Search Articles & Publications

Showing 863 articles found for "Batas"

Kesetaraan Gender dalam Program Pemberdayaan Perempuan untuk Mewujudkan Keluarga Sejahtera

Maulina, Arifani, Syaprianto
Abstract: Program pemberdayaan perempuan merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup keluarga melalui pendekatan kesetaraan gender. Perempuan memiliki peran strategis dalam pengelolaan… engelolaan keluarga, namun masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam akses, partisipasi, dan pengambilan keputusan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendukung penguatan kesetaraan gender dalam program pemberdayaan perempuan guna mewujudkan keluarga sejahtera. Pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan pemberdayaan perempuan yang difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Riau, meliputi pendampingan kelompok perempuan, sosialisasi kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, pendampingan kegiatan, dan dokumentasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi prinsip kesetaraan gender dalam program pemberdayaan perempuan mampu meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan keluarga, memperkuat peran ekonomi perempuan, serta mendorong terciptanya relasi keluarga yang lebih adil dan harmonis. Program pemberdayaan perempuan berbasis kesetaraan gender terbukti berkontribusi positif terhadap terwujudnya keluarga sejahtera secara sosial dan ekonomi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dalam penguatan peran perempuan dan keluarga.

Psikoedukasi Etika Berkomunikasi Dengan Kawan Disabilitas Dalam Bentuk Poster Di PT Bumi Karsa

Hilwa Anwar, Abdul rahmat, Ahmad Mujahid, Nur Ainunnisa
Abstract: Kegiatan psikoedukasi tentang etika dan cara berkomunikasi dengan penyandang disabilitas dilakukan di PT Bumi Karsa sebagai upaya meningkatkan pemahaman karyawan terhadap komunikasi inklusif di lingkungan kerja. Berdasarkan… kan hasil need assessment melalui penyebaran kuesioner dan observasi awal, ditemukan bahwa sebagian besar karyawan masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan rekan penyandang disabilitas. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim BKP melaksanakan intervensi psikoedukasi menggunakan media poster karena mampu menyampaikan informasi secara ringkas, visual, dan mudah dipahami. Poster memuat materi mengenai pengertian disabilitas, jenis-jenis disabilitas, serta etika komunikasi yang tepat. Poster dipasang pada area strategis dan diunggah melalui portal internal perusahaan. Hasil observasi lanjutan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman karyawan mengenai komunikasi inklusif, ditandai dengan respons positif serta meningkatnya kepercayaan diri karyawan dalam berinteraksi dengan penyandang disabilitas. Secara keseluruhan, kegiatan psikoedukasi ini efektif dalam memperluas wawasan karyawan, mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif, dan memberikan pengalaman pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa BKP dalam merancang intervensi berbasis kebutuhan lapangan.

Edukasi Penggunaan Media Penyebaran Pupuk Terhadap Efisiensi Waktu Pada Petani Masyarakat Lombok Wetan Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso

