Search Articles & Publications

Showing 3169 articles found for "Laku"

Gambaran Hasil Pemeriksaan Tubex Pada Penderita Demam Tifoid Di RSI Malahayati Medan

Lhauren Sabilla, Lestari Rahmah
Abstract: Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut pada usus halus, dengan gejala demam berlangsung lebih dari seminggu disertai dengan masalah dalam ganggaun pencernaan dengan atau tanpa adanya kehilangan kesadaran. Pemeriksaan… tubex adalah salah satu uji serologi yang menguji aglutinasi kompetitif semikuantitatif untuk mendeteksi adanya antibodi IgM terhadap antigen lipopolisakarida (LPS) O9 Salmonella typhi dan tidak mendeteksi IgG. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Hasil Pemeriksaan Tubex Pada Penderita Demam Tifoid di RSI Malahayati Medan. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan di laboratorium RSI Malahayati Medan. Waktu penelitian dilaksanakan pada Februari – Mei 2024. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah Metode Inhibition Magnetic Binding Immunoassay (IMBI). Sampel dalam penelitian ini adalah serum darah dari 73 orang pasien yang melakukan test tubex demam tifoid di RSI Malahayati Medan. Hasil penelitian mennjukkan bahwa dari 73 sampel yang diperiksa diperoleh hasil 28 sampel negatif (38,4%), 23 sampel positif kuat (31,5%) dan 22 sampel positif lemah (30,1%). Berdasarkan jenis kelamin yang terbanyak yaitu perempuan sebanyak 39 orang (53,4%) dan laki-laki 34 orang (46,6%). Usia yang paling tinggi terkena demam tifoid yaitu usia 12-25 tahun sebanyak 31 orang (42,5%). Skor yang paling sering ditemukan adalah skor 0-2 (Negatif) dengan frekuensi 28 orang (38,4%).

Evaluasi Dan Strategi Peningkatan Kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) Melalui Pelatihan Dan Pengembangan Kompetensi Karyawan

Hikmatus Sholihah, Nailatul Karomah, Helfita Sari, Dani Triiswanto
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi strategi-strategi efektif dalam meningkatkan kinerja sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi karyawan. Dengan metode kajian… literatur yang komprehensif, penelitian ini mengungkap bahwa penerapan pelatihan berbasis teknologi, seperti e-learning, tidak hanya meningkatkan fleksibilitas waktu tetapi juga efektivitas pelatihan dalam penyampaian materi. Selain itu, evaluasi kinerja yang dilakukan dengan pendekatan Management by Objectives (MBO) dan Human Resource Scorecard (HRSc) terbukti efektif dalam mendorong kontribusi karyawan terhadap pencapaian tujuan strategis organisasi. Demikian, penelitian juga mengidentifikasi beberapa kendala yang umum dihadapi, seperti keterbatasan anggaran dan kurangnya dukungan dari manajerial, yang berpotensi menghambat keberhasilan program pelatihan. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pelatihan berkelanjutan yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan perusahaan tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan dinamika dan tantangan globalisasi. Melalui strategi yang tepat, pelatihan SDM dapat menjadi salah satu komponen penting dalam meningkatkan daya saing perusahaan di pasar yang semakin kompetitif.

Peran Sikap Profesional, Etika Kerja, Dan Keterampilan Dalam Meningkatkan Produktifitas Karyawan

