Abstract:Pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antibiotik merupakan aspek penting dalam mendukung keberhasilan terapi infeksi. Rendahnya pemahaman terkait indikasi, aturan pakai, serta risiko penggunaan antibiotik yang tidak…
tepat dapat berkontribusi terhadap munculnya resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan keluarga pasien di ruang rawat inap infeksius RSUD Bahteramas mengenai antibiotik, termasuk hubungannya dengan usia, jenis kelamin, dan pendidikan terakhir. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa kuesioner berisi 10 pernyataan benar–salah. Sebanyak 100 responden dengan rentang usia 20–59 tahun berpartisipasi dalam penelitian. Hasil menunjukkan bahwa 44% responden memiliki tingkat pengetahuan baik, 45% sedang, dan 11% rendah. Pernyataan dengan jawaban benar tertinggi adalah “Antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi bakteri” (73% benar), sedangkan pernyataan dengan jawaban salah terbanyak adalah “Boleh memberikan antibiotik yang sama kepada anggota keluarga lain jika gejalanya mirip” (72% salah). Analisis karakteristik menunjukkan bahwa kelompok usia 18–35 tahun memiliki pengetahuan lebih baik dibanding kelompok usia lebih tua, sedangkan responden berpendidikan SD–SMP cenderung memiliki pengetahuan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat miskonsepsi signifikan terkait penggunaan antibiotik pada keluarga pasien di ruang rawat infeksius. Temuan ini penting sebagai dasar perencanaan program edukasi yang lebih terarah untuk mencegah penggunaan antibiotik secara tidak tepat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas kegiatan ecobrick dalam meningkatkan literasi pengelolaan sampah plastik pada siswa SMP di Pulau Lakkang, Makassar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif,…
penelitian ini melibatkan 25 siswa dan sejumlah guru sebagai informan yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif, serta dokumentasi yang mencakup proses pembuatan ecobrick, aktivitas siswa, dan implementasi pengelolaan sampah di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ecobrick mampu meningkatkan empat aspek literasi lingkungan siswa. Pertama, aspek pengetahuan meningkat melalui pemahaman jenis-jenis plastik, dampaknya terhadap ekosistem sungai dan pesisir, dan penerapan prinsip 3R. Kedua, terjadi perubahan sikap dan kepedulian lingkungan, terlihat dari perilaku tidak membuang sampah sembarangan, penggunaan wadah minum pribadi, serta inisiatif mengajak keluarga memilah sampah. Ketiga, siswa memperoleh keterampilan praktis dalam pengelolaan sampah melalui tahapan teknis pembuatan ecobrick mulai dari pemilahan hingga pemadatan plastik. Keempat, kegiatan ecobrick mendorong perubahan praktik pengelolaan sampah di sekolah, termasuk penerapan pemilahan sampah, penyediaan tempat sampah khusus, jadwal piket kebersihan, dan pengumpulan plastik mingguan. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor pendukung seperti antusiasme siswa dan dukungan guru, serta hambatan seperti keterbatasan air bersih, waktu pembelajaran, dan sarana penyimpanan ecobrick. Ecobrick terbukti menjadi media edukasi yang efektif, aplikatif, dan kontekstual dalam meningkatkan literasi pengelolaan sampah di sekolah kepulauan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi rujukan untuk pengembangan pendidikan lingkungan berkelanjutan di wilayah pesisir dan pulau kecil.
Abstract:Perkembangan revolusi Industry 4.0 mendorong transformasi besar dalam sistem manufaktur melalui integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan. Machine Learning (ML) menjadi salah satu elemen kunci dalam otomasi industri…
tri karena kemampuannya memproses data secara adaptif untuk mendukung pengambilan keputusan otonom. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis penerapan Machine Learning dalam sistem manufaktur otomatis dengan menyoroti tren, tantangan, serta arah penelitian masa depan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 30 artikel jurnal internasional terindeks Scopus, IEEE Xplore, dan ScienceDirect dalam rentang tahun 2020–2025. Hasil studi menunjukkan bahwa Machine Learning banyak diterapkan pada empat domain utama: predictive maintenance, process optimization, quality control, serta intelligent automation. Algoritma yang dominan digunakan meliputi supervised learning dan deep reinforcement learning, yang terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional hingga 35%. Namun demikian, isu terkait interpretabilitas model, keterbatasan data industri, serta integrasi manusia–AI masih menjadi tantangan utama. Studi ini mengusulkan kerangka konseptual AI–Driven Manufacturing Framework sebagai panduan pengembangan sistem manufaktur cerdas yang adaptif, transparan, dan berkelanjutan menuju era Industry 5.0.
