Abstract:Masalah kenakalan anak di Indonesia akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan, terutama terkait kejahatan yang dilakukan oleh anak di bawah umur. Faktor penyebab tindak pidana persetubuhan terhadap anak antara lain rendahnya…
ya tingkat pendidikan, kemiskinan, kurangnya perhatian orang tua, kemudahan akses narkoba, dan mudahnya mengakses konten pornografi melalui handphone, televisi, dan internet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemidanaan anak sebagai pelaku tindak pidana persetubuhan terhadap anak dan pertimbangan hukum oleh majelis hakim dalam Putusan Nomor 8/Pid.Sus-Anak/2023/PN-Byw.
Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus, serta bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan hukum pidana materiil dalam Putusan Nomor 8/Pid.Sus-Anak/2023/PN-Byw belum sepenuhnya tepat. Dakwaan penuntut umum masih bersifat alternatif, sedangkan dakwaan pada Pasal 81 ayat (2) Jo Pasal 76D Undang-Undang Perlindungan Anak lebih sesuai dengan unsur-unsur dalam kasus ini. Selain itu, pertimbangan hukum majelis hakim kurang tepat karena pidana yang dijatuhkan terlalu rendah. Hakim lebih menekankan pada usia pelaku dan perbuatan yang dilakukan, namun kurang memperhatikan kerugian immaterial, terutama rusaknya masa depan anak korban yang seharusnya menjadi pertimbangan penting dalam penjatuhan pidana.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ambiguitas identitas suku pada anak-anak hasil pernikahan antara perempuan Minangkabau dan laki-laki dari suku lain melalui medium komposisi musik tradisi. Fenomena ini menciptakan…
ptakan waris ganda, dimana anak-anak tersebut mewarisi sistem matrilineal dari pihak ibu dan sistem patrilineal dari pihak ayah. Ambiguitas ini memunculkan dinamika identitas sosial dan budaya yang kompleks, terutama dalam konteks adat Minangkabau yang mengutamakan garis keturunan ibu. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana interpretasi fenomena ambiguitas suku dan waris ganda dapat diungkapkan secara artistik dalam bentuk komposisi musik tradisi Minangkabau yang inovatif. Metode penciptaan karya ini dengan langkah Observasi, perumusan konsep, pengembangan konsep artistik,pemilihan instrumen, penyusunan, perwujudan, dan penyelesaian.Pendekatan interpretasi dipilih untuk menerjemahkan fenomena sosial ini menjadi elemen musikal yang merepresentasikan makna. Dalam proses penciptaan, pengkarya mengolah musik tradisi Minangkabau dengan memasukkan unsur-unsur dari budaya suku lain yang relevan, menghasilkan sebuah karya yang mencerminkan identitas waris ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi Duo Warih Tungga Rago berhasil merepresentasikan ambiguitas identitas suku melalui eksplorasi musikal yang inovatif. Karya ini menonjolkan dialog antara elemen tradisi Minangkabau dan budaya lain, sekaligus menggambarkan dinamika emosional dan sosial dari fenomena tersebut.
Abstract:Hak atas informasi yang benar dan jujur tentang destinasi desa wisata Bejijong merupakan hak pengunjung sebagai konsumen yang harus dipenuhi oleh Pengelola Desa Wisata. Adanya permasalahan yang dihadapi Pengelola karena…
ena adanya perubahan stigma dari Masyarakat terhadap desa wisata Sejarah yang kemudian berubah menjadi wisata religi dan menjadi tempat untuk melakukan pemujaan dan minta berkah bagi orang orang tertentu untuk meningkatkan jabatan atau untuk mendapat rizky yang banyak. Pengelola tidak ingin desa wisata Sejarah ini kemudian berbelok arah hanya dikenal sebagai wisata religi saja. Pengelola ingin menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat, agar wisata sejarah ini tidak kehilangan marwahnya. Hasil dari pengabdian masyarakat ini, setelah dilakukan survei yang mendalam tentang permasalahan yang dihadapi mitra, selanjunya diberikan edukasi kepada pengelola tentang hak-hak pengunjung sebagai konsumen jasa wisata dan kemudian dibuatkan video konten tentang informasi desa wisata yang diunggah melalui youtube agar dapat diakses dan diketahui pengunjung/ masyarakat.