Khaerun Nisa, Alifatun Istiqomah Lailani, Andrean Maulana, Nur Alvinatul Hasannah, Surayda Rihani, Nurul Setianingrum
Abstract: Keterampilan interpersonal, etos kerja, dan sikap profesional sangat penting untuk menciptakan tempat kerja yang bahagia dan efektif. Pengabdian seseorang terhadap pekerjaannya ditunjukkan dalam sikap profesionalnya, yang… g tidak hanya mencakup perilaku yang pantas tetapi juga menumbuhkan lingkungan kerja yang memberdayakan. Dengan bertindak sebagai kompas moral dan memotivasi orang untuk bekerja secara terhormat dan bertanggung jawab, etika kerja menumbuhkan kepercayaan di antara rekan kerja. Sebaliknya, pengembangan keterampilan antarpribadi sangat penting untuk meningkatkan kerja sama dan komunikasi anggota tim, yang meningkatkan semangat kerja dan meningkatkan hasil. Ketiga unsur tersebut saling berhubungan dan saling memperkuat; di satu sisi, keterampilan interpersonal yang kuat dapat membentengi etos kerja dan sikap profesional yang kuat, dan di sisi lain, sikap profesional dan etos kerja yang kuat akan meningkatkan keterampilan interpersonal. Oleh karena itu, dalam dunia kerja yang kejam, mengembangkan ketiga bidang ini sangatlah penting untuk mencapai kesuksesan baik pada tingkat individu maupun organisasi.​ Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan literatur review, yang mengumpulkan referensi dari junal buku, dan penelitian terdahulu untuk melengkapi artikel ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran sikap profesional, etika kerja, dan keterampilan interpersonal dalam meningkatkan produktivitas karyawan.

Peran Keragaman Dalam Meningkatkan Kreativitas, Inovasi dan Kinerja Karyawan

Rona Mardhatila, Ulviatur Rohmah, Ahmad Faozen, Yulia Defiana
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keragaman dalam meningkatkan kreativitas, inovasi dan kinerja karyawan. Fokus dari penelitian ini adalah mengidentifikasi bagaimana keragaman dapat menciptakan lingkungan… kerja yang lebih dinamis serta mengevaluasi pengaruh perbedaan latar belakang, perspektif, dan keahlian karyawan dalam meningkatkan kreativitas, inovasi, dan hasil kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan studi literatur, yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya, seperti jurnal ilmiah, buku, dan literatur lain yang relevan dengan topik penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa keragaman bukan hanya memperkaya wawasan dan ide, tetapi juga memainkan peran penting dalam mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih adaptif dan mampu bersaing, sehingga mendukung peningkatan kreativitas, inovasi, dan kinerja karyawan secara keseluruhan.

Sinergi Triple Helix Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Di Indonesia

Nurul Setianingrum, Nurul Fitria, Rufaidah Kallita Omega, Sulfaunsilah, Zanuba Arifatul Chofsah
Abstract: Saat ini kualitas sumber daya manusia Indonesia tertinggal jauh dari perkembangan negara-negara lain di dunia, termasuk negara tetangga. Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan program atau kebijakan yang dapat mendukung pengembangan… gembangan sumber daya manusia di Indonesia,salah satunya melalui sinergi triple helix.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis lebih mendalam tentang kolaborasi triple helix di Indonesia dalam meningkatkan sumber daya manusia.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang disampaikan secara deskriptif.Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang berdasarkan dari  sumber data seperti jurnal dan buku-buku yang berkaitan dengan judul penelitian ini. Adapun objek dari jurnal ini ialah sinergi triple helix yang mencakup pemerintah,industri dan universitas, sedangkan subjek pada penelitian ini yaitu kualitas sumber daya manusia.Hasil dari penelitian ini yakni  pemerintah bertanggung jawab untuk menetapkan kebijakan,universitas yang bertanggung jawab pengembangan pengetahuan dan penelitian, dan industri berkontribusi dengan menerapkan temuan penelitian ke dunia nyata, menghasilkan barang atau jasa inovatif, dan menyediakan peluang kerja yang sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan pasar. Program triple helix yang sudah berjalan hingga saat ini di Indonesia yaitu seperti program kampus merdeka melalui magang di bidang industri, proyek sosial, kewirausahaan, dan program Indonesia pintar (KIP dan Pemkab).Melalui program tersebut dapat menunjang dalam peningkatan sumber daya manusia di Indonesia