Darian Fahris Ghofur, Ainan Salsabila, Ayu Mafifah Sahila, Inayatul Fadiyah, Muhammad Zainur Roziqin, Alfiah Nuril Hidayah, Dinda Qurratul A’yuni, Shefi Anggraini, Shevira Tiara Pertiwi, Rosita Ali Nasiroh, Aulia Dewi Awwalina, Muhammad An’im Maulana, Madinatul Munawarah, Muslimatul Afiyah, Nor Hendra Safutra Bin Nuratim, Moh Syafri Ramdana
Abstract: Pertanian merupakan sektor penting dalam perekonomian masyarakat di daerah pedesaan, termasuk di Lombok Wetan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso. Penggunaan pupuk yang tepat dan efisien menjadi salah satu faktor kunci… nci dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Namun, dalam praktiknya, proses pemupukan seringkali memakan waktu lama dan kurang efektif akibat keterbatasan pengetahuan serta metode penyebaran pupuk yang kurang optimal. Oleh karena itu, sosialisasi dan edukasi mengenai penggunaan media penyebaran pupuk menjadi langkah strategis untuk membantu masyarakat petani mengoptimalkan waktu dan tenaga dalam proses pemupukan. Adapun tujuan dari adanya pengabdian ini ialah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Lombok Wetan mengenai pentingnya efisiensi dalam proses pemupukan tanaman melalui pemanfaatan media penyebar pupuk, mensosialisasikan jenis dan cara kerja media penyebaran pupuk sederhana yang dapat membantu petani menghemat waktu dan tenaga dalam kegiatan pemupukan dan memberikan pelatihan atau demonstrasi langsung tentang penggunaan alat/media penyebaran pupuk yang praktis, efisien, dan sesuai dengan kondisi pertanian lokal. Metode pengabdian yang diterapkan ialah menggunakan metode PAR atau yang biasa disebut dengan Participatory Action Research. Metode PAR merupakan pendekatan penelitian dan pengabdian yang melibatkan langsung masyarakat sebagai subjek aktif dalam proses identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan tindakan, hingga evaluasi dan refleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengkaji bagaimana proses sosialisasi dan edukasi tersebut dilakukan serta pengaruhnya terhadap efisiensi waktu masyarakat dalam kegiatan pertanian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan diskusi kelompok fokus dengan petani di Lombok Wetan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi yang efektif dan edukasi yang berkelanjutan  mampu  meningkatkan  pemahaman  dan  keterampilan  masyarakat  dalam menggunakan media penyebaran pupuk sehingga proses pemupukan menjadi lebih efisien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi komunikasi yang tepat sangat penting dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan pengelolaan waktu bagi masyarakat petani Lombok Wetan.

Pelatihan Manajemen Keuangan Keluarga Ibu-Ibu Perwiritan Dusun IX Dan X Desa Pematang Johar

Tri Wulandari, Riska Franita
Abstract: Program pengabdian masyarakat yang berjudul "Pelatihan Pengelolaan Keuangan Keluarga ibu-ibu perwiritan Dusun IX dan X Desa Pematang Johar" dirancang dan dibuat sebagai solusi atas tantangan yang dihadapi ibu-ibu perwiritan… tan dalam mengelola keuangan keluarga di lingkungannya. Masalah utama yang ditangani adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan perencanaan dan pengelolaan anggaran rumah tangga. Tujuan dari program ini meliputi peningkatan pemahaman ibu-ibu Perwiritan terhadap prinsip-prinsip dasar manajemen keuangan, pemberian keterampilan praktis dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran keluarga, serta mendorong adopsi kebiasaan positif terkait pengelolaan keuangan guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pelatihan dan diskusi kelompok, dengan melibatkan peserta aktif dan individu-individu yang berkompeten di bidang pengelolaan keuangan. Target utama dari program ini adalah ibu-ibu perwiritan di dusun IX dan X, dengan harapan mereka akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan dan dapat menerapkan praktik-praktik positif dalam mengelola keuangan keluarga mereka, sehingga dapat memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari.

Sosialisai Strategi Optimalisasi Kinerja Pemasaran BUMDesa MHU Mart Melalui Integrasi Ekonomi Kreatif dan Pemasaran Digital

