Search Articles & Publications

Showing 5713 articles found for "Dalam"

Principles of Emotions Affecting Learning and Social Learning in Elementary School

Resyi Abdul Gani, Asep Supena
Abstract: This study aims to develop a comprehensive constellation model and identify optimal strategies for strengthening lecturers’ professional commitment in the largest private universities in Bogor. Penelitian ini mengkaji secara&#8230; secara mendalam bagaimana emosi dan belajar sosial memengaruhi proses pembelajaran di sekolah dasar melalui perspektif neuropedagogik dan brain‑based learning. A mixed methods approach was used by combining quantitative analysis (meta-analysis of 173 respondents and 47 indicators of NP, EC, OB, MS, BS) and descriptive qualitative analysis using thematic analysis techniques on semi-structured interviews with five elementary school teachers. The meta-analysis results showed a very strong average effect of the latent construct relationship (t(128) = 12.92; p < 0.001; r ≈ 1.00) with almost zero heterogeneity (Qₑ(128) = 1.67; τ² = 0; I² = 0%), and no significant moderating effects were found for all indicators; the partial meta-regression coefficients for all items were very close to zero and the R² value was 0.000. Qualitatively, three main themes emerged: (1) positive emotions as the foundation of learning readiness, (2) social interaction as a reinforcement of meaning formation, and (3) contextual learning that integrates cognitive, emotional, and social dimensions. Although most teachers have not yet mastered the concepts of neuropedagogy and brain-based learning theoretically, they have intuitively implemented its principles through motivation, praise, humor, group work, collaborative projects, and learning experiences relevant to students' real lives. These findings support the latest theory that places emotions and social interactions as the main drivers of brain function in learning (Immordino Yang, 2016; Tyng et al., 2017; Vygotsky, 1978; Jensen, 2008), and emphasizes the importance of strengthening teachers' competence in understanding and designing brain- and emotion-based learning to support the holistic development of elementary school students.

Peran Wali Kelas Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswi Di Kelas VIII MTs Darunnajah 2 Cipining

Tina Hartini, M. Yogi Saputra, Nur Azizah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran wali kelas dalam meningkatkan motivasi belajar siswi kelas VIII putri di Pesantren Darunnajah 2 Cipining, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam&#8230; lam pelaksanaan peran tersebut. Motivasi belajar merupakan faktor krusial yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran, khususnya dalam konteks pendidikan pesantren yang menggabungkan pendidikan formal dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik wawancara mendalam dengan wali kelas, observasi kegiatan pembelajaran, dan analisis dokumentasi. Subjek penelitian adalah wali kelas VIII putri di Pesantren Darunnajah 2 Cipining yang mewakili berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wali kelas menjalankan peran multidimensional dalam meningkatkan motivasi belajar siswi yang mencakup empat dimensi utama:Peran sebagai motivator dan fasilitator,Peran sebagai komunikator interpersonal, Peran sebagai pembimbing akademik dan personal, Peran sebagai penghubung dengan orang tua melalui sistem komunikasi. Faktor pendukung meliputi kompetensi pedagogik wali kelas, lingkungan pesantren yang religius dan kondusif, serta sistem pendidikan terpadu yang memungkinkan pembinaan holistik 24 jam. Faktor penghambat mencakup beragamnya latar belakang individual siswa, beban kerja berlebihan wali kelas, tantangan komunikasi dengan orang tua, dan keterbatasan teknologi pembelajaran modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan wali kelas dalam meningkatkan motivasi belajar siswi sangat bergantung pada kemampuan mengintegrasikan pendekatan pedagogik modern dengan nilai-nilai pesantren, serta dukungan sistem institusional yang memadai.

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Dalam Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Pada Siswa Kelas X Di SMAN 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025)