Store Atmosfer Pada Alfamart Cabang Wuryorejo Wonogiri

Adam Sani Akbar, Iis Miati
Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Store Atmosfer di Cabang Alfamart di Wuryorejo, Wonogiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai pendekatan… dekatan yang bertujuan untuk memahami dan menjelaskan fenomena sosial atau perilaku manusia dari sudut pandang yang lebih mendalam. Penelitian kualitatif berfokus pada interpretasi makna, konteks, dan kompleksitas dari suatu situasi atau peristiwa, daripada sekadar mengukur variabel-variabel yang dapat diukur secara kuantitatif.Secara umum, metode ini menunjukkan bahwa kondisi Store Atmosfer di Cabang Alfamart di Wuryorejo meliputi empat elemen: Store Eksterior, General Interior, Tata Letak Toko, dan Interior Display, yang masih memerlukan perbaikan dalam beberapa aspek. Hal ini dapat diamati melalui tanggapan informan mengenai kondisi Neon Box Alfamart yang kurang terlihat, ruang parkir yang terbatas, dan tampilan depan yang terlihat berantakan karena banyaknya kotak dan barang dagangan.Temuan penelitian mengindikasikan bahwa Store Atmosfer secara signifikan memengaruhi kenyamanan konsumen dalam melakukan pembelian.

Evaluasi Kebijakan Retribusi Parkir Di Kota Tasikmalaya

Rizky Maulana Permana
Abstract: Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya merupakan salah satu organisasi perangkat daerah yang berada dilingkungan Kota Tasikmalaya yang mengemban tugas di bidang perhubungan salah satunya mempunyai tugas mengelola mengenai parkir… rkir oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas Parkir. Adapun Peraturan Tarif Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum adalah Peraturan Walikota No.1 Tahun 2020 tentang Tarif Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum. Hasil dari retribusi parkir tersebut masuk kedalam Pendapatan Asli Daerah, namun masih berjalan dengan baik dari peraturan tersebut dikarenakan pencapaian target dari retribusi parkir dari tahun ke tahun tidak mencapai target yang sudah ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pelaksanaan Evaluasi Kebijakan Retribusi Parkir Di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui Studi Kepustakaan dan Studi Lapangan (Observasi, Wawancara dan Dokumentasi). Berdasarkan hasil penelitian bahwa evaluasi kebijakan yang digunakan adalah teori William Dunn untuk evaluasi kebijakan yang mencakup 6 sub kajian yaitu: efektifitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 6 dimensi tersebut 2 sub kajian menunjukkan kondisi yang baik yang mendukung keberhasilan kebijakan yaitu kajian efektivitas dan efisiensi. Sementara terdapat sub kajian yang memiliki kelemahan yaitu responsivitas, perataan, kecukupan dan ketepatan.

Evaluasi Kinerja: Langkah Strategis Meningkatkan Produktivitas Karyawan Yang Efektif

Adinda Kusuma Hati, Muhammad Syahrul Al Aziz, Anjani Layinatun Nisa, Faiqotul Aliyah, Nurul Setianingrum
Abstract: Evaluasi kinerja adalah elemen krusial dalam meningkatkan perusahaan secara efisien dan efektif. Proses ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan atau program yang lebih baik dalam pengelolaan sumber daya manusia di… dalam perusahaan. Untuk menilai kinerja setiap karyawan, dilaksanakan penilaian kinerja yang bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas kerja mereka agar lebih efektif. Penilaian ini juga berfungsi sebagai sarana pembinaan yang berkelanjutan dan untuk melakukan tindakan perbaikan jika pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan deskripsi tugas yang telah ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi langkah-langkah strategis yang dapat meningkatkan produktivitas karyawan dengan cara yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang dianalisis adalah data sekunder, yang diambil dari berbagai sumber seperti jurnal. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa manajemen evaluasi kinerja karyawan memiliki dampak signifikan terhadap keberhasilan operasional perusahaan. Dengan kata lain, manajemen evaluasi kinerja karyawan berperan penting dalam mengarahkan proses yang harus dilakukan oleh perusahaan, seperti produksi, penjualan, dan pemasaran, agar dapat beroperasi secara efektif untuk mencapai tujuan perusahaan.

