Search Articles & Publications

Showing 461 articles found for "Penguatan"

Tradisi Lisan dan Kearifan Lokal: Kajian Cerita Rakyat Masyarakat Anim Ha di Kabupaten Merauke

Syahrabudin Husein Enala, Ekfindar Diliana, Syahfitriani Br Ginting, Ricardo Goncalves Klau
Abstract: Penelitian ini mengkaji cerita rakyat masyarakat Anim Ha (Marind) di Kabupaten Merauke sebagai bagian dari tradisi lisan yang berfungsi sebagai media pendidikan moral, pelestarian budaya, serta penguatan identitas sosial.… . Dengan menggunakan pendekatan etnografi dan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña untuk menelaah tema, nilai moral, serta kearifan lokal yang terkandung dalam cerita rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Marind memuat pesan-pesan universal seperti kesetiaan, persahabatan, keadilan, keberanian, kemandirian, serta penghormatan terhadap alam. Cerita-cerita seperti Janji Ajaib Seorang Sahabat, Kisah Nona dari Salor, Kutukan Alamem di Tanah Domande dan Kalibian, dan Qaraipe memperlihatkan nilai solidaritas, keadilan sosial, kesadaran ekologis, serta pentingnya ketabahan menghadapi diskriminasi. Selain itu, unsur magis dan simbolisme alam dalam cerita memperkuat relasi spiritual masyarakat dengan lingkungannya. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi lisan masyarakat Anim Ha memiliki relevansi dengan isu kontemporer, terutama dalam pendidikan karakter, pelestarian budaya, mitigasi bencana, dan literasi lingkungan. Oleh karena itu, cerita rakyat Marind penting untuk didokumentasikan serta diintegrasikan dalam pendidikan formal guna menjaga identitas budaya lokal sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur pada generasi muda Papua Selatan. Kata kunci: Cerita Rakyat Marind, Kearifan Lokal, Pendidikan Karakter

Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Basis Perubahan Sosial

Jasmin, Putri Ramadhani, Sonya Mabel, Alfredo Mowainop, Ferdinan Watkuk, Hubertus Oja
Abstract: Pemberdayaan masyarakat adalah konsep penting dalam mencapai perubahan sosial yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Proses pemberdayaan melibatkan peningkatan akses terhadap sumber daya dan informasi, serta memperkuat… kapasitas masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka. Hal ini berkontribusi pada pengurangan ketimpangan, peningkatan kemandirian ekonomi, dan penguatan nilai-nilai demokrasi serta hak asasi manusia. Artikel ini mengkaji berbagai program pemberdayaan di Indonesia yang berhasil mendorong perubahan dalam struktur kekuasaan, meningkatkan kualitas hidup, dan meruntuhkan norma sosial yang menindas. Meskipun memiliki potensi besar, pemberdayaan masyarakat menghadapi tantangan seperti ketergantungan pada bantuan eksternal dan ketidaksetaraan akses terhadap sumber daya. Untuk mencapai hasil maksimal, tantangan ini perlu diatasi. Secara keseluruhan, pemberdayaan masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan perubahan sosial yang lebih merata dan berkelanjutan. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, perubahan sosial, partisipasi, Pembangunan berkelanjutan, ketimpangan sosial.

Integrasi Capacity Building dan Digitalisasi dalam Pengembangan Wisata Berbasis Komunitas di Pulau Sapomi, Kabupaten Biak Numfor

Mansnembra, Imelda Cornelia, Arifudin, Aldisa, Tammubua, Milcha Handayani, Awal, Muhammad
Abstract: Pulau Sapomi di Kabupaten Biak Numfor memiliki potensi wisata bahari yang begitu kaya, namun dalam praktiknya pengelolaan wisata masih dilakukan secara sederhana. Pokdarwis yang seharusnya menjadi penggerak utama destinasi… si belum sepenuhnya memiliki kemampuan untuk mengelola wisata secara profesional, terutama dalam aspek pelayanan, penyusunan program wisata, serta pemanfaatan platform digital. Melalui kegiatan pengabdian ini, dilakukan serangkaian pelatihan dan pendampingan untuk membantu Pokdarwis membangun kapasitasnya secara bertahap. Kegiatan meliputi pelatihan hospitality, tour guiding, storytelling, penguatan kelembagaan, serta pembentukan identitas digital destinasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan nyata, baik dari sisi sikap maupun keterampilan. Pokdarwis kini memiliki struktur organisasi, dua paket wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan, serta kemampuan untuk mempromosikan Sapomi secara digital. Perubahan ini memberi harapan bagi masyarakat Sapomi untuk mengembangkan wisata bahari dengan lebih percaya diri dan terarah.