Ayuni Nur Eka Putri, Tobroni Tobroni, Muhammad Sholeh
Abstract: Rendahnya tingkat kemampuan siswa SMA Negeri 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025 dalam menulis teks laporan hasil observasi, serta keterbatasan guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang inovatif dan efektif untuk meningkatkan&#8230; ningkatkan keterampilan menulis siswa, menjadi latar belakang utama dilaksanakannya penelitian ini. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama, yaitu: (1) menganalisis efektivitas penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tukdana; dan (2) mendeskripsikan aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi melalui penerapan model Problem Based Learning pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tukdana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan desain dua kelompok, yaitu kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan dengan model Problem Based Learning, dan kelas X IPS 3 sebagai kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran dengan metode konvensional. Data penelitian dikumpulkan melalui tes tulis untuk mengukur hasil belajar dan lembar observasi untuk menilai aktivitas pembelajaran. Berdasarkan hasil perhitungan statistik menggunakan uji t dua sampel independen (Independent Sample t-Test), diperoleh nilai thitung=3,672t_{hitung} = 3{,}672thitung​=3,672 dan ttabel=1,994t_{tabel} = 1{,}994ttabel​=1,994 pada taraf signifikansi 5% (α=0,05\alpha = 0{,}05α=0,05). Kriteria pengujian menunjukkan bahwa jika thitung>ttabelt_{hitung} > t_{tabel}thitung​>ttabel​, maka hipotesis nol (H0H_0H0​) ditolak dan hipotesis alternatif (H1H_1H1​) diterima. Berdasarkan hasil tersebut, karena nilai thitung(3,672)t_{hitung} (3{,}672)thitung​(3,672) lebih besar daripada ttabel(1,994)t_{tabel} (1{,}994)ttabel​(1,994), maka dapat disimpulkan bahwa H1H_1H1​ diterima dan H0H_0H0​ ditolak. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok yang diuji, yang menunjukkan bahwa perlakuan atau metode yang diterapkan memberikan pengaruh yang nyata terhadap hasil belajar siswa. Artinya, hipotesis nihil (H₀) yang menyatakan bahwa penerapan model Problem Based Learning tidak efektif dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Hmelo-Silver (2004) dan Savery (2015), yang menegaskan bahwa Problem Based Learning mampu meningkatkan pemahaman konseptual, keterlibatan aktif, serta keterampilan berpikir kritis peserta didik.   Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui efektifitas penerapan model problem based learning dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tukdana; 2) mendeskripsikan aktivitas pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi dengan menerapkan model problem based learning  pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tukdana. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan X IPS 3 sebagai kelas kontrol. Data penelitian dikumpulkan melalui tes tulis dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penghitungan statistik dengan menggunakan uji t dua sampel independen (independen simple t test), diperoleh thitung sebesar 3,672 dan ttabel sebesar 1,994. Jadi thitung (3,672) > ttabel (1,994), hal ini menunjukan bahwa H1, diterima. Maka hipotesis nihil (Ho) yaitu penggunaan model problem based learning tidak efektif dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025 ditolak. Dengan demikian, penulis menyimpulkan bahwa penerapan model problem based learning dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025 efektif.

Penanggulangan Tindak Pidana Penipuan Online oleh Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Yogyakarta dalam Menjamin Perlindungan Hukum bagi Korban

Albertus Bagas Satria, Kastowo Kastowo, Widiartana Widiartana
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penanganan tindak pidana penipuan online oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota Yogyakarta yang dinilai belum optimal dalam memberikan perlindungan hukum bagi&#8230; agi korban, serta untuk merumuskan strategi penanggulangan penipuan online yang efektif guna menjamin perlindungan hukum yang maksimal.Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris yang dikombinasikan dengan pendekatan sosiologis dan peraturan perundang-undangan. Data primer diperoleh langsung melalui wawancara dengan aparat Kepolisian Resor Kota Yogyakarta dan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta, sedangkan data sekunder terdiri atas bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang dianalisis menggunakan metode analisis hukum kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan tindak pidana penipuan online oleh Kepolisian Resor Kota Yogyakarta belum mampu memberikan perlindungan hukum yang maksimal bagi korban. Hal ini disebabkan oleh lamanya proses hukum serta adanya hambatan koordinasi dengan lembaga eksternal seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga perbankan akibat regulasi yang ketat dan prosedur birokrasi yang panjang. Akibatnya, korban sering kali tidak memperoleh kepastian hukum maupun kejelasan terkait kompensasi atau pemulihan kerugian yang dialami, sehingga hak-hak mereka belum terpenuhi secara optimal.

Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Produk Forklift Di PT. Berca Mandiri Perkasa

Tri Apriyanto, Musthafa Kamil
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pengaruh kualitas pelayanan dan harga terhadap keputusan pembelian forklift di PT. Berca Mandiri Perkasa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif&#8230; atif dengan teknik survei, di mana data diperoleh dari 50 responden dan dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, serta regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun konsumen menilai kualitas pelayanan dan harga tergolong baik, keduanya tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian secara statistik. Hal ini mengisyaratkan bahwa keputusan pembelian forklift lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain, seperti reputasi merek, inovasi produk, dan rekomendasi pengguna sebelumnya. Berdasarkan temuan tersebut, PT. Berca Mandiri Perkasa perlu memperkuat strategi pemasarannya dengan memperhatikan faktor-faktor non-harga dan non-pelayanan untuk meningkatkan penjualan secara lebih optimal. Penelitian ini juga memberikan dasar bagi penelitian selanjutnya guna menelusuri variabel lain yang berpotensi memengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian alat berat.

Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Subdirektorat Publikasi DJBC

Arif Nugroho, Dyah Setyaningsih, Eka, Islami, Vina
Abstract: Penelitian ini berjudul Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Subdirektorat Publikasi DJBC memiliki tujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi dampak dari variabel independen terhadap&#8230; ap dependen. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode survei melakukan penyebaran kuesioner kepada 40 responden di Subdirektorat Publikasi, hasil survei diolah dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 27 pada Windows. Dari hasil penelitian ini dapat jelaskan pada uji hipotesis berdasarkan hasil uji parsial (T) yaitu X1 terhadap Y secara parsial adalah nilai Sig 0,032 < 0,05 dan nilai t-hitung 2,223 > 2,026 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima bahwa memiliki pengaruh dan signifikan, X2 terhadap Y secara parsial adalah nilai Sig 0,008 < 0,05 dan nilai t-hitung 2,787 > 2,026 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima bahwa memiliki pengaruh dan signifikan. Serta hasil uji simultan (F) yaitu X1 dan X2 terhadap Y secara simultan adalah nilai Sig. 0,001 < dari 0,05 dan dengan hasil 13,599 > 3,252 sehingga menolak pendapat Ho dan menerima pendapat Ha yaitu memiliki pengaruh dan signifikan. pada uji koefisien determinasi dalam R Square adalah hasil nilai 0,424 atau 42,4%, sehingga X1 bersamaan X2 dalam model regresi (secara simultan) mempunyai kemampuan cukup dalam menjelaskan terhadap variabel Y, maka sisa dari (100% - 42,4%) adalah 57,6% atau 0,576 merupakan penyebab pengaruhnya dari faktor lain.

Peran Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) Dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan Santri Di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Ridwan, Muhammad, Arizqi Ihsann Pratama, M. Irfanudin Kurniawan
Abstract: Peran Organisasi Santri Darunnajah Cipining Dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan Santri Di Pesantren Darunnajah 2 Cipining". Skripsi: Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (Tarbiyah), Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah,&#8230; najah, Bogor, 2022, xii+ 79 halaman, dan lampiran. Untuk mengetahui Organisasi Santri Darunnajah Cipining Dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan Santri Darunnajah 2 Cipining menurut para ahli. Metode Penelitian kualitatif, data primer dan sekunder. Observasi, Wawancara, dokumentasi. Hasil Penelitian ditemukan bahwa Dalam membentuk karakter kepemimpinan santri ialah karakter diri yang belum terbiasa menyesuaikan atau belum mampu beradaptasi dengan lingkungan pesantren dan juga faktor pertemanan yang tidak bisa di jadikan pemacu semangat. Faktor penghambat dalam membentuk karakter santri dalam hal kepemimpinan, santri kurang aktif dalam melakukan kegiatan OSDC yang seharusnya santri itu ikut dalam kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan. Faktor penghambat dalam sarana dan prasarana untuk membentuk karakter santri di pondok pesantren Darunnajah 2 Cipining dalam kegiatan OSDC tidak ada yang kurang meliputi: Peran dan faktor pendukung dan penghambat.

Konsep Pendidikan Menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dan Relevansinya Terhadap  Pendidikan Di Pesantren Darunnajah 2 Cipining

Abdur Rahman, Anjaluddin Anjaluddin, Arizqi Ihsan Pratama
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis pendidikan modern yang cenderung sekuler dan kehilangan dimensi spiritual, serta pentingnya mengkaji relevansi pemikiran tokoh pendidikan Islam kontemporer terhadap praktik pendidikan&#8230; didikan di pesantren. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis konsep pendidikan menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan (2) mengkaji relevansi konsep pendidikan Al-Attas terhadap konsep pendidikan di Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research (penelitian kepustakaan) yang diperkuat dengan pendekatan filosofis dan historis. Data primer diperoleh dari karya-karya Al-Attas, terutama The Concept of Education in Islam, sedangkan data sekunder berasal dari berbagai literatur pendukung. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif, induktif, historis, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, konsep pendidikan Al-Attas berpusat pada konsep ta'dib yang komprehensif, mencakup penanaman adab, islamisasi ilmu pengetahuan, penghormatan terhadap fitrah, integrasi pengetahuan dalam kerangka tauhid, dan pendidikan holistik yang mengembangkan aspek intelektual, spiritual, dan moral secara seimbang. Kedua, konsep pendidikan Al-Attas memiliki relevansi signifikan dengan pendidikan di Pesantren Darunnajah 2 Cipining, tercermin dalam: penerapan konsep adab dalam sistem pengasuhan santri, integrasi ilmu agama dan umum dalam kurikulum, pengembangan fitrah santri melalui pendekatan individual, peran sentral kyai dan ustadz sebagai model spiritual, serta pendidikan holistik yang mencakup aspek ibadah, akhlak, intelektual, dan keterampilan. Penelitian ini berkontribusi dalam meneliti pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas dalam dunia pendidikan dan merelevansikan pemikiran tersebut dalam    pengembangan sistem pendidikan pesantren Darunnajah 2 Cipining.

