Search Articles & Publications

Showing 282 articles found for "Tani"

PEMILIHAN TANAMAN BERDASARKAN KONDISI LAHAN DAN PERSYARATAN TUMBUH TANAMAN MENGGUNAKAN GABUNGAN METODE AHP DAN TOPSIS

Rifqi, Mi`rajul, Dona, Dona
Abstract: Abstract: Most farmers are do’nt know what plants are suitable for planting on their land. This is due to the lack of knowledge of farmers regarding the suitability of land with the growing requirements of a crop. The… The lack of knowledge of farmers and the community about the evaluation of land suitability causes the cultivated plants do not produce optimally, because the conditions required by these plants are not in accordance with the conditions of the land that supports the growth of these plants. Seeing the importance of the process of selecting plants based on land suitability, while determining the selection of plants is still done only by looking at the experience of farmers who have not been tested. So the authors feel the need to make research to determine plants on land based on land suitability and plant growth requirements. The Analytical Hierarchy Process method is very suitable to be used to calculate the priority weight of each criterion because it is objective, which will later be used as a reference ranking by the TOPSIS method. With this research, it can determine the estate crops that will be planted on a land based on the level of land suitability and the requirements for growing plants that are alternative precisely, accurately and dynamically. Keywords: DSS, AHP, TOPSIS     Abstrak: Kebanyakan Petani masih banyak yang belum mengetahui tanaman apa yang cocok ditanaman di lahannya. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan petani mengenai kesesuaian lahan dengan persyaratan tumbuh suatu tanaman. Lemahnya tingkat pengetahuan petani dan masyarakat tentang evaluasi kesesuaian lahan menyebabkan tanaman yang dibudidayakan tidak berproduksi optimal, karena syarat yang dibutuhkan tanaman tersebut belum sesuai dengan kondisi lahan yang mendukung pertumbuhan tanaman tersebut. Melihat pentingnya proses pemilihan tanaman berdasarkan kesesuain lahan, sedangkan penentuan pemilihan tanaman masih dilakukan hanya berdasarkan dengan melihat pengalaman petani yang belum teruji. Maka penulis merasa perlu membuat penelitian untuk menentukan tanaman pada lahan berdasarkan kesesuain lahan dan persyaratan tumbuh tanaman. Metode Analytical Hierarchy Process sangat cocok digunakan untuk menghitung bobot prioritas dari tiap kriteria karena bersifat obyektif, yang nantinya menjadi acuan perangkingan yang dilakukan dengan metode TOPSIS. Dengan adanya penelitian ini, maka dapat menentukan tanaman perkebunan yang akan ditanam pada suatu lahan berdasarkan tingkat kesesuaian lahan dan persyaratan tumbuh tanaman yang menjadi alternatif secara tepat, akurat dan dinamis.     Kata kunci: SPK, AHP, TOPSIS

KOMBINASI METODE AHP DAN WEIGHT PRODUCT DALAM MENGANALISIS BENIH PADI UNGGUL

Agus, Raja Tama Andri, Mardalius, Mardalius
Abstract: Beras menjadi kebutuhan utama dalam mengolah berbagai macam makanan terutama nasi. Kebutuhan beras dari tahun ke tahun pun semakin tinggi. Hal demikian membuat para petani harus meningkatkan produktifitas padi yang akan… ditanam. Akan tetapi petani masih menggunakan cara coba-coba dan mengandalkan kebiasaan turun temurun dalam menentukan benih padi yang ditanam. Sebagai contoh masih ada petani memilih benih padi berdasarkan harga benih yang murah dan yang memiliki masa panen lebih cepat. Dampaknya mengurangi harga jual hasil panen.Adapun tujuan penelitian ini adalah menerapkan teknologi informasi untuk mengetahui dan menentukan jenis padi yangunggul yang dapat meningkatkan hasil panen dan kualitas padi. Metode yang peneliti pilih adalah metode AHP yang dikombinasikan dengan metode WP. Alasan metode AHP dipilih karena mampu menganalisis kriteria yang memiliki nilai konsistensi yang baik. Sedangkan WP dipilih karena memiliki kemampuan menganalisis alternative menjadi bentuk perangkingan dengan proses yang cepat dan mudah. Berdasarkan hasil analisis dari kombinasi AHP dan WP yang telah dilakukan, metode AHP mampu menghasilkan faktor prioritas yang menjadi nilai bobot untuk perankingan metode WP. Dan metode WP menghasilkan perankingan tertinggi benih padi unggul dengan nilai 0,204.