Abstract:Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan handphone terhadap sikap individualisme yang berpotensi melunturkan nilai persatuan pada Pancasila sila ke-3 di kalangan pelajar pada salah satu…
tu SMK Negeri daerah Tangerang Selatan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Data dikumpulkan dari 115 responden yang dipilih secara acak melalui kuesioner secara online. Data yang bersifat kuantitatif ini dianalisis untuk mengukur tingkat individualisme pelajar, frekuensi penggunaan handphone, dan dampaknya terhadap interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pelajar memiliki kecenderungan sikap individualisme yang tinggi ditandai oleh ketergantungan pada handphone dalam interaksi sosial. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan handphone yang berlebihan mempengaruhi penurunan kualitas interaksi tatap muka, rasa kebersamaan, dan solidaritas sosial. Hal ini berdampak pada lunturnya nilai persatuan sebagai inti dari sila ke-3 Pancasila, “Persatuan Indonesia”. Penelitian ini menekankan pentingnya upaya pendidikan karakter dan peningkatan kesadaran akan penggunaan teknologi khususnya handphone secara bijak untuk menjaga nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar.
Abstract:Era digital yang ditandai dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, menjadi sebuah tantangan baru bagi generasi muda saat ini. Salah satu tantangan yang dimaksud adalah pengembangan rasa nasionalisme dan…
an patriotisme dalam diri generasi muda. Studi ini meneliti beberapa guru, mahasiswa dan siswa sekolah di Indonesia menggunakan metode penelitian kualitatif berupa survei kuisioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa di era digital, bela negara tidak hanya melakukan hal-hal secara fisik, tetapi juga menggunakan media sosial dengan bijak. Kita telah berpartisipasi dalam membela negara dengan mencegah penyebaran hoaks dan informasi yang menyebarkan serta menjaga reputasi Indonesia di internet. Setelah itu, bela negara nyata di era teknologi saat ini adalah berpartisipasi dalam kegiatan yang bermanfaat bagi Indonesia. Inti dari bela negara di era digital adalah memanfaatkan media sosial secara bijak, menghindari hoaks dan informasi yang merugikan negara, menjaga nama baik Indonesia, dan menciptakan citra positif Indonesia di internet.
Abstract:Proses pembelajaran dilaksanakan di kelas IV SDN 12 Pinang Awan Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan, terdapat kesulitan dalam belajar disebabkan karena penggunaan model pembelajaran kurang tepat, materi sulit dipahami…
hami oleh peserta didik sehingga mengakibatkan hasil belajar peserta didik menjadi rendah. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti sudah meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model Cooperative Script di kelas IV SDN 12 Pinang Awan. Penelitian dilaksanakan dua siklus, subjek penelitian yaitu peserta didik kelas IV SDN 12 Pinang Awan sebanyak 13 orang, dilaksanakan semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025, data digunakan dalam penelitian yaitu data kuantitatif berupa persentase ketuntasan belajar, data kualitatif berupa hasil observasi aktivitas guru dan peserta didik. Setelah dilakukan penelitian selama dua siklus diperoleh hasil belajar Pendidikan Pancasila siklus I sebesar 53,85%. Meningkat pada siklus II, diperoleh sebesar 80,75%. Artinya proses pembelajaran pada siklus II dinyatakan berhasil atau meningkat sebesar 26,9%. Hasil pelaksanaan aktivitas guru dan peserta didik siklus I aspek guru diperoleh tingkat ketuntasan 68,15% dan aspek peserta didik diperoleh 59,1%, kemudian pelaksanaan aktivitas guru dan peserta didik siklus II aspek guru diperoleh ketuntasan 89,35% dan aspek peserta didik 89,35%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model Cooperative Script dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Abstract:Pendidikan agama Hindu memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa sejak dini, terutama dalam menanamkan nilai-nilai spiritual yang luhur. Salah satu ajaran fundamental dalam Hindu adalah konsep Tat Twam Asi, yang…
ang berarti "Aku adalah Engkau" sebagai cerminan kesatuan dan empati dalam kehidupan sosial. Konsep ini sangat relevan dalam pembentukan sikap toleransi, kepedulian, dan rasa persaudaraan di lingkungan sekolah. Melalui pendidikan agama Hindu, siswa diajarkan untuk memahami dan menerapkan Tat Twam Asi dalam interaksi sehari-hari, baik dengan teman sebaya, guru, maupun lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan konsep Tat Twam Asi kepada siswa di SD Inpres 2 Balinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, dan studi literatur sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep Tat Twam Asi dalam pembelajaran agama Hindu dapat meningkatkan rasa empati dan kepedulian sosial siswa. Pembelajaran berbasis praktik langsung, seperti kegiatan gotong royong, membantu siswa memahami makna mendalam dari ajaran ini secara nyata. Dengan demikian, pendidikan Agama Hindu memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa yang berbudi pekerti luhur melalui ajaran Tat Twam Asi. Untuk memperkuat implementasi konsep ini, diperlukan metode pembelajaran yang inovatif, berbasis pengalaman nyata, serta dukungan dari guru dan lingkungan sekolah. Dengan pemahaman dan penerapan yang baik, siswa dapat mengembangkan sikap saling menghormati dan hidup berdampingan secara harmonis sesuai dengan nilai-nilai luhur Hindu.
