Search Articles & Publications

Showing 20 articles found for "Merokok"

Layanan Konseling Individu Terhadap Siswa Yang Melanggar Tata Tertib Sekolah Studi Kasus Di Sma Negeri 6 Seram Bagian Barat (XI-IPS)

Gloria Salawaney, Yulius M Kerubun, Tiur Latuepirissa, Zuengli Hengki Linansera
Abstract: Peran guru adalah sebagai tenaga pendidik professional, guru memiliki tugas utama yaitu untuk mendidik, mengajar, membimbing mengarahkan,  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan konseling individu… ividu terhadap siswa yang melanggar tata tertib sekolah di SMA Negeri 6 Seram Bagian Barat, khususnya pada kelas XI-IPS. Pelanggaran tata tertib seperti membolos, merokok, dan berkelahi menjadi tantangan yang berulang, sementara sekolah belum memiliki guru Bimbingan dan Konseling (BK) tetap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari lima siswa pelanggar tata tertib dan dua orang guru sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling individu mampu membantu siswa memahami permasalahan, menumbuhkan kesadaran diri, dan merancang solusi perilaku. Teknik konseling seperti reframing, role playing, dan CBT diterapkan secara kontekstual. Sebagian siswa menunjukkan perubahan perilaku yang positif, sementara lainnya masih memerlukan pendampingan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya konseling individu sebagai pendekatan humanistik dalam membina disiplin dan tanggung jawab siswa di tengah keterbatasan sistem pendukung sekolah

Pengaruh Kompetensi Personal Religius Guru Agama Terhadap Akhlak Siswa Di SMP Negeri 1 Tinggi Raja

Mhd Ihsan, Indra Ramadona Harahap
Abstract: Karakteristik keperibadian  yang berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya adalah meliputi fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis. Fleksibilitas  kognitif atau keluwesan ranah cipta merupakan… pakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu. Guru yang fleksibel pada umumnya ditandai dengan adanya keterbukaan berpikir dan beradaptasi. Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha untuk memperbaiki anak didik untuk melakukan suatu perubahan ke arah yang lebih baik untuk membangun kemandirian bagi kehidupannya. Perubahan tersebut adalah pembentukna jati diri dalam kehidupan anak, melalui bimbingan dan pengarahan yang sifatnya kontinyu agar terbentuk akhlak yang baik dalam setiap perilakunya, baik pendidikan agama dari orang tua dalam lingkungan keluarga maupun didikan guru dalam lingkungan sekolah serta masyarakat dimana ia hidup.Kita sering menemukan di sekolah anak-anak yang suka berkelahi, merokok, menjahili kawannya, tidak hadir ke sekolah, serta tindakan-tindakan negatif lainnya. Hal ini merupakan kerja keras yang harus difikirkan bagi seorang guru dalam melakukan pembinaan moral terhadap anak-anak tersebut. Untuk itu setiap guru harus memiliki strategi-strategi yang tepat dalam mengajak dan memberikan pemahaman kepada anak didiknya untuk mau berbuat baik di setiap aktivitas yang dikerjakannya.

Implementasi Algoritma K-Means Clustering Untuk Perokok Usia Di Atas 15 Tahun

Angeli Dwiyanti Nur’azizah, Zaehol Fatah
Abstract: Merokok merupakan aktivitas yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Hal itu dikarenakan terdapat banyak kandungan yang berbahaya bagi kesehatan. Data mining merupakan… rupakan bagian dari data analytics dan disiplin ilmu data science yang memiliki manfaat luas dan tepat guna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelompokkan perokok dengan usia lebih dari 15 tahun di setiap Provinsi. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode yang digunakan adalah Clustering dengan algoritma K-Means menggunakan tools RapidMiner dan validasinya menggunakan operator Davies Bouldin Indeks untuk mencari nilai yang mendekati 0. Pengelompokkan perokok dengan rentan usia lebih dari 15 tahun yang dihasilkan dapat dilihat melalui 3 cluster, Cluster 1 merupakan tingkat perokok tinggi sejumlah 9 provinsi, Cluster 2 merupakan tingkat sedang dengan 17 provinsi dan Cluster 3 merupakan tingkat rendah dengan 8 provinsi.  