Komunikasi Pejabat Publik di Tengah Krisis: Analisis Gaya Bicara dan Dampaknya pada Aksi Demo 29–31 Agustus 2025

Fajar Satriyawan Wahyudi
Abstract: Penelitian ini menganalisis gaya komunikasi pejabat publik dalam merespons krisis politik dan sosial yang terjadi pada 29–31 Agustus 2025 di Indonesia, ketika aksi demonstrasi besar-besaran pecah akibat kontroversi kenaikan&#8230; aikan tunjangan DPR dan menimbulkan eskalasi berupa kerusuhan, penyerbuan gedung DPRD, serta pembakaran fasilitas publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gaya komunikasi pejabat—baik defensif, teknokratis, maupun akomodatif—serta mengkaji dampaknya terhadap persepsi publik dan mobilisasi aksi massa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis wacana kritis (Critical Discourse Analysis), berdasarkan pernyataan pejabat di media, konferensi pers, dan unggahan media sosial, yang kemudian dipadukan dengan respons publik melalui media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi defensif dan teknokratis memperparah ketidakpercayaan publik, sementara respons akomodatif pemerintah datang terlambat dan gagal meredam eskalasi. Media sosial terbukti memainkan peran strategis sebagai arena counter-narrative yang mempercepat delegitimasi komunikasi elit, dengan memobilisasi solidaritas digital menjadi aksi nyata di jalanan. Nilai kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif antara gaya komunikasi pejabat, dinamika digital, dan eskalasi demonstrasi kontemporer. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya model komunikasi pejabat publik yang lebih transparan, empatik, dan partisipatif dalam menghadapi krisis demi menjaga legitimasi politik dan stabilitas sosial.

Profil Program Latihan Federasi Arung Jeram Indonesia Kabupaten Cilacap Tahun 2025

Kuat Leksono
Abstract: Olahraga Prestasi adalah Olahraga yang membina dan mengembangkan olahragawan secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan melalui kompetisi untuk mencapai prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan.&#8230; ragaan. Pembinaan olahraga prestasi memerlukan perencanaan yang sistematis dan berkelanjutan untuk mencapai hasil yang maksimal. Arung jeram merupakan olahraga prestasi dan olahraga rekreasi yang biasa dilakukan di sungai-sungai yang memiliki arus deras ataupun air tenang dengan menggunakan perahu karet yang dikendalikan atau diarahkan oleh awak perahu. International Rafting Federation. Faktor yang memberikan dukungan agar tercapai prestasi olahra adalah dari pembinaan dan pembangunan olahraga itu sendiri. Hal tersebut dikarenakan adanya persaingan yang ketat untuk mendapatkan prestasi olahraga yang masimal. Bersaingan ketat tersebut terjalin dalam kanca nasional maupun internasional. Ketertinggalan prestasi olahraga nasional merupakan masalah besar bagi sebuah bangsa. Inti dari tujuan olahraga itu sendiri merupakan pengembangan keharmonisan umat manusia secara paripuna. Kabupaten Cilacap terletak di ujung barat Jawa Tengah, kabupaten Cilacap sebagai Kabupaten yang memiliki FAJI menjadi salah satu kabupaten yang di aliri air sungai serayu yang berhilir dilaut selatan tepatnya dikabupaten Cilacap. Walaupun kabupaten cilacap merupakan daerah pinggir laut yang dimana tidak memiliki sungai yang berjeram tidak mengurangi potensi kabupaten cilacap untuk tidak bisa berprestasi di olahraga arung jeram, banyak mahasiswa dari kabupaten cilacap yang mencari ilmu diluar kabupaten cilacap seperti di purwokerto kabupaten banyumas, mahasiswa tersebut dapat belajar di pencinta alam ataupun di unit kegiatan mahasiswa cabang olahraga arung jeram misalnya, sehingga menjadi potensi untuk pembinaan prestasi arung jeram untuk kabupaten Cilacap. Perkembangan prestasi Federasi arung jeram FAJI Cilacap dalam pelaksanaan program latihan sudah cukup bagus, dibuktikan dengan adanya program latihan. namun dalam aspek sarana prasarana harus perlu di optimalkan karena sarana prasarana adalah faktor penunjang untuk meraih prestasi yang bagus.