APLIKASI PENENTUAN KUALITAS KELAPA DENGAN METODE WEIGHETED PRODUCT (WP)

Wijayanti, Sulasih, Yunita, Fitri, Maharani, Dewi
Abstract: Abstract: Plantation is one of the backbone of the government of Riau Indragiri Hilir (Inhil) Regency. One of them is coconut, with this huge coconut potential, Indragiri Hilir makes plantations in superior products. With… h the potential of coconuts that really need knowledge and information on the quality of coconuts to be sold, the purpose of this study is to develop coconut quality selection applications using the Weighted Method Product (WP), which can solve problems for users is prospective coconut sellers to get information. Therefore to find out the price and quality of coconuts using the weighted product method is a method that is supported by using multiplication for attribute value attributes, where the value must be raised first using the required attributes. Using the Weighted Product (WP) method according to the replacement request , then implemented into a system that determines rather than at each price determination and weight The source of system knowledge is obtained by collecting data and information. With this application, it helps the community to determine the quality of coconuts for coconut buyers and farmers. Keywords: selection of coconut quality, Weighted Products (WP)   Abstrak: Perkebunan merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau. Salah satu nya adalah kelapa, dengan potensi kelapa yang begitu besar ini, Indragiri Hilir menjadikan perkebunan kelapa dalam sebagai produk unggulan, Dengan potensi kelapa yang begitu besar terkadang kurangnya pengetahuan dan informasi akan kualitas kelapa yang akan dijual, tujuan penelitian ini untuk membangun sebuah aplikasi pemilihan kualitas kelapa menggunakan Metode Weighted Product (WP), yang dapat menyelesaikan permasalahan bagi pengguna yaitu calon penjual kelapa untuk mendapatkan informasi. Maka dari itu untuk mengetahui harga dan kualitas kelapa dengan menggunakan metode weighted product merupakan  metode penyelesaian dengan menggunakan perkalian untuk menghubungkan nilai atribut, dimana nilai harus dipangkatkan terlebih dahulu dengan bobot atribut yang bersangkutan.Dengan menggunakan metode Weighted Product (WP) pada pendukung keputusan, kemudian diimplementasikan kedalam sebuah sistem yang menentukan tingkat kepentingan pada setiap kriteria yaitu harga dan bobot Sumber pengetahuan sistem di peroleh dengan mengumpulkan data-data dan informasi.Dengan adanya aplikasi ini mampu membantu masyarakat untuk menentukan kualitas kelapa kepada para pembeli kelapa dan petani.   Kata kunci : pemilihan kualitas kelapa,Weighted Product (WP)

Persepsi Hadis Taqwa Dengan Metode Tematik

Abustani Ilyas, Erwin Hafid, Fahruddin Fahruddin, Sitti Khadijah Amran, Haswani Ansar, Nana Nur Zulaikha
Abstract: Taqwa secara epistemologi berasal dari bahasa Arab "waqa-yaqi-wiqayah" yang berarti memelihara atau melindungi diri dari bahaya, khususnya siksaan Allah SWT dengan mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya,  atau menjaga… menjaga diri dari sesuatu yang membahayakan. Berdasarkan uraian tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: “Bagaimana konsep taqwa dalam Al-Qur'an dan Hadis jika dikaji secara tematik (mawdhui)? Apa implikasi praktisnya bagi kehidupan Muslim”? Penelitian ini bertujuan untuk “Menyajikan gambaran menyeluruh tentang taqwa melalui pendekatan tafsir tematik, menghubungkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW secara sistematis”.  Penelitian ini menggunakan metode  tafsir mawdhui yaitu pengumpulan ayat dan hadis bertema taqwa, analisis linguistik, kajian asbabun nuzul, dan sintesis konsep secara integratif. Al-Qur'an & Hadis Saling Melengkapi, Metode mawdhu'i mengungkap keselarasan sempurna antara wahyu dan sunnah dalam membangun konsep taqwa. Konsep Taqwa Mawdhu'i adalah  sistem proteksi bertingkat hati→fisik→sosial→negara) yang Allah janjikan 3 kemudahan: jalan keluar (At-Talaq:2), rezeki tak disangka (hadis Bukhari), surga luas (Ali Imran:133). Munasabah ayat-hadis tunjukkan tahapan wahyu: Makkah (takwa iman) → Madinah (takwa sosial) → wasiat Nabi (takwa mutlak). Inti: Taqwa bukan "takut doang", tapi proaktif jalankan perintah + jauhi larangan sebagai sekat azab menuju falah dunia-akhirat. Sintesis Akhir yaitu Kajian Syarh Taqwa Al-Mawdhui membuktikan bahwa taqwa bukan sekadar rasa takut kepada Allah, melainkan sebuah sistem nilai hidup yang komprehensif — mencakup dimensi spiritual, ritual, sosial, dan kenegaraan.