Hubungan Peran Orang Tua Dan Teman Sebaya Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Usia 11-19 Tahun Di Desa Balane Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi

Nur Anisya B. Baharu, Ni Nyoman Udiani, Vidya Urbaningrum
Abstract: Perilaku merokok adalah suatu perbuatan yang berbahaya untuk kesehatan. Tindakan merokok tidak hanya pada kelompok orang dewasa melainkan juga di kelompok remaja. Studi pendahuluan remaja mengatakan merokok dilakukan karena… ena meniru orang tua, merokok dilakukan tanpa sepengetahuan orang tua dan merokok dilakukan karena diajak oleh temannya saat berkumpul bersama. Tujuan penelitian menganalisis hubungan peran orang tua dan teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja usia 11-19 tahun di Desa Balane Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi. Jenis penelitian ini kuantitatif serta desain penelitian korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja usia 11-19 tahun berdomisili di Desa Balane yang berjumlah 156 remaja, teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 61 remaja. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan  Fishers Exact Test. Simpulannya adalah tidak ada hubungan peran orang tua dengan perilaku merokok pada remaja usia 11-19 tahun dan ada hubungan teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja usia 11-19 tahun. saran bagi masyarakat Desa Balane Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi khususnya orang tua agar selalu mengawasi dan meningkatkan kedekatan orang tua dengan remaja agar remaja terbuka sehingga jujur menceritakan masalah dalam lingkungan pergaulan baik dalam hal perilaku positif maupun negatif.

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Kelas XI Di SMAN 25 Kabupaten Tangerang

Widah Nurul Aini, Rohaeti, Mursiah
Abstract: Pendahuluan: perilaku merokok adalah kegiatan membakar sebatang rokok, kemudian dihisap dan dihembuskan sehingga menghasilkan asap yang dapat dihirup oleh orang sekitar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui&#8230; gambaran dan hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku merokok pada remaja kelas XI di SMAN 25 kab. Tangerang. Desain Penelitian: cross sectional dengan mengukur variabel diwaktu bersamaan. Teknik Sampel: sampel pada penelitian ini sebanyak 78 responden, Teknik yang digunakan yaitu random sampling. Analisa Data: Pada penelitian ini menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Hasil: dari 78 responden didapatkan hasil pola asuh permisif sebanyak 26 (33,3%), pola asuh otoriter sebanyak 40 (51,3%), dan pola asuh demokratis sebanyak 12 (15,4%). tidak merokok sebanyak 20 (25,6%), dan yang merokok sebanyak 58 (74,4%).Hasil uji kolerasi didapatkan p value = 0,193, sehingga p value <0,05 yang artinya H1 ditolak. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan yang signifikan hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku merokok pada remaja. Saran: diharapkan orang tua dapat memberikan pengetahuan tentang bahaya merokok dan lebih memperhatikan lagi perilaku pada anak.

Asuhan Keperawatan Paliatif Pada Tn. S Dengan Pola Napas Tidak Efektif Pada Pasien PPOK Eksaserbasi Akut