Vivy Kristinae, Erwin Prasetya Toepak, Bambang Supriyono, Kembara Sopather
Abstract: Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) merupakan instrumen vital dalam akselerasi ekonomi perdesaan, namun seringkali menghadapi tantangan dalam hal kapasitas pemasaran. Studi kasus pada BUMDesa MHU Mart di Kecamatan Mentaya Hilir… ilir Utara, Kotawaringin Timur, menunjukkan adanya keinginan untuk bertransformasi dari metode pemasaran yang sangat terbatas, hanya mengandalkan status WhatsApp, ke strategi yang lebih komprehensif dan berdaya saing. Ketergantungan pada metode pasif ini menghambat jangkauan pasar dan potensi pertumbuhan unit usaha minimarket yang dikelola. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan tersebut dengan (1) meningkatkan pemahaman konseptual pengelola BUMDesa mengenai strategi pemasaran digital yang efektif, (2) memperkenalkan dan menanamkan prinsip-prinsip ekonomi kreatif sebagai fondasi untuk menciptakan keunggulan kompetitif, dan (3) memfasilitasi perumusan rencana aksi awal untuk implementasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif partisipatif melalui sosialisasi dan diskusi terfokus dengan para pegawai BUMDesa MHU Mart. Pendekatan ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif, mengidentifikasi tantangan kontekstual, dan membangun rasa kepemilikan atas solusi yang dihasilkan. Luaran yang ditargetkan dari kegiatan ini adalah peningkatan literasi digital dan wawasan ekonomi kreatif para pengelola, yang terukur melalui analisis diskusi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta, yang merasa program ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru. Melalui kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa model intervensi berbasis diskusi partisipatif efektif sebagai katalisator perubahan pola pikir dan pendorong adopsi awal inovasi pemasaran di tingkat BUMDesa.

Sosialisasi Sila Ke-4 Pancasila Dalam Mewujudkan Partisipasi Aktif Siswa Di Sekolah Dasar Negeri Biru 2 Majalaya

Ghaziyah Rukhiyah Shofa, Rifa Alfiatu Rohmatin, Putri Aulia Azahra, M. Rizky Ferdiansyah, Novia Fadilah Akbar, M. Rasya Anugrah Putra Rafa, Siti Wahyuni, Aldan Nugraha, Satria Wiguna, Muhammad Rafi Akmal, Hilmanul Hamdi Muhammad, Muhammd Iqbal Mulana, Dian Herdiana
Abstract: Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila menjadi sangat krusial di tengah tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi yang memengaruhi perilaku generasi muda. Sila keempat Pancasila, yang menekankan prinsip musyawarah… syawarah dan kebijaksanaan, relevan untuk ditanamkan sejak pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi nilai-nilai demokratis dalam mendorong partisipasi aktif siswa di SDN Biru 2 Majalaya. Menggunakan metode pendekatan participant research, data diperoleh melalui observasi partisipasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Pembelajaran berbasis pendekatan kontekstual (CTL) diterapkan untuk menghubungkan materi dengan kehidupan nyata siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa diskusi kelompok, kerja sama, dan pengambilan keputusan bersama mampu meningkatkan keberanian siswa, sikap tanggung jawab, dan kemampuan menghargai perbedaan. Guru berperan penting sebagai fasilitator demokratisasi kelas. Meskipun terdapat hambatan seperti keterbatasan sarana dan ketimpangan rasa percaya diri siswa, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap model pembelajaran karakter yang aplikatif dan demokratis.

Peran Calistung Dalam Stimulasi Kognitif Pada Anak Memerlukan Perlindungan Khusus Di Sentra Wirajaya Makassar

Faradillah Firdaus, Putri Dewi Ananda Arifin M.Nr, Putri Alvina Tarilsa, Andi Zanirah Regina Mandawana, Nur Sadrina Amanda Mulyadi
Abstract: Penelitian ini didasari oleh keterbatasan akses pendidikan pada anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan, serta pentingnya dukungan pendidikan melalui rehabilitasi sosial seperti yang dilakukan di Sentra Wirajaya… ya Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian berjumlah dua orang AMPK yang belum pernah mengenyam pendidikan formal. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan pendamping sosial (Pensos), serta dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran program CALISTUNG (membaca, menulis, dan berhitung) dalam menstimulasi kemampuan kognitif Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) di Sentra Wirajaya Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program CALISTUNG memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan aspek kognitif anak, terutama dalam hal pengenalan huruf, angka, serta kemampuan dasar membaca dan menulis. Program ini juga membantu meningkatkan kepercayaan diri anak dan keterampilan sosial dasar.