Abstract:Elida Yanti Putri. 2024. Peningkatan Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) di Kelas V UPT SD Negeri 25 Koto Kaciak Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok…
lok Selatan. Pembimbing 1 Esa Yulimarta, S.PdI.,M.Pd. dan pembimbing 2 Lili Ratnasari, S.Hum.,M.Pd.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS peserta didik karena kurangnya penggunaan model pembelajaran sehingga peserta didik kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Solusi dari pemecahan masalah tersebut adalah menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPAS.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V UPT SD Negeri 25 Koto Kaciak pada semester I tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan selama dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan.
Hasil penelitian pada mata pelajaran IPAS siklus I diperoleh ketuntasan hasil belajar sebanyak 50% dan meningkat pada siklus II menjadi 85%. Pada hasil observasi guru siklus I diperoleh 80,25% dan meningkat pada siklus II menjadi 95,71%. Sedangkan pada aspek peserta didik diperoleh 69,07% dan meningkat pada siklus II menjadi 84,86%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar IPAS peserta didik kelas V UPT SD Negeri 25 Koto Kaciak Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai di Kantor Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan. Permasalahan utama yang diangkat adalah lemahnya…
hnya penerapan budaya organisasi yang belum terdefinisi dengan baik serta kurangnya pengawasan dari atasan, yang berdampak langsung pada rendahnya tingkat disiplin kerja pegawai. Penelitian ini memiliki tujuan khusus: (1) mendeskripsikan kondisi budaya organisasi serta pengaruhnya terhadap disiplin kerja pegawai; (2) menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap disiplin kerja pegawai; (3) menguji pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai; dan (4) menganalisis pengaruh simultan antara budaya organisasi dan pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai di Kantor Kecamatan Sungai Pagu. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan kausal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) budaya organisasi berada dalam kategori "Sangat Baik" dengan skor rata-rata 129,9 dan TCR 86,6%; pengawasan dalam kategori "Sangat Baik" dengan skor rata-rata 127,11 dan TCR 84,74%; disiplin kerja dalam kategori "Baik" dengan skor rata-rata 124,6 dan TCR 83,3%; (2) budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja pegawai dengan tingkat signifikansi 0,011 < 0,05 dan nilai t hitung 2,736 > t tabel 2,048; (3) pengawasan tidak berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja pegawai dengan tingkat signifikansi 0,591 > 0,05 dan nilai t hitung 0,544 < t tabel 2,048; (4) budaya organisasi dan pengawasan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja pegawai dengan tingkat signifikansi 0,037 < 0,05 dan nilai F hitung 3,74 > F tabel 3,37. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan budaya organisasi yang baik serta pengawasan yang konsisten dapat meningkatkan disiplin kerja pegawai, yang pada akhirnya mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Abstract:Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik, solusi pemecahan masalah tersebut menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbasis TPACK dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian…
an ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IV A SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada peserta didik kelas IV A SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao yang peneliti lakukan dari tanggal 30 Juli 2024 s/d 15 Agustus 2024 dalam 2 siklus, masing- masing siklus terdiri dari 3 pertemuan. Penilaian hasil belajar peserta didik pada kondisi awal mata pelajaran Matematika memperoleh persentase 40% pada siklus I memperoleh persentase sebesar 52% dan siklus II 84%. Proses pembelajaran siklus I pada aspek guru memperoleh pesentase 81,77% dan aspek peserta didik 72,68%, pada siklus II aspek guru memperoleh 92,40% dan aspek peserta didik 81,81%. Berdasarkan persentase pembelajaran tersebut, sudah terjadi peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 32% dan peningkatan proses pembelajaran pada aspek guru dari siklus I ke siklus II sebesar 10,63%, pada aspek peserta didik meningkat sebesar 9,13%, pembelajaran sudah mencapai indikator keberhasilan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbasis TPACK dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada peserta didik kelas IV A SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.