Veteran dan Peningkatan Nasionalisme kepada Generasi Muda (Studi pada Paskibraka Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025)

Barmuddin, Satyadharma, Maudhy, Silondae, Tina Trisarana Andriani, Hado, Mahdar, Ahiula
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran veteran dalam membangun dan meningkatkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda, khususnya anggota Paskibraka Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2025. Kegiatan sosialisasi… ialisasi dan edukasi ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Tenggara dalam memberikan materi kepada anggota Paskibraka sesuai arahan dari Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara serta menindaklanjuti Surat Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP RI. Penguatan nasionalisme melalui keterlibatan langsung para veteran terbukti efektif dalam membangun kesadaran kebangsaan generasi muda, khususnya dalam konteks pembinaan Paskibraka. Interaksi langsung antara peserta dan veteran menghadirkan pembelajaran historis yang autentik dan bermakna. Hal itu diyakini karena Veteran adalah pelaku sejarah langsung bangsa ini dan menjadi sumber sejarah dan sumber pembelajaran terutama dalam peningkatan nasionalisme, semangat kebangsaan dan nilai-nilai kejuangan.

Pengaruh Kualitas Produk dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Produk Aquviva di Kota Depok

Jonathan Herhanlie, Vina Islami, Ulfa Rahma Dhini
Abstract: Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) terus berkembang karena masyarakat semakin mempertimbangkan kebersihan, keamanan, dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan air minum. AQUVIVA merupakan produk AMDK lokal yang diproduksi&#8230; ksi PT Mitra Tirta Buwana. Pada 2025, merek ini menghadapi penurunan kepercayaan setelah beredar informasi mengenai temuan benda asing di dalam kemasan. Pada periode pemulihan citra tersebut, perusahaan juga menjalankan kampanye promosi berskala besar. Penelitian ini menguji pengaruh kualitas produk dan promosi terhadap keputusan pembelian AQUVIVA di Kota Depok, baik secara terpisah maupun bersama-sama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-asosiatif. Sampel ditentukan melalui purposive sampling berdasarkan rumus Lemeshow dan melibatkan 100 konsumen AQUVIVA. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (t = 9,044; p < 0,001) dengan kontribusi 33%. Promosi juga berpengaruh positif dan signifikan (t = 8,448; p < 0,001) dengan kontribusi 29%. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan (F = 77,764; p < 0,001) dan menjelaskan 61,6% variasi keputusan pembelian. Temuan tersebut menunjukkan perlunya pengendalian mutu yang konsisten serta penguatan promosi digital yang berkelanjutan untuk memulihkan kepercayaan dan menjaga loyalitas konsumen.

Penguatan Kompetensi Profesional Guru Berbasis Refleksi dan Best Practice (Studi di Sekolah Dasar Negeri Kota Cilegon)

Ifa Hafiroh, Harry Budiman, Inti Hujah, Eno Astriyani, Siti Laela
Abstract: This study was motivated by the low level of professional competence among elementary school teachers despite the fact that most teachers have obtained certification and adequate academic qualifications. Curriculum changes,&#8230; es, advances in educational technology, and the demands of 21st-century learning require teachers to possess adaptive, reflective, and collaborative professional competencies. The research problem focused on the influence of reflective practice and best practice on the professional competence of teachers at A-accredited public elementary schools in Cilegon City. The study employed a quantitative approach with a causal-comparative design involving 105 teachers selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using Likert-scale questionnaires and analyzed through multiple linear regression using EViews 12. The results revealed that reflective practice had a positive and significant effect on teachers’ professional competence, with a t-value of 4.697 and a significance value of 0.000. Best practice also demonstrated a positive and significant effect, with a t-value of 5.065 and a significance value of 0.000. Simultaneous testing indicated that reflective practice and best practice jointly had a significant effect on teachers’ professional competence, with an F-value of 43.72 and a coefficient of determination of 52.2%. The findings confirm that reflective and collaborative cultures are capable of improving teachers’ professional quality continuously through learning evaluation, sharing teaching experiences, and developing innovative instructional strategies. The novelty of this study lies in the simultaneous examination of reflective practice and best practice through a quantitative approach within the context of A-accredited public elementary schools in Cilegon City. The findings also demonstrate that best practice exerts a greater influence than reflective practice on the professional competence of elementary school teachers.

Analisis Bibliometrik: Gaya Kepemimpinan dalam Penguatan Budaya Sekolah di Sekolah Islam

Robby Haryanto, Rugaiyah, Kamaludin
Abstract: Research on leadership styles and the strengthening of school culture in Islamic schools has become increasingly significant in response to the growing demand for educational quality grounded in religious values. School&#8230; principals play a strategic role in developing an adaptive, collaborative, and character-oriented organizational culture that supports students’ holistic development. This study focuses on publication trends, thematic cluster structures, and the tendencies of leadership style implementation in strengthening Islamic school culture based on bibliometric analysis. The study employed a descriptive quantitative approach using bibliometric analysis of 397 Scopus-indexed documents published between 2019-2025. Data collection was conducted using Publish or Perish, while data visualization analysis was performed using VOSviewer through keyword co-occurrence techniques. The findings reveal that school culture and distributed leadership emerged as the most dominant themes and occupied central positions within the bibliometric network. The shift in research paradigms indicates a transition from structural approaches toward participatory, collaborative, and contextual approaches in modern educational leadership. Another finding demonstrates that the concepts of Islamic school and Islamic leadership have not yet appeared prominently in international research networks, thereby indicating a significant research gap regarding the integration of Islamic values into school culture and educational leadership practices. This study concludes that the strengthening of school culture is influenced not only by the administrative capabilities of school principals, but also by their ability to foster collaboration, social relations, innovation, and the continuous internalization of moral values. The novelty of this research lies in the use of bibliometric analysis to systematically map the relationship between leadership styles and Islamic school culture, while also offering a perspective on integrating the values of amanah, shura, and exemplary conduct into modern collaborative leadership models.

