aman, memiliki label “eco-friendly”, dan diproduksi secara efisien agar tetap kompetitif di pasar.