Alfanny Virginia, Hamudi Prasestiyo
Abstract: Latar Belakang: PPOK merupakan suatu kondisi penyakit yang dapat dicegah dan diobati dengan karakteristik berupa keterbatasan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel. Keterbatasan aliran udara bersifat progresif dan&#8230; n berkaitan dengan reaksi peradangan paru terhadap partikel atau gas berbahaya, terutama disebabkan oleh asap rokok. PPOK tidak hanya mempengaruhi kondisi paru tetapi juga berakibat secara sistemik. Penyebab kematian paling umum ketiga di dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah PPOK sebanyak 3,23 juta kematian dengan merokok menjadi faktor utama pada tahun 2019. Tujuan: mampu memberikan dan menerapkan asuhan keperawatan pada pasien PPOK Eksaserbasi Akut dengan diagnosis pola napas tidak efektif di ruang Isolasi Dahlia RSUD Wates. Metode penelitian ini adalah penelitian studi kasus observasional dengan desain pendekatan (cross sectional). Subjek penelitian pada studi kasus ini adalah 1 pasien di RSUD Wates dengan gangguan sistem pernapasan dengan diagnosa medis PPOK Eksaserbasi Akut. Hasil: pengkajian pada penapisan paliatif diperoleh skor 7 yaitu pasien tersebut perlu intervensi paliative. Dalam Edmonton Sympton Assesment System (ESAS) pasien mengalami sesak napas, pasien dengan ansietas sedang, dan pasien memiliki penyakit lainnya yaitu DM dan CHF. Skor karnofsky 80% dengan aktivitas normal dengan beberapa gejala penyakit. Diagnosa utama adalah pola napas tidak efektif b.d hambatan upaya napas. Pencapaian yang diharapkan pada kasus tersebut diagnoss keperawatan pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas yaitu dalam 3 hari intervensi kasus terseebut masalah keperawatan teratasi. Saran: Tingkatkan edukasi pasien dan keluarga tentang PPOK serta pentingnya menghindari asap rokok, lakukan pemantauan rutin terhadap kondisi pasien, teruskan terapi nebulzer dan berikan dukungan psikososial untuk mengatasi ansietas. Rencanakan inytervensi untuk meningkatkan kualitas hisup dan lanjutkan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas intervensi dalam pengelolaan PPOK.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Motivasi Berhenti Merokok

Firda Amalia, Kristina Everentia Ngasu, Dewi Nur Puspita sari
Abstract: Merokok merupakan kebiasaan yang memiliki daya merusak cukup besar terhadap kesehatan. Perilaku merokok juga di pengaruhi oleh tingkat pengetahuan, Pengetahuan tentang bahaya merokok merupakan sejauh mana seseorang mampu&#8230; mengetahui dan memahami tentang bahaya yang dapat diakibatkan dari merokok. Upaya untuk mengatasi dampak merokok, dibutuhkan upaya berhenti merokok, upaya tersebut dipengaruhi dengan adanya motivasi.  Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan motivasi berhenti merokok. Desain Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Tehnik Sampel: Total sampling Jumlah Sampel: 114 orang. Analisa Data: Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil dan Kesimpulan: Berdasarkan dari hasil Uji Chi-square  menunjukan p-value 0,248 lebih besar dari nilai kemaknaan ɑ=0,05 sehingga Ha ditolak dan Ho diterima yang memiliki arti tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan motivasi berhenti merokok.

Hubungan Antara Pengetahuan, Perilaku Dan Keteraturan Pola Makan Terhadap Kejadian Gastritis Pada Remaja Di Klinik Citra Sehat Kutajaya

Rode Elizabeth Sianipar, Fitriana Suprapti, Anna Rejeki Simbolon
Abstract: Gastritis ialah sesuatu peradangan mukosa alat pencernaan yang sangat kerap terjalin dampak kebiasaan makan yang tidak menentu. Kebiasaan makan yang tidak normal menyebabkan lambung menjadi lebih sensitif dan diikuti dengan&#8230; gan peningkatan asam lambung. Faktor risiko lain yang dapat menyebabkan gastritis merupakan peradangan bakteri Helicobacter Pylori, komsumsi minuman beralkohol, merokok, stress, dan mengkonsumsi makanan yang tidak bersih. Dari hal tersebut akan menmbulkan dampak terhadap kesehatan karena kurangnya pengetahuan, perilaku dan sikap dalam keteraturan pola makan. Penelitan ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, perilaku dan keteraturan pola makan terhadap kejadian gastritis pada sampel anak remaja di Klink Citra Sehat Kutajaya sebanyak 80 orang. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan deskriptif analitik serta analisis data menggunakan Kendall’s tau b. Hasil uji statistik didapatkan pada variabel pengetahuan dengan p value 0.037 (p = <0.05), variabel perilaku dengan p value 0,000 (p=<0.05), dan variabel pola makan diperoleh p value sebesasr 0.001 (p=<0.05) yang mengisyaratkan bahwa adanya hubungan signifikan antara variabel secara keseluruhan. Disarankan remaja diharapkan dapat lebih mudah mengidentifikasi keluhan gastritis dan lebih memperhatikan ketika mereka mulai mengalami gejala kebiasaan makan yang tidak menentu.