Abstract:Kesenjangan antara Artikel ini bertujuan menjawab academic crisis dalam studi dakwah kontemporer yang ditandai konstruksi teori dakwah yang normatif dengan kebutuhan perubahan sosial yang aplikatif dalam konteks masyarakat…
at digital. Melalui pendekatan rekonstruksi epistemik, penelitian ini berupaya merumuskan model dakwah transformatif yang memiliki daya intervensi sosial, berbasis empowerment dan social engineering. Metode yang digunakan adalah kajian kualitatif melalui critical integrative review terhadap literatur dakwah, teori perubahan sosial, komunikasi, dan riset partisipatoris. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi epistemologi Islam dengan teori sosial modern mampu memperkaya kerangka dakwah menjadi lebih operasional, partisipatoris, dan responsif terhadap dinamika digital society. Artikel ini menyimpulkan bahwa rancang bangun dakwah transformatif berbasis rekonstruksi epistemik merupakan solusi signifikan dalam mereduksi krisis akademik dan mengarahkan dakwah menuju disiplin yang produktif secara praksis maupun teoretik.
Abstract:Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Kemajuan ini tidak lepas dari peran penting arsitektur dan organisasi komputer yang…
ang menjadi dasar sistem komputasi modern. Arsitektur komputer menentukan rancangan logis sistem, sedangkan organisasi komputer menjelaskan cara elemen-elemen perangkat keras bekerja secara efisien untuk mendukung proses pemrosesan data yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh arsitektur dan organisasi komputer terhadap efektivitas penggunaan serta pengembangan AI. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis komparatif terhadap arsitektur CPU, GPU, dan TPU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur paralel, efisiensi sistem memori, dan optimalisasi jalur data merupakan faktor utama yang menentukan performa sistem AI. Inovasi seperti TPU dan NPU menandai arah perkembangan baru dalam dunia komputasi yang lebih cepat, hemat energi, dan efisien.
Abstract:Penggunaan pembungkus sekali pakai seperti plastik telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat modern, namun menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan. BeeClo, sebagai pembungkus ramah lingkungan, hadir…
r sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap konsumen terhadap atribut produk BeeClo dengan menggunakan pendekatan Multiatribut Fishbein, melalui penilaian tingkat kepentingan (eᵢ) dan kepercayaan (bᵢ) pada atribut aroma, daya rekat, ramah lingkungan, estetika, dan harga. Data diperoleh melalui survei terhadap 80 responden yang merupakan konsumen potensial produk BeeClo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut ramah lingkungan memiliki pengaruh terbesar terhadap sikap konsumen dengan skor tertinggi, diikuti oleh estetika, aroma, harga, dan daya rekat. Secara keseluruhan, konsumen menunjukkan sikap positif terhadap BeeClo, terutama karena nilai keberlanjutan dan tampilan visualnya. Oleh karena itu, strategi pengembangan BeeClo perlu difokuskan pada penguatan nilai keberlanjutan, inovasi pada aspek estetika, serta peningkatan edukasi konsumen terhadap fungsi dan manfaat produk BeeClo yang masih belum banyak diketahui masyarakat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena penurunan fungsi surau sebagai institusi keagamaan dan sosial dalam masyarakat Muslim kontemporer, khususnya dalam konteks perubahan orientasi nilai keberagamaan dan transformasi…
rmasi praktik sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berorientasi fenomenologis, penelitian ini memaknai pengalaman, persepsi, dan interpretasi masyarakat terhadap pergeseran fungsi surau melalui observasi lapangan, analisis teks keislaman, dan studi literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan signifikan dari karakter surau sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan moral menuju fungsi yang lebih bersifat seremonial, simbolik, dan ekonomis. Temuan juga mengidentifikasi munculnya komersialisasi aktivitas keagamaan, melemahnya partisipasi ibadah rutin, krisis identitas religius generasi muda, serta hilangnya kesadaran kolektif mengenai fungsi ideal surau sebagai ruang pembentukan karakter dan solidaritas sosial. Faktor penyebab kemunduran fungsi surau meliputi sekularisme, individualisme, rendahnya kepemimpinan moral, kemerosotan legitimasi otoritas keagamaan, serta minimnya dukungan kebijakan struktural. Penelitian ini menekankan urgensi revitalisasi surau melalui model tata kelola berbasis jamaah, integrasi pendidikan akhlak, kolaborasi ulama–adat–pemerintah–pemuda, kurikulum pembinaan yang sistematis, serta transparansi pendanaan sebagai fondasi pemulihan kepercayaan publik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap kajian transformasi institusi keagamaan dalam masyarakat modern dan menawarkan rekomendasi kebijakan strategis bagi penguatan kembali fungsi surau sebagai pusat spiritual, sosial, dan budaya dalam memperkuat peradaban Islam.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai instrumen strategis dalam peningkatan mutu pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik di era transformasi pendidikan…