Strategi Layanan Digital Meningatkan Minat Investasi Tabungan Emas Di Pegadaian

Siti Fatimatu Fitriyah, Rini Puji Astuti, Zeinnita Iftyfara, Dewi Eka Agustin
Abstract: Pegadaian merupakan suatu lembaga bukan bank yang bertujuan untuk memberikan peminjaman dengan adanya agunan, yang saat ini pegadaian tidak hanya untuk gadai kredit, namun mengeluarkan produk tabungan emas sebagai instrumen… men untuk berinvestasi. Investasi tabungan emas merupakan investasi yang paling aman dan halal dibandingkan dengan investasi yang lainnya, karena tahan terhadap inflasi dan nilai emas yang terus naik. Pegadaian meluncurkan  layanan digital sebagai alat untuk mempermudah akses masyarakat saat berimvestasi emas tanpa harus mendatangi outlet pegadaian, akan tetapi juga bisa datang langsung ke outlet untuk transaksi manual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang fokus pada kajian literatur dengan memperoleh dari berbagai sumber, seperti artikel, jurnal ilmiah, buku dan dokumen lainnya. Tujuan penelitian ini untuk memberikan pemahaman secara mendalam mengenai pentingnya mulai investasi emas, strategi layanan digital dalam peningkatan minat investasi, dan kemudahan akses bagi nasabah yang melakukan transaksi dengan menciptakan pegadaian digital. Diharapkan kepada masyarakat untuk mulai belajar investasi emas demi menciptakan masa depan yang cerah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang baik.

Evaluasi Kebijakan Struktur Organisasi Dan Tata Kerja Di Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya

Atep Kemal Hakiki
Abstract: Artikel ini berjudul “Evaluasi Kebijakan Struktur Organisasi  Di Sekretariat Daerah  Kabupaten Tasikmalaya”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis evaluasi kebijakan struktur organisasi di Sekretariat… etariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Indikator yang digunakan untuk mengevaluasi Kebijakan struktur organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya terdiri atas Efektivitas, Efisiensi, Kecukupan, Pemerataan, Responsivitas dan Ketepatan. Informan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari unsur aparatur Sipil Negara di Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan evaluasi yang dilaksanakan mampu mencapai tujuan dalam penataan organisasi, dapat dilihat dari penataan yang di lakukan dengan mengedepankan efektifitas pelaksanaan tugas pemerintahan melalui jabatan struktural yang sudah di bentuk. Namun dalam aspek efisiensi dalam kebijakan penataan organisasi perangkat daerah Kabupaten Tasikmalaya dilihat dari pelaksanaannya belum mencapai kriteria efisiensi. Dari sisi kecukupan penataan Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya sudah di lakukan sesuai mekanisme yang berlaku, yaitu adanya analisis jabatan dan analisis beban kerja terhadap struktur organisasi pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Ditunjau Dari aspek perataan sudah sesuai dengan prosedur dan kebutuhan.  Dari sisi responsivitas hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan penataan organisasi Sekretariat Daerah di Kabupaten Tasikmalaya telah berjalan sesuai dengan pedoman teknis penataan Sekretariat Daerah Kabupaten/Kota yaitu Permendagri No 56 Tahun 2019 yang selanjutnya diturunkan dalam bentuk Peraturan Bupati Tasikmalaya Nomor 119 Tahun 2021. Dan terakhir Dilihat dari aspek ketepatan, penataan Struktur Organisasi di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya sudah di sesuaikan dengan urusan – urusan yang sudah di limpahkan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dimana peraturan daerah tentang penataan organisasi yang telah di susun pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah di sesuaikan dengan peraturan yang lebih tinggi di atasnya.