Hubungan Antara Status Merokok dan Penggunaan Masker Terhadap Keluhan ISPA pada Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Priok Tahun 2024

Luh Ayu Krisdayanti, Ahmad Irfandi, Veza Azteria, Rini Handayani, Ira Marti Ayu
Abstract: Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) samapi kini tetap jadi persoalan Kesehatan di negara berkembang termasuk Indonesia. Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) ialah sebuah kelompok yang berisiko terkena ISPA karena tingginya&#8230; a paparan terhadap udara yang berpolusi dan perilaku Kesehatan yang kurang baik seperti merokok aktif. Penelitian ini tujuannya guna menganalisa hubungan antara status merokok dan pemakaian masker terhadap keluhan ISPA pada tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok tahun 2024. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain  studi cross sectional dan besar sample sebanyak 83 orang. Data yang  disatukan ialah data primer memakai kuesioner. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan April s.d. Juli 2024. Kajian ini memakai analisa univariat dan bivariat. Adapun hasil dari analisa univariat menunjukan jumlah tenaga kerja bongkar muat yang mengalami keluhan ISPA adalah sebanyak 49 pekerja (59%). Tenaga kerja dengan status merokok sebanyak 49 pekerja (59%). Tenaga kerja dengan penggunaan masker tidak menggunakan secara baik sebanyak 41 pekerja (49,4%). Sedangkan hasil analisis bivariat menunjukan, terdapat hubungan antara status merokok dengan  keluhan ISPA pada tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan tanjung priok tahun 2024 (p-value: 0,001) dan ada hubungan antara penggunaan masker terhadap keluhan ISPA pada tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok tahun 2024 (p-value:0,005). Disarankan agar pengusaha Bersama dengan stake holder terkait melaksanakan program-program edukasi terkait penyakit ISPA  dan penyakit-penyakit lainnya yang sering  dialami oleh TKBM, Frekuensi pelaksanaan edukasi agar lebih ditingkatkan  sehingga pengetahuan TKBM akan terus terjaga dan diharapkan bisa mengubah sikap/perilaku yang negative

Hubungan Perilaku Life Style Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pra Lansia

Aisyah Nabilah, Solihati, Zahrah Maulidia Septimar
Abstract: Pendahuluan: Tekanan darah tinggi (Hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah didalam arteri dimana tekanan darah sistol dengan 140 mmHg atau tekanan diastole lebih atau sama 90 mmHg. Hipertensi disebut sebagai the&#8230; he silent killeer karena tidak menunjukan gejala. Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada Hubungan perilaku life style Dengan kejadian Hipertensi pada pra lansia. Desain Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunkan desain analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik Sampel : Teknik sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan teknik proposive sampling. Jumlah Sampel : Sampel berjumlah 89 responden. Analisis data : Menggunakan uji normalitas,analisis univariat,bivariat dan menggunkan uji chi square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian yang dilaksanakan di desa tegal kunir kidul bahwa ada hubungan antara perilaku life style dengan kejadian hipertensi memiliki p-value sebesar (0,000). Kesimpulan dan Saran : sebagian responden mengalami perilaku life style dan mengalami hipertensi. Para pra lansia di sarankan untuk bisa menjaga life style dengan baik dengan melakukan aktivitas fisik berolahraga,hindari makan-makanan asin,menjaga pola tidur,dan merokok agar bisa mencegah terjadinya hipertensi dan diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan referensi dan menjadikan sumber informasi dasar bagi peneliti selanjutnya.