The Effect Of Giving Manure Type Growth Regulators On The Vegetative Phase Of Chili Plants (Capsicum Frutescens)

Uni Savira, Hilda Pratiwi, Mizan Maulana
Abstract: Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is a horticultural commodity with high economic value and continuously increasing market demand. The success of cayenne pepper production is largely determined by vegetative growth… in the early stages, which is influenced by the availability of nutrients and plant growth regulators. The use of manure as a source of organic matter and natural Plant Growth Regulators (PGRs) is expected to enhance vegetative growth. This study aimed to determine the effect of manure application and natural PGRs on the vegetative growth of cayenne pepper and to identify the treatment that produces the best growth.The research was conducted from December to January 2026 at the land of the Kopbun Suka Tani Sejahtera Business Research Center, Kota Juang District, Bireuen Regency. The study used a factorial Randomized Block Design (RBD) with a 4 × 3 pattern and three replications. The first factor was the dosage of manure consisting of 0 kg (control), 1 kg, 1.5 kg, and 2 kg per plant. The second factor was the type of natural PGR, consisting of shallot extract, rice water, and coconut water. The observed parameters included plant height, number of leaves, leaf width, and number of branches at 15, 30, and 45 days after planting (DAP). Data were analyzed using the F-test and continued with the Honestly Significant Difference (HSD) test at a 5% significance level if the results were significant.The results showed that manure application had no significant effect on all vegetative growth parameters up to 45 DAP. The application of natural PGRs also showed no significant effect at 15, 30, and 45 DAP, as well as on other parameters. There was no significant interaction between manure and natural PGRs on all observed parameters.

The Effect of Manure Dosage and Types of Plant Growth Regulators (PGRs) on the Generative Phase of Bird’s Eye Chili (Capsicum frutescens L)

Putri Rizkia, Hilda Pratiwi, Mizan Maulana
Abstract: This study aims to determine the effect of manure dosage and types of plant growth regulators (PGRs), as well as their interaction, on the generative phase of bird’s eye chili plants (Capsicum frutescens L.) in order to… o improve productivity, which remains fluctuating due to suboptimal cultivation practices. The research was conducted from February to March 2026 at the experimental field of the Pusat Riset Bisnis Kopbun Suka Tani Sejahtera, Kota Juang District, Bireuen Regency, using a factorial Randomized Block Design (RBD) of 4 × 3 with three replications. The first factor was the dosage of manure (control, 1 kg/plant, 1.5 kg/plant, and 2 kg/plant), while the second factor was the type of natural PGR (onion extract, rice water, and coconut water). Data were collected through direct observations on several parameters, including number of fruits, fruit weight, fresh biomass weight, root fresh weight, and root length, and were then analyzed to determine the effects of treatments and their interactions.          The results showed that certain doses of manure had a significant effect on increasing yield and root growth, while natural PGRs were able to enhance flowering, reduce flower drop, and accelerate fruit formation. The interaction between both treatments indicated that the optimal combination produced higher results compared to single treatments. The novelty of this study lies in the use of a combination of manure and natural PGRs based on local materials as a strategy to improve the generative phase. The implications of this research are expected to serve as a scientific reference for the development of sustainable cultivation techniques, as well as learning material and further research in the fields of agronomy and horticulture.