Kolaboratif Learning sebagai Strategi Penguatan Literasi Digital pada Peserta Didik Sekolah Dasar

Muhammad Alwan, Nailatul Alawiyah
Abstract: This study examines the effectiveness of implementing Collaborative Learning as a strategy to strengthen Literasi digital among elementary school students, emerging as a response to challenges related to students’ limited&#8230; ted ability to access, understand, and utilize digital information critically and responsibly. The main problem addressed in this research concerns the lack of learning models capable of integrating cooperation, creativity, and critical thinking skills with digital competencies relevant to 21st-century demands. Employing a descriptive qualitative method supported by a literature review, the data were collected from various scientific sources such as books, journals, articles, and previous studies. The findings indicate that Collaborative Learning effectively enhances students’ Literasi digital skills through activities emphasizing interaction, discussion, problem-solving, and the use of digital platforms such as Google Classroom, Canva, Kahoot, and Padlet. The teacher’s role as a facilitator is crucial in creating an active, adaptive, and student-centered learning environment. Challenges such as limited devices and internet access still arise, yet these can be mitigated through teacher competency development, parental support, and the optimal use of accessible digital resources. The study concludes that integrating Collaborative Learning with Literasi digital not only improves academic competence but also fosters a learning ecosystem that is engaging, participatory, and aligned with technological advancements. The novelty of this research lies in highlighting that student collaboration, when combined with appropriate technological integration, can serve as an effective strategy for strengthening Literasi digital sustainably at the elementary school level.

Analisis Pendekatan Kolaboratif pada Integrasi Pembelajaran Agama Kristen (PAK) dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMK Kesehatan Reformasi Pontianak

Rosnamita, Ruben Nesimnasi, Merdiati Marbun
Abstract: This research aimed to identify the implementation, optimization, empowerment of technology, to evaluation of the implementation of the integration of Christian Religious Education Learning (PAK) and the Pancasila Student&#8230; t Profile Strengthening Project (P5) in the formation of student character at SMK Kesehatan Reformasi Pontianak. The method in this study is qualitative with a descriptive approach. The results of the study indicate that the implementation of the integration of PAK and P5 that meets students' needs in fulfilling knowledge of divinity and nationality are Worship Together and Reading the Bible, celebrating the Independence Day of the Republic of Indonesia and the Anniversary of Pontianak City, carrying out independent assignments with the substance of divinity and nationality values, holding a Clean Friday agenda, carrying out presentation and group discussion agendas, and implementing a three-dimensional wall magazine and poster making agenda. In addition, the aspect of technology empowerment needs to be optimized in various moments including the creation of digital-based posters and wall magazines as a representation of the agenda that describes the implementation of digitalization elements holistically, and the evaluation of the effectiveness of the integration of PAK and P5 learning in general is not carried out on a scheduled and regular basis, however, intensive communication and coordination between P5 and PAK teachers in order to integrate divinity and national values ​​are carried out, including together with school management.

Edukasi Pencegahan Filariasis pada Siswa Madrasah Aliyah Al-Fath Kendari

Handayani, Listy
Abstract: Filariasis atau penyakit kaki gajah masih menjadi penyakit tropis terabaikan yang dapat menimbulkan kecacatan kronis, stigma, dan kerugian sosial. Penyuluhan berbasis sekolah penting dilakukan karena infeksi dapat terjadi&#8230; i sejak usia anak, sedangkan remaja berpotensi menjadi agen pencegahan di keluarga dan kelompok sebaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa Madrasah Aliyah Al-Fath Kendari mengenai pencegahan penyakit filariasis. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di Madrasah Aliyah Al-Fath Kendari dengan peserta 30 siswa. Tahapan kegiatan pengabdian meliputi tahap perencanaan (koordinasi dengan sekolah, penyusunan leafleat yang memuat materi edukasi), pelaksananaan dan evaluasi (membandikan skor pengetahuan sebelum dan sesudah menyuluhan dengan menggunakan kuesioner pre test dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan kategori pengetahuan baik meningkat dari 24 siswa (80,0%) sebelum penyuluhan menjadi 29 siswa (96,7%) sesudah penyuluhan, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 6 siswa (20,0%) menjadi 1 siswa (3,3%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis leaflet yang disertai diskusi mampu meningkatkan pengetahuan awal siswa tentang pencegahan filariasis. Implikasi kegiatan adalah perlunya edukasi berulang di sekolah, penguatan perilaku menghindari gigitan nyamuk, kebersihan lingkungan, dan kolaborasi sekolah, puskesmas, serta perguruan tinggi.