dikan modern. Fokus kajian diarahkan pada konsep, tujuan, ruang lingkup, langkah-langkah, prinsip, serta tantangan evaluasi kurikulum PAI melalui pendekatan systematic qualitative review berbasis analisis literatur internasional dan dokumen kurikulum. Data dianalisis menggunakan thematic content analysis untuk mengidentifikasi pola konseptual dan temuan empiris terkait efektivitas penerapan model evaluasi Tyler, CIPP, dan taksonomi Bloom dalam konteks pendidikan agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi kurikulum PAI harus dilaksanakan secara komprehensif meliputi tujuan, materi, pelaksana, proses pembelajaran, hasil belajar, serta dampak terhadap penguatan nilai religius dan karakter peserta didik. Evaluasi berbasis prinsip kesinambungan, objektivitas, komprehensivitas, dan akuntabilitas serta berlandaskan nilai Islam terbukti mampu menghadirkan proses pembelajaran agama yang lebih bermakna dan transformatif. Penelitian juga menemukan bahwa tantangan utama evaluasi kurikulum PAI mencakup keterbatasan kompetensi profesional guru, keterbatasan waktu, heterogenitas karakter peserta didik, dan pengaruh budaya digital, yang menegaskan perlunya reformasi evaluasi berbasis data serta inovasi metodologis. Secara keseluruhan, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem evaluasi kurikulum yang adaptif, reflektif, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam dan mencetak generasi berakhlak mulia di tengah dinamika perkembangan global.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat peserta didik dalam perspektif pendidikan modern yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi digital. Dengan menggunakan metode literatur review, penelitian ini menganalisis…
alisis berbagai teori, konsep, dan temuan penelitian terdahulu yang relevan untuk memahami posisi peserta didik dalam konteks pembelajaran abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa peserta didik tidak lagi dipandang sebagai objek pasif, melainkan sebagai subjek aktif yang memiliki potensi, kreativitas, kemandirian, serta kemampuan literasi digital yang penting dalam proses pembelajaran. Teknologi digital juga membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi, gaya belajar, serta akses peserta didik terhadap sumber belajar yang lebih luas dan fleksibel. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman mendalam mengenai karakteristik peserta didik menjadi dasar penting bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang adaptif, relevan, dan selaras dengan tuntutan pendidikan modern.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan konsumen terhadap produk Mie Gacoan serta menentukan prioritas pengembangan produk menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Metode ini digunakan untuk menerjemahkan…
nerjemahkan kebutuhan pelanggan (Voice of Customer) menjadi karakteristik teknis yang dapat diimplementasikan dalam proses pengembangan produk. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden yang merupakan konsumen Mie Gacoan. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi kepuasan pelanggan meliputi rasa bumbu yang khas, kualitas bahan baku, kebersihan tempat, dan desain kemasan yang menarik serta ramah lingkungan. Melalui analisis House of Quality (HoQ), diperoleh lima atribut teknis dengan bobot prioritas tertinggi, yaitu kualitas bahan baku (23%), jenis wadah saji (13%), komposisi bumbu (11%), ukuran porsi (11%), dan komposisi bahan (10%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengembangan produk Mie Gacoan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas bahan, formulasi bumbu, serta inovasi desain kemasan agar mampu memenuhi sekitar 68% kebutuhan konsumen yang telah teridentifikasi. Penerapan metode QFD terbukti efektif dalam membantu UMKM kuliner melakukan inovasi produk yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dan daya saing pasar