Differences in Growth and Yield Responses of Several Cayenne Pepper (Capsicum frutescens L.) Varieties in Cocoa (Theobroma cacao L.) Interrows

Nazatul Bairia, Hilda Pratiwi, Mizan Maulana
Abstract: This study aimed to analyze the response of several cayenne pepper varieties (Capsicum frutescens L.) on the growth and yield of cayenne pepper cultivated in the cocoa (Theobroma cacao L.) alley cropping system. The research… arch was conducted from April to July 2025 at Mon Jambe Village, Jeumpa District, and the Kopbun Suka Tani Sejahtera Business Research Center, Kota Juang District, Bireuen Regency. The experiment employed a Randomized Block Design (RBD) with four varieties as treatments and three replications, resulting in 12 experimental units. The tested varieties were Rajo, Genie, Bara, and Tetra Hijau. Data were collected through observations of plant height, number of leaves, number of fruits, fruit weight, and fresh biomass weight, and were analyzed using analysis of variance (ANOVA) to determine differences among treatments. The results showed that the varietal factor had a highly significant effect on leaf number and a significant effect on fruit number and fruit weight. The Bara variety exhibited the most adaptive and productive performance under the cocoa alley cropping system, as indicated by superior vegetative growth and yield compared to other varieties. The novelty of this study lies in emphasizing that varietal selection is a key factor in optimizing the utilization of cocoa alley spaces for cayenne pepper cultivation. These findings are expected to provide a scientific basis for developing cayenne pepper cultivation technologies in cocoa alley systems and to serve as a reference for further research on adaptive variety development under such environmental conditions.

Kepatuhan Prosedural dalam Penegakan Hukum PETI dan Dampaknya terhadap Pemulihan Ekosistem Hutan Tropis di Pohuwato, Indonesia

Hiola, Abdul Samad, Daud Sandalayuk, Alexander Ruruh, Nabila Margareta Hakim, Abdul Alim
Abstract: Penelitian ini menganalisis keterkaitan antara kepatuhan prosedural penegakan hukum terhadap penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato, Indonesia, dengan pemulihan ekosistem. Melalui studi kasus terstruktur,&#8230; r, dokumentasi hukum 14 bulan, observasi lapangan, dan analisis citra satelit dievaluasi terkait kepatuhan terhadap KUHAP pada tiga tahap penegakan hukum (penyidikan, penuntutan, persidangan) serta indikator lingkungan (tutupan vegetasi, konsentrasi merkuri, keanekaragaman hayati). Temuan utama menunjukkan bahwa kasus yang mematuhi ketat timeline KUHAP mencapai pemulihan ekosistem 40% lebih cepat dibanding kasus tertunda. Pohuwato mencatat tingkat konversi menjadi vonis bersalah 75% (di atas rata-rata nasional 60%), dengan korelasi positif kuat (r=0,87; p<0,01) antara kualitas bukti lingkungan forensik dan keberhasilan penuntutan. Bukti konsentrasi merkuri terbukti sangat efektif, menghasilkan vonis bersalah pada 90% kasus. Meski aktivitas PETI menurun 85% dalam radius 5 km pasca-penindakan, peningkatan tutupan vegetasi hanya 15% dalam 6 bulan, mengindikasikan kecepatan pemulihan ekologis yang lebih lambat. Signifikan bahwa 70% tersangka menyatakan kesiapan berpartisipasi dalam program restorasi, berkorelasi signifikan dengan integrasi bukti ilmiah (r=0,79; p<0,05). Hasil ini membuktikan bahwa efisiensi prosedur hukum tidak hanya menghentikan kerusakan lebih lanjut, tetapi juga menjadi fondasi kritis bagi percepatan pemulihan ekosistem. Studi ini menjembatani celah penelitian dengan menghubungkan secara empiris kepatuhan prosedur hukum dengan hasil lingkungan, sekaligus menantang pendekatan ekonomi pertambangan yang berpusat pada Eropa. Implikasi praktis mendesak pelatihan khusus bukti lingkungan bagi jaksa dan pedoman operasional integrasi data ilmiah ke dalam proses hukum. Temuan ini menyediakan landasan aksi bagi penyelarasan kerangka hukum Indonesia dengan realitas konservasi, sekaligus menawarkan model perlindungan hutan tropis bagi negara berkembang kaya sumber daya.