Work-Life Balance: Menjaga Harmoni Antara Pekerjaan Dan Kehidupan Pribadi

Nurfitriany Fakhri, Andi Sabrina Fasha R. Sokku, Andi Zakiyah Rahmah Ikhsan, Aura Syifa Zulfa
Abstract: Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance) merupakan aspek krusial dalam menunjang kesejahteraan karyawan dan mendukung peningkatan kinerja mereka. PT. Kalla Inti Karsa menghadapi beban… an kerja yang cukup tinggi, yang berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan dalam kehidupan para karyawannya. Dalam rangka menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran karyawan terhadap pentingnya work-life balance melalui pendekatan psikoedukatif menggunakan media poster. Metode yang digunakan meliputi distribusi poster secara daring, disertai dengan pelaksanaan pre-test sebelum intervensi dan post-test sesudahnya untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan peserta. Poster yang disebarkan memuat penjelasan mengenai pengertian work-life balance, penyebab ketidakseimbangan, ciri-ciri work-life balance yang sehat, serta cara meningkatkan work-life balance yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebanyak 62 karyawan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil pre-test memperlihatkan bahwa sebagian besar karyawan mengalami tekanan, keterbatasan waktu untuk diri sendiri, dan kurangnya fleksibilitas kerja. Pasca intervensi, sebanyak 95,2% menyatakan lebih memahami konsep work-life balance, 85,5% mulai menerapkan pengaturan waktu kerja dan pribadi agar lebih seimbang, dan 74,2% merasa lebih tenang. Sebagian besar juga menganggap informasi dalam poster jelas dan bermanfaat. Temuan ini mengindikasikan bahwa psikoedukasi visual efektif dalam meningkatkan kesadaran serta membentuk perilaku kerja yang lebih sehat. Kegiatan ini terbukti memberi kontribusi positif bagi kesejahteraan psikologis karyawan di lingkungan kerja.

Psikoedukasi Self Boundaries Sebagai Upaya Peningkatan Batasan Diri Pada Siswa SMA X Makassar

Andi Fauziah Nurazisah, Regina Dwi Nursakna, Andi Ismahliana Milanisti, Ahmad Ridfah
Abstract: Program ini bertujuan untuk mengukur perubahan pemahaman dan penerapan self boundaries pada remaja melalui program psikoedukasi. Self boundaries merujuk pada kemampuan individu untuk menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan… ubungan sosial mereka. Untuk melihat perubahan pemahaman siswa terhadap self boundaries dilakukan pre dan post test kepada 25 siswa. Dengan menggunakan instrumen pre-test dan post-test, program ini mengukur perubahan dalam tingkat pemahaman remaja mengenai batasan diri mereka. Hasil dari program psikoedukasi ini menunjukkan pemahaman yang lebih baik bagi remaja tentang pentingnya self boundaries dan dampaknya terhadap hubungan sosial mereka.

“Sentuhan Aman Dan Tidak Aman”: Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Anak Berbasis Prinsip AJEL

Anwar, Hilwa, Yasir, Nabilah Ramadhani, Aida, Nurul, Fatiha, Salaisya Amania, Ratu Nirwana, Raissa Patrisia
Abstract: Saat ini kasus kekerasan yang terjadi pada anak di bawah umur sudah sangat memprihatinkan. Anak dianggap lemah dan tidak berdaya, yang membuat mereka rentan terhadap pemahaman seksual. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan… atkan pemahaman siswa terkait keamanan diri dan tubuh mereka melalui psikoedukasi dengan prinsip Active Joyful Effective Learning (AJEL). Subjek penelitian berjumlah 34 yang merupakan siswa kelas 3A di SD Inpres karema. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen the one-group pretest-posttest design . Instrumen dari penelitian ini berupa tes tertulis yang diberikan sebelum dan sesudah dilakukan pemberian psikoedukasi. Kegiatan ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif dengan teknik persentase. Penelitian yang diberikan meliputi bagian tubuh, area sentuhan aman, tipe-tipe sentuhan, dan cara melindungi diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan dalam pemahaman mengenai batasan-batasan sentuhan tubuh, siapa yang boleh dan tidak boleh menyentuh area tubuh pribadi, dan tindakan dalam menjaga atau melindungi diri dari perbuatan kekerasan seksual.