Strategi Adaptif untuk Pemeliharaan Tahun Pertama Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Wilayah Rentan Iklim: Bukti Empiris dari Gorontalo, Indonesia

Hiola, Abdul Samad, Desi Ishak, Firman Syahputra, Masitha, Oktavianus Tato, Revalina P. Raisyah
Abstract: Penelitian ini menganalisis implementasi kegiatan pemeliharaan tahun pertama (P1) dalam program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Model UPSA di Desa Motinelo, Kabupaten Gorontalo, dengan fokus pada strategi adaptif untuk&#8230; k mengatasi tantangan kematian bibit akibat kondisi musim kemarau. Dilaksanakan dari Oktober hingga Desember 2025, penelitian ini menggunakan pendekatan observasional dengan pemantauan lapangan sistematis pada lahan seluas 2 hektar yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) "Mentari Hijau". Pengumpulan data melibatkan observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi visual terhadap delapan aspek kegiatan pemeliharaan tahun pertama sesuai dengan pedoman teknis RHL. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa distribusi bibit ke lubang tanam telah dilaksanakan secara lengkap dengan total 2.000 bibit yang terdiri dari Nyatoh (250 batang), Nangka (250 batang), Alpukat Biji (1.000 batang), dan Alpukat Okulasi (500 batang). Namun, tingkat kematian bibit mencapai 35%, dengan angka tertinggi pada Alpukat Biji (40%) akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Pemeliharaan teknik konservasi tanah telah dilaksanakan pada seluruh area seluas 2 hektar, dengan teras bangku (60%) dan teras gulud (40%). Aplikasi hidrogel sebanyak 3 kg terbukti sebagai strategi adaptif yang efektif, sementara kegiatan penyiangan dan pendangiran baru mencapai 60% dari total area. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa dominasi Hasil Hutan Bukan Kayu (62,5%) mencerminkan strategi KTH dalam mengoptimalkan manfaat ekonomi jangka pendek. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi adaptif dalam implementasi program RHL pada fase kritis pemeliharaan tahun pertama, terutama di wilayah dengan pola cuaca yang tidak menentu. Implikasi praktis meliputi kebutuhan penguatan kapasitas teknis petani hutan, pengembangan sistem pemantauan yang responsif, serta integrasi pengetahuan lokal dengan rekomendasi teknis berbasis ilmu pengetahuan untuk meningkatkan ketahanan program RHL terhadap fluktuasi iklim yang semakin tidak dapat diprediksi. Studi ini membuktikan bahwa kombinasi teknik konservasi tanah dengan aplikasi hidrogel dapat secara signifikan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup bibit di wilayah yang rentan terhadap perubahan iklim.

Dualisme Hukum dan Otonomi Daerah: Studi Tata Kelola Pertambangan Ilegal di Wilayah Adat Kalimantan Tengah

Rositha
Abstract: Pengelolaan pertambangan ilegal di wilayah adat Kalimantan Tengah memberi gambaran nyata dualisme sistem hukum nasional dan hukum adat, dengan kelemahan implementasi otonomi daerah. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka&#8230; staka berbasis hukum nasional, analisis difokuskan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, doktrin hukum, serta prinsip-prinsip pengelolaan sumber daya alam yang diatur oleh negara. Penelitian ini menemukan bahwa ketidakharmonisan antara kerangka hukum nasional dan norma hukum lokal menciptakan ruang ketidakpastian hukum yang dimanfaatkan oleh pelaku pertambangan ilegal. Selain itu, desentralisasi kewenangan melalui otonomi daerah belum mampu menjembatani konflik antara rezim hukum yang berlaku, terutama karena lemahnya koordinasi tatanan pemerintahan dan belum optimalnya integrasi hukum adat ke dalam sistem hukum formal. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan kerangka hukum tata kelola sumber daya alam yang lebih responsif terhadap hak-hak masyarakat adat dan selaras dengan prinsip keadilan ekologis serta